
Veronica melangkah dengan kesal ke markasnya. Perasaan marah, benci, dan sakit hati menyelimuti nya. Para bodyguard nya juga merasa ketakutan dengan ekspresi wajah dari bos ya itu.
Veronica mengobrak-abrik ruangannya sambil berteriak. Ruangannya sungguh menjadi berantakan dari sebelumnya.
"VERONICA.... AKU MEMBENCI MU, SANGAT MEMBENCI MUUUU. SEANDAINYA KAMU TIDAK DATANG KE DALAM KELUARGA KU.. SEMUANYA TIDAK AKAN MENJADI SEPERTI INI. KAU MEREBUT SEGALANYA. AKU MEMBENCI MU.... AKU MEMBENCI VIOLAAAAAAA"
Teriakannya mengguncang seluruh markasnya. Semua orang yang mendengar kan menutup kedua telinga nya. Perasaan dendam menyelimuti nya sekarang.
Veronica merencanakan sesuatu hal bersama dengan bodyguard nya untuk menghancurkan keluarga Viola dan juga Angga.
"Aku rela melakukan apapun agar dendam ku terbalaskan, walau sampai aku mati pun, aku tidak akan pernah menyerah. Aku ngga akan tinggal diam lagi sekarang. Tunggu pembalasan ku Viola" cuman dalam hatinya.
*****
Viola kembali ke rumah sakit dengan Angga, kebetulan mereka bersama dengan Wedhingston Limelight yang juga ingin menjenguk Monica.
Keadaan begitu ramai saat mereka datang. Monica juga terhibur saat mereka datang. Walaupun sebenarnya Monica malu, tetapi dia tetap berusaha agar tetap tenang dan tersenyum.
"Hai cantik, bagaimana kabar mu?? Baik 'kan" tanya Novita.
"Baik kok kak, makasih ya sudah mau jenguk aku"
"Iya sama-sama, cepat sembuh ya"
"Iya ka"
Novita mengelus pipinya. Rendy juga di sampingnya.
"Cepat sembuh ya, nih kakak bawain boneka buat kamu" sambil memberikan boneka beruang berwarna biru.
"Waah cantik sekali, terimakasih ka"
"Sama-sama" sambil mengusap rambutnya.
"Eh pasutri, gantian dong" ucap Bobby.
"Iya-iya"
Rendy menggandeng tangan Novita. Mereka berjalan ke sofa, dan duduk di sebelah Viola dan Angga.
"Hai adik manis, masih ingat kakak "
Monica mengangguk
"Cepat sembuh ya, nanti bisa main sama kami lagi" tambah Arifin.
"Duh.. Jadi pengen punya anak nih" ucap Zaenal.
"Makanya cari pacar terus nikah, jangan ngomong doang" ucap Bobby.
"Kamu aja belum"
"Aku si belum pengen, kamu tuh yang udah kebelet"
"Bobby, Arifin, Zaenal!! Ada anak kecil, ngomongnya di jaga napan, mulut kaga ada remnya jadi blong" tegas Vellicia.
"Mulut ada remnya ya, dimana?? Coba fin buka mulut"
"Apaan sih lu, dari dulu lu tuh dongo banget si" ucap Afirin.
"Sstt kalian bertiga punya sopan santun kaga, ngomongnya ngga bisa di rem selalu nyelonong mulu" ucap Viola kesal.
"Lihat ibu ratu sudah marah" ucap Cintya.
"Maafkan kami ibu ratu."
Bobby sambil membungkukkan badannya. Viola memalingkan wajahnya. Semua hanya tertawa melihat tingkah mereka.
__ADS_1
2 jam sudah berlalu, teman-teman Wedhingston Limelight juga sudah pulang. Tante Stella dan Viola membersihkan ruangan yang kotor dan berantakan.
"Maafkan teman-teman ku ya tante, karena mereka semua seisi ruangan menjadi berantakan"
"Ngga papa kok, Monica jadi terhibur dengan kedatangan teman-teman kamu"
"Ka Lala" panggil Monica.
"Iya sayang, kenapa"
"Makasih ya kak"
"Buat apa, hmm"
"Udah jadi kakak buat aku, udah bisa bahagiain aku dan bisa membuat aku tersenyum "
" Buat apa, sekarang kan kakak, kakak kamu, jadi kakak harus bisa membahagiakan kamu"
"tok.. Tok.. Tok... Permisi "
Semua orang menghadap ke pintu.
