
"Vivi..." ucap Angga terpotong.
"hmm... sudah tak apa" ucap Viola mengerti dengan maksud perkataan Angga.
"Ka Angga panggil ka Vivi apa tadi Ka?" Pendengaran yang baik.
Mereka berdua menatap Kesya lekat.
"Kamu yang pancing Kesya, jadi kaka terbawa omongan kamu"
"hehehehe, tapi ngga papa kan ka" tanya Kesya pada Viola.
Viola mengangguk.
"Oiya ka, ini.. Kesya ke sini mau undang Kaka. Lusa ulang tahun Kesya ka, jadi Kaka datang ya"
"Pasti Kaka datang, tapi kenapa kamu ngga nitip sama ka Angga, kan kaka sama ka Angga satu kampus"
"Kesya pengen tau rumah Kaka, dan juga pengen ketemu sama Kaka langsung, jadi Kesya bisa ke sini kapan aja, boleh kan ka" tanya gadis kecil itu.
"Tentu saja boleh, Kaka bawa keluarga Kaka yah" ucap Viola.
"Boleh kok kak, kan jadi rame"
"Kayanya pengen ketemu, sini peluk" ucap Viola sambil merentangkan kedua tangannya.
Kesya bangkit dan langsung memeluk nya.
"Selamat ulang tahun adik kecil" ucapnya sambil mengusap rambut gadis kecil yang sedang di peluknya.
"Kaka, aku ulang tahun lusa ka" ucap Kesya yang melepaskan pelukannya.
"Biar Kaka orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padamu"
"Tapi kata mama sama papa Kesya, Kesya belum lahir kalau belum bertepatan sama hari ulang tahun Kesya" ucapnya dengan wajah menggemaskan.
"Pintar sekali, ya udah Kaka tarik ucapan Kaka" sambil mencubit pipi Kesya pelan yang terlihat menggemaskan.
Angga hanya memandang mereka sambil tersenyum. Melihat keakraban mereka layaknya seorang ibu dan anak sambil meyesap Coklat dinginnya.
"Non, makan siang sudah siap" ucap Bi Jannah.
"Angga,Kesya, ayo makan siang bersama dulu, Kaka juga ngga ada temen makan siang"
"Ayo kak Angga kasihan ka Vivi, nanti kalo ka Vivi ngga jadi ke pesta Kesya gimana ka" rengek Kesya.
Angga pasrah dengan permintaan Kesya. Akan sulit baginya kalau Kesya menangis.
Angga pasrah dengan permintaan Kesya. Akan sulit baginya kalau Kesya menangis. Mereka bertiga makan bersama layaknya keluarga kecil. Pasti orang lain yang tidak tau pun akan mengatakan seperti itu.
"Ka Vivi" panggil Kesya setelah makan siang bersama.
"Iya kenapa, mau eskrim lagi" tanya Viola.
Kesya menggeleng sambil menunduk.
Viola dengan cepat mengelus kedua pipi Kesya dan menghadapkan wajahnya untuk menatapnya.
"Ada apa katakan.." ucapnya lembut.
__ADS_1
"Ka Vivi, aku mau di dongengin Kaka lagi, dan kali ini Kesya janji bakal tidur" ucap Kesya sambil menunjukkan 2 jari kecilnya.
Kesya mengangguk dan dia langsung menidurkan kepalanya di paha Viola. Viola langsung menceritakan dongeng padanya.
Angga sedari tadi hanya menatap mereka saja sambil tersenyum. Angga benar benar seperti nyamuk di antara mereka berdua. Tidak ada percakapan di antara mereka walaupun hanya beberapa detik saja.
Setelah lama bercerita, Kesya benar benar tidur di pangkuannya. Dan dia perlahan mengambil Bantal yang ada di belakangnya.
"Viola, butuh ini" ucap Angga sambil memberikan bantal yang di peganggnya.
Viola mengangguk kemudian mencoba mengangkat kepala Kesya perlahan.
"Perlu ku bantu" tanya Angga yang melihat Viola seperti kesusahan.
Viola hanya diam dan dia pun langsung membantu Viola tanpa pikir panjang. Viola menatap Angga lekat saat membantunya. Hingga akhirnya mata mereka bertemu dalam sekejap.
"Angga, akan ku ambilkan selimut, sebentar"
Angga menggapai tangan Viola yang hendak berdiri. Pasti kalian tau bukan perasaan Viola, seperti biasa jantungnya yang berdegup kencang.
