Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Firasat


__ADS_3

"Ada apa Vi? , kenapa kamu panggil kami?" tanya novi yang melihat kedatangan Viola.


"Nggak papa kok, aku butuh bantuan kalian sekarang"


"Ada apa Vi" tanya Vellicia penasaran.


"Aku sebenarnya takut sama Veronica, pasti sekarang Veronica tau kalau Angga pergi ke Singapura, aku takut nanti dia berbuat sesuatu kepada Angga."


"Vi, kami akan bantu kamu nyingkirin Vero dari kalian, kamu tenang aja"


"Kebetulan aku ngga ada tugas banyak dari bos Vi, aku akan ikut Angga diam-diam" ucap Arifin.


"Tumben banget Fin, biasanya paling males soal beginian" ucap Bobby.


"Bob, dewasa dikit napa. Aku juga ikut Fin" tambah Zaenal.


"Maaf Vi, aku ngga bisa ikut ya, tapi aku akan bantu kamu di sini sama Novi" ucap Rendy sambil melihat Novita.


"Iya Vi, kami akan bantu kamu. Kamu tenang aja ya" Novi sambil mengelus dan memeluk Viola.


Teman teman Viola juga ikut memeluk Viola.


"Sebaiknya kita susun sebuah rencana" ucap Rendy.


Semua mengangguk dan duduk di balkon bersama.


*****


"Boss" teriak Alex sambil setengah berlari.


"Ada apa, ada yang ketinggalan"


"Ngga bos, tenang saja semua sudah beres. Biar saya bawa kopernya bos"


Angga menyerahkan kopernya dan masuk ke dalam pesawat.


"Kau sudah menghubungi nona Viola bos"


"Belum, aku akan mengabarinya saat sudah sampai nanti, lagipula kita juga sudah di pesawat"


Alex manggut-manggut, kemudian dia duduk tenang sambil memakan makanan yang sudah di sajikan.


Angga hanya terdiam sambil menatap bumi yang sekarang ada di bawahnya dengan keadaan gelap dan hanya lampu-lampu yang menghiasinya. Dari kejauhan, Viola juga menatap langit malam dan memandang pesawat terbang yang melintasi langit malam.


"Pasti kau sudah berangkat, sekarang. Hati-hati dan cepatlah kembali" ucap Viola sambil memandang pesawat itu.


"Aku akan segera kembali, jaga dirimu baik-baik. Jangan terlalu mengkhawatirkan ku" gumam Angga di dalam pesawat.


"Viola" panggil Novita.


"Iya kenapa"


"Maaf Vi sebelumnya, aku mau berhenti dan mau beristirahat sekarang" ucap Novita.


"Ooohh yaya, aku paham kok, kamu mau istirahat kan, ngga papa. Aku juga sedang mencari seseorang sekarang "


" Langsung peka aja Vi" ucap Bobby.


"Iya lah"


"Kami pamit ya Vi, sudah malam dan hampir larut"


"Iya, kalian hati-hati"


Teman-teman Viola memeluk Viola.


"Ehhhh.. Mau kemana" ucap Arifin menarik tangan Bobby.

__ADS_1


"Mau ikutan lah"


"Dari dulu nih otak selalu aja pe*ng, operasi sanah, suruh dokter benerin" ledak Zaenal.


"Udah.. Ayo pulang" ajak Rendy.


Mereka semua keluar dari perpustakaan Viola. Viola tidak menghantarkan mereka sampai di depan rumah, dia hanya duduk di ranjang nya sambil memandang ponselnya sambil menunggu telepon dari Angga.


"Mengapa dia belum mengabari ku, sekarang sudah pukul 11 malam, di sana pasti sudah pukul 12 " gumam Viola di dalam kamarnya.


Dia mencoba mengetikkan pesan, namun masih bercentang 1 abu-abu. Viola menyadarkan kepalanya di kepala ranjang. Pikirannya melayang-layang entah kemana-mana.


*****


Angga sudah sampai di apartemen yang di pesannya. Dia meresahkan dirinya di kasur tanpa berganti baju dan memejamkan matanya.


"Bos"


"hmm"


"Katanya mau telpon nona Viola kalau sudah sampai. Pasti nona Viola nungguin bos"


Angga membuka matanya dan langsung mengecek handphone. Benar sudah ada 100 pesan dari Viola yang belum dia balas. Angga melihat dia sedang online dan langsung memencet tombol video callnya. Tak lama Viola menjawabnya.


