
Makan siang tiba, Viola dan Angga bangun bersama. Angga bangun dan melihat bungkus obat di mejanya.Mama Desya membawa makan siang ke kamar Angga dan Viola.
Satu jam berlalu, lagi-lagi Wedhingston Limelight ke rumah Viola untuk menjenguk Angga. Seketika rumah Viola menjadi sangat ramai dengan kedatangan dari anggota Wedhingston Limelight.
Rumah Viola bagaikan tempat berkumpulnya para Genk, namun bukan Genk yang buruk, mereka sangat baik dan peduli satu sama lain.
Tak lama mereka datang, Bibi Clara datang dengan Kesya juga dengan calon mama mertuanya yaitu mama Ghina.
Entahlah sekarang rumah Viola benar-benar sangat ramai, apalagi dengan kehadiran bocah kecil yang bernama Kesya.
"Angga, gimana kabar kamu nak" ucap mama Ghina.
"Sudah mending kok mah, nanti juga Angga pulang" ucapnya.
"Kamu belum jadi mantunya udah di sayang, apalagi kalau udah"
"Bener Tante, aku juga ingin kaya Angga" ucap Bobby.
Zaenal dan Arifin mendorong kepala Bobby.
"Yang bener kalau ngomong" ucap lirih Zaenal.
"Yang sopan, main nyelonong aja" ucap Arifin yang juga lirih.
"Iya maap-maap tante Ghina juga ngga marah, ya kan Tan" ucap Bobby dengan keras.
Mama Ghina hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum dengan kelakuan teman anaknya itu.
"Gue gampar Lo lama-lama" ucap Arifin.
"Iya maap-maap "
"Sstt kalian diem ngapa si" ucap Vellicia kesal karena tingkah mereka.
"Kalian suka susu Jahe" tanya mama Desya sambil membawa teko yang berisi susu jahe dan beberapa gelas.
"Pake susu sapi murni kan Tan" tanya Shanti.
"Iya" jawab mama Desya.
"Aku mau Tante" semangat Shanti.
"Nih, pada tuang sendiri ya, jangan malu-malu" ucap mama Desya sambil meletakkan nampan yang dibawanya.
"Mama keluar dulu ya, mau ngobrol sama mama Desya" ucapnya lalu beranjak dari tempat tidur Angga.
Novita menuang susu jahenya untuk diberikan kepada teman-temannya. Para lelaki tidak menyukainya, kecuali Rendy.
"Eh ren, kamu ketularan gen perempuan ya" tanya Bobby heran.
"Nyadar dong, kamu kan dilahirkan oleh mama kamu, mama kamu kan perempuan" ucap Rendy.
"Kok doyan minuman begituan" tanya Arifin.
"Aku sering dibuatin waktu demam, ini obat paling manjur" ucap Rendy sambil menyesap susu jahenya.
"Apa enaknya" ucap Arifin.
"Kalau ngga suka ya udah jangan komen, aku yang minum kalian yang sewot kaya cewe" ucap Rendy
Arifin dan Zaenal tidak hanya memandang ke bawah. Viola dan Kesya memasuki kamar yang di tempati Angga.
"Viola kalau sama Kesya jadi mirip ibu muda" ucap Bobby terus terang
"Nggak, ka Viola Kaka aku, mama aku mama Clara" ucapnya.
"Kalian lagi minum apa" tanya Viola.
"Susu jahe yang di bawa mama kamu tadi" ucap Novi.
"Aku mau dong, Kesya mau" ucap Viola sambil melihat Kesya.
"Boleh ka, aku mau coba" ucap Kesya.
__ADS_1
"Kamu duduk dulu di samping ka Angga dulu ya"
Kesya menurut dengan omongan Viola. Viola mengambil 2 susu jahe.
"Ka Angga, bagaimana kabar Kaka, kenapa Kaka tidak pulang ke rumah" tanya Kesya.
"Ngga papa kok, Kaka ngga boleh di suruh pulang sama ka Vivi" Angga berbohong.
"Jangan percaya dia Kesya, orang tua ka Viola yang tidak memperbolehkan ka Angga pulang" Sambil memberikan susu kepada Kesya.
Kesya meminumnya.
"Kak, pedass" sambil mengibaskan tangannya.
"Nih makan" memberikan buah Anggur.
Kesya langsung memakannya.
"Tapi enak ka, sayang nya pedas" ucap Kesya.
"Kesya mau jus, biar kaka ambilin, kalian juga" tanya Viola.
"Orange jus Vi 3" ucap Bobby mewakili.
"Kesya"
"Sama ka"
Viola mau beranjak, tetapi di cegah oleh Novi.
"Biar aku yang mengambilkan"
Viola mengangguk lalu dia duduk di ranjang Angga.
"Vi, tadi ada yang datang ya, siapa" tanya Rendy.
"Tadi pagi Vero ke sini njenguk" ucap Viola santai.
"Serius Vi" ucap Bobby
"Iya, tadi pagi sempet ke sini" ucap Angga.
"Terus dia ngapain di sini" tanya Arifin.
"Ya gitu lah biasa" ucap Angga.
"Kok dia tau rumah Viola di sini" Zaenal heran.
"Ngga tau juga, mungkin tanya-tanya atau gimana aku juga ngga tau pasti" ucap Viola.
"Ada apa" tanya Novi yang tiba-tiba datang.
