Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 53 : Rencana Awal


__ADS_3

Usai membawanya ketengah hutan dengan paksaan, Sheyra kini menatapnya dengan tatapan tajam. Tidak seperti sebelumnya yang selalu bertindak lemah, kali ini dia bertingkah seolah seseorang yang berbeda. Tunggu—


Sebenarnya apa ini? Dia kan hanya seorang perempuan, tapi kekuatannya benar-benar besar hingga aku kesulitan untuk melepaskan cekalan tangannya!


Orang-orang disana bertingkah biasa saja ketika Sheyra membawanya pergi, seolah mereka terhipnotis karena aura hitam yang menyatu dengan udara itu. Tapi, sepertinya Marchionest Theyril tidak begitu terpengaruh, mungkin saja situasi saat ini membuat dirinya terkejut apalagi ia tengah mengandung.


Baik, akan kumaafkan dirinya yang tidak membantuku di situasi genting seperti ini. Tapi kamu kenapa Sheyra? Kenapa raut wajahnya..


Dibandingkan terlihat menyeramkan, ia terlihat bersedih begini?


“Apa yang ingin anda bicarakan hingga menyeret saya ke tengah hutan begini?” gerutunya sembari menepis pergelangan tangannya dengan kasar.


Ia kini menatap pergelangan tangannya sendiri yang memerah meninggalkan memar. Kekuatannya bukan main, ia berpikir mungkin saja ini karena pengaruh sihir kegelapan yang menempel di tubuhnya. Jika dilihat dari kekuatan yang selalu ia hemat dengan hanya menyihir Putra Mahkota saja, mungkinkah saat ini ia menggunakan seluruh kekuatannya untuk menghipnotis orang-orang?


Tapi.. untuk apa? Namun bukankah seharusnya.. saat ini ia tidak begitu kuat? Tapi aku tidak boleh gegabah..


“Sihir.. kamu sudah tahu sejak awal kan! Lucia!” teriak gadis berambut merah itu dengan suaranya yang nyaring memenuhi hutan. Seketika Lucy tersentak dan melangkah mundur untuk memangkas jarak diantara mereka yang terlalu dekat.


Ini hutan, walaupun tidak begitu jauh dengan keberadaan tempat minum teh disana, tapi posisi ini sangat berbahaya. Bagaimana jika kejadian tahun lalu terulang lagi dengan Sheyra yang memanggil penyihir kegelapan tersebut ketempat ini?


Tapi.. jika penyihir kegelapan itu datang.. tentu ada banyak hal yang ingin ku tanyakan kepadanya, aku juga telah melatih sihir barrier dan kekuatan manaku selama ini.

__ADS_1


“Apa maksudnya? Kau memikirkan perkataan sihir yang aku ucapkan sebelumnya? Oh sial— apa kau benar-benar melakukan itu kepada Yang Mulia—tunggu! Nona Sheyra, saya hanya bermaksud mengatakan kepada anda untuk berhenti mencari simpati kepada publik jika ingin menarik hati Yang Mulia, karna itu tidak berguna sama sekali.” cela Lucy dengan berbagai alasannya yang ia buat-buat.


Sebenarnya, niat awal Lucy memang hanya ingin menjerat keberadaan Sheyra di pesta minum teh dengan kalimat yang seolah mengenali jati diri Sheyra sebagai seseorang yang bersekutu dengan kegelapan. Tapi respon seperti ini memang diluar dugaannya.


“Bohong! Sejak awal kau mencurigakan! Hilang ingatan itu, kau hanya berpura-pura kan?!” hardiknya dengan murka, wajahnya memerah padam seolah tengah marah besar karena di permainkan olehnya.


Situasi ini sangat membingungkan baginya, tapi soal kehilangan ingatan.. itu memang benar bohong, tapi kebohongan Lucy bukan berarti ia mengingat tragedi mengerikan yang menimpanya saat itu.


Lucy juga masih belum mengingatnya, dimana apa yang terjadi kepadanya ketika ia sekarat di hutan ini.


Jadi jangan mendesakku begitu dong!


Gadis itu terlihat menghela nafas, “Untuk apa saya berbohong.. apa yang anda maksud itu— tidak, ayo kita kembali saja.” cercanya dengan nada bicaranya yang sedikit gemetaran, walaupun ia berkali-kali telah menyiapkan diri untuk menghadapi situasi seperti ini, tampaknya Lucy sendiri masih takut untuk menghadapinya.


