Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 91 : Bagian Dari Ku?


__ADS_3

Harapannya kini seperti hancur begitu saja, tapi entah mengapa senyuman yang tertera diwajah cantiknya terasa begitu menenangkan hati dan pikirannya. Kini kedua jemarinya bertaut untuk mengenggaman pergelangan tangan yang kokoh itu dengan erat.


โ€œSebelum persiapanya selesai, saya mohon untuk percaya saja kepada saya. Rey.. Lalu jangan lupa untuk membawa bros Ruby ini kemana-mana. Hari ini, saya telah menyisipkan pemurnian kedalambya.โ€ mohonnya dengan satu jemari yang menyentuh permata Raby itu dengan cepat.


Usai kebangkitannya, kini ia dapat mengirim sihirnya dalam beberapa detik, tidak seperti dulu yang menghabiskan beberapa menit lamanya. Tapi semakin cepwt sihirnya bekerja, tubuh barunya yang belum terbiasa menjadi mudah cepat lelah dan sakit. Mungkin ia dapat beraaptasi untuk beberapa bulan bahkan setahun lamanya untuk menyesuaikan kondisi tubuhnya yang tidak biasa.


Tapi mendengsr keputusan Lucy yang sepihak itu, wajah Reygan tampak kelihatan bimbang. Pikirannya kini sibuk berputar sendirian.


๐’๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐ข๐ง๐ฒ๐š, ๐๐ข๐š ๐›๐ž๐ง๐š๐ซ-๐›๐ž๐ง๐š๐ซ ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ž๐ญ๐š๐ก๐ฎ๐ข ๐ฌ๐ž๐ฅ๐ฎ๐ค ๐›๐ž๐ฅ๐ฎ๐ค ๐ญ๐ž๐ง๐ญ๐š๐ง๐ ๐๐ฒ๐š..


๐“๐š๐ฉ๐ข.. ๐๐ข๐š ๐ญ๐ข๐๐š๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐ข๐ง๐ ๐š๐ญ๐ง๐ฒ๐š ๐ค๐š๐ง..


๐Œ๐š๐ฌ๐š ๐ฌ๐š๐š๐ญ ๐ข๐ญ๐ฎ..


๐Œ๐š๐ฌ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ญ๐ž๐ซ๐š๐ง๐š๐ญ ๐ฆ๐ž๐ง๐ฒ๐š๐ค๐ข๐ญ๐ค๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐ฉ๐ž๐ง๐ฎ๐ก ๐ฅ๐ฎ๐ค๐š ๐ข๐ญ๐ฎ..


๐€๐ค๐ฎ ๐ฆ๐จ๐ก๐จ๐ง.. ๐ญ๐ข๐๐š๐ค๐คโ€”


โ€œRey? Anda kenapa bengong..โ€ tanya perempuan itu yang kebingungan.


Apa dia akan menolaknya? Yah kurasa mau dikehidupan seelumnya ataupun setelahnya..


Pernikahan kami selalu tertunda karena dua alasan yang berbeda..


Yang pertama, Reygan meminta menunda pernikahan mereka dengan alasan sampai Raja Callius telah tiada karena memikirkan perasaan Sheyra yang bersedih. Lalu untuk saat ini, pernikahan ini akan tertunda berkat Lucy yang menolaknya.


Sepertinya memang tidak ada jalan keluar yang lain selain menuruti permintaan tunangannya. Dengan cepat ia menunda gerakan tangannya yang berniat mengeluarkan kotak cincin itu di sakunya. โ€œLucy.. baiklah jika Lucy menginginkannya begitu. Saya hanya bisa mengabulkan keinginan Lucy.โ€ pasrahnya diiringi helaan nafasnya yang panjang.


๐ƒ๐š๐ซ๐ข ๐ฉ๐š๐๐š ๐š๐ค๐ฎ ๐ฆ๐ž๐ง๐จ๐ฅ๐š๐ค๐ง๐ฒ๐š ๐ฅ๐š๐ฅ๐ฎ ๐๐ข๐š ๐ฆ๐ž๐ฅ๐š๐ซ๐ข๐ค๐š๐ง ๐๐ข๐ซ๐ข..


