Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 54 : Fatal


__ADS_3

Lucy berpikir, bahwa Sheyra tidak mungkin bisa memberikan alibi yang kuat untuk menyanggah kejadian seperti itu.


Walaupun aku takan mati jika tersesat, karena Sir Emillo pasti akan datang menolongku. Hanya saja, berkatmu.. trik murahan ini benar-benar terbaca.


Perempuan itu pasti berniat beralibi tersesat juga seperti ku, padahal itu semua hanya dalih agar ia bisa berlari ke area dimana Putra Mahkota berada. Kemudian membuat situasi seolah hewan buas juga mengancam nyawanya, dan membuat Yang Mulia bergerak untuk menyelamatkan nyawanya.


Jadi, mungkinkah ini alasan dimana Lucy di dalam buku bisa bertemu hewan buas di tengah hutan? Bukankah sejak awal novel ini menggambarkan hal yang ambigu dengan mengatakan situasi yang aneh? Seharusnya Lucy tidak mungkin ada di tengah hutan tanpa alasan yang jelas, karena selain kisah cinta Sheyra dan Reygan, mereka tidak menjelaskan apapun dengan kemunculan Lucy dan Sir Emillo di tengah hutan.


Jadi, terimakasih telah membuat perspektifku selama ini semakin jelas.


Ini kulakukan juga demi diriku dan semuanya, toh..


“Jika reputasimu semakin hancur.. kamu yang akan rugi hingga tidak bisa menapakkan diri lagi di pesta pergaulan kelas atas~ ataupun mencuri hati Yang Mulia. Karena kamu bodoh, aku yang berbaik hati ini berencana membantumu untuk menghindari situasi yang akan menyulitkanmu kedepannya~” ungkapnya dengan tawaan lebar bersamaan langkahan kakinya yang memundur.


 Perempuan yang berdiri di hadapannya kini hanya terpaku dengan pergelangan tangannya yang mengepal keras. Giginya terlihat menggertak dengan ekspresi buruk yang terpampang di wajahnya.


Bagus, dia sadar bahwa perkataanku memberikan secerah cahaya untuknya. Dia menyadari sekalipun ia bertemu Yang Mulia di dalam hutan.. bisa saja Yang Mulia hanya akan pergi dan membiarkan dirinya tercabik-cabik di terkam hewan buas.


Aku tahu kamu tidak begitu pintar, namun bukan berarti kamu sebodoh itu kan jika dilihat dari cara memahami situasi dengan cepat..


Karena sihir pemikatnya tidak mempan berkat bantuan bros ruby yang diberikan Lucy sebelumnya, atau jika situasi membuat Reygan harus menyelamatkan nyawa Sheyra sekalipun, ia tetap takan bisa membuat Pria itu berlutut untuk mencintainya seperti di kisah novel yang sesungguhnya.


Walaupun Sheyra terus berteriak untuk menyuruhnya berhenti dan kembali berbicara dengannya, alih-alih menoleh dan berbicara dengannya.. Lucy hanya memilih berjalan lurus tanpa memperhatikan wajahnya sedikitpun.


...***...


Aku merasa bahwa rencanaku terlalu berjalan dengan mulus, higga tidak menyadari bahwa laut yang tenang juga bisa menciptakan badai kapan saja.

__ADS_1


Ia merasa bahwa Lucy terlalu menganggap remeh Sheyra hingga ia sendiri bertindak dengan gegabah. Tak pernah terpikirkan sekalipun bahwa Sheyra bisa saja menciptakan rencana yang lain dikala renca pertamanya bisa saja gagal total.


Lalu ketika rencana awal Sheyra telah terpatahkan oleh opini Lucy yang sempurna, maka yang dilakukan gadis itu pastinya akan melancarkan rencana barunya dengan secepat kilat.


Seperti dugaanku, dia memang tidak terlalu bodoh. Justru yang bodoh itu aku!


Bagaimana situasi butuk saat ini? Bisa-bisanya Sheyra memanggil monster yang menyerupai badak albino ke perkumpulan pesta teh yang dihuni banyak orang seperti ini? Mata monster yang mengamuk itu berwarna merah seolah menandakan bahwa ia tengah dikendalikan oleh sesuatu.


Jika diperhatikan, Sheyra saat ini kelihatan panik dan teramat ketakutan ditemani isak tangisnya yang tidak dapat di bendung lagi. Padahal sebenarnya gadis itu menyembunyikan senyuman puas dibalik telapak tangan yang menutupi wajahnya itu.


Hanya saja, berapa kekuatan yang telah ia gunakan demi membuat keributan seperti ini di pesta minum teh? Bukankah awalnya Lucy berpikir bahwa Sheyra tidak begitu kuat?


