
Sungguh situasi yang cukup tegang, beberapa dari Lady yang tersisa kini berteriak ketika melihat Lucy yang jatuh terpental dalam jarak yang jauh. Ini cukup menyedihkan karena Lucy harus berjuang seorang diri untuk melawan monster Calrhintis yang sangst kuat itu, karena para ksatria yang tersisa hanya sibuk membantu mengevakuasi dan juga melindungi Yang Mulia Ratu.
Hati kecilnya sedikit bertanya, apa aku bermimpi? Aku melihat diriku terbang cukup jauh..
Itu benar, mengkhawatirkannya Lucy malah terpental hingga pungungnya membentur batang pohon yang tua dalam jarak 7 meter kebelakang. Jika ia hanyalah manusia biasa mungkin saja saat ini ia sudah terluka parah, sekarat dan juga bisa saja meninggal dunia. Memang benturan di punggungnya benar-benar keras.
Walaupun aku penyihir, bukan berarti aku tidak bisa mengalami kritis! Ini benar-benar menyakitkan... apa salah satu tulang ku patah.. argh!
“Kenapa aku tidak sehebat Lucy Barayev ya..” gumamnya disertai batuk darah.
Ugh.. walapun kekuatan sihirku sudah di latih, pada akhirnya aku tetap lemah. Bagaimana cara melawan Calrhintis itu ya.. terkena hempasan anginnya saja aku sampai seperti ini, bagaimana jika aku mendekatinya.. apa aku akan mati di tempat?
Itu tidak tahu karena belum dicoba..
Walaupun Lucy meringis kesakitan, dengan terpaksa ia mencoba membangkitkan dirinya dengan tertatih-tatih. Sembari menjadikan pohon sebagai topangan tubuhnya, ia menbentangkan satu tangannya untuk memancarkan sihir penyembuhan ke seluruh tubuhnya. Ini hanya cara sementara sih. Walaupun tidak sepenuhnya sembuh, setidaknya untuk kali ini ia berhasil membuat tubuhnya terasa mati rasa, walaupun ia bisa saja mendapatkan efek samping di akhirnya.
“Sebenarnya sejauh apa mereka berburu, bagaimana bisa tidak ada yang menyadari keributan sebesar ini?” gerutunya sembari melenggang pergi dengan tertatih-tatih.
Apa Sheyra yang memanipulasi keadaan di sekitar sini? Sehingga mau seberisik apapun, takan ada siapapun yang menyadari keributan ini—
Tunggu—
Ah.. aku terlalu fokus kepada Calrhintis hingga lupa dengan keberadaan perempuan itu? Apa yang sedang ia lakukan sekarang ya? Ah sialan!
Hatinya yang merasa tidak nyaman kini terpaksa berlari untuk memeriksa tempat pesta minum teh sebelumnya. Sesungguhnya saat ini ia mengumpat dengan kesal, sebenarnya ia bisa saja kabur dengan sihir teleportasi tanpa memikirkan nyawa bangsawan lainnya.
Hanya saja ia merupakan seorang penyihir, alasan ia di calonkan menjadi Ratu, karena darah penyihir mengalir di tubuhnya. Posisi seperti itu digunakan untuk melindungi rakyat dan bangsawan seperti situasi buruk yang terjadi seperti saat ini, apabila ia melarikan diri dari tanggung jawab. Hancur sudah reputasinya. Karena demi keselamatan nyawanya, ia juga rela menjadi Ratu.
Posisi yang menyulitkan.
__ADS_1
Walaupun penyihir, bukankah ini tanggung jawab yang kejam? Sayangnya sejak dahulu kala, Morticia melakukan hal ini karena mencintai tanah Garfield.
“Satu hal yang mengganjal pikiranku, kenapa sekarang monster itu tidak datang mencariku?” tuturnya sembari berlari diantara pepohonan yang sudah tumbang.
Rasanya ini memakan waktu, sayangnya untuk saat ini ia tidak boleh melakukan sihir teleportasi dulu karena di sela dirinya yang tengah berlari, energi sihirnya sedang dipulihkan karena pengeluaran sihir di hari ini terlalu berlebihan.
“Walaupun epek pemulihannya tidak terlalu bekerja dengan baik karena tubuhku tidak diam, tapi— aku harus berjuang dengan baik! Ugh pohon sialan ini menghalangiku!” omelnya ketika melewati beberapa batang pohon yang membatasi pergerakannya.
Tepat ketika sampai di tempat minum teh, kondisinya benar-benar hancur. Meja kaca yang disediakan kini pecah berserakan diiringi patahan kursi yang berceceran kesana kemari. Bahkan tenda-tenda di sekitarnya rubuh karena hempasan angin kencang. Ataukah Calrhintis mengamuk sampai menghancurkan segalanya di tempat ini? Disini tidak ada siapapun, dan itulah poin mengerikannya.
Kyaaa!!!
