
"Bagaimana Vi, bukankah menyenangkan bisa berdua dengan Angga dan bisa merasakan seperti keluarga" ucap Novita sambil memperhatikan Viola mengemudi.
"Ohh.. Ayolah lah Nov, jangan berkata seperti itu, dan jangan memandangku seperti itu, aku sedang mengemudi sekarang"
"Siapa juga yang bilang kamu sedang mengetik"
"Kamu lah"
"Kapan"
"Coba pikir lagi apa yang kamu bicarakan dari awal" ucap Viola.
Novita diam dan memikirkannya.
"oh.. iya benar juga, aku yang mengatakannya" ucapnya saat ingat.
"Vi, ayo jujurlah jangan mencoba mengalihkan perhatianku" lanjutnya.
"nanti aku bicarakan di rumah ya, jangan ganggu konsentrasi ku, hari ini saja" ucapnya kesal.
"Iya deh"
"Nanti kamu boleh baca buku sesuka hati kamu, jadi kamu bersabar ya"
"Jangan mencoba menggoda ku"
"Aku serius Nov, udah kamu diem, ambil buku novel, baca sesuka hati kamu" ucap Viola lalu menghidupkan lagu di dalam mobilnya.
Tak butuh waktu lama, mereka sampai di kediaman Keluarga Margaretha, yaitu di rumah Viola.
"Mommy aku datang..." teriak Viola.
Sedangkan mama dan papanya sudah menunggunya di ruang tamu.
"Akhirnya kamu datang juga" ucap mama Desya.
"Maafkan aku mom, dad ini mom es campurnya dan rujaknya" ucap Viola sambil memberikan pesanan mamanya.
"Ni Jannah... tolong ya Bu, siapkan untuk tamu kita juga" teriak mama Desya.
"Iya nyonya" jawabnya singkat.
Mereka pun memutuskan untuk berkumpul di ruang keluarga. Dan bercanda tawa bersama. Tak terasa sudah hampir setengah jam mereka berbicara. Mama Desya dan papa Hendra memutuskan untuk berangkat menuju ke Bandara.
"Mama sama papa hati-hati ya" ucap Novita.
"Mommy sama Daddy hati hati ya, oleh olehnya jangan lupa" tambah Viola.
"Kamu ini..." ucap mama Desya sambil menepuk pipi Viola pelan.
"Mommy sama Daddy berangkat ya.. bye.." ucap Papa Hendra sambil melambaikan tangannya, begitu juga dengan mama Desya.
Setelah kedua orang tuanya pergi, kedua gadis itu menuju ke kamarnya. Novita meletakkan barang barangnya di kamar sebelah Viola. Sementara itu Viola membersihkan dirinya di kamarnya.
"Dah buseett... udah di sini aja" ucap Viola kaget saat keluar dari kamar mandinya.
"Ya maap, eh... perpustakaan kamu mana" tanya Novi sambil melihat sekeliling.
"Bentar" ucap Viola sambil menyisir rambutnya.
"Bawa paper bag itu, kita ke sini" lanjut Viola.
Novita hanya mengikuti perintah Viola. Viola mengajak nya ke sebuah pintu di kamar Viola.
"Wahhhhh" Decak kagum Novi saat memasuki nya.
"Kok aku baru tau" lanjut nya.
"Kamu ngga pernah nanya, dan waktu itu masih di renovasi dan buku bukunya juga belum sepenuh ini" ucap Viola.
"Ooh begitu, enak ya, ini pintu kemana lagi" tanyanya saat melihat pintu berwarna coklat.
"Buka aja"
Novi membukanya
"Wah Vi, ini kan pintu di sebelah kamarmu, aku pikir ini kamar tamu yang lain" ucap Novi kagum.
"Bukan lah, ini kalau ada temen temen banyak, dan ngga muat di kamar aku, aku ajaknya ke sini"
"Benar benar sultan dirimu"
"Bantu aku dong nata ini, jangan cuma liat liat doang"
"Iya iya" jawab Novi sambil menutup pintu.
__ADS_1
Merekapun membereskan buku yang di belinya tadi siang.
"Non, nona di dalam" teriak Bu Jannah.
"Iya bi, masuk aja" jawab Viola.
"Ini non saya bawakan camilan sama jus mangga, mau di taruh di mana" tanyanya.
"taruh di balkon aja Bi"
"Iya non"
"Bi, nanti kalau makan malam bawa ke sini aja ya Bi, terus aku nitip makanan ringan ya Bi buat nanti malam, ini uangnya" ucap Viola sambil memberikan 2 lembar uang merah.
"Iya non" ucap bi Jannah lalu meletakkan camilan nya di balkon lalu keluar dari perpus pribadi Viola.
Setelah mereka berdua selesai dengan aktivitasnya, mereka membaca novel bersama di balkon sambil menikmati angin sore.
*****
Di kediaman Keluarga Alex
"Ka, tadi Ka Vivi baik banget udah gitu cantik lagi, cocok sama ka Angga" ucap Semangat Kesya.
Angga hanya tersenyum mendengar ocehan keponakannya itu.
"Kaka kenal sama ka Vivi udah lama ya ka"
Angga hanya mengangguk.
"Sejak kapan ka"
"SMP"
"Kaka pernah berkencan seperti mama dan papa Kesya dulu"
Angga kaget dengan pertanyaan gadis kecil itu.
"Kau masih kecil tidak perlu bertanya seperti itu"
"Kaka tau rumahnya"
Angga menggelengkan kepalanya.
