
"Terimakasih Angga sayang.." ucapnya.
"Coba bilang sekali lagi" goda Angga.
"ihhh apaan, ogah lah"
"Ya udah ngga papa" jawabnya, lalu ia mengacak rambut Viola lalu mengecup keningnya.
"Sama-sama" ucap Angga setelah nya.
"Laahhh belum nikah juga udah mesra-mesraan" ucap mama Desya yang tiba-tiba datang untuk memanggil mereka makan.
Muka Viola langsung memerah ia sedangkan Angga hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudah jangan salting begitu. Nih makanan sudah siap, kalian berdua makan ya" ucap mama Desya sambil meletakkan makanan di meja samping tempat tidur Viola.
"Iya mah, terimakasih banyak" ucap Angga.
"Kalau gitu mama tinggal ya, Violanya jangan di apa-apain ya" goda mama Desya.
"Ngga kok mah tenang aja" jawab Angga dengan santainya.
Mama Desya keluar meninggalkan mereka berdua. Angga mengambil makanan untuk Viola. Viola menerima nya karena tidak ingin ada drama lagi diantara mereka.
"Aaakkk" Angga membuka mulutnya lebar-lebar meminta Viola untuk menyuapnya.
"Mommy udah bawain juga buat kamu, minggir sana." Viola ketus.
"Sekali-kali lah akkk" ucapnya lalu membuka mulutnya lagi.
Viola tidak menggubris, dia langsung melempar bantal kecil di sampingnya dan mengenai muka Angga.
"Jangan drama lagi, kalau mau makan ya makan, ngga usah manja! Aku yang sakit aja ngga manja" ucapnya sambil melahap makanannya.
"Bener yah, cewe itu ngga bisa di tebak. Dalam beberapa detik manja, ngga lama jutek. Kalau ngga di gubris marah." ucap Angga.
"Udah tau juga, makan! nanti makanannya dingin" ucap Viola dengan nada juteknya.
"Kalau ngga dingin-dingin ngga bisa di makan"
"Udah, diem Angga" ucap Viola dengan nada membentak.
Angga pasrah dan dia pun duduk sambil makan di depan tv.
"Angga, kamu marah" tanya Viola di sela-sela makanya yang melihat tingkah Angga.
"Ngga kok, selesein makan kamu baru kita ngobrol" ucap Angga lalu memakan makanannya lagi.
"Angga, aku minta tolong" ucap Viola.
"Katakan" sambil mengunyah makanan.
"Tvnya yalain dong, cari Drakor ya" ucap Viola dengan semangat.
Angga langsung mengambil remote control yang ada di depannya, dan dia langsung memencet tombol merah untuk menghidupkan tv. Mereka terdiam sambil menonton tv, hanya ada suara ketukan piring diantara mereka.
Viola meletakkan piring di mejanya dan dia mencoba meraih minum di sampingnya, namun tangannya tidak bisa menggapainya. Tiba-tiba Angga mengambilkannya.
__ADS_1
"Kalau mau apa-apa bilang, kamu jangan sungkan" ucap Angga sambil menyodorkan gelas di depan Viola.
Viola mengangguk dan menerimanya. Angga juga meminum gelas yang ada di sebelahnya.
"Aku akan ke bawah untuk menaruh ini, kamu minum obat, jangan lupa itu" ucap Angga.
"Ngga pahit"
"Yang namanya obat itu pahit, yang ngga pahit itu sirup obat anak kecil. Udah jangan bandel minum obatnya sekarang" ucap Angga.
Viola manggut-manggut saja. Dan menurutinya. Dia meminum obat dengan sepasang mata tajam yang terus melihat nya. Setelah Viola meminum obatnya, Angga mengacak rambutnya dan mencium puncak kepala Viola.
"Pinter, aku ke bawah dulu"
Viola mengangguk dan menatap Angga sampai di depan pintu. Tak lama Angga kembali, namun dia tidak kembali sendiri, teman-temannya juga menjenguknya.
"Hai.. ini tas kamu Vi" ucap Novita sambil membawa tas Viola.
"Makasih Nov" ucap Viola sambil menerima tasnya.
"Ini Ngga, tas kamu" ucap Rendy.
"Makasih Broo" ucap Angga sambil menepuk bahu Rendy.
"Kalian, makan dulu. Makanan sudah siap." ucap mama Desya yang juga datang di sana.
"Ngga usah Tante, kami udah makan kok" jawab Bobby.
"Jangan begitu, rejeki ngga boleh di tolak loh" ucap mama Desya.
Mereka terdiam bingung.
"Kalian udah makan" tanya Vellicia kepada Angga dan Viola.
"Kami udah kok, kalian turun aja, nanti ke sini lagi" ucap Viola.
Mereka menuntut dan menaruh tasnya di sofa dan menumpuknya menjadi satu. Mereka berdua hanya terdiam sambil menonton tv dan memakan camilan yang tersedia.
