
Tarian dansa yang memukau semua orang itu kini diakhiri dengan Lucy dan Emillo yang memberikan gerakan salam sesuai etiketnya. Tidak lupa mereka mengucapkan terimakasih untuk satu sama lain karna telah menikmati tarian dansa bersama-sama, kemudian mereka melenggang pergi ke tempat tujuannya masing-masing.
Nampaknya Sir Emillo terlihat tengah berpamitan kepada Sheyra untuk segera meninggalkan pesta, reaksi Reygan terlihat cukup unik (?) ia seperti ingin menanyakan sesuatu tapi dirinya sendiri terlihat aneh dan enggan untuk menyakannys.
‘Sebenarnya apa yang kamu pikirkan Rey. Anda tidak menghargai usaha saya dan malah membuat rumor hubungan kita menjadi semakin aneh.’ decihnya tak suka.
Diiringi hati yang menggerutu sebal, gadis itu kini terlihat menghampiri Putri Halstead dan temannya Silvhia. Mereka saat ini malah menampilan puppy eyes kepadanya karena merasa takjub dengan kemampuan berdansa Lucy.
“Nona Lucy benar-benar pandai menari!” seru Silvhia bersemangat.
‘Itu…. Saya benar-benar menerima ajaran Marchionest Lagherta dengan baik, lagi pula sekarang jika saya menggunakan tubuh Lucy akan semakin mudah dalam mempelajari hal apapun, termasuk sihir.’ batinnya yang merasa terbebani sembari memalingkan wajahnya.
“Saya rasa kemampuan Lady lebih meningkat drastis dari pada saat di pesta kedewasaan Lady ya.” tutur Putri Duke itu, yang entah apa maksudnya.
‘Itu pujian kan?’ tanyanya yang merasa tak yakin.
Ya memang, tarian dansa saat itu cukup memalukan jika diingat. Ia hanya terpaksa berlatih menari untuk beberapa hari dengan kondisi tubuh yang belum beradaptasi sepenuhnya, ia juga ingin belajar menari karena sebelumnya mengaku tidak bisa menari untuk pesta kedewasaan yang akan digelar dalam beberapa hari untuknya.
‘Saat itu saya melihat reaksi Rey yang aneh ketika sepatunya diinjak beberapa kali. Wajahnya terlihat dingin ketika mata kami bertatapan. Apakah ini sebuah keajaiban untuknya yang akhir-akhir ini tiba-tiba bersikap berbeda dari pada biasanya.’ batinnya yang merasa bahwa hal ini cukup sulit untuk di percaya.
“Pujian anda terlalu berlebihan.” ucapnya diiringi wajah berseri-seri, sekali lagi reaksi Putri Halstead cukup aneh, tapi ia tidak peduli.
“Mohon maaf, saya cukup lelah. Saya mau pergi mencari angin dulu.” pamitnya sebelum pergi kearah balkon.
Di dalam lorong yang sepi itu, ekspresi Lucy saat ini cukup konyol. Sir Emillo memintanya untuk bertemu di balkon, akan tetapi….
“Dari total 17 balkon yang tersedia di Hotel Marigold, itu lebih tepatnya balkon yang mana?!” bingungnya bukan kepalang.
Jika dilihat dari pintunya yang menutup, berarti tempat itu telah diisi bangsawan lain. Maka bagaimana jika ia memilih pintu yang terbuka?
Ia melangkah menyusuri beberapa pintu yang tertutup, hingga pada pintu ke 8 akhirnya ia menemukan balkon yang belum digunakan. Ia memasuki tempat itu dengan perlahan, tampaknya setelah di perhatikan kesana kemari, tidak ada siapapun disana.
“Bagaimana ya?” tanyanya yang benar-benar buntu.
Tiba-tiba ia terpikirkan satu hal, ‘Bukankah saya hanya perlu memanggil namanya? Tapi bagaimana jika jarak kita terlalu jauh?’ lanjutnya benar-benar gusar.