Tapi disisi lain, Lucy juga nampak sedikit bersyukur karena Pria itu masih mau menuruti dan menghargai ke putusannya. Walaupun suasana saat ini kembali mencair dengan hangat, tapi anehnya perasaan takut yang tertanam di benaknya itu masih belum sirna sepenuhnya.


Aku tahu kamu mencintaiku..


Tapi setiap kali teringat tatapan itu, tatapan yang menginginkan aku mati.


Akuโ€” benar-benar ketakutan..


Rey..


โ€œUgh.. kepalaku sakit..โ€ ringisnya sembari mencekram rambutnya dengan sekuat tenaga.


โ€œLucy?! Ah, kamu demam?!โ€ paniknya dengan sentuhan tangan yang menyentuh keningnya dengan lembut.

__ADS_1


Ck.. perasaan dejavu yang menyebalkan.


โ€œSaya tidak apa-apa. Mungkin hanya kelelahankelelahan saja, setelah beristirahat mungkin saya akan segera kembali membaik.โ€ kilahnya sembari mendorong pergelangan tangan Pria itu untuk segera menjauh dari wajahnya.


Deg..


Ah..Lucy..


โ€œMungkin Lucy banyak memikirkan hal lain, untuk berelaksasi.. pakai saja dulu kamar mandinya, aku akan meminjam perapian dulu.โ€ titahnya yang hanya diberi anggukan kecil, jika diperhatikan juga.. langit sore hari mulai menggelap. Hanya saja cahaya jingganya tidak begitu terlihat berkat langit hitam yang menurunkan guyuran hujan derasnya.


โ€œBaiklah.โ€ jawabnya yang tak lamma kemudian memanggil Flona untuk segera menyiapkan air hangat untuknya.


...***


...


Lucy kini duduk di sofanya sembari mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil, sebilah gaun tidur kini melekat ditubuhnya. Tampaknya mulai besok pekerjannya juga akan semakin sibuk. Tepatnya kegiatan Lucy mulai sibuk semenjak bel Kerajaan yang menandakan bahwa keluarga kerajaan telah meninggal dunia berbunyi.


Awalnya pernikahan mereka akan buru-buru di lakukan, tapi tampaknya ia kini dapat menyiapkan pernikahannya dengan tenang. Tapi sepertinya untuk hari pertama pernikahan mereka takan berjalan dengan lancar jika kita mengingat tragedi yang terjadi sebelumnya.


Hoam..


Lelah dan mengantuk, itulah yang ia rasakan saat ini. Reygan juga kini telah memakai kamar mandinya untuk membilas diri dengan air hangat. Sepertinyaโ€” ia benar-benar kelelahan.


Yang Mulia juga sepertinya akan segera kembali untuk mengurus kerjaannya yang tertunda..


Dengan langkah kecilnya yang menghampiri tempat tidurnya, kini ia membaringkan tubuhnya dengan nyaman. Sembari menatap langit-langit kamarnya dengan saksama, ia terpikirkan satu hal.


Jika mendengar kabarnya, katanya Yang Mulia juga tengah mengurusi kasus Duke Emillo lagi, barang-barang buktinya semakin kuat namun ditunda dulu karena kondisi Raja Callius yang semakin memburuk..


Apakah sesuai masa depan yang ku lihat..mereka akan mempererat hubungan mereka dan menikah dengan melahirkan bayinya yang cantik..


Aku tidak tahu apakah sampai saat itu aku masih membuka kedua mataku..


Kini Lucy menutup kelopak matanya rapat-rapat, rasanya benar-benar nyaman ketika ia dapat berbaring pada kondisnya yang melelahkan itu. Rasanya.. matanya saat ini sangat berat, walaupun masih terlalu awal untuk tertidur di malam hari. Tapi tampaknya ia seperti tidak sanggupp untuk menahannya lagi.


Selamat tidur..


Ceklek..