"Ini, Vero dateng ke sini tadi pagi" ucap Bobby.
"Paling dia tanya mama aku, karena keluarga aku yang paling dekat dengan mereka" ucap Novi.
"Ohh gitu" jawab semua sambil manggut-manggut.
"Nih Kes jusnya" Novi sambil memberikan jusnya.
"Eh Vi, aku pinjam buku ya, boleh di bawa pulang ngga" tanya Shanti.
"Boleh, yang penting jangan sampai ilang" ucap Viola.
"Ngga kok, tenang aja" ucap Shanti.
"Aku juga boleh liat ka" tanya Kesya.
"Boleh"
"Yuk ikut sama Kaka" ucap Novi sambil menggandeng tangan Kesya.
Kesya mengangguk lalu turun dari pangkuan Viola. Bobby, Zaenal, Arifin dan Rendy hanya menonton film aksi.
__ADS_1
Beberapa jam setelahnya, mereka pamit pulang. Mama Ghina juga memutuskan untuk membawa Angga pulang. Angga menurutinya.
"Dah ka Vivi, kapan kapan aku main lagi ya" ucap Kesya.
"Iya" ucap Viola singkat.
Mereka pun pulang bersama. Lagi-lagi rumah Viola menjadi sepi. Viola memutuskan untuk mandi dan berganti baju.
Besok juga adalah jadwalnya Viola untuk memeriksa lukanya. Dia memutuskan untuk memeriksanya setelah pulang sekolah.
*****
Seminggu berlalu. Kini kehidupan Angga dan Viola menjadi lebih baik. Tidak ada pengusik di antara mereka karena Vero juga memutuskan untuk pergi ke London lagi.
Namun kali ini Vero memutuskan untuk pergi sendiri. Entah apa yang akan di lakukan semua orang juga tidak tau.
Wedhingston Limelight tidak mempedulikannya. Dengan tidak adanya Vero semua terasa lebih lega.
"Hmm.. hmmm..." Rendy memulai pembicaraan saat sedang makan bersama.
"Ada apa Ren" Bobby penasaran.
"Nov, aku mau bicara penting sama kamu" ucap Angga dengan nada seriusnya.
"Aku cinta sama kamu, tolong kamu isi ya hatiku yang kosong ini" ucap Angga dengan nada bucinya.
"Mana, coba bedah dulu kulit kamu ngga, aku lihat, ati kamu kerompong atau ngga" ucap Bobby.
Afirin membungkam mulut Bobby
"Ayo Nov, jawab dong, pasti kamu mudeng kan dengan ucapan Rendy" goda Vellicia sambil menyikut lengan Novi.
"Nov.." panggil Rendy.
Bobby membuka mulutnya, tetapi dengan cepat Zaenal memasukkan bakso yang bulat itu ke mulut Bobby.
Novi mengangguk sambil tersenyum. Semua teman-temannya bertepuk tangan ria. Viola memeluk sahabatnya yang duduk di sampingnya.
"Kamu ngga terpaksa kan Nov, aku ngga mau hubungan kita terjalin karna hati kamu yang terpaksa menerima aku dan karna ngga enak sama aku" ucap Rendy.
Novi menggelengkan kepalanya sambil memegang tangan Rendy. Semua yang melihatnya hanya menutup mulutnya.
"Aku serius Ren, sudah cukup lama aku menunggunya. Kamu adalah pria idaman aku, selain pinter ngegombal kamu bisa buktiin semua kata-kata kamu, aku salut itu" jujur Novi.
Mata Rendy berbinar-binar mendengar ucapan Novi. Dia meraih saku celananya yang sudah menyiapkan cincin. Ia duduk di bawah dan Novi di bangku.
Rendy memasang kan cincin di jari manis Novi. Semua mata yang ada di kantin terlihat lemah dan lesu, melihat kejadian romantis dan juga sakit hati karena wanita dan pria nomor dua Wedhingston itu bersama.
"Uluh..uluhh.. Soo sweet" ucap Shanti.
Viola menutup mulutnya tidak percaya bahwa Rendy seserius ini dengan sahabatnya. Arifin, Zaenal dan Bobby juga tertegun melihat Rendy dan Novi.
Setelah memasangkan cincin, Novi memeluk Rendy dan di sambut tepuk tangan oleh penghuni kantin Wedhingston. Dalam sekejap berita itu juga menyebar di seluruh isi kampus.
Tepuk tangan rela tidak rela, bahagia dan pasrah mengiringi mereka. Angga merangkul Viola sambil tersenyum melihat sahabat dekatnya itu berbahagia.
//**//
NOTE:
Susu jahe memang sangat bermanfaat bagi badan. Selain bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, susu jahe juga bisa untuk mencegah kanker, menurunkan resiko penyakit kardiovaskuler, menjaga otot dan sendi, serta meningkatkan fungsi otak.
Author juga sering meminumnya kalau lagi ada duit buat beli susu sapi murni.
Semoga tambah pengetahuan.
PENGUMUMAN:
Tenang belum tamat kok, tapi kalau ngga di jeda-jeda bakal lama lanjutnya jadi langsung skip 4 tahun setelah mereka lulus.
Yuk ikutin keseruannya, tetap baca novel "Sudah Ditakdirkan" ya... selamat malam dan selamat beristirahat...
Salamku
__ADS_1
Dewi M