"Tidak Ka Viola sibuk"
"Kaka ku mohon"
"Iya kapan kapan Kaka bicara sama dia yah" ucapnya sambil mengacak rambut keponakannya itu.
"Kaka, kak Veronica gimana kabar kak" tanya Kesya.
"Ngga tau, dia kan ada di luar negeri semenjak SMK kelas 2" ucap Angga.
"Kaka tau ngga dia tuh mukanya kaya nenek lampir tau ngga, cantik si tapi masih cantikkan kan Vivi"
Angga hanya tersenyum mendengarnya.
Tak lama kemudian mereka sampai di kediaman paman Alex Ferguson Stefanlors yaitu Kaka dari papa Devan. Istrinya bernama Clara Adelin Stefanlors.
Kesya Dwiara Stefanlors merupakan anak kedua dari Alex. Kakak Kesya bernama Berlon Ekatama Stefanlors.
"Mama papa" teriak khas Kesya.
"Sudah pulang, gimana asik ngga belanja bareng ka Angga" tanya paman Alex lalu menggendong nya.
"iya papa" jawabnya antusias.
"Makasih ya Ngga, uang ganti kamu udah bibi kirim" ucap Bibi Clara.
"Ngga usah repot-repot Bibi, lagipula Kesya aku anggap seperti adikku sendiri"
"Ngga papa, makasih ya udah jaga Kesya"
"Iya bi, Angga pamit ya Bi"
"Iya hati hati" ucap Bibi Clara.
Angga pun meninggalkan rumah pamannya.
Di rumahnya sendiri, ia mendapati orang tuanya yang sudah berangkat ke Bali untuk pertemuan bisnisnya. Sementara itu di kamarnya, Angga hanya menikmati indahnya kota di balkonya sambil meminum coklat hangat nya.
FLASHBACK ON
Angga memasuki toko buku terbesar di kotanya.
__ADS_1
"Kaka ayo ambil kerajangnya" pinta Kesya.
"Haruskah?" tanyanya sambil menuntun Kesya.
"Tentu kalau tidak apakah Kaka akan membawa semua buku dengan kedua tangan Kaka" ucapnya.
Angga pun menurutinya, tiba tiba tangannya memegang benda yang terasa lembut.Keduanya saling bertatapan hingga Kesya menggerakan badanya.
"Kaka.." ucapnya sambil menggerakkan badan Angga.
Angga dan Viola melepaskan tangan mereka.
"Maafkan ka Angga, ka.." ucap Kesya sambil menatap Viola.
"Tak apa adik manis, nih buat kamu, mau beli buku ya" ucap Viola sambil memberikan keranjang kecil untuknya.
"Iya ka, makasih ka, Ka Angga ayo.. beli buku dongeng yang banyak, kata bunda boleh ayo... nanti habis" ucap Kesya sambil sambil menarik tangan Angga.
"Maafkan aku Viola" ucap Angga yang tangannya masih ditarik oleh Kesya.
"Ayo ka.." ucap Kesya lagi.
Viola hanya mengangguk dan mengambil keranjang kecil.
"Ternyata dia di sini" gumamnya dalam hati.
Angga melamun sampai dia lupa bahwa dia kehilangan Kesya. Angga mencarinya kemana mana, hingga ia mendapati Kesya dengan Viola.
"Kesya..." teriak Angga.
"itu kak" tunjuk Kesya pada Angga lalu Viola melihat ke belakang nya kemudian berdiri.
"Maaf maaf" ucap Angga
"Ngga papa, nama kamu Kesya ya" tanya Viola pada Kesya.
Kesya mengangguk.
"Kamu tidak tau ya dimana letak buku dongeng dongengnya"
Kesya menggeleng.
"Em.. maaf Vi, aku juga tidak tau" ucap Angga sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
"Emm.. kalo begitu ayo Kaka temankan ya.." ucap Viola tanpa pikir panjang sambil menuntun Kesya.
"Nama Kaka siapa ka" tanyanya semangat.
"Nama Kaka,Viola"
"Boleh aku panggil Kaka Vivi"
"Em... boleh saja" ucap Viola sambil tersenyum.
Angga yang hanya mengikutinya di belakang hanya tersenyum melihat keaky Kesya dan Viola.
"Nah ini tempat buku dongeng dan cerita lainnya, kamu mau pilih atau Kaka yang pilihkan" ucap Viola.
Kesya diam karena bingung.
"Ya sudah Kaka pilihkan yah, mau Kaka gendong" ucap Viola tanpa basa basi.
Kesya mengangguk.
"Em... Angga, tolong bawakan keranjang belanjaan ku ya, terimakasih" ucapnya sedikit ragu lalu segera membopong Kesya.
Angga menerima keranjangnya.
"Kau tak perlu menggendongnya Vi, dia berat" ucap Angga sedikit khawatir.
"Tidak apa apa, lagi pula aku suka anak kecil" ucap Viola.
Viola pun sibuk memberitahukan buku buku dongeng terbaru dan memberikan kepada Angga untuk di taruh ke keranjang belanjaan Kesya. Setelah keranjang kecil itu penuh merekapun ke kasir bersama.
FLASHBACK OFF
"Benar kalau bukan karena Kesya aku tidak bisa melihatnya tersenyum seperti dulu" gumamnya sambil menikmati coklat hangatnya.
//**//
Thanks...
Salamku
Dewi M
__ADS_1