
Wajahnya habis memerah padam seperti udang rebus, berhari-hari telah dilalui dengan kondisi tubuhnya yang lebih baik, ia tiada hentinya diberikan hujanan pujian oleh para pelayan ketika menatap mata safirnya yang terlihat indah.
Yah.. tidak aneh juga sih. Warna mata seperti ini memang jarang ditemukan di Kerajaan Garfield.
Sesekali juga Lucy selalu berpikir, apa karena Lucy telah membawakan perubahan alur yang begitu besar pada dunia ini, hal kecil pun telah mengubah nasibnya yang awalnya bernasib buruk menjadi lebih baik lagi? Memang setidaknya tidak seburuk kehidupan Lucy yang lain dimana ia tidak mengalami adanya kebangkitan sama sekaki sehingga sampai akhir dengan mudahnya ia mendapatkan tuduhan dan mati secara sia-sia.
Entahlah..
Acara perburuan kala itu juga benar-benar berakhir berantakan. Walaupun acaranya sampai kacau begitu, tetap saja pemenang kompetisi tersebut ditentukan sebagaimana mestinya. Jadi pemenang kompetisi pada acara itu ialah Lucy yang berhasil membunuh Calrhintis dengan berbagai rintangan yang ia coba tempuh dengan kontribusinya yang paling besar, lalu penghargaan wanita terhormat di tahun kemarin pun jatuh kepada Sheyra yang hidupnya selamat berkat kebaikan hati Lucy.
Sheyra yang tubuhnya dipenuhi cakar, cabikan, dan lebam karena Calrhintis dianggap berlari ke arah pesta teh demi menghindari kejaran Calrhintis yang mengincar nyawanya. Walaupun semua kejadian itu dianggap karena ulahnya sendiri dan berakhir memanfaatkan situasi untuk menjebak Lucy dalam hukuman yang tidak pernah ia lakukan.
“Sayangnya akhir menyedihkan yang kamu harapkan itu tidak pernah terjadi Sheyra. Semua pandangan buruk yang selalu di ciptakan dengan sengaja olehmu itu, kini telah berubah ketika aku menyelamatkan nyawamu.” girangnya sembari bertengger dan duduk manis di depan jendela perpustakaan.
Sebenarnya perempuan itu juga sedikit kaget ketika mendengar aturan dimana sikap penyelamatannya dianggap sebagai Lucy yang menyerahkan monster buruannya teruntuk Sheyra. Well, pada akhirnya hal ini hanya memberikan keuntungan untuk Sheyra sendiri bukan?
Argh sial, padahal dia mencoba memfinahku. Lagi-lagi semuanya berubah karena harus mengikuti aturan dunia yang berlaku.
“Semua ini benar-benar omong kosong yang tidak jelas, aturan bodoh yang tercipta, tradisi yang aneh, dan segala aturan hukum yang tidak berlaku dengan adil. Itu cukup mendeskripsikan betapa buruknya tempat ini bukan?” gumamnya dengan urat leher yang mengeras, tampaknya gadis itu ingin membuka jendelanya dan berteriak sekencang-kencangnya.
Walaupun ia hanya bisa menahan amarahnya seorang diri, tampaknya gadis itu juga terlihat ingin mengumpati kerajaan ini dengan sepuasnya, namun nayatanya ia hanya bisa menahan semua umpatan yang kasar dan berbahaya itu di hatinya.
Yah. bagaimanapun aku tetap haru menghormati adat dan tradisi di tempat ini. Terlebih disini kehidupan ku sebagai calon Ratu di Kerajaan Garfield.
__ADS_1
“Memangnya kamu pernah melihat patung itu? Patung yang mirip penyihir Morticia? Semua yang berkaitan tentang beliau kan hanya tersimpan di kuil suci.” bantah salah satu pelayan itu sembari menerbitkan tatapan kesalnya.
Tampaknya saat ini mereka tengah meributkan suatu hal yang bahkan tidak ingin di dengar oleh orang yang bersangkutan itu sendiri.
Tapi— yah aku terlalu terhanyut kedalam lamunan ku sendiri sehingga lupa dengan mereka yang sibuk memata-matai pekerjaan luang ku..
“Itu— benar sih. Ngomong-ngomong, kapan beliau akan mengunjungi kuil suci ya? Sepertinya para bangsawan resah karena beliau tidak segera memperbaiki sihir untuk menghalangi mala petaka itu.” bisiknya yang hanya menyisakan ketidak nyamanan diwajah sang gadis.
Argh.. bisa tidak sih kalian membicarakan hal itu tanpa terdengar dk telingaku?! Menyebalkan sekali. Apa mereka tidak sadar atau memang sengaja melakukannya?!
Memang benar sih, pada kenyataannya para bangsawan juga menantikan pertemuannya dengan Lucy setelah sekian lamanya berlalu. Itu karena berita tentang kebangkitannya telah tersebar di seluruh Kerajaan dengan baik, para rakyat juga menantikannya melakukan parade di sepanjang ibu kota. Walaupun pada akhirnya keinginan itu ditepis kasar oleh Putra Mahkota yang mengkhawatirkan kondisi tubuh kekasihnya yang memburuk.
Berita