Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Ulang tahun Kesya


__ADS_3

Viola hadir dengan keluarganya ke pesta ulang tahun Kesya. Papa Hendra membawakan kado yang lumayan besar untuk Kesya.


Viola melambaikan tangannya ke arah Kesya. Kesya berlari dan langsung memeluknya.


"Selamat ulang tahun..." ucap Viola.


"Kaka Cantik sekali dengan gaun itu"


puji Kesya yang melihat Viola memakai gaun berwarna abu-abu dan sepatu silver yang digunakannya.


"Kamu lebih cantik, karena kamu adalah putri tercantik" puji Viola balik.


"Hallo Om, Tante" sapanya sopan kepada orang tua Viola.


"Selamat ulang tahun Kesya" ucap Papa Hendra yang diikuti oleh mama Desya.


"Oiya Kesya, papa sama Mama kamu mana, ini hadiah dari Kaka, kamu ngga bakal bisa bawa"


"Wah gede banget ka, makasih banyak ya" ucapnya, "bentar ka" lanjutnya.


Kesya menarik kedua tangan orang tuanya ke arah Viola dan keluarga nya.


"Alex.. ini putri kamu ya" ucap papa Hendra kaget saat tau bahwa yang berulang tahun adalah putri dari gabungan perusahaan nya juga.


"Hendra..." sapanya sambil bersalaman.


"Ini hadiah dari putriku" ucapnya.


"Wah .. terimakasih banyak ya" ucap paman Alex.


"Iya om, sama sama" ucap Viola.


"Mommy, Daddy, Om, Tante, saya gabung temen temen dulu ya, Kesya mau ikut" tanyanya.


Kesya mengangguk.


"Tidak Kesya, kamu di sini saja" ucap Bibi Clara.


"Ngga papa Tante, dia ngga akan merepotkan kok, ayo Kesya" ucap Viola sambil menggandeng tangan Kesya.


"Hallo Kesya" sapa Novi.


"Hallo ia Novi" jawabnya


"Kamu cantik banget hari ini" ucap Vellicia.


"Berarti kalau bukan hari ini, aku ngga cantik dong" ucapnya.


"Ngga kamu tetep cantik kok" ucap Vellicia sambil mengelus pipi Kesya.


"Eh tunggu gaes.. ada yang cocok nih" ucap Novi yang mengambil alih perhatian anggota Wedhingston Limelight.


"Ada yang warna gaunnya Couple nih" ucapnya, mereka memandang satu sama lain.


Dan pandangan mereka secara bersamaan menuju kepada Viola dan Angga. Entah bagaimana, mereka berduapun juga bingung, padahal mereka tidak berjanjian.


Angga memakai Jas warna abu-abu yang sepadan dengan warna gaun Viola. Gaun yang panjangnya hanya selututnya dan rambutnya yang di gerai ke samping, menambah kecantikannya sore itu.


"Kalian jodoh atau emang udah takdir, kok sering begini sih, atau jangan jangan kalian kencan ya" ucap Bobby.

__ADS_1


"Sssttttttt" ucap semuanya ke arah Bobby karena ia lupa ada Kesya di sekitar mereka.


"Kesya" panggil orang tuanya, dan Kesya menghampiri mereka.


Acara pun di mulai, mereka memulai acara nya. Entah kenapa tiba-tiba lampunya padam, dan lampu sorot menyorot seseorang yang ada di belakang mereka sambil membawa mikrofon.


Happy birthday to you....


Happy birthday to you...


Happy birthday.. Happy birthday...


Happy birthday Kesya....


Viola bernyanyi dengan suara indahnya. Suaranya begitu lembut sampai orang di sekitarnya merasa merinding mendengarnya.


"Happy birthday to you Kesya" ucapnya.


Kesya yang mendengar itu langsung berlari ke arahnya dan memeluknya. Viola pun menuntunnya ke arah roti yang sudah menyala.


Semua orang yang di sekitarnya bernyanyi bersama sambil bertepuk tangan.


"Make a wish Kesya" ucap mamanya.


Kesya memejamkan matanya dan mengucapkan permintaan di dalam hatinya, dan "Huufffttt" , Kesya pun meniup lilinnya.


Ucapan selamat ulang tahun berdatangan, entah dari keluarga, Sahabat, teman temannya dan juga teman teman Viola.


"Sekarang potong kueh ya Sya" ucap Tante Clara dan menuntunnya memotong kue.


Kue pertama dia berikan kepada kedua orang tuanya.


Dan potongan kedua ia berikan kepada Angga dan Viola. Viola juga menyuapkan kuenya ke mulut Kesya.


