Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Di rumah Kesya


__ADS_3

Keesokan harinya, Angga mengantar kadonya ke rumah Kesya. Rendy memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


"Kesya..." teriak Angga.


"Kesya di belakang tuan" ucap salah satu pembantu di sana.


Angga mengangguk kemudian ia segera ke taman belakang rumah Kesya.


"Kesya sini dong... Kesya... jangan lari nanti jatuh" ucap seseorang yang tidak asing ditelinga Angga


FLASHBACK ON


"Hallo Vi, maaf mengganggu sepagi ini, ini Tante Clara"


"Iya, ngga papa Tante, ada apa"


"Tante minta tolong kamu ke rumah ya, ini Kesya yang dari tadi ngga mau makan, duh maaf ganggu kamu, kamu bisa kan"


"Iya Tante aku ke sana sekarang"


"Maaf ya jadi repotin kamu"


"Ngga papa Tante, aku siap siap dulu, habis itu langsung ke sana"


Dia pun bersiap dan meminta ijin kepada orang tuanya yang sedang sarapan.


"Mom, Dad, aku ada panggilan mendadak nih, aku makan di jalan aja ya" ucap Viola terburu buru.


"Mau kemana" teriak sang mama.


"Ke rumah Kesya, dah Mom,Dad" teriak Viola yang sudah di ambang pintu.


Ia pun mengeluarkan mobilnya dan segera meluncur ke rumah Kesya.


FLASHBACK OFF


"Kesya.. sini duduk dulu makan, kalo ngga makan nanti kamu sakit" ucap Viola sekali lagi.


"Ka Angga" teriak Kesya dan berlari ke arah Angga.


Angga berjongkok sambil merentangkan kedua tangannya. Kesya pun memeluk nya.


"Nah.. kena kau, makan dulu ya" ucap Angga sambil membopong Kesya menuju ke arah tempat Viola duduk.


"Makan ya" ucapnya setelah mereka duduk, Viola pun menyuapinya.


"Nih.. dari mama Ghina, katanya buat kamu, maaf ya mama Ghina ngga bisa datang, mama Ghina masih lelah katanya"


"Ngga papa ka Angga, sampaikan terimakasih ya buat mama Ghina"


"Iya, tuh makan lagi" ucap Angga sambil mengelus kepala Kesya.


Kesya menurutinya dan memakan makanannya sampai habis.


"Yee.. habis.. anak pintar, Bi Kusmi, tolong minumnya" teriak Viola kepada sang pembantu di sana.


Pembantunya menurutinya dan mengambil piring yang di pegang Viola. Setelah Kesya minum, Viola memberikan gelasnya pada Bi Kusmi.


"Viola, kenapa kamu bisa di sini" tanya Angga.


"Aku di suruh sama Tante Clara buat ke sini"


"Ooh... Kesya kamu udah mandi belum" tanya Angga.


Kesya menggeleng.


"Sekarang kamu mandi ya, tuh sama Bi Kusmi" ucap Viola.


Namun Kesya menggeleng.


"Kenapa? haruskah kan Viola yang memandikan mu" Tanya Angga sambil mengelus pipinya.

__ADS_1


Kesya mengangguk, lalu menatap Kesya dengan tatapan penuh harapan.


Viola menghela nafas dan menurutinya.


"Viola, kamu ngga papa kan" tanya Angga sedikit khawatir.


"Ngga papa kok" ucap Viola.


"Ka Angga jangan pulang ya, nanti kita jalan jalan, gimana ka Vi?" tanya Kesya.


"Emmm...boleh"


"Aasiikkkk... kalo gitu, cepetan ka" ucap Kesya lalu berlari.


"Papah" teriak Kesya saat sudah memasuki rumahnya.


" Udah makan" tanya Om Alex.


"Udah papa"


"Sekarang mandi yuk sama mama" ucap Tante Clara.


"Ngga mah, aku ingin mandi sama ka Viola" ucapnya.


"Kesya, disini siapa mama kamu" tanya papa tegas.


"Mama Clara" lirihnya.


"Ya udah mandi sama mama aja sana" ucap papa lagi.


"Jangan marahi Kesya Om" ucap Viola.


"emm..maaf Om" lanjutnya.


"Tak apa Viola, ayo mandi sama mama" ajak Tante Clara.


"Ngga papa ya Kesya, turuti orang tuamu itu lebih penting dan baik, setelah ini kita jalan jalan sama ka Angga ya" ucap Viola.


Kesya tersenyum dan mengangguk.


"Aku mau pergi ke rumah temen temenku boleh kan pah" tanya Berlon.


"Iya, kamu hati-hati ya, jangan pergi ke tempat yang aneh-aneh loh"


"Iya papah, hai ka Angga dan..." ucapnya terhenti saat melihat Viola.


"Ka Viola" ucap Angga.


"Oh.. Hai ka Viola, pacarnya ka Angga ya" ceplos Berlon.


