
Waktu terus berjalan, siang pun juga sudah berlalu. Semua keluarga Viola dan Angga juga sudah berkumpul bersama.
"Angga, Viola" teriak sang mama saat sedang berbincang dengan keluarga Veronica.
Angga dan Viola menghampiri mamanya.
"Kenalin, ini orang tua Veronica"
"Hallo Om,Tante, saya Viola dan ini Angga"
Viola memperkenalkan Angga. Angga mengangguk sambil tersenyum kepada mereka.
"Hai adik manis, siapa namamu" tanya Viola sambil menyamakan badannya dengan anak kecil itu.
Adik Veronica memang pemalu. Dia menyembunyikan badannya di balik mamanya.
"Kenapa kau bersembunyi, ayo sini, Kaka ingin mengenalmu" ucap Viola sambil mengulurkan tangannya.
Monica menerimanya, lalu mendekati nya. Viola berjongkok untuk bisa menyamakan badannya. Viola menggenggam lengan Monica dengan halus.
"Siapa namamu" tanya Viola lagi.
"Monica" jawabnya begitu.
"Umurmu"
"8 tahun"
"Oiya Tante, Veronica tidak ikut" tanya Viola kemudian.
"Tidak, dia tidak pulang selama 1 Minggu ini, katanya dia sedang ke luar negeri" jawab tante Stella.
"Ooh.." singkat Viola.
Viola memperhatikan Monica yang sedang menatap balon untuk acara nanti malam.
"Monica mau itu" tanya Viola sambil menunjuk balon.
Monica menunjukkan kepalanya.
"Tidak usah malu begitu, ayo ikut Kaka"
Viola menggandeng tangan Monica, Viola tersenyum sambil melihatnya. Monica juga tersenyum kecil lalu memandang tangannya yang di gandeng oleh Viola.
"Andai Kaka Veronica sebaik seperti Kaka ini, aku mendapatkan sebuah kehangatan seorang Kaka" gumam Monica dalam hatinya.
"Pak minta satu balonnya ya"
"Tapi non"
"Sudah ngga papa"
Petugas yang menjaga balon memberikannya kepada Viola. Viola memberikan balonnya kepada Monica.
"Terimakasih ka" ucapnya.
"Sama-sama, tersenyum lah, bisa kau tersenyum sedikit saja" pinta Viola.
Monica tersenyum kepada Viola. Senyumannya lebih lebar dari sebelumnya. Viola yang melihatnya juga tersenyum.
__ADS_1
"Nah begitu dong, kamu jadi tambah cantik" jawab Viola sambil mencubit pipinya.
Pipi Monica memerah saat di cubit pelan oleh Viola. Viola memegang kedua pipinya lalu mencium pipinya. Pipi Monica tambah memerah seperti kepiting rebus.
"Kenapa pipimu menjadi sangat merah begitu, kamu jadi tambah menggemaskan, boleh Kaka peluk"
Monica mengangguk dan langsung memeluknya dengan erat. Keluarga Viola dan Veronica juga dengan Angga tersenyum melihat Viola memeluk Monica.
Tante Stella meneteskan air matanya lalu mengusap nya dengan pelan. Angga yang melihatnya langsung berjalan menuju ke salah satu meja makan dan mengambil tissue.
"Nih Tante, Tante kenapa" Tanya Angga kemudian.
"Tidak apa, aku hanya senang melihat Monica tersenyum lebar seperti itu. Selama ini dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang kakak" ucapnya.
"Dan kami juga jarang di rumah, sehingga kami tidak terlalu dekat dengan nya. Namun dengan adanya pesta ini, kami jadi memiliki waktu untuk bersama" ucap Om Brian.
"Betulkah om, sering-sering lah ajak Monica ke rumah setiap hari, atau kalau tidak ajak ke kantor ku"
Ucap Viola semangat saat mendengarnya. Viola masih menggandeng tangan Monica. Dari kejauhan, Kesya berlari lalu menggenggam tangan Viola yang satunya.
"Hallo Kesya, bagaimana kabarmu, apakah tugas sekolahmu, banyak atau tidak" tanya Viola.
"Tidak Ka, dia siapa" tanya Kesya sambil melihat Monica.
"Ini Monica, Monica perkenalkan nama kamu" ucap Viola.
Monica mengulurkan tangannya, Kesya menerimanya.
"Aku Kesya, kita main bareng yuk" ajaknya langsung tanpa keraguan.
Monica menengok ke arah orang tuanya. Orang tuanya pun mengangguk. Kesya yang melihatnya langsung menarik tangannya.