15 menit berlalu semua teman-temanya selesai makan dan mereka kembali ke kamar Viola. Viola dan Angga menoleh kearah pintu kamar Viola.
"Vi, nih novelnya aku udah selesai baca, makasih ya" ucap Novi.
"Kamu taruh aja di sana. Kalau kalian bosen, kalian boleh kok baca juga di perpus" ucap Viola.
"Di sini ada perpustakaan Vi" tanya Cintya penasaran.
"Ada kok, Novi juga tau. Kalau mau ke sana, ke sana aja"
"Dimana Vi" tanya Vellicia sambil melihat sekitar.
"Ikutin aku" ucap Novi.
Para Girls Wedhingston Limelight mengikutinya. Rendy yang kebetulan kutu buku juga mengikutinya.
"Eh Ren, Lo suka baca buku" tanya Novi.
"Sedikit si, cuma penasaran aja. Lagian Viola juga ngga ngelarang" ucap Rendy.
__ADS_1
Novi tidak menjawab dan langsung membuka pintu coklat yang ada di kamar Viola. Semua takjub tidak terkecuali Rendy. Mereka takjub dengan keadaan perpustakaan pribadi Viola.
Mereka langsung masuk dan mencari-cari buku-buku terbaru. Dan yah mereka menemukannya. Mereka membaca di balkon. Rendy hanya melihat-lihat dan melihat beberapa judul.
Angga dan Viola yang ada di luar menggelengkan kepalanya. Tvnya semua teralihkan karena Bobby, Zaenal dan Arifin berebut untuk bermain PlayStation yang selalu tersimpan rapat di bawah lemari Tv.
Kamar Viola langsung berantakan tidak karuan seketika. Bungkus makanan yang berserakan di mana-mana, sungguh membuat Angga dan Viola tidak betah. Angga suka mengalah dan duduk di samping Viola.
"Angga, tolong ambilkan 9 jus mangga dan 1 coklat panas untuk kamu" ucap Viola.
"Ngga, aku mau jus mangga aja, tapi kita berdua ya" goda Angga.
"ihh.. menyebalkan ya sudah sana" ucap Viola.
"Bosen soalnya" rengek Angga.
"Iya-iya" ucapnya.
Angga keluar dari kamar Viola yang riuh piuk karna teman-temannya itu.
"Vi, kamu ngga ada PlayStation 1 lagi" rengek Arifin.
"Ada di sebelahnya, ada 1 pasang pake aja kalau masih bisa" ucap Viola.
Tanpa pikir panjang Arifin langsung mencarinya dan mengobrak Abrik isinya. Viola di buat pusing dengan tingkah teman-temannya itu. Viola memijat kepalanya pelan dengan melihat keadaan kamarnya yang tadinya begitu rapih, sekarang seperti keadaan setelah perang.
Tak lama kemudian Angga datang dengan nampan berisi jus mangga, dan diikuti oleh bi Jannah. Bi Jannah melongo tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Bibi ngga usah khawatir, ngga papa Bi, nanti juga di bereskan" ucap Viola kepada Bi Jannah yang kaget dengan keadaan kamar nona mudanya itu.
"Tapi non.."
"Ngga papa Bi, bibi turun aja" perintah Viola.
Bi Jannah menurut dan langsung pergi. Viola memerintahkan untuk membawa camilan dan separuh jusnya ke perpus. Angga menurutinya.
Viola meminum jusnya. Sungguh di kamarnya sangat berisik dan terasa panas, padahal ACnya sudah didinginkan. Dia ingin istirahat namun karena kedatangan teman-temannya itu dia tidak bisa beristirahat.
Angga yang melihat Viola meminum jusnya, duduk bersender di kepala ranjangnya dan bersebelahan dengan Viola. Kantuk Viola sudah tak tertahankan lagi karena efek dari obat.
Dia memejamkan matanya dan menyenderkan kepalanya di pundak Angga. Anggapun juga tertular ngantuk Viola, hingga ia pun menyenderkan kepalanya di kepala Viola.
Teman-teman Viola yang keluar dari perpustakaan pribadi Viola tersenyum melihat mereka tertidur bersama. Rendy yang melihat kelakuan temannya yang asik bermain PlayStation langsung di tepuk olehnya.
Tv yang tadinya bersuara keras di kecilkan. Mereka membagi tugas untuk membereskan dan membersihkan kamar Viola. Novita yang berperan sebagai photography di sana memotret Viola dan Angga.
Teman-temannya juga ikut untuk berfoto bersama sambil berbenah kamar yang diberantaki oleh mereka. Vellicia membenarkan selimut mereka dengan perlahan lalu meninggalkan kamar Viola setelah semua beres.
//**//
Siapa nih yang kamarnya berantakan juga kalau udah ada teman-temannya....
Author si sering banget.. 🤣🤣
Terimakasih sudah membaca..
Salamku
__ADS_1
Dewi M