
"Makasih ya Om, udah ngundang kami, kami pamit dulu" ucap Bobby mewakili yang lain.
"Iya makasih sudah datang ya" ucap paman Alex.
"Iya sama sama om" ucap Bobby dan mereka pun pulang.
Viola juga pamit namun Kesya mencegahnya.
"Kenapa Kesya, Kaka juga harus pulang, ini sudah malam" ucap Viola yang tangannya di pegang oleh Kesya erat.
"Mom, Dad, kalian pulang lah terlebih dahulu, aku akan menjaganya malam ini, boleh kan" Viola angkat bicara dan orang tuanya menyetujuinya.
"Angga, nanti antarkan Viola pulang ya, saya percaya padamu" ucap papa Hendra sambil menepuk pundak Angga.
"Iya om" ucap Angga.
Kedua orang tua Viola pamit, dan Viola mengantarkan Kesya ke kamarnya.
"Kesya" panggil seseorang yang membuat mereka mengurungkan niatnya.
"Ka Veronica" ucap Kesya, Viola hanya memandang gadis kecil yang di gandengnya itu.
"Maaf Kaka telat ya, karna Kaka sedang sibuk " ucap Veronica.
"Tapi aku ngga ngundang Kaka"
"Mama yang ngundang Kesya, kamu terlalu sibuk sama ka Vivi makanya kamu lupa" ucap mamanya.
"Ini buat kamu" ucap Veronica sambil memberikan hadiah yang di pegangnya.
"Makasih ka, aku mau tidur sekarang, aku ngantuk dah Kaka" ucap Kesya sambil menarik tangan Viola.
"Kalau begitu saya langsung pamit saja ya Om, Tante" ucapnya dan langsung pergi.
"Siapa dia, kenapa mereka akrab sekali" ucap Batin Veronica.
Viola dan Kesya berjalan menuju ke kamar Kesya.
"Itu siapa tadi Sya" tanya Viola.
"Itu mantanya ka Angga" ucap Kesya.
"Ohh.. oiya Kaka lupa ngga bawa susu buat kamu, Kaka ambil dulu ya" Viola hendak beranjak, namun di cegah oleh Kesya.
"Sebentar lagi ka Angga datang, dan pasti bawa susu" ucap Kesya.
Benar, baru saja mereka membicarakannya, Angga datang.
"Kesya ini susunya" ucap Angga sambil memasuki kamarnya.
"Minum dulu, baru Kaka dongengin ya, sekarang kamu ganti baju dulu ya, Angga tolong ambilkan baju tidur Kesya" ucap Viola.
__ADS_1
Angga dengan sigap menurut, dan mengambilkan baju tidur Kesya. Kesya langsung di ganti bajunya oleh Viola.
Setelah itu Kesya dengan cepat menyeruput susunya hingga habis dan segera menempatkan posisinya agar nyaman mendengar dongengan Viola.
Viola mulai bercerita. Angga juga mendengarkannya. Kesya terpejam setelah setengah jam Viola bercerita, Kesya tertidur dengan lelapnya.
Angga sedikit merapikan selimut yang menutupi tubuh mungil Kesya. Viola tersenyum kemudian mencium kening Kesya.
"Mimpi indah, aku menyayangimu, selamat malam" ucap Viola pelan.
Angga yang berada di sampingnya menunggu Kesya tertidur, hanya tersenyum mendengar ucapan Viola.
Viola pun berdiri. Dan meninggalkan kamarnya bersama dengan Angga. Angga menenteng Jasnya di lengannya semenjak tadi.
"Kalian udah kaya pengantin baru aja" ucap Bibi Clara yang melihat mereka berdua keluar dari kamar Kesya.
"Tante, Viola pamit pulang ya, pasti orang rumah sudah menunggu"
"Iya Vi, terimakasih banyak, maaf dengan sikap Kesya yang selalu membuat mu repot, padahal dia tidak terlalu akrab dengan Vero, tapi saat dengan kamu, dia berubah, malah manjanya sama kamu" ucap Bibi Clara.
"Tidak apa apa Tante, dengan adanya Kesya aku jadi sedikit terhibur, justru aku yang berterimakasih, telah di pertemukan gadis selucu dia"
"Ini buat kamu ya, makasih udah jagain Kesya, kapan kapan, Om sama Tante main ke rumah kamu" ucap Bibi Clara.
"Terimakasih banyak Tante, kami pamit Tante"
"Iya, Angga jaga Viola baik baik, jangan di bawa pulang, apalagi apartemen kamu, awas loh"
*****
Di tengah perjalanan mereka, hanya ada keheningan, dan sepintas sebuah kenangan pahit terlintas di pikiran Viola.