“Semuanya! Berlindung ke tempat yang lebih aman! Monster ini terlihat hanya mengamuk di tempat ini!” teriaknya yang diikuti dorongan panik dari para Lady yang lain.


Ksatria yang berjaga di sekitar sini hanya ada beberapa saja, karena kebanyakan dari mereka berkeliaran di sekitar hutan untuk mengawasi lokasi perburuan, dan juga mereka pergi untuk mencari keberadaannya. Yang tersisa disini hanyalah para Lady yang lemah dengan beberapa nyonya-nyonya bangsawan. Ratu Riana yang duduk di singgasana kini memasang raut wajah panik melihat situasi yang kacau balau seperti saat ini.


Ada untungnya Baginda Raja yang sedang kurang sehat telah pulang duluan tanpa perlu menyaksikan kejadian buruk seperti saat ini, tapi aku harus bagaimana?!


Awalnya Lucy kembali ke perkumpulan pesta teh dengan berjalan yang tertatih tatih. Melangkag ditengah hutan menggunakan sepatu heels rasanya benar-benar buruk, ituah yang hanya ada di pikirannya.


Rasanya kakinya lecet setelah berjalan terlalu lama di tempat seperti itu. Namun melihat kemunculan Lucy dengan gaunnya yang sedikit kotor malah membuat beberapa Lady khawatir dan berlari ke arahnya.


“Anda dari mana saja? Tidak terjadi sesuatu yang buruk kepada Nona kan?!” Begitulah pertanyaan mereka yang terlihat mengkhawatirkan Lucy dengan raut wajah paniknya.


Padahal.. perasaan aku pergi tidak begitu lama, kenapa mereka sepanik ini sih?


Sepertinya kejadian buruk yang menimpa Lucy sebelumnya begitu membuat mereka khawatir jika hal itu akan terulang kembali, terlebih wajah Silvhia terlihat begitu pucat ketika menatap matanya.

__ADS_1


Sudah kuduga, dia tahu sesuatu kan?


Apa dia menyadari ada sihir kegelapan disekitar sini?


“Anu, apa yang dilakukan Nona Sheyra sebelumnya? Maaf kami tidak begitu mengerti.. kenapa Nona Lucy dan Nona Sheyra tiba-tiba pergi begitu saja. Tapi yang saa ingat wajah Nona kelihatan tidak nyaman.” tutur Gracia dengan ekspresi bingungnya.


Bagaimana bisa aku nyaman ketika Sheyra menatikku ke dalam hutan secara paksa..


“Benar, hanya saja saat itu rasanya.. kami tidak tahu kenapa malah diam saja tanpa melerai kalian berdua yang pergi ke tengah hutan.” sambung Rebecca dengan raut wajah yang buruk.


Entah kenapa mereka begitu mengkhawatirkan dirinya bahkan sampai menciptakan suasana yang ribut seperti ini. Tapi ia rasa mengetahui apa alasannya, mungkin karena mereka masih menganggap bahwa Sheyra merupakan pelaku kriminal yang akan berbuat buruk kepada Lucy di dalam hutan.


Walaupun sebelumnya ia memiliki alibi karena di ancam, tetap saja bahwa kenyataan Sheyra yang pernah melukai Lucy sebelumnya tidak pernah menghilang.


“Tapi syukurlah, Nona Lucy kelihatan baik-baik saja. Kami sebelumnya khawatir hingga mengerahkan beberapa ksatria kedalam hutan untuk mencari kalian. Tapi— dimana Nona Sheyra sekarang? Kenapa kalian tidak kembali bersama..” tanya Federica yang terlihat kebingungan. Ia merasa situasi saat ini terlihat aneh.


Deg..


Lho? Para ksatria mencariku selama aku pergi? Tapi kenapa tidak ada satupun dari mereka yang datang kepadaku padahal aku pergi tidak begitu jauh dari tempat ini. Mereka juga sepanik itu seolah aku telah pergi menghabiskan beberapa jam saja..


Tunggu dulu.. mungkinkah situasi ini berjalan sesuai perkiraan perempuan itu.. apa dia melakukan sihir dengan waktu sehingga beberapa ksatria pergi menjauh untuk mencari keberadaan ku yang menghilang? Tapi..


Mungkinkah ia dengan sengaja membuat para ksatria tersesat di dalam hutan karena pengaruh sihir hitam?!


Tapi.. apa niatnya hingga dia melakukan hal seperti ini?!


Dimana dia sekarang?!

__ADS_1


Oh tidak.. sepertinya dia sengaja menciptakan suasana ini untuk menjauhkan para ksatria dari area dimana para Lady bangsawan berkumpul!



__ADS_2