
Setelah makan malam, Viola menonton Drakor kesukaannya bersama dengan sahabatnya.
"Vi, aku ngantuk, aku ke kamar dulu ya" ucap Novi lalu menguap.
"Iya Nov, tidur aja, aku juga mau tidur"
Novi mengangguk kemudian berjalan ke pintu.
^^^Viola kemudian duduk di ranjangnya. Karena dia belum mengantuk, dia membaca Novel di ponselnya, namun Satu chat tidak di kenal mengalihkan perhatiannya.^^^
Diangga
Vi, apakah kamu sudah tidur, maaf mengganggu malam malam begini.
^^^Viola^^^
^^^Angga Yah?^^^
Diangga
Iya
"Deg" begitulah jantungnya sekarang. Walaupun hanya melalui ponsel, Jantungnya berdetak dengan kencang. Diapun menghirup nafas panjang dan menghembuskan nafasnya untuk menenangkan jantungnya.
^^^Viola^^^
^^^Ada apa Ngga?^^^
Diangga
Maaf sebelumnya aku ganggu kamu
Diangga
Aku minta waktunya, Kesya di rumah aku sekarang, dan dia minta untuk di dongengin namun aku ngga tau cerita dongeng karna aku ngga suka.
Diangga
Aku mau download aplikasi tapi Kesya tetep ngga mau dan dia minta kamu buat dongengin.
Diangga
Gimana bisa kan?
Viola bingung, apa yang harus dia perbuat, dan anak kecil pasti susah untuk di ajak tidur selain di dongengkan. Viola menghela nafas panjang.
Viola
Iya ngga papa kok
Diangga
Aku ijin VC yah
"Deg" Itulah yang sedang ia rasakan sekarang, jantungnya berdegup lebih kencang. Ia menggeser ikonnya ke atas dengan tangan bergetar.
Mereka berduapun Vc.
"Selamat malam kak, aku ganggu ya" ucap Kesya.
"Selamat malam adik manis, kenapa kamu belum tidur, mau Kaka dongengin" tanya Viola.
Kesya mengangguk.
__ADS_1
"Bentar Vi, aku ambil sesuatu dulu, tangan aku pegel nih" ucap Angga lalu pergi mengambil stand handphone nya kemudian ia tempelkan di kepala ranjangnya.
Viola mulai bercerita. Kesya semangat dengan cerita Viola. Viola sesekali tersenyum saat melihat Angga terkantuk-kantuk saat mendengar dongengan Viola dan memejamkan matanya penuh karena sangat ngantuk.
"Kamu ngga tidur" ucap Viola yang masih memandang Kesya yang masih bangun.
"Kesya ngga ngantuk ka, masih nunggu Mama, Kaka udah ngantuk belum" tanyanya.
"Belum"
"Kaka, sepertinya mama datang, aku pamit dulu ya ka, aku ngga tau cara matiin nya gimana Kaka bisa tutup VC nya kan" ucapnya lirih takut Angga terbangun.
Viola mengangguk.
"Kamu tidak tertidur Kesya" ucap Bibi Clara lirih yang masih berdiri di ambang pintu namun suaranya masih terdengar oleh Kesya dan Viola.
"Sssttt" jawabnya sambil meletakkan jari telunjuknya di bibirnya.
"Oiya ka, tolong kirimkan pesan pada ka Angga bahwa aku sudah pulang nanti. Ya udah ka, selamat malam dadah" sambil Melambaikan tangannya lalu beranjak dari tempat tidurnya.
Viola diam diam menatap Angga yang tertidur dengan pulasnya saat Kesya sudah pergi dan Viola tidak sadar bahwa dia tersenyum padanya.
"Selamat malam" Ucap Viola dengan sadar ataupun tidak sadar.
Dia kaget saat Angga terbangun dan mendapati Kesya sudah tidak di sampingnya, dan ia menatap ponselnya yang masih terhubung dengan Viola.
"emm.. Angga baru saja Kesya turun dan mungkin sudah pulang bersama mamanya, kau lanjutkan tidurmu saja" Ucap Viola sedikit canggung.
"Iya Vi, sekali lagi makasih ya, dan maaf sudah mengganggu mu malam malam"
"Iya, ngga papa kok, aku tutup ya, selamat malam, selamat beristirahat" .
Viola menutup Telfonnya dan meletakkan hpnya di dadanya, dan merasa jantungnya yang berdegup kencang tak seperti biasanya.
*****
Pagi hari pun tiba, seperti biasa jam 5 pagi, dia memulai aktivitas nya untuk mandi.
"Vi... kamu udah siap, ayo sarapan, kita sarapan di sini atau di bawah" tanya Novi yang langsung nyelonong masuk ke kamar Viola.