FLASHBACK ON
"Viola... Mommy sudah mengatakan bukan, kamu harus fokus belajar terlebih dahulu, kalau kamu ngga nurut, kamu tidak akan mommy ijinkan untuk sekolah di tempat yang kamu inginkan" mama Desya dengan nada membentak.
"Viola, di umur kamu yang sekarang itu, kalian hanyalah menjalin hubungan Cinta Monyet, dan itu tidak akan berjalan lancar kedepannya, kamu harus fokus akan pelajaran mu dulu" papa Hendra menambahkan.
"Telfon Angga sekarang dan suruh untuk memutuskan hubungan dengannya, jika kalian masih berhubungan, Daddy akan langsung menjodohkan kalian" Ancam papa Hendra.
Viola yang baru saja merayakan anniversary bersama Angga, harus berpisah hari itu juga, begitu banyak kenangan yang terjalin di antara keduanya, dan pasti sulit untuk Viola bisa melupakannya dengan mudah, apalagi Angga adalah cinta pertamanya.
Viola mengatakan kepada Angga di depan orang tuanya. Dia berusaha menahan air matanya. Begitu perih memang jika sesuatu yang di larang terus menantangnya, dia menyesal tidak menurut kedua orangtuanya, padahal yang membuat sakit hati adalah keluarnya.
Setelah selesai berbicara dengan Angga, Viola masuk ke kamarnya, bukan untuk mandi, dia menangis sejadi jadinya, air mata yang terus membasahi pipinya.
Dia terus menerus mengurungkan dirinya, sambil merenungkan kejadian yang dialami dirinya hari ini.
"Aku harus bangkit, aku tidak boleh terpuruk dalam hal ini, biarkan waktu ini terus berjalan sesuai dengan semestinya, aku ngga boleh nyerah dan aku ngga boleh lengah dengan hal yang sepele, aku harus bangkit, aku tidak patah semangat karna soal cinta. Waktu terus berjalan dan jodoh itu ngga bakal kemana. Jika takdir berkehendak, dia pasti tidak akan kemana-mana. Semangat... aku harus semangat"
Ia mengusap air matanya dengan kasar dan bergegas untuk mandi.
__ADS_1
*****
Keesokan harinya hanya ada keheningan di antara mereka, sudah tidak ada lagi percakapan di antara keduanya. Walaupun sulit untuk melupakannya, tetapi takdir yang sudah menentukan yang terbaik untuk keduanya.
Semenjak hari itu, banyak yang mendekati mereka berdua, tetapi mereka acuh tak acuh menanggapi nya, karena itu adalah hal yang tidak penting bagi mereka berdua.
FLASHBACK OFF
"Vi.." panggil Angga membuat Viola terkejut.
"Kenapa" tanyanya.
"Udah sampe, ngga mau turun atau gimana"
"o-ooh.. iya, makasih ya Ngga, mau mampir" Dengan nada sedikit ragu.
"Tidak, ini sudah malam"
" Terimakasih Ngga, selamat malam" pamit Viola.
*****
Angga merebahkan tubuhnya di ranjangnya setelah mengantar Viola. Banyak kata kata yang membuat nya teringat dengan masa lalunya, apalagi perkataan dari papa Viola. Walaupun hanya sekedar candaan namun benar, bunganya telah tumbuh di hatinya lagi.
FLASHBACK ON
"Angga, kamu adalah anak kedua papa, lihat, Kaka kamu aja sampai sekarang masih belum punya pasangan, kalian itu masih bau kencur, belum tau apa-apa soal seseorang jadi papa putuskan kamu harus berhenti berhubungan dengannya atau kamu akan tau akibatnya nanti"
Tak lama berselang, telfonnya berbunyi.
"Hallo Angga" ucap Viola.
"Iya"
"Aku mau kita berhenti sampai di sini, aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang, semuanya sudah terungkap, jadi aku tidak perlu menutupinya, dan kita sudahi sampai di sini, terimakasih" Ucap Viola dan menutup telfonnya.
"Sekarang papa ngga perlu repot-repot lagi nyuruh aku untuk berpisah, semuanya sudah selesai sekarang" ucap Angga dan berlalu menuju kamarnya.
FLASHBACK OFF
Setelah ia mengingat hal itu dia segera bergegas menuju kamarnya mandinya.
//**//
Yang jomblo, angkat tangan ✋... Kita satu server...
Terimakasih yang sudah baca...
Salamku
Dewi M
__ADS_1