Tampaknya seseorang telah keluar dari kamar mandi dikamar Lucy, ditatap kesana kemari pada hantaran kamar tidurnya yang luas. Perempuan itu tidak terlihat duduk maupun beridiri di sudut manapun, tapi setelah ditatap pada gumpalan selimut yang menutupi sebagian tubuhnya, ia tampaknya mengerti bahwa saat ini tunangannya sedang tertidur pulas karena kelelahan.


โ€œLucy.. maafkan aku. Dosa ku tidak dapat ditebus dengan cara apapun..โ€ tuturnya sembari mengusap surainya dengan lembut.

__ADS_1


Akuโ€” selalu mencintamu pada kondisi apapun..


Ia kini kembali menyentuh keningnya dengan sentuhan lembut, namun sorot matanya cukup terbelalak ketika perasaan seperti air mendidih tersalur pada telapak tangannya. Dengan panik ia bangkit untuk memutar lonceng yang tersimpan diatas nakas dengan keras, gejala iniโ€” merupakan gejala yang sama pada saat Lucy mengalami kebangkitannya.


Ia tidur dengan mengigau ditemani suhu tubuhnya yang panas, juga aliran keringat dingin yang mengucur di tubuhnya.


โ€œLucy..!โ€ triaknya benar-benar panik, satu tangannya masih saja menggoyangkan loncengnya dengan sekuat tenaga untuk menunggu kedatangan pelayan dan memanggil beberapa dokter, tidak lupa dengan tangan lainnya yang masih menggenggam jemari tangan Lucy dengan erat. Sedangkan Sir Emillo yang mengetahui setiap kali Reygan ada di kamar Lucy, ia selalu memilih pergi untuk tidak berjaga karena baginya mereka membutuhkan privasi tersendiri.


Maka dari itu.. ini benar benar pilihan yang menyulitkan. Reygan juga terlihat ketakutan, hatinya berteriak mengatakan hal yang sama berulang kali.


Lucy..


Kamu takan tidur untuk waktu yang lama lagi kan..


Kumohon..


Lucy dengarkan aku!


...***


...


Tes..


Tes..


Rintikan air tiba-tiba muncul pada sebuah ruangan putih yang hampa dan juga kosong seperti biasanya. Sejenak gadis itu terlihat bengong untk beberapa saat, lalu tak lama kemudian hatinya sedikit menggerutu ketika telah menyadari satu hal yang tidak begitu asing baginya. Yaituโ€”


Ternyata aku kembali lagi ke tempat ini, sialan..


Aku tidak mau jika harus mengalami pemulihan berkali-kali berkat ingatan yang tidak seharusnya aku ketahuiโ€”


โ€œTapi, walaupun tidak di perintah, ingatan itu akan datang dengan sendirinya. Karena bagaimanapun kalian adalah sosok seseorang yang sama.โ€ timpal seorang wanita tiba-tiba.


?!!


โ€œApa?! Siapa yang berbicara?!โ€ kagetnya sembari menatap kesana kemari, dan ya.. ia tidak melihat siapapun disana.


Ah tapiโ€” suaranya agak familiar, tidak.. itu seperti suaraku?!


โ€œ๐ˆ๐ญ๐ฎ.. ๐›๐ž๐ง๐š๐ซ, ๐ค๐š๐ซ๐ž๐›๐š ๐š๐ค๐ฎ ๐š๐๐š๐ฅ๐š๐ก ๐ฌ๐ž๐ฉ๐จ๐ญ๐จ๐ง๐  ๐ฃ๐ข๐ฐ๐š ๐ฒ๐š๐ง๐  ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข๐ก ๐ฆ๐ž๐ซ๐ฎ๐ฉ๐š๐ค๐š๐ง ๐›๐š๐ ๐ข๐š๐ง ๐๐š๐ซ๐ข ๐๐ข๐ซ๐ข๐ฆ๐ฎ, ๐๐จ๐ง๐š ๐‘๐š๐Ÿ๐ฅ๐ฌ๐š?โ€


__ADS_1


__ADS_2