" Biar aku yang buka"
Viola beranjak dari tempat duduk yang dan membuka pintu.
"Maaf mengganggu"
"Oh Alex, silahkan masuk"
Alex langsung masuk setelah mendapat izin dari Viola. Mereka semua duduk di sofa.
"Oh iya, aku lupa memberi tau. Viola aku akan pergi ke Singapura besok, tidak jadi minggu depan "
" Semendadak ini"
"Iya, aku ijin satu hati ya"
"Iya sayang, akan ku bawa dia juga. Sekarang aku tinggal ya, kamu nginap lagi aja, oke"
"Iya"
Angga mencium kening Viola lalu pamit dengan Monica dan juga orang tuanya.
"Om, Tante, saya ke toilet dulu sebentar ya"
Cukup lama Viola ijin, setelah itu Viola menyuapi Monica setelah kembali dari toilet.
"Kakak lama sekali"
"Benarkah"
"emm" sambil mengangguk.
"Maaf"
"Ngga papa kak. Oiya pasti dulu saat kakak sekolah banyak yang menyukai kakak"
"Memangnya kenapa??"
"Aku jarang dekat dengan teman-teman sehingga aku tak mempunyai banyak teman seperti kakak"
"Bernarkah"
Monica mengangguk.
"Kakak akan bantu kamu supaya banyak teman, jika kamu berangkat sekolah kakak yang akan antar ya"
__ADS_1
"Terimakasih kak"
"Sama-sama, makan lagi.. Akkkk"
Viola menyuapi Monica dengan penuh kasih sayang. Sesekali bercanda dengannya. Di tengah keasikan mereka, Kenya juga datang menjenguk Monica bersama dengan keluarga besar Angga dan keluarga Viola.
"Mamah, papah"
Viola langsung memeluk mereka berdua dan juga keluarga besar Angga. Tak lupa, Viola juga memeluk Reska yang tengah mengandung anak Alvino.
"Kamu apa kabar"
"Sehat kok kak, kakak dan dedeknya sehat 'kan" sambil mengelus perut Reska.
"Baik kok"
Sedangkan Kesya langsung melangkah ke dalam dan langsung menemui Monica. Bercerita banyak hal khas anak kecil.
"Kesya, Monica harus istirahat dulu kamu ngga boleh bicara banyak dengan Monica ya" ucap bibi Clara.
Kesya mengangguk lalu turun dari ranjang Monica. Kesya langsung duduk di pangkuan Viola.
"Kakak, aku ada banyak tugas, bantu aku tolong"
"Boleh sini"
Kesya langsung mengeluarkan handphonenya dan menunjukkan soal yang sudah di fotonya.
"Kamu memotret nya, pintar sekali"
"iya, kalau aku bawa buku akan repot nanti"
Viola mengajarkan Kesya. Monica berbincang dengan yang lain, orang tua Viola sibuk berbicara dengan orang tua Monica.
"Monica, kakak juga ikut pulang ya, kakak ada urusan yang sangat penting. Kakak akan hubungi kamu kalau kakak bisa ke sini lagi atau tidak ya, boleh kan?? "
" Iya kak boleh kok, aku juga ngga mau ngrepotin kakak dan terus di sini menjaga aku"
"Ya sudah kakak sama yang lainnya pamit ya"
"Iya kak hati-hati"
Monica mengangguk. Viola juga berpamitan dengan orang tua Monica.
Viola terbengong saat di perjalanan. Orang tuanya pun juga heran dengan sikap putrinya.
"Vi, kenapa kau pulang"
"Teman-teman ku akan datang ke rumah"
"Oh.. Ya sudah sekalian kita beli camilan"
Viola hanya terdiam di belakang, memandang ponselnya yang terdapat fotonya dengan Angga.
Tak lama mereka sampai, teman-teman nya juga sudah menunggu di rumah Viola. Viola langsung membawa mereka menuju ke kamarnya.
"Lama ya"
"Ngga kok" jawab Cintya.
"Kita langsung ke atas aja, kalian ke perpus aku akan mandi terlebih dahulu"
"Loh kalian mau kemana" tanya mama Desya.
"Kami mau ke atas mah"
"Sini Tante biar aku yang bawa camilan, dan Cintya membawa minuman" ucap Shinbi sambil mengambil nampan yang di pegang mama Desya.
__ADS_1
Mereka menuju ke balkon dan sibuk dengan urusan mereka sambil menunggu Viola yang membersihkan dirinya.
//**//