Dan kali ini hadiah yang di buka pertama adalah kado milik Viola.


"Wah... ada boneka" ucap Kesya kagum saat melihat ada boneka besar di dalamnya dan dia mengambilnya.


"ini kotak apa" tanyanya penasaran dan diapun membukanya.


"Wah.. ada aksesoris rambut, ada sepatu juga, makasih banyak ka Viola"


"Kaka ini jam" ucapnya tidak suka.


"Iya, memangnya kenapa" tanya Viola.


"Aku tidak suka jam" ucapnya cemberut.


"Kenapa, Hmm.." tanya Viola padahal dia tau alasannya.


"Waktu itu selalu menyusahkan ka, karna waktu juga selalu membuatku menunggu, dan sebentar lagi pasti acaranya selesai" ucap Kesya.


"Tapi Kaka suka sama jam, lihat Kaka selalu pakai jam tangan ini, kak punya banyak di rumah, dan kamu harus tau, tanpa waktu kita ngga akan pernah ketemu" ucap Viola.


Kesya mengangguk membenarkan.


"Kesya, dengerin Kaka, Kaka juga sebel kalau harus menunggu, namun semua kejadian, semua aktivitas itu membutuhkan proses dan waktu, lihat apa yang ada di sekeliling kamu"


Kesya menatap sekeliling.

__ADS_1


"Karena waktu, kamu bisa ngerayain ulang tahun kamu yang ke 6 tahun ini, benar bukan"


"Kalau ngga ada waktu kan aku bisa ulang tahun setiap hari ka"


"Kamu tau ulang tahun itu apa?" tanya Viola.


Kesya menggeleng.


"Ulang tahun itu mengulang waktu yang sama di mana kamu di lahirkan di hari yang sama dan di tahun yang berbeda, agar kamu bisa menghargai waktu yang datang sebelumnya dan setelah nya"


Kesya mengerutkan keningnya tidak mengerti.


"Kaka tau kali ini kamu belum paham, tapi suatu saat nanti kamu akan mengerti" ucap Viola sambil mengelus rambut Kesya.


"Apakah Kaka sangat suka dengan jam tangan"


Viola mengangguk.


"Jadi kamu harus jaga jam jam ini ya, coba deh inget, kapan kita ketemu"


"Di toko buku"


"Kita ketemu karna waktu bukan, kalau waktu terhenti, semuanya ngga akan ikut berjalan Kesya. Karena waktu Kaka bisa ketemu kamu, dan temen-temen Kaka, dan juga keluarga Kaka, dan kamu harus tau, dulu Kaka juga pernah ketemu sama ka Angga dan kita bertemu lagi sekarang, itu semua karna waktu" ucap Viola.


"Iya si kak, ya udah deh demi Kaka, aku akan jaga jam jam ini dan di taruh di tempat istimewa di kamar Kesya, terimakasih ya ka" ucapnya sambil memeluknya.


"sama sama" sambil mengusap punggung Kesya.


Tiba-tiba, Kesya mencium pipi kiri Viola. Viola pun melepaskan pelukannya dan mencium kening Kesya.


Dan acara puncaknya adalah menari bersama. Dia di paksa oleh teman-temannya untuk menari bersama. Mereka menari dengan penuh riang, canda dan tawa.


Kesya menarik tangan Angga dan Viola untuk menari dengannya.


"Kesya" panggil Om Alex.


Kesya berlari dan dia menabrak Viola, tanpa di sadarinya, Viola hampir terjatuh... benar... hampir...


Viola hampir terjatuh tetapi ada sebuah tangan yang mencegah untuk jatuh. Benar.. Angga yang memegang nya, hingga tatapan mereka saling bertemu.


"Perasaan apa ini" gumam Angga yang menatap Viola lekat.


"Semoga dia tidak mendengar detak jantungku" gumam di hati Viola.


"Ehm..." Suara deheman membangunkan mereka yang larut di fikiran masing masing.


"Malah sibuk mesra mesraan, ini acara ulang tahun anak, bukan ulang tahun pernikahan" Ledek Sang Papa Viola.


"Daddy, i'm sorry, tadi ada yang menabraku dan aku tidak sengaja jatuh" ucapnya Khawatir akan memarahi Angga.


"Lain kali hati-hati, jangan coba coba ingetin Daddy sama Mommy masa muda dulu" ledek papanya.


"Daddy, jangan buat aku malu ish, kalau Daddy mau ledek aku jangan di sini di rumah saja" ucap Viola kesal dan malu.


Papanya hanya terkekeh.


//**//


Thanks yang sudah baca...

__ADS_1


Salamku


Dewi Marsini


__ADS_2