"Ish.. Lama banget si" gerutunya.


"Maaf.. Maaf.. Ini juga baru nyampe, kenapa belum tidur "


"Nungguin kamu lah, masa iya aku setega itu ngga mikirin kamu"


"Calon istri yang baik"


"Ngga usah senyum-senyum gitu, mandi sana. Bau tau"


Alex dari kejauhan hanya menahan tawa ya mendengar ocehan dari calon istri bosnya yang tidak di pinang-pinang.


"Emang sampai situ"


"Kamu ngga usah ikut campur, saya PHK kamu nanti. Kamu keluar sana"


Alex langsung terdiam. Dan segera keluar dari ruangan nya. Viola hanya tersenyum mendengar teriakan Alex.


"Sekarang kamu tidur, aku akan mandi terlebih dahulu"


"Ngga, jangan tutup VC nya"


"Ya udah aku bawa ke kamar mandi"


"Ngga gitu juga... Ya udah sana mandi, nanti VC lagi"


Viola langsung mematikan video callnya. Dia memutuskan untuk segera mandi. Tak lama dia kembali dan mengambil ponselnya.


"Kirain udah tidur"


"Dih belum lah, kamu belum pake baju ya"


"Belum"


"Pake baju dulu, baru VC"


"Tadi katanya setelah mandi suruh VC lagi, ini kan udah mandi"


"Ngga gitu juga Angga, pake baju dulu baru VC lagi. Aku alihin ke telfon kamu pake baju"


Tanpa jawaban dari Angga, Viola mengalihkan ke mode telfonnya. Angga memakai piayamanya.


"Udah belum"

__ADS_1


"Sabar, bentar lagi"


"Lama banget si"


"Udah nih udah"


Viola mengalihkan ke mode VC. Angga sibuk menyisir rambutnya yang basah. Viola hanya terdiam memandang Angga.


"Liatnya gitu amat, aku ganteng ya" goda Angga.


"Aa.. enggak, biasa aja"


"Ngga usah ngelak, aku juga ngga kalah sama oppa koreamu itu" sambil merapikan rambutnya ke belakang.


"Pde banget"


Angga mengambil ponselnya, dia berbaring di kasurnya.


"Sekarang tidur, udah malam. Ngga baik buat kesehatan."


"Kamu juga, biar fresh nanti. Aku tutup telfonnya ya"


"Jangan, biarin seperti ini, sekarang tidur"


"Iya-iya"


Angga menutup lampunya dan masih memandang Viola yang sudah terlelap. Angga juga ikut tertidur.


*****


Viola bangun lebih pagi dari biasanya. Dia membuka ponselnya dan membuka beberapa foto yang dia ambil saat video call dengan Angga semalam. Viola tersenyum melihatnya sambil sesekali mengusap-usap foto yang di lihatnya.


"Memang ganteng si, ganteng banget malah. Hehehe.. Maap ya diam-diam aku curi ekspresi muka kamu"


Viola meletakkan handphone nya dan bergegas menuju ke kamar mandinya. Namun dia mengurungkan niatnya karena handphone nya berbunyi.


"Pagi sayang"


"Udah rapi rupanya"


"Udahlah, doain ya semoga lancar"


"Pasti lah"


"Ya udah aku berangkat ya, bye"


Angga menutup telfonnya. Viola melempar hpnya ke kasur, namun sasaran nya salah. Handphone nya mengenai bingkai fotonya dengan Angga yang terpajang di meja nya.


Viola langsung berlari dan menghampiri bingkai nya. Viola mengamatinya dengan seksama. Dan firasatnya mulai memburuk.


"Ahh.. Tapi aku ngga boleh berfirasat buruk tentang Angga. Ini karna kesalahanku sendiri yang terlalu ceroboh" ucap Viola.


"Bi!! Bi jannah" teriak Viola.


"Ya non!!"


Bi Jannah pun langsung memasuki kamar Viola.


"Bi, tolong bersihkan ini ya, saya mau mandi"


"Iya non, kenapa bisa pecah non"


"Tadi saya melempar hp saya terus kena itu. Ngga ada apa-apa kan ya bi"


"Ngga ada non, non tenang saja"


"Iya bi, terimakasih"

__ADS_1


"Sama-sama non"


//**//


__ADS_2