Pada akhirnya ia memanggil namanya dengan pelan, “Sir..” ujarnya pelan. Walaupun belum tentu akan berhasil, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba.
Cukup lama untuknya berdiam tanpa mendengar kepastian akan datangnya seseorang. Hingga bagai sebuah keajaiban, pohon yang menjulang tinggi itu bergetar sembari menampilkan sosok Pria yang tengah memanjat dihadapannya.
Tatapan mereka bertemu, ‘Rupanya kegigihan Sir Emillo tidak pernah mengecewakan saya.’ batinnya yang merasa bersyukur karena saat ini tidak terjadi sebuah drama salah tempat seperti ala sinetron televisi.
Ini merupakan pertemuan rahasia, seharusnya tidak ada saksimata yang melihat mereka bertemu secara diam-diam, jika seperti ini akan lebih baik untuknya tidak terlalu menonjol kearah balkon, jika ada yang melihat Sir Emillo memanjat pohon, bukankah hanya dirinya yang di rumorkan bertemu seorang Lady diam-diam?
“Maafkan saya, saya benar-benar kewalahan untuk mencari keberadaan suara anda.” tuturnya dengan raut wajah yang memerah.
“Anda kenapa?” tanya Lucy yang merasa aneh dengan gelagat Sir Emillo.
“Tidak, saya cukup sulit untuk menemukan Nona karena dari bawah tidak terlihat apa-apa.” ucapnya sembari memalingkan wajah.
‘Bukankah balkon sebelah benar-benar penuh dengan bangsawan yang lain? Mungkin dia agak bingung untuk mencari jejak suara saya.’ pikirnya dalam hati.
__ADS_1
Pertemuan kali ini tampak sunyi, Pria itu terlihat berlutut dihadapannya sembari berkata, “Saya telah mendapatkan semua yang Nona minta.” tuturnya dengan raut wajah serius.
“Apa dengan ini saya akan menemukan sesuatu yang saya cari selama ini?” tanyanya dengan raut wajah yang sulit dijelaskan, Pria itu tidak menjawab pertanda bahwa ia sendiri tidak begitu yakin.
“Tunggu sebentar Sir.” pintanya menghentikan Sir Emillo yang awalnya hendak berbicara.
Lucy terlihat merafalkan mantra sihir penghalang kesekitar agar siapapun yang mencoba mengintip mereka tak akan mendengar apapun pembicaraannya. Pria itu sedikit takjub karna baru pertama kali ia melihat Lucy menunjukan sihir di depan matanya.
Huft..
Sir Emillo terlihat menghela nafas, tak lama kemudian ia mulai menceritakan asal-usul Sheyra yang menurutnya cukup sulit untuk di gali.
Thomas Chevelle merupakan bangsawan yang baru saja mendapatkan gelar baron dari raja, jika di lihat tahunnya mungkin saat Lucy berusia 5 tahun? Atau beurmur 4 tahun jika dilihat dari Sheyra. Karna usia mereka hanya berbeda satu tahun.
Jadi jika diperhatikan, Baron Chevelle merupakan generasi pertama di kerajaan Garfield. Mereka juga merupakan keluarga yang baru kaya Karena baru saja mengelola pertambangan kecil mengenai bijih besi diwilayahnya yang cukup banyak diminati dan menarik perhatian raja.
Setelah dicari tahu lebih dalam, “Tampaknya Nona Chevelle mendaftar ke akademi sihir saat berusia 7 tahun, namun ada 1 fakta yabg mengejutkan.” ujarnya benar-benar serius. Lucy tampak memperhatikan Emillo dengan lekat.
“Apa itu?” tanyanya yang ingin mengetahui hal itu.
“Nona Chevelle dinyatakan menghilang setelah 2 tahun bersekolah di akademi.” lanjutnta yang sukses membuat mata Lucy terbelalak.
Diduga Sheyrea menghilang karena telah ducilik oleh penjual organ tubuh manusia ketika diperjalanan pulangnya saat liburan semester berlangsung.
