
4 Tahun Kemudian
Setelah lulus 6 bulan yang lalu, Angga dan Viola memutuskan untuk bekerja. Mereka sepakat untuk menunda soal pernikahan.
Tetapi Novita dan Rendy sudah menikah 2 tahun lalu, namun mereka belum dikaruniai anak.
Keluarga Viola dan Angga juga sempat membicarakan tentang pernikahan mereka, namun mereka tetap bersikeras untuk tidak menikah terlebih dahulu. Dengan alasan ingin bekerja.
FLASHBACK ON
"Lihat, Sahabat kalian aja udah nikah, kenapa kalian belum" ucap mama Ghina.
"Mama, kami belum siap, kami ingin bekerja terlebih dahulu, apakah itu salah" elak Angga.
"Iya mah, pekerjaan Viola nanti akan dobel, ngurus rumah sama kerja, Viola juga pengin merasakan kerja" sambung Viola.
"Kalian udah pada pengin punya cucu ya, ngebet banget pengen nikahin kami, kaminya aja juga nyantai" tambah Angga.
"Nah tuh tau" ucap para orang tua bersamaan.
Viola dan Angga menepuk jidat mereka.
"Pokoknya jangan" Viola dan Angga bersamaan.
FLASHBACK OFF
Viola selalu tersenyum jika membayangkan kejadian dimana perdebatan antara dia dan orang tua mereka.
Viola sekarang memimpin Margaretha Group. Usahanya semakin berkembang di mana mana. Angga juga memimpin perusahaan Stefanlors Group. Mereka saling bekerja sama satu sama lain.
Novita masih setia dengan Viola. Dia kini menjadi sekretaris Viola, sedangkan suaminya Rendy memimpin perusahaan Prayoga Group yang juga bekerja sama dengan perusahaan Viola dan Angga.
Bobby, Arifin, Zaenal, Chintya, Vellicia, dan Shanti juga sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Komunikasi pun sudah jarang mereka lakukan.
*****
Di ruangan Viola, Viola sedang berbincang dengan Novita.
"Nov, kenapa kalian selalu menunda soal kehamilan" tanya Viola terus terang.
"Kamu sendiri kenapa belum menikah dengan Angga"balas Novi.
"Itu kan lain ceritanya, yang aku bingung kan itu kamu"
"Aku juga bingung sama kamu, kalian berdua serius ngga ngejalanin hubungan"
"Jawab dulu pertanyaan aku Novi"
"Kamu juga dong"
"Kalau soal aku kan kamu juga udah tau"
Novita terdiam.
"Kenapa"
"Aku sama Rendy belum siap menjadi orang tua"
"Tapi itu memang udah jalannya kan, kalian ngga bisa ngelak, udah kamu besok aku liburin, aku akan suruh Rendy nanti"
"Rendy juga sibuk, jangan lah"
"Aku si ngga maksa, ya udah serah kamu aja"
Ketika mereka sedang asiknya berbincang, tiba-tiba mereka kedatangan tamu yang tidak terduga, yang menghilang tanpa kabar 4 tahun lalu.
"Hai Nov,Vi, apa kabar kalian" ucap Vero sambil melambaikan tangannya.
__ADS_1
"Veronica" ucap mereka berdua kaget
Pakaiannya yang begitu ketat, membuat Viola dan Novi menggelengkan kepalanya.
"Kenapa, kaget ya" dengan senyum liciknya.
"Ngapain kamu dateng ke sini Ver" ucap Novi dengan nada tinggi.
Viola mencoba menenangkan amarah Novi. Viola menarik tangan Novi untuk duduk.
"Ada tamu kok ngga di suruh duduk" ucap Vero.
"Duduk Ver" viola dengan ramah.
Vero pun duduk di sofa yang tersedia di ruangannya.
"Gimana kabar kamu Ver" tanya Viola.
"Baik kok"
"Kamu kerja apa Ver" tanya Novi terus terang.
"Kamu tidak tau ya saudaraku. Aku ini model terkenal di London" dengan nada pamernya.
"Ooh, pantes dari dulu murahan" sindir Novita
"Novi" cegah Viola.
"Terserah kalian mau bilang apa"
Tiba-tiba Angga datang untuk mengajak Viola makan siang bersama.
"Viola.." ucapnya sambil membuka pintu.
Angga terkejut saat melihat Vero berada di ruangan Viola.
Vero berjalan mendekati Angga.
"Hai sayang, kamu apa kabar" sambil mengusap wajah Angga.
"Minggir, lancang sekali kau" sambil menepiskan tangan Vero.