Tapi bisakah kalian mengartikan raut wajah putus asa dari Sheyra? Kenapa dia menatapnya sampai seperti itu..


“Bohong… sejak awal kamu tahu sesuatu kan! Soal kejadian di tahun kemarin, kamu mengingatnya kan?! Tapi— kenapa kamu bersikap seperti itu saja? Kenapa kamu hanya diam saja tanpa melakukan apa-apa Lucia?!” protesnya yang entah kenapa terdengar pilu.


Apa dia membicarakan kejadian dimana dia meracuniku di tempat ini? Dia curiga bahwa aku tidak pernah lupa ingatan.. dan bertanya.. mengapa aku tidak melakukan apapun kepadanya yang sudah meracuni aku begitu?


Apa aku dapat menyimpulkan hal itu seperti ini.. tapi apa yang membuatnya merasa sedih seperti itu? Lalu, sejak tadi dia tidak memanggilku dengan formal..

__ADS_1


Tatapan gadis berambut merah itu terlihat aneh, ia bertingkah seolah terluka dan bersedih.. namun disisi lain, amarah dan kekesalannya membeludak seolah tidak bisa di bendung lagi. Jika dikatakan ia sedang berakting, mengapa ia tidak melakukan itu di depan semua orang? Beribu pertanyaan keluar dikepalanya. Lucy mempertanyakan dengan apa makna dari semua tingkahnya yang membuat Lucy merasa bingung.


Jika dipikikrkan, mereka bukanlah teman baik sejak kecil, lantas apa yang membuat Sheyra begitu dendam hingga ingin menjatuhkan Lucy sampai sebegitunya? Makanya, ia berpikir jika alasan Lucy merebut orang yang disukainya (Putra Mahkota) hingga membuatnya dendam, itu tidaklah masuk akal.


Tapi, apa yang membuatmu sebegitu bencinya kepadaku? Apa memang murni hanya karena terpengarh penyihir kegelapan saja? Mungkinkah kamu terlihat putus asa karena semua remcana dan akal busukmu tidak pernah berhasil?


“Sudahlah, masalah itu kan sudah selesai dengan Viscount yang di tangkap sebagai pelakunya. Jadi berhenti mengusikku dan membicarakan hal bodoh yang terjadi dulu lagi.” tajam perempuan itu sembari memalingkan dirinya. Ia berencana kembali ke tempat semula, namun lagi-lagi Sheyra meracau tak karuan kepadanya.


“Penipu, dasar pembohong. Berhenti mempermainkanku, wanita ******!!” bentaknya yang tak ingin membuat Lucy pergi meninggalkannya. Perempuan itu mematung dan kembali menoleh ke arahnya.


Apa aku pantas di maki seperti itu?


Sebelum ia benar-benar pergi, Lucy terlihat menekankan satu kalimat kepadanya diiringi tatapan matanya yang dingin. “Jangan berpikir untuk melukaiku di tempat ini seperti trik murahanmu di perburuan tahun kemarin. Karena jika sesuatu telah terjadi kepadaku, tersangka utama dari pelaku kejadian ini akan jatuh kepadamu tanpa bisa di sangkal seperti sebelumnya.” tuturnya dengan niat untuk memperingatinya.


Kau beruntung karena menggunakan Viscount sebagai dalih, tapi jika hal yang sama terjadi dua kali.. apa orang-orang akan mempercayaimu begitu saja?


Setidaknya jika Lucy mengancam Sheyra dengan reputasinya yang semakin melorot, saat ini juga Sheyra tidak mungkin akan membuatnya tersesat di hutan kemudian Lucy hampir meregang nyawanya dengan bertemu hewan buas seperti alur kisahnya yang asli. Karena sebelumnya yang membawa dan membuatnya tersesat di hutan adalah paksaan Sheyra sendiri.


Karena berkatmu yang dengan sukarela menarikku kedalam hutan, aku jadi bisa membaca rencanamu yang dangkal. Terimakasih Sheyra, berkatmu rencana ku jadi sempurna.


Tapi ia tidak pernah menduga keberhasilan dari rencananya malah mengakibatkan kejadian fatal yang tidak pernah ia terka sebelumnya, karena sejak awal Lucy terlalu meremehan Sheyra yang selalu kelihatan bodoh dimatanya.

__ADS_1



__ADS_2