"Bisakah kau mengetuk pintu dulu, kau bisa membuat ku serangan jantung"
"Maafkan aku Vi, kan kau yang bilang, anggap aja ini rumah sendiri"
"Ya tapi harus kira kira lah Nov" ucapnya sambil merias dirinya.
"Ya maaf maaf"
Merekapun segera pergi menuju ruang makan. Dan mereka langsung meluncur ke Wedhingston menggunakan mobil Viola.
Sesampainya di Wedhingston. Mereka mendapati Angga yang juga baru sampai di kampus bersamaan.
"Hai Angga, tumben pagi" ucap Novi.
"Iya nih, oiya Vi, ini ada titipan dari Bibi Clara untukmu, katanya terimakasih sudah membacakan dongeng untuk Kesya" ucap Angga sambil memberikan paper bag yang di bawanya.
"tidak usah Angga, buat apa, aku seneng kok ngelakuinnya"
"Jika ini dari Kesya kau akan menolaknya juga"
Viola menghela nafas panjang, lalu dia menerima paper bag yang di bawa Angga.
"Terimakasih banyak" ucapnya.
__ADS_1
"Ehmm... masih ada aku di sini, aku jangan di jadiin nyamuk" ucap Novi yang melihat mereka masih berpandangan.
"Maaf Nov, kami duluan ya Ngga" ucap Viola dan menarik Novi agar berjalan cepat.
"Viola..." tiba tiba Angga berteriak.
"Jangan lupa makan di kantin bersama nanti" lanjutnya setelah Viola dan Novi menengok ke arahnya.
Viola mengangguk sambil tersenyum, lalu melanjutkan langkahnya lagi.
"Cie... CLBK nih..." ucap Novi sambil menyenggol lengan Viola dengan sikutnya.
"Apaan si Nov, ngga lah, cepat ayo" Jawab Viola sambil mengelus bagian lengannya yang di sikut oleh Novi.
*****
Jam kelas pun berlalu, karna hari ini ada rapat dosen yang mendadak, semua mahasiswa/i di persilahkan untuk pulang lebih awal pada jam istirahat.
Tepatnya di parkiran, para Wedhingston Limelight mendiskusikan untuk makan bersama di sebuah Restoran KEKAPHE.
"Hari ini biar aku yang traktir" ucap Viola.
"Serius Vi" ucap para teman temannya secara bergantian.
"Iya, aku serius, jadi kalian boleh pesan semau kalian" ucap Viola dengan nada serius.
"Sekarang satu satu, tulis di sini ya mulai aku dulu, dari hidangan pembuka sampai penutup harus di isi ya" ucap Viola dan mulai menulis pesanannya.
Setelah semua selesai, akhirnya satu meja besar yang di pesan penuh dengan makanan yang mereka pesan. Angga dan Viola berhadapan dengan jarak yang jauh karena mereka duduk di sisi seperti di duduki oleh raja dan ratu.
Sementara 4 teman perempuannya duduk di sebelah kanan Viola, dan 4 teman laki-laki nya duduk di sisi sebelah kiri berhadapan dengan 4 teman perempuan.
Hidangan udang dan Kimchi dan adalah makanan utama meja itu karena memesan lebih dari 15 pesanan yang berbeda.
"Aku mau udang" ucap Viola dan Angga berbarengan. teman temannya melihat mereka berdua secara bergantian dan kompak.
Sementara itu Viola dan Angga hanya saling melirik.
"Kimchi saja" ucap mereka berdua lagi dan mendapat tatapan intens dari teman temannya dan juga sedikit senyum di bibir mereka.
Akhirnya Bobby turun tangan dan mengambil 4 piring, 2 di isi dengan udang dan 2 lagi untuk Kimchi. Bobby yang duduk di tengah mengestafet kedua piringnya kepada yang memintanya.
"Kalian aneh" ucap Zaenal.
"Begitulah, namanya juga sang raja dan ratu utama, kita di sini ibaratkan para prajuritnya saja" ucap Arifin sambil melahap makanannya.
Sedangkan yang lain hanya sibuk dengan urusannya masing-masing.
Setelah urusan mereka selesai, mereka pun pulang ke rumah masing masing. Mereka mendapatkan bonus masing-masing satu kotak es krim. Tetapi Viola mendapatkan 2 kotak eskrim yang ukurannya berbeda karena ia memesannya sebelum pulang tadi.
*****
Ada yang sama kaya Viola, walaupun cuma di chat, di telpon bahkan Vc, pernah deg degan kek gitu ngga, jawab di kolom komentar ya..
Lanjutannya gimana ya.....
next...
let's go...
Salamku
Dewi M
__ADS_1