Viola berjalan ke arah Angga. Novita hanya bingung dengan keadaan di sekitarnya. Angga langsung menggenggam tangan Viola erat saat sudah di sampingnya.
" Tunggu pembalasan ku Viola" ucapnya.
"Pembalasan? apakah aku berbuat jahat kepadamu, apakah aku menyakiti kamu" Ucap Viola yang sudah tidak bisa memendam amarahnya lagi.
"Hati, kau telah menyakiti hatiku dan merebut Angga dari milikku"
"Sudah cukup, Vero kamu harus tau sesungguhnya bahwa Viola adalah cintaku satu-satunya dan dia juga adalah cinta pertamaku, jangan kau macam-macam dengannya, atau aku akan menghancurkan mu dalam sekejap" tegas Angga beserta dengan bentakkan.
"Baik, jika aku tidak bisa memilikimu, Viola juga tidak bisa memilikimu, tunggu saja nanti" Vero kesal lalu keluar sambil mendorong Viola.
Viola hampir jatuh tetapi langsung di topang oleh Angga.
"Vi kamu ngga papa" ucap Novi yang melihat Viola di topang oleh Angga.
"Sayang kamu ngga papa kan" tanya Angga yang juga ikut khawatir.
"Ngga.. ngga papa kok"
"Loh, kok kalian pada ngumpul di sini, ada apa" ucap Rendy yang tiba-tiba datang.
"Tadi Vero barusan ke sini, kamu ngga liat" ucap Novita.
"Ahh ya.. aku melihatnya barusan, dia menyapaku tapi aku hiraukan" ucap Rendy.
__ADS_1
"Kenapa dia datang" lanjut Rendy.
"Entahlah tapi yang pasti aku yakin dia akan mengusik kehidupan Angga dan Viola lagi" ucap Novita
"Sebaiknya kalian cepetan nikah, biar ngga ada yang bisa ngusik kalian lagi" ucap Rendy.
"Diam, ayo kita makan bersama sekarang" Angga.
Novi menggandeng lengan Rendy, dan Viola di gandeng oleh Angga. Mereka pergi ke kantin yang ada di perusahaan.
"Sayang, kok kamu tumben ke sini, kamu ngga sibuk" tanya Novita pada suaminya.
"Ngga, aku sengaja datang ke sini sekalian minta ijin sama Viola buat bawa kamu berlibur 3 hari" ucap Rendy.
"Satu Minggu juga ngga papa, 1 bulan pun juga ngga papa" ucap Viola sambil tersenyum.
"Kalau untuk seterusnya" tanya Rendy.
"Akan ku pikirkan nanti" Viola sambil memakan hidangannya.
"Kamu juga sebaiknya istirahat sayang" ucap Angga kemudian.
"Why" tanyanya.
"Kamu kelihatan nya kelelahan" ucap Angga.
"Terus siapa yang gantiin aku, papaku udah semakin tua, ngga mungkin kan" tolak Viola
"Ya udah terserah kamu" ucap Angga pasrah.
Setelah makan siang bersama. Novita izin untuk pergi ke kantor Rendy. Tentu saja Viola izinkan, dan Angga memilih untuk tetap di perusahaan Viola.
"Kamu tidak balik ke kantor kamu" tanya Viola.
"Nggak, aku terlalu merindukan kamu" jujur Angga.
"Selalu saja begitu, lalu kapan kita akan menikah" Viola langsung menutup mulutnya keceplosan.
Angga yang sedang menyesap coklat panasnya langsung menatap Viola. Mata Angga menyergit heran lalu tersenyum
"Secepatnya" lalu menghadap ke luar jendela lagi.
"Angga" panggil Viola.
Angga langsung bangun dan duduk di samping Viola yang duduk di sofanya.
"Kenapa"
Viola menidurkan kepalanya di pundak Angga.
"Aku kepikiran sama ucapan Vero tadi"
"Jangan dipikirkan, udah dia tuh hanya bisa ngancem doang ngga bakalan ngapa-ngapain kamu, inget kan dulu dia bilang apa sama kamu, tapi dia ngga ngelakuin hal aneh apapun sama kamu" Angga menenangkan sambil mengelus pundaknya.
"Tapi keadaan dulu sama sekarang itu beda Angga." ucap Viola khawatir.
"Udah lah, kan ada aku yang selalu ada buat kamu" ucapnya.
Viola mengangguk sambil tersenyum paksa. Angga memeluknya erat.
//**//
Maap baru Up, author sibuk.. mohon pengertiannya ya.. terimakasih..
Salamku
Dewi M
__ADS_1