Jeritan para Lady di arah lain membuat perhatiannya kini teralih kearah sumber suara, ini situasi yang buruk, Calrhintis mengejar ke arah tenda peristirahatan yang bahkan jaraknya jauh dari tempat ini!
“Dia memang segesit itu? Tunggu.. ini bahaya!” ujarnya bernada panik, ia juga sedikit bingung dikala tubuhnya lemah.. mengapa Calrhintis tidak mengejarnya dan membunuhnya melainkan melangkah pergi mengikuti jejak Lady yang lain—
Jejak Sheyra.. apa ini ulahnya? Sepertinya Sheyra ada di sana.. aku lupa bahwa yang mengendalikan monster ini adalah dirinya!
“Baiklah, aku tidak masalah.. terpaksa aku harus melakukan hal ini..” tutur perempuan itu sembari mengulurkan tangannya untuk mengeluarkan lingkaran sihir teleportasi.
Walaupun posisinya rentan dan lemah, tapi tidak masalah. Setidaknya hanya inilah yang bisa Lucy lakukan, karena posisi Lucy dan Calrhintis benar-benar jauh.
Sring!
Tunggu—
APA?!
Ia menjerit keras ketika jatuh dari langit, tepatnya ia terkejut karena jatuh tepat di atas kepala Calrhintis yang mengamuk. Banyak luka goresan darinya, dilihat dari para ksatria yang tumbang mungkin ini adalah bentuk perlawanan mereka selama Lucy terhempas jauh sebelumnya.
__ADS_1
“Ah! Aku teringat sesuatu, mungkin aku bisa memanfaatkan posisi saat ini!” gumamnya diiringi terbitan senyuman penuh harap.
Setidaknya dengan ini ia sedikit menaruh harapan kecil untuk membuat Calrhintis lumpuh. Menariknya, monster itu juga sama terkejut dengan kemunculan Lucy yang tiba-tiba sehingga ia berniat mencabik tubuh Lucy menggunakan cakar tajamnya. Sayangnya perempuan itu lebih gesit, ia menjadikan tanduk Calrhintis sebagai pijakannya untuk melompat, walaupun kakinya saat ini tidak beralaskan sama sekali.
Namun tanduk itu sempat menancap dan menembus dinding kulitnya hingga berdarah, tentu saja perempuan itu hanya bisa meringis ke sakitan.
Argh.. rasanya mau mati..
Usai melompat dan menginjak punggung Calrhintis, kini ia memasang segel sihir pengekang di lehernya kemudian melompat ke arah lain demi memangkas jarak diantara mereka, karena jika terlalu dekat ia bisa mati terinjak.
Untuk saat ini aku tidak bisa membekuk lehernya dari dekat, tapi bukan berarti aku tidak bisa mengekang lehernya dari jarak jauh kan?!
Setelah mengaktifkan sihirnya dari jarak jauh, muncul sebuah simbol ukiran segel di leher monster itu. Dengan segenap kekuatannya yang tersisa, kini sebuah rantai bercahaya putih muncul digenggamannya yang terpaut pada leher Calrhintis yang dijuluki sebagai monster albino.
“Aku tidak asal menginjak punggungnya sih, maaf ya..harga dirimu pasti terluka, Calrhinitis. Aku juga tidak mau melakukan hal ini.” tuturnya yang merasa bersalah. Ia juga kini menarik rantai sihirnya berniat menyeretnya mundur dari area peristirahatan.
Populasi Calrhintis banyak kan? Jika mati satu tidak masalah dan mengakibatkan kepunahan dalam sepanjang sejarah. Hanya saja.. dia kan jenis monster yang tidak menyerang.. apa mrmbunuhnya adalah cara yang terbaik..
Ugh berat! Tapi— ah.. apa situasi ini merupakan hal yang baik untuk menjadi tontonan bagimu, Sheyra?
Kakinya yang memijak rerumputan benar-benar sakit, rupanya tusukan tanduk itu lebih dalam dari yang kita duga, terlebih tangannya juga membawa rantai beban untuk mengekang Calrhintis.
Menjengkelkannya Sheyra dari kajauhan hanya berpura-pura takut padahal kenyataannya ia menikmati situasi saat ini dengan senyuman cerah yang ia sembunyikan mati-matian, sedangkan yang lain hanya memancarkan wajah panik karena mereka sendiri juga bingung harus melakukan apa.
Beruntungnya Federica telah mengutus seseorang untuk meminta bantuan ke istana, juga mengirin beberapa ksatria yang tersisa ke dalam hutan untuk memanggil bala bantuan yang lain.
Tapi, apa itu bisa disebut keberuntungan?Memangnya aku bisa menahan Calrhintis hingga bantuan itu datang? Tubuhku rasanya hancur berkeping-keping, ini benar-benar menyakitkan..
Aku tidak sanggup menahan rasa sakit ini..
__ADS_1
Oh Dewa.. apa aku akan mati hari ini?