Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Pasar malam


__ADS_3

Viola sengaja bangun siang. Menunggu malam, tapi sayang usaha itu gagal. Ia tetap bangun pukul 7 pagi.


"aduuhhhhh baru jam 7, kapan malam datang... rasanya aku ingin tidur lagi saja" Keluh Viola.


Diapun langsung duduk dan segera beranjak dari tempat tidur karena mendapat banyak makanan di mejanya.


"Siapa yang mengirim ini" ucapnya bingung.


Lalu dia mengambil sepucuk surat yang ada di atas bungkus makanan itu.


"Selamat pagi Alina, ku harap kau cepat bangun dan jangan sampai makanan ini dingin. Aku sengaja datang ke sini dan mengantarnya untukmu. Aku sengaja tidak membangunkan mu karena kau tertidur sangat lelap. Aku juga membawa novel kesukaan mu, dan aku tidak tau kau sudah membacanya atau belum. Aku mengirim novel agar kamu tidak bosan di sana. Oiya...dan pasti kamu heran. Aku tau pasword apartemen kamu karena kamu menguncinya dengan angka kesukaan kamu, dan aku tau itu. Kalau begitu aku tinggal ya, Selamat makan."


Viola tersenyum membaca surat dari Angga. Viola duduk dan langsung membuka bungkus makanan. Dia juga melihat isi paper bag yang berisi buku-buku novel. Dia sarapan sambil membaca novel-novel itu.


*****


Malam pun tiba, Viola terus berusaha menelpon Angga. Namun, Angga tetap tidak aktif dan tidak menjawabnya.


"Aku sudah bersiap, awas aja kalau Angga tidak jadi membawaku malam ini" ucap Viola kesal.


Ia pun memencet nomor Angga, dan kali ini terhubung.


"Hei, kenapa baru di jawab sekarang" ucapnya dengan keras.


"Buka dulu pintunya" jawab Angga santai.


Viola langsung membuka pintu kamarnya dan mendapati Angga sudah di sana. Viola mematikan telfonnya.


"Hai.." sapa Angga.


Viola tidak menggubris, dan langsung berbalik badan meninggalkannya.


"Hei.. kau marah" tanya Angga.


Viola diam dan duduk di sofa.


"Vi bersiap lah, apa kau akan memakai, baju seperti itu? Aku membawa motor malam ini" ucapnya.


"Kenapa tidak membawa mobil saja" tanya Viola heran.


"Agar aku senantiasa dipeluk sama kamu" ucap Angga jujur.


Viola yang mendengarnya, wajahnya menjadi sangat merah.


"Ngga usah malu seperti itu, wajahmu sudah sangat merah, sebaiknya kamu cepat ganti" ucap Angga.


Viola mengangguk dan langsung menuju ke ruang ganti. Mereka turun bersama sambil bergandengan tangan.


Mereka meninggalkan apartemen Viola. Viola menikmati angin malam dengan tenang.


"Pegangan dong, ntar jatuh" ucap Angga.


"Bilang aja mau peluk, ogah ahh" ucap Viola malas.


"Ya udah deh" ucap Angga pasrah.


Namun seketika ia mengencangkan laju motornya, dan karna Viola takut langsung berpegangan padanya.


"Gitu napa dari tadi" ucap Angga.


"Kamu nekat banget ya" Viola kesal.


"Udah diem"


Viola diam, dia melihat sekelilingnya dan terutama pada langit malam. Cahaya bulan yang indah ditambah bintang biru yang mengelilinginya sebagai saksi perjalanan mereka berdua.


Diselimuti oleh malam yang indah, dikelilingi oleh lampu kota yang ramai, berdua sambil menikmati indahnya kota bersama.

__ADS_1


Mereka sampai di pasar malam yang diucapkan oleh Angga. Dia benar-benar menepati janjinya. Sungguh lelaki idaman, yang selalu menepati janjinya tidak hanya omong kosong semata.


Viola tersenyum melihat Angga yang berjalan bersamanya.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu?" tanya Angga kemudian.


"Tidak, aku hanya senang saja" jawabnya.


"Kenapa?"


"Karena aku memiliki kamu yang selalu menepati janji kamu"


"Sudah menjadi urusanku untuk membuatmu bahagia"


Viola tersenyum mendengar ucapan Angga.


"Angga, aku mau permen kapas"


"Ayo"


"Mau gambar apa"


"Cinta" jawab Viola.


