Sudah Ditakdirkan

Sudah Ditakdirkan
Pengusik kehidupan Angga dan Viola


__ADS_3

Keesokan harinya, kabar mengenai acara tunangan sekaligus lamaran Viola dan Angga langsung mematahkan hati semua orang di Wedhingston termasuk para dosen.


Mereka menebar keromantisan hingga membuat iri se isi Wedhingston. Mata suka tidak suka dan rela tidak rela terus memandangi mereka.


Rasa iri pun juga muncul pada para Mahasiswa Wedhingston dan para dosennya.


"Kalau mau mesra-mesraan jangan di sini. Seluruh Wedhingston dibuat iri oleh kalian. Terutama bapak yang masih menjomblo disini" ucap pak Bambang salah satu dosen Wedhingston.


"Kalau ngiri tinggal cari pak, kenapa susah" ucap Angga sambil menatap Viola.


"Kirain kalian batu tinggal nyari, kalau nyari si banyak, tapi kalau cari yang baik dan berhati mulia itu sulit" jawab pak Bambang.


"Benar pak, memang susah, kami permisi pak" ucap Angga sambil menggandeng tangan Viola.


"Kalian diajak bicara malah pergi" ucap pak Bambang sambil mengepalkan tangannya.


Mereka berjalan menuju ke kelas mereka. Tatapan tajam sekaligus gosip gosip mulai bertebaran di sekeliling mereka.


"Hai kalian" sapa seseorang yang tak lain adalah Veronica.


"Ngapain Lo di sini" ucap Angga dengan tatapan tidak suka dengan kedatangan Vero.


"Ngga, kenalin dong calon Lo, masa ngga dikenalin si sama gue" ucap Vero sambil memandang Viola.


Angga menatap Viola di sampingnya, dan Viola menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Veronica" Ucap nya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Viola. Viola dengan senang hati menerimanya.


"Viola" jawabnya.


Tiba-tiba Vero mendapatkan sekelibat bayangan di pikirannya sambil memejamkan matanya.


"Vero kamu kenapa" Tanya Viola saat melihat Vero memejamkan matanya.


"E-engga papa kok aku pergi dulu, bye" ucapnya lalu melewati mereka berdua.


Viola dan Angga tidak memikirkan itu lama-lama dan mereka pun berpisah memasuki kelas masing-masing.


Kebetulan jam pertama, jam kos di kelas Viola. Teman-temannya Shanti, Bobby dan Rendy berbicara bersama.


"Cie... yang udah punya calon masa depan" goda Shanti.


"Apaan si San" ucap Viola.


"Eh Vi, kamu harus hati-hati loh sama Vero" ucap Bobby.


"Emangnya Vero kenapa" tanya Viola bingung.


"Waktu kamu kemaren ngga berangkat, Vero dateng ke kantin dan nemuin kita saat kita berunding untuk membantu acara kamu sama Angga, untung Rendy ada, kalau nggak , Habis tuh Angga di godain sama Vero" ucap Bobby sambil menepuk bahu Rendy.


"Gimana ceritanya" tanya Viola yang dibuat semakin penasaran.


FLASHBACK ON


"Hai" sapa Vero.

__ADS_1


"Siapa Lo" ucap Bobby cuek.


"Maap, kita disini ngga kenal sama Lo" ucap Arifin.


"Ada kok, Angga pasti udah kenal, ya kan Ngga" Ucapnya sambil melihat Angga.


"Sebenarnya juga kita udah kenal sama Lo, jadi Lo ngga usah perkenalan diri di sini" ucap Bobby cuek.


"Tumben Bob, biasanya kalau ada cewek cantik langsung minta gebet" ucap Zaenal.


"Ya ngga sembarangan orang juga kali" jawab Bobby.


"Saudara sendiri ngga di akuin" ucap Novi sambil menyeruput jus jeruknya.


"Maap Novi sayang" ucapnya sambil memeluknya.


"Ngga usah pake peluk-peluk segala" Novi sambil menyingkirkan kedua tangan Vero.


"Ngapain Lo kesini" tanya Rendy yang sudah mulai risih dengan kedatangan Vero.


"Aku mau nemuin Angga" Vero dengan jujurnya.


"Angga tuh udah jadi milik orang dan sedang menjaga hati seseorang, jadi jangan mengusik ke hidupannya lagi" ucap Rendy.