"Ini yang lagi anniversary siapa, Tuan Hendra dengan Nyonya Desya, atau Angga dengan Viola" ucap paman Alex yang langsung menghampiri mereka.
"Addduuhhh" teriak seseorang membuat semua orang mengalihkan perhatiannya ke pusat suara.
Angga, Viola beserta yang lainnya langsung berlari ke arah suara teriakkan tersebut.
Viola langsung berjongkok saat melihat Monica terjatuh.
"Monica, kamu ngga papa" ucap Viola.
Monica memegangi lututnya yang terluka kecil.
"Maafkan aku, aku tidak sengaja" ucap Kesya takut akan di marahi oleh orang tuanya.
Viola menghela nafas panjang.
"Sudah tidak apa" sambil mengelus rambutnya.
"Biar aku saja yang menggendongnya" ucap Angga kemudian saat melihat Viola akan menggendong Monica.
Viola mengangguk lalu membiarkan Angga menggendongnya ke ruang keluarga. Viola mengambil kotak obat. Tante Stella mau mengambilnya namun Viola mencegahnya. Tante Stella tidak dapat mencegahnya, akhirnya dia membiarkan Viola untuk mengobatinya.
Monica mencoba menahan tangisnya, namun Monica tetap berusaha untuk menahannya. Viola meniup pelan sambil mengobatinya. Viola memandang mata Monica. Viola akhirnya memeluknya.
"Menangis lah, jangan mencoba menutupinya, setidaknya agar kamu bisa tenang, menangislah" ucap Viola.
Monica menangis terisak dalam pelukan Viola. Viola mengusap punggungnya.
__ADS_1
"Sakit" ucapnya lirih.
"Tak apa, sebentar lagi juga sembuh" ucap Viola menenangkan.
"Maafkan aku Mon, aku tidak sengaja"
Monica menggelengkan kepalanya di pelukan Viola. Viola melepaskan pelukannya lalu mengusap air matanya.
"Kesya, coba kamu peluk, pasti dia tenang" ucap Viola.
Kesya langsung menuruti perintahnya. Viola tersenyum melihat mereka dekat.
"Sudah tidak sakit kan" ucap Viola.
"Viola, kami lihat dari kejauhan tadi, sebenarnya orang tua mereka siapa, kamu atau Kami" keluh paman Alex.
"Paman, jangan berkata seperti itu, aku juga kakaknya memangnya tidak boleh jika aku memperhatikan mereka juga"
"Kamu memang calon ibu yang baik Viola, kenapa kalian tidak segera menikah agar kalian cepet mendapatkan momongan" ucap Tante Clara.
"Belum Tante, aku belum siap" jawab Viola.
"Tante mengerti, ayo kita keluar" ucap Clara.
"Monica bisa jalan" tanya Viola.
Monica mengangguk sambil tersenyum. Viola kembali menggandeng tangan Kesya dan Monica.
"Hei kalian, kalian keluarga baru ya, kalian punya anak diam-diam ya" ucap Bobby dengan tawa garingnya.
"Apaan si, ngga lah" ucap Angga.
"Udah cocok jadi bapak ibu juga kaga married married" tambah Arifin.
"Angga, nyanyi lagi yuk" ajak Viola untuk menghindari pertanyaan teman-temannya itu.
Angga mengangguk.
"Kalian duduk dulu ya, Kaka mau mengisi acara di sini"
Kesya dan Monica mengangguk lalu berlari ke arah orang tua mereka.
"Bobby, kamu kan yang nyumbang sound nih, pasti bisa dong ngerap" ucap Viola.
"Iya bisa dong, siap kalau gitu ayo" Bobby semangat.
"Mau nyanyi lagu apa emangnya" tanya Angga penasaran.
"Yours-Raiden x Chanyeol EXO Feat. LeeHi dan CHANGMO" ucap Viola.
Mereka bertiga menuju ke panggung. Bobby mengetikkan gitar nya. Mereka mulai bernyanyi bersama. Orang-orang yang tau tentang lagunya juga ikut bernyanyi bersama.
Setelah bernyanyi bersama, mereka memutuskan untuk berdansa, dengan nada-nada romantis sebagai iramanya. Orang-orang yang ada di sana juga berdansa dengan pendamping mereka.
Kesya dan Monica juga ikut menari tarian khas mereka, orang-orang di sekitar mereka juga ikut tertawa sesekali melihat mereka menari. Tidak terkecuali dengan Angga dan Viola juga bahagia di sana.
//**//
Maap telat up ya, ngga tau deh kenapa? dan maaf baru up sekarang, aku juga sibuk, maaf ya..🙏🙏
__ADS_1
Salamku
Dewi M