"Cinta bisa digambarkan" tanya Angga bingung.


"Bisa, dengan kasih sayang" jawabnya.


"Duh mas, mba.. maap ganggu, tolong ya kalau mau bucin-bucin jangan di sini, saya teh ngga enak, saya ini jomblo" ucap pedagang permen kapas.


Viola tertawa mendengar ucapan pedagang itu.


"Bentuk lope ya mas 1" ucap Angga.


"Oh iya mas, silahkan" ucap pedagang yang sudah mempersiapkan nya dari tadi.


"Kamu mau naik Bianglala" tanya Angga.


Viola mengangguk.Angga menggandeng tangan Viola dan memasuki bianglala.


"Nih akkk" ucap Viola sambil memberikan permen kapasnya.


Angga menerimanya.


"Viola, nanti kita ke sana ya" ucap Angga sambil menunjuk tempat gelap di sisi lain pasar malam.


"Di sana, memangnya ada apa? Kan gelap" tanya Viola.


"Nanti kamu juga tau"


"Jangan macam-macam kamu ya, awas aja nanti" ancam Viola.


Hening sejenak...


"Ngga" panggilnya.


"Lihat, indah bukan lampu-lampu kotanya" ucap Viola.


Angga tersenyum.


"Akan lebih indah sebentar lagi" ucap Angga sambil menatap kota.


Bianglala mulai meninggi dan terhenti secara tiba-tiba, mereka berada tepat di puncak.


"Angga aku takut" ucap Viola sambil memeluk Angga dengan mata terpejam.


"Sstttm.. tenang saja... Lihat kota itu... tempat dimana kita bertemu"

__ADS_1


Viola membuka matanya.


"Tiga...dua...satu..." ucap Angga.


Viola menatap Angga lalu melihat kota lagi. Ledakan kembang api bertebaran di atas kota itu. Mata Viola berkaca-kaca melihat keindahan kota yang ditambahkan dengan kembang api diatasnya.


"I... Love...You... Viola...Rahesya...Margaretha" ucap Viola saat melihat tulisan di betuk oleh kembang Api tersebut.


"Angga kau yang membuatnya" ucap Viola.


Angga mengangkat kedua pundaknya.


"Angga thank you very much, and i love you so much" ucap Viola sambil memeluk Viola.


"You are welcome, this is for you and i love you too" balas Angga sambil mencium kening Viola.


Viola melepaskan pelukannya dan menyeka air mata yang hampir terjatuh.


"Tunggu, masih ada satu lagi, tutup mata kamu" ucap Angga.


Viola menyergit heran.


"Ayo tutup" ucap Angga.


Viola langsung menutup matanya.


Angga menutup mata Viola dengan kain merah yang dibawanya.


"Angga, apa ini" tanya Viola takut.


"Kamu jangan takut, ada aku, sekarang ayo kita turun" ucap Angga ambil memegang kedua tangan Viola.


"Aku ngga bisa liat"


"Iya lah, kan mata kamu di tutup, udah jangan takut, aku yang membantu kamu jalan"


Viola mengangguk lalu menuruni Bianglala.


Semua orang yang melihatnya kagum dengan mereka. Dan bahkan banyak yang mengikuti mereka. Namun tiba-tiba orang-orang yang mengikuti mereka di usir karena menganggu suasana mereka berdua.


Viola di dudukkan di sebuah kursi di sana. Angga melepas penutup mata Viola. Viola membuka matanya.


"Loh... gelap sekali, tempat apa ini" ucap Viola khawatir.


"Angga...Angga..." ucapnya sambil melihat sekelilingnya yang gelap.


Viola meraba meja yang ada di depannya.


"Eh.. Ada meja.. ini dimana si" ucap Viola tambah heran.


"Anggaaa..." teriak Viola.


"Angga aku masih diam loh disini, aku harus berbuat apa sekarang.. Angga..." teriaknya.


"Kau harus memanggil nama lengkapku dan katakan juga aku mencintaimu" teriak Angga entah dimana.


"Hah... Angga... kamu di mana si" ucap Viola yang mulai panik.


"Katakan atau aku tinggal" ancam Angga.


"Diangga Bagas Stefanlors Aku mencintaimu" teriak Viola.


//**//


Maaf ya baru up.. hehehe.. makasih banyak pembaca rahasia Sudah Ditakdirkan...


Salamku

__ADS_1


Dewi M


__ADS_2