"Tidak usah Vi, aku langsung pulang saja"
Viola melepaskan tangannya yang di pegang oleh Angga.
"Orang tua mereka sudah tau bukan, kalau Kesya ke sini"
Angga mengangguk.
"Kalau begitu, Biarkan dia tidur sebentar disini, kalau perlu beri tahu orang tuanya kalau dia tertidur di sini dan tuan rumahnya tidak tega kalau dia terbangun di saat perjalanan"
Angga terdiam
Angga mengangguk.
"Sekarang biarkan dia tidur dengan nyaman" ucapnya dan segera berlalu untuk mengambil selimut.
"Viola" Panggil Angga.
Viola menengok ke belakang.
"Terimakasih banyak"
Viola mengangguk sambil tersenyum ke arah Angga. Dan berlalu menaiki tangga.
Viola kembali dengan selimut di tangannya lalu, membukanya untuk menutupi tubuh Kesya yang tidur dengan pulas.
"Aku akan ke kamar sebentar" ucap Viola.
Saat dia kembali menuruni tangga, tiba-tiba Viola terjatuh.
"Aww...." rengeknya. Angga yang mendengar teriakkan itu langsung berlari dan juga Bi Jannah.
"Ya ampun non" ucap Jannah lalu mencoba membantu Viola berdiri.
"Aww... sakit Bi" teriaknya yang tidak terlalu keras karna takut Kesya terbangun.
"Bi, tolong ambilkan Balsem" ucap Angga dan mencoba menggendong Viola untuk ke ruang tamu.
"Tidak Angga aku tidak mau" ucapnya sambil mendorong dorong tangan Angga yang ingin menggendongnya.
__ADS_1
"Apakah kamu akan terus di sini, jangan tolak aku, aku tidak akan membawamu kabur, aku hanya membawamu ke ruang keluarga saja" ucapnya.
Viola terdiam dan pipinya mulai merona saat Angga menggendongnya menuju ruang tamu.
"Biar bibi periksa non" ucap Bi Jannah lalu mengoleskan balsemnya pelan.
"Aduh... sakit Bi" rengek Viola.
"Biar saya Bi" ucap Angga.
"Ngga ngga, jangan Bi jangan, kalau di ambil alih sama Angga ntar kaya di drama Korea di tengkek langsung" tolak Viola.
"Biar kamu cepet sembuh" ucap Angga.
"Bener non, langsung sembuh kok" bela Bi Jannah.
"Aduh Bu, malah belain Angga, sakit tau Bi" gumam Viola
Tanpa pikir panjang Angga langsung mengambil alih kaki Viola dan "Krek" itulah bunyi kaki Viola. "Aaaaaaawwwwwwwww" teriak Viola yang begitu keras. Dan untungnya Bi Jannah sudah menutup kedua telinga Kesya agar tidak mendengar teriakkan Viola.
Viola tersadar bahwa ada anak kecil di rumahnya dan dia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Tenang non, nona kecil sudah aman, dan dia masih tertidur" ucap Bi Jannah.
"Huh... makasih Bi" ucapnya.
"Coba gerakin kaki kamu" ucap Angga.
Viola menurutinya dan benar benar sembuh.
"Wwwaahhh benar benar manjur, makasih Angga" ucap Viola.
"sama sama" ucap Singkat Angga kemudian menuju ke sofa tempat Kesya tidur.
"Vi, aku juga ikutan tidur ya" ijin Angga.
"Silahkan saja" Viola singkat.
Angga memejamkan matanya, sementara itu ia duduk di lantai samping tempat tidur Kesya karna takut terjatuh.
Dua jam kemudian Novita datang ke rumah Viola.
"Benar benar sudah seperti keluarga bahagia" ucapnya lirih saat melihat mereka tertidur dengan pulas.
Dia iseng dan mengambil beberapa foto mereka.
"hihi... aku bisa manfaatin ini nih" gumamnya dengan ekspresi jahilnya.
Novita berlalu dari mereka bertiga dan menuju ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Tak lama kemudian, Kesya bangun terlebih dahulu, dan melihat Viola tidur terduduk di lantai di sampingnya dan Angga di sebelah kepalanya. Kesya tersenyum melihat mereka berdua.
"Kamu udah bangun Kes" ucap Viola dan Angga bersamaan.
//**//
Jangan lupa tinggalin jejak kalian...
salamku
__ADS_1
Dewi M