Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
first kiss


__ADS_3

Sontak Viola kaget dengan sikap Angga yang tiba-tiba mengecup bibirnya. Viola menarik bibirnya paksa dan langsung berdiri ingin menuju ke kamar mandi. Namun tangannya di cegat oleh Angga. Angga heran karena Viola menutup mulutnya.


"Kau ingin kemana, apa ada yang sakit" tanya Angga.


"Aku ingin ke kamar mandi" ucapnya dan masih menutup mulutnya.


Tiba-tiba Viola merasa mual dan dengan cepat mendorong Angga dan berlari kecil ke kamar mandi sambil mendorong gagang infus.


"Huek... huek...huekkk". Angga spontan langsung mengikuti nya dan menepikan rambut Viola ke belakang.


"Ah sial... cium*n pertama gue..." gumamnya.


"Kamu kenapa, udah di bilang jangan ke luar juga" ucap tegas Angga.


"Gue masih jijik sebenarnya... aahhh.. peka dong, maen nyuri segala" gumamnya.


Setelah merasa mendingan Viola duduk di ranjangnya kembali.


"Kamu kenapa hm" tanya Angga khawatir.


"Hei peka dong, aku tuh belum terbiasa, pake nyuri segala, bilang-bilang napa" ucap Viola kesal.


Angga tertawa mendengar ucapan Viola.


"Oh jadi itu, kalau masalah itu si spontan Vi, aku sudah gemas melihatmu jadi refleks aku melakukannya. Aku pikir kamu juga udah liat di Drakor sama Novel kan" tanya Angga sambil terkekeh.


"Ya sama aja, akunya kan belum siap, untung ngga ada siapa-siapa" ucap Viola tambah kesal.


"Nih Mangganya makan lagi"


"Ogah, aku mau anggur aja, Mangannya buat kamu aja"


"Gitu aja marah, ya udah aku minta maaf, maaf banget" ucap Angga sambil memohon kepada Viola.


"Sudahlah, ini juga udah terlanjur, sini mana anggurnya" ucap Viola tegas.


"Sabar, ini lagi di ambilin, kenapa si" ucap Angga.


Viola mendengus kasar.


"Berarti sebelumnya belum yang pernah ada mencuri first kiss kamu dong, wah.." ucap Angga bangga.


"Jangan bangga gitu dong, aku jijik tau sebenarnya" ucapnya sambil melahap Anggurnya.


"Kamu akan terbiasa dengan hal itu" ucap Angga.


"Oh, jadi kamu udah terbiasa ya" ucap Viola sambil mengerucutkan bibirnya.


"Belum lah, ini juga yang pertama kali dan itu hanya dengan mu, aku tidak akan macam-macam" ucap Angga sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Viola.


Viola mendorong wajah Angga.


"Angga, aku bukan artis dalam Drakor dan bukan tokoh utama dalam novel, berhentilah bersikap seperti ini." ucap Viola lagi.


"Tetapi kamu adalah tokoh utama dalam hati ku"


"Ayolah Angga, berhentilah menggodaku, aku tidak akan terpengaruh dengan sikapmu"


Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.


"Viola, ini kami" ucap Novita.

__ADS_1


"Masuk saja, pintunya ngga di kunci kok" teriak Viola.


"Angga kamu masih di sini" ucap Bobby kaget.


"Syukurlah kalian datang, kalian memang seperti malaikat, selalu menyelamatkan di saat keadaan yang sulit" puji Viola.


"Kenapa Vi, apa Angga berbuat sesuatu" tanya Vellicia penasaran.


"Ngga kok" ucap Viola santai agar mereka tidak curiga.


"kirain" ucap Vellicia lega.


"Vi, ada kabar nih" ucap Cintya.


"Apa" jawabnya singkat.


"Ada anak baru namanya Veronica" ucap Chintya.


"Hati-hati Vi, bakal jadi saingan kamu nanti" ucap Shanti.


"Ada saingan ataupun tidak, kita harus tetap rendah hati dan jadi diri kita sendiri. Kita tidak boleh sombong dan membanggakan diri. Belum tentu apa yang kita banggakan itu hasil dari kerja keras kita sendiri. Jadi jangan pernah membandingkan bandingkan dirimu dengan orang lain. Kau harus tau apa yang ada di diri kamu sebelum menilai orang lain" ucap Viola terhenti


"Dan jangan pernah menyalahkan orang lain. Karena manusia itu pasti memiliki suatu kesalahan. Dan berhenti menyalahkan orang lain sebelum kamu tau apa kesalahan yang sebelumnya telah kamu diperbuat" ucap Viola.