"Pelit amat si, cuma nengok sebentar juga" ucap Vero.


"Tapi bukan hak Lo lagi, udah sana pergi" usir Rendy.


"Ngga ada Viola ngga seru nih" ucap Zaenal kemudian.


"Kalau berani aku pukul kau" ucap Angga.


Vero langsung pergi dari mereka dengan keadaan kesal.


"Maaf Ngga, tadi aku ngga bermaksud..." ucapnya terpotong.


"Ngga papa kok, justru aku berterimakasih karena kamu udah membuat Vero pergi dari sini" ucap Angga sambil menepuk bahu Rendy.


FLASHBACK OFF


"Ooh gitu, tadi dia juga sempat ngehadang aku sama Angga. Setelah berkenalan dia langsung pergi" ucap Viola.


"Vi, aku peringatkan ya, jangan percaya semua omongan Vero. Kamu harus tau bahwa Angga itu sangat mencintai kamu. Kamu harus tetap pertahanan hubungan diantara kalian" ucap Rendy.


"Benar Vi, kalian adalah Couple Ter Soo sweet se Wedhingston, jangan sampai hubungan kalian retak" ucap Shanti menyemangati.


Viola mengangguk dan bahagia mendengar ucapan, doa dan dukungan dari teman-temannya.


*****


Waktu istirahat seperti biasa Wedhingston Limelight selalu berkumpul di kantin kampusnya.


"Pasangan baru, traktir dong" ucap Bobby.


"Iya udah sana cepetan pesen" ucap Angga.

__ADS_1


Dengan sigap Bobby langsung berdiri dan memesan nasi goreng spesial sebagai makanannya.


"Serius Ngga" ucap Arifin.


Angga mengangguk.


"Ikutan dong" tiba-tiba Vero nyelonong dan ikut duduk diantara mereka.


Vero duduk di tempat Bobby duduk.


"Apaan Lo Ver, main nyelonong aja, ngga sopan tau" ucap Cintya tidak suka dengan kedatangan Vero.


"Tau nih" ucap Shanti.


"Apa apaan Lo Ver, duduk di tempat orang tanpa ijin" ucap Bobby dengan nada membentak.


"Beraninya Lo ngebentak gue, siapa aja berhak dong duduk di sini, emang ini tempat Lo doang" jawab Vero dengan nada membentak juga.


"Tapi ini tempat khusus untuk Wedhingston Limelight, jadi Lo ngga ada tempat di sini, sekarang minggir" ucap Bobby.


Vero terpaksa berdiri dan langsung pergi ke sebelah Viola.


"Vi boleh gabung kan" pinta Vero.


"Ini udah ngga ada tempat buat Lo, sebaiknya Lo pergi dari sini Ver" Bentak Angga.


Vero menghentakkan kakinya keras, dan dia seganja menumpahkan Energen yang dibawanya dan gelas itu pecah dan ada pecahan kaca yang mengenai kaki bagian betis Viola.


"Awww" rengeknya.


Vero menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Semua yang ada di kantin langsung menuju ke arah suara keributan.


"Sorry.. sorry Vi, gue ngga sengaja.. Sorry" ucap Vero panik.


"Lo sengaja kan bikin Viola begini" ucap Novi.


"Nov, gue itu saudara Lo, Lo tega nuduh gue" ucap Vero sambil memegang lengan Novi.


Darah semakin mengalir dari betis Viola. Tanpa pikir panjang Angga langsung mengangkat tubuh Viola dan membawanya ke UKS.


Teman-temannya mengikuti arah Viola dan Angga berjalan.


"Nov, gue ngga sengaja" ucapnya lirih sambil memegang lengan Novi.


Novi menggelengkan kepalanya lalu menepiskan tangan Vero.


"Bukan seperti ini rencana gue, ahhh.. sial pasti sekarang Angga semakin benci sama gue, gue harus merencanakan sesuatu agar Angga balik ke gue lagi" gumam Vero dengan tatapan kesal dan penuh amarah.


Semua orang di sekelilingnya membicarakan perdebatan yang terjadi diantara mereka. Dan dengan kesal Vero meninggalkan kantin yang heboh itu.


//**//


Udah mau heboh nih... ikutin terus kelanjutannya...


Salamku

__ADS_1


Dewi M


__ADS_2