"Belum" ucap Angga.


Viola menatap Angga bingung dengan perkataan yang dilontarkan oleh Angga.


"Sudah kamu berangkat sana, hati-hati" ucap Angga.


"Iya ka, dah semuanya" ucap Berlon dan pergi keluar rumahnya dengan motornya.


Angga,Viola dan Alex menunggu Kesya di ruang keluarga.


"Maaf ya jadi merepotkan kalian, apalagi kamu Viola, kamu kan anak dari rekan saya, jujur saya tidak enak padanya" ucap Om Alex.


"Tidak perlu berfikir seperti itu Om, anggap saja aku adalah Kakak dari Kesya, aku senang dengan Kesya Om" ucap Viola.


"Sungguh, kamu sangat baik hati, terimakasih banyak ya Viola"


"Sama sama om"


"Om hanya bisa berharap ada waktu luang dengan Kesya dan Berlon, namun perusahaan membuat Om sibuk, hari Minggu Om pun ingin pergi, namun om sangat lelah, dan hari Minggu pun Om mengerjakan pekerjaan di rumah"


"Tidak apa om, om tenang saja, sekarang ada aku" ucap Viola.

__ADS_1


"Tapi om merasa tidak enak selalu merepotkan kamu Vi"


"Tidak om, Kesya sudah aku anggap sebagai adik Viola sendiri, jadi tidak apa-apa om" ucap Viola.


"Sungguh Angga, kamu beruntung mendapatkan Viola, jika Berlon seumur dengan mu, Om tidak akan segan menjodohkan Viola dengan Berlon"


Angga hanya tersenyum sambil melihat Viola.


"Kaka" teriak Kesya dan menuruni tangga.


"Hati-hati Kesya" teriak sang mama.


Kesya dengan cepat menyusul ke tangga yang dituruni Kesya.. dan "hap" lagi lagi kejadian di rumah Viola terjadi di rumahnya sendiri. Namun ada sedikit perbedaan di sini. Bukan hanya Viola yang menangkap Kesya, namun juga dengan Angga.


Tatapan mereka bertemu, jantung mereka pun berdegup lebih kencang.


"Kaka" teriak Kesya dan merekapun menurunkan Kesya dengan hati hati.


"Kamu ngga papa kan Kes" ucap Viola khawatir.


"Kesya" teriak mama sambil menuruni tangga.


"Kesya, kalau di bilang sama mama itu harus nurut, untung ka Vi sama ka Angga Dateng tepat waktu, kalau ngga kamu pasti akan terjatuh tadi" ucap Om Alex dengan tegas.


"Maaf, Kesya terlalu nakal, Kesya janji ngga bakal nakal lagi, dan selalu nurut sama mama, papa, Ka Berlon, ka Angga sama Ka Vivi" ucap Kesya dengan menggemaskan.


"Anak pintar" ucap Viola sambil mengacak sedikit rambut.


"Ka Vivi, rambut aku jadi berantakan ini" keluh Kesya.


"Maaf.. sini Kaka rapihkan, sudah.." ucap Viola lembut.


Mereka yang melihatnya hanya tersenyum.


"Paman, Bibi, Kami berangkat dulu ya" ucap Angga.


"Iya, kalian hati-hati ya" ucap Tante Clara.


"Iya Tante" jawab Viola.


"Dah mah.. pah" sambil melambaikan kedua tangannya kepada orang tuanya.


"Jangan nakal ya" teriak Tante Clara.


"Ngga akan mah, Kesya janji"


Kemudian ia menggandeng tangan Viola dan Angga.


Alex dan Clara yang melihat mereka menuju pintu keluar hanya tersenyum melihat mereka seperti keluarga bahagia.


"Beruntung sekali ya pah, Angga mendapatkan pasangan yang perhatian dan lebih mementingkan diri orang lain" ucap Clara.


"Iya benar, kalau saja Berlon seusia dengan Angga pasti papa sudah menjodohkan mereka berdua, dia benar-benar menantu idaman" ucap Alex.


"Semoga saja kita mendapatkan menantu yang mirip seperti dia ya pah" ucap Clara sambil memeluk suaminya.


"Oiya papa hampir lupa, nanti malam kita harus datang ke rumah Devan, akan ada acara pertunangan"


"Ke rumah Viola kah" tebak Tante Clara.


"Belum, kau melupakan Reska rupanya"


"Oiya, baik nanti mama langsung saja ke rumah Mas Devan sama Mba Ghina ya pah, membantu mereka di sana" ucap Tante Clara.


"Iya, Papa juga mau ke sana membantu bang Devan" ucap Om Alex.


"Sebaiknya kita bersiap"


//**//


Kapan ya jadiannya, Author juga udah nunggu si, tapi ketikan Author selalu meleset... Jadi sabar ya.. hehe

__ADS_1


Salamku


Dewi M


__ADS_2