"Widih kata bijaknya muncul nih sang ratu utama" ucap Bobby.


"Kalian datang cuma mau ngasih tau itu" ucap Viola.


"Nggak, kami kangen sama kamu. Emang kamu ngga kangen sama kami" tanya Shanti.


"Ya kangen lah, aku kangen makan bakso di kantin bareng kalian" ucap Viola.


"Yang di inget makanan mulu" ucap Arifin.


"cieee... Angga..." goda Bobby, Arifin dan Zaenal.


"Berisik tau ngga" ucap Viola kesal.


"Vi, kamu lagi datang bulan ya" ucap Shanti.


"Ngga kok"


"Oiya Vi, malam ini siapa yang mau ngejaga kamu. Kata Angga kemarin malam orang tuanya dan orang tuamu bertengkar" tanya Cintya.


"Nanti malam giliran mama Ghina di sini, pengin jaga juga katanya" ucap Viola.


"Oh.. di jagain calon mertua ternyata" ucap Bobby.


"Angga.. Angga... posisi mu tergeser oleh Viola. Ngga sakit nih mama sendiri peduli sama orang lain" ucap Zaenal.


"Jangan sembarangan ya, Viola udah jadi calonku dan bagian keluarga ku, jadi wajar lah. Awas kalau ngomong gitu lagi" Ancam Angga.


"Eh... iya Baginda raja.. maaf" ucap Zaenal sambil menyatukan tangannya.


Semuanya hanya terkekeh melihat reaksi Zaenal.


"Eh, sepertinya kami harus pulang" ucap Bobby.


"Loh kenapa, kalian kan baru sebentar, kok udah mau pulang aja" tanya Viola.


"Kami ngga mau ganggu waktu kalian berdua terlalu lama" ucap Arifin.

__ADS_1


"Peka juga kamu Fin" ucap Vellicia.


"Iya lah"


"Ya udah kami pulang ya, jaga diri kalian baik-baik, Viola cepat sembuh" ucap Rendy.


Viola dan Angga mengangguk. Teman-temannya pun keluar dari ruangan Viola.


"Angga" panggil Viola.


Angga langsung menengok ke arah Viola tanpa menjawab.


"Jangan memandangiku seperti itu" rengek Viola.


Angga yang berdiri di pintu berjalan ke arah Viola dengan tatapan yang tajam. Viola menelan salivanya kasar.


"Hei apakah kau marah, yang seharusnya marah itu aku" ucap Viola kesal.


"Ngga, aku ngga marah, seharusnya kamu yang jangan menatapku dengan seperti itu" ucap Angga.


Viola langsung menutup wajahnya. Dan Angga hanya tersenyum melihatnya.


"Aku hanya bercanda Viola. Kamu jangan bertingkah menggemaskan seperti itu, atau aku akan...."


Viola membuka kedua tangan yang menutup wajahnya.


"Tidak, aku tidak akan membiarkannya atau aku akan bilang sama mama papa nanti"


"Jadi kau akan bilang, Angga telah mencuri bibir putrinya, begitu?? coba saja kalau kau berani"


Viola mendengus kasar. Dan dia berfikir tidak akan mungkin memberi tahu orang tuanya itu.


"Oiya Viola, aku ingin bertanya satu hal kepadamu, tapi aku mohon kamu jangan marah kepadaku" ucap Angga.


"Aku ngga bisa marah sama kamu Angga" ucapnya sambil mengacak rambut Angga yang menatapnya dengan tatapan serius.


"Aahhhh... kau membuat rambutku berantakan" ucap Angga sambil membenarkan rambutnya.


"Iya maaf-maaf.. emang kamu mau tanya apa" tanya Viola yang di buat penasaran.


"Kamu kenal sama Veronica"


Viola mengangguk.


"Terus kenapa waktu dia ada di ulang tahun Kesya kamu hanya diam melihatnya"


Viola terdiam.


"Kami mengenalnya, dimana dan kapan" ucap Angga seperti mengintrogasi.


Viola lagi-lagi terdiam.


"Apa kamu punya masalah dengan Vero di masa lalu" ucap Angga.


Viola mengangguk dan tanpa di sadarinya dia menitikkan air mata.


//**//


Bumbu-bumbu amarah, kekecewaan, atau apa ya??


Tunggu kelanjutannya... Selamat membaca pembaca rahasia "Sudah Ditakdirkan"

__ADS_1


Salamku


Dewi M


__ADS_2