‘Jadi pernah ada kejadian yang seperti ini ya pada masa lalu Sheyra?’ pikirnya didalam hati.
Lalu, Kusir yang membawa kereta kuda yang membawa Sheyra itu telah mati dengan leher tersabit, kereta kudanya hancur dan hanya menyisakkan barang-barang Sheyra yang tertinggal disana.
Sebenarnya akademi sihir juga merupakan sekolah berasrama. Hanya saja teruntuk Lucy dan Lyonora, mereka mendapatkan perlakuan istimewa yang membolehkannya untuk keluar masuk dari akademi, karena Lucy merupakan teman bicara Putra Mahkota dan Lyonora yang merupakan tunangan dari Putra Mahkota.
‘Berarti Sheyra juga saat itu memiliki kekuatan sihir ya?’ pikirnya yang merasa ini membingungkan.
Nyatanya Setelah dinyatakan telah mati. Sheyra kembali setelah 5 tahun lamanya, dan fakta ini tidak begitu menyebar luas, karena setelah satu tahun Sheyra tak pernah kembali, keluarganya menyetujui bahwa gadis itu telah tiada dengan kemungkinan besar organ tubuhnya yang dijual dipasar gelap.
“Sebelumnya kasus ini di tutup begitu saja, dengan menggap bahwa Nona Chevelle telah tiada. Mereka yang hanya bangsawan kecil itu juga tidak begitu diperhatikan oleh sekitar.” jelas Sir Emillo.
“Apa karna gadis itu pernah menghilang, makanya Baron sampai merayakan pesta kedewasaannya sampai sebesar ini?” tanyanya bingung.
Pria dengan surai Putih itu terlihat mengangguk pertanda setuju dengan ucapannya, “Ada kemungkinan.” jawabnya bernada tegas.
“Tapi rumor tuan Baron kehilangan Putrinya juga memang hanya membeludak di Koran lama, namun beritanya tidak begitu membesar dan hampir jarang menjadj bahan perbincangan di pergaulan kelas atas.” opini Lucy yang merasa bahwa cerita tentang Sheyra tidak begitu diketahui banyak oleh para bangsawan.
Apalagi berita itu juga semakin teredan setelah Sheyra kembali. Ia juga keluar dari akademi sihir karena kekuatan sihirnya dinyatakan telah menghilang.
“Itu point yang mencurigakan Sir.” tegur Lucy dengan raut wajah aneh.
“Dia tetap bisa bertahan walaupun di tubuhnya tidak ada sihir? Bukankah itu aneh.” pikirnya yang menurut Lucy bahwa ini tidak masuk akal.
“Saya juga merasa demikian, tapi kasus itu ditutup sebagai kelangkaan pada tubuh Sheyra dan tidak ada yang mempermasalahkannya.” jawab Sir Emillo sembari mengusap surai putihnya, tampaknya dia terlihat gelisah.
Sang Ayah yang berbahagia tidak begitu mencurigai permasalahan ini hingga ia hanya menyambut keberadaan Sheyra yang masih hidup dan bernafas. Sheyra mengatakan bahwa ia diselamatkan seorang paman dan bibi, hingga akhirnya ia tinggal dan dirawat di desa.
__ADS_1
“Menurut informasi yang saya dapatkan, Nona Chevelle pada saat terjadinya penculikan, kepalanya terbentur di kereta kuda hingga mengalami cidera dan lupa ingatan. Saat itu dia hanya terkapar pingsan dan entah dengan cara apa, Paman dari desa kecil datang untuk menyelamatkannya dari penculikan.” ungkapnya yang sedikit merasa takjub.
“Jadi ada yang menyelamatkan Sheyra saat itu ya.” tutur Lucy sembari memijat pelipisnya yang mulai pusing.
Katanya, Sheyra selams 5 tahun dirawat disana, berdukanya sang paman telah tiada karena penyakit kronis, dan bibi yang berduka menjadi sakit-sakitan dan meninggal dunia mengikuti jejak sang paman.
Di saat pemakaman digelar, ia menemukan sepucuk surat beserta tas yang sepertinya sengaja di sembunyikan Bibi dibawah tempat tidurnya, surat itu berisikan kenyataan tentang segala identitas Sheyra yang telah ia sembunyikan selama ini.
...Kamu adalah Putri dari Tuan Baron Chevelle yang menghilang. Bibi sangat menyayangimu sehingga takut bertemu penculik itu lagi....
...Akhirnya Bibi tidak memiliki keberanian...
...untuk mengemkembalikan mu kesana....
...Yang Bibi lakukan hanyalah menyembunyikan kamu di desa yang kecil ini, ini merupakan tas selempang yang kamu pakai ketika kamu diculik....
...Disana terdapat beberapa barang yang mungkin saja dapat membantu untuk memulihkan ingatanmu....
...Kamu telah dewasa. Bibi percaya kamu bisa melindungi dirimu sendiri....
...Maafkan Bibi....
“Surat itu benar-benar hanya berisikan pengakuan dan permohonan maaf ya.. anda menemukan ini dari mana?” tanya gadis itu penasaran.
“Beberapa informan yang tertutup.” tukasnya dan Lucy hanya mengangguk pertanda paham.
“Tapi jika dengan adanya surat itu memang tidak akan menimbulkan salah paham kan? Semua pertanyaan tentangnya telah terjawab begitu saja. Apa alasan dirinya menghilang? Dimanakah selama ini dirinya ketika menghilang? Semuanya menjadi sederhana. Apa kemunculan Sheyra terlalu sempurna?" tanya Lucy yang merasa ada sedikit keganjalan tentangnya.
“Itu— saya juga setuju bahwa kemunculannya terlalu mulus, terlebih ia tetap hidup walaupun penyihir tanpa kekuatan sihir.” balasnya dengan mata terpejam.
Informasi ini dapat disimpulkan bahwa Sir Emillo tidak begitu banyak mendapatkan informasi tentangnya karena itu sangat sulit untuk ditemukan.
Anehnya juga pada saat Sheyra kembi, tuan Baron melakukan pemecatan besar-besaran dan menggantikan keseluruh pelayannya dengan pelayan yang baru.
Ketika ditanyai kepada salah satu pelayan yang telah lama di pecat, ia memberikan karakteristik tentang Sheyra bahwa, “Nona Sheyra sangat ramah, penurut dan baik hati.” ungkap pelayan itu yang telah melayani Sheyra sejak berumur 4 tahun.
Apabila ditanya kepada salah satu pelayan yang belum lama ini dipecat karena melakukan kesalahan, ia hanya mengatakan hal-hal yang buruk.
“Sifat Nona jelek, ia memperlakukan pelayan dengan semena-mena padahal status bangsawannya tidak begitu tinggi. Saya yang tidak sengaja menumpahkan sedikit teh saja langsung di pecat tanpa toleransi dan surat rekomendsi.” ungkapnya dengan perasaan yang terlihat marah besar.
Entah nyata atau tidak, informasi ini akan sulit dipercaya karena bisa saja pelayan yang di pecat itu melebih-lebihkan ceritanya.
Jika dibandingkan sifat Sheyra terlihat berlawanan, yang jelas perubahan itu terlihat ketika ia kembali setelah menghilang 5 tahun lamanya.
“Dan ada kekhawatiran untuk Yang Mulia, ketika saya memperhatikan beliau sejak dulu, sifatnya terlalu berubah-ubah ketika berada diantara anda dengan Nona Sheyra.” tuturnya tiba-tiba, Lucy mengangguk pertanda kecurigaan mereka sama.
“Apa anda bisa memberitahukan peretemuan mereka itu sebenarnya kapan?” tanyanya yang teramat pensaran.
“Itu— saat pemakaman Nona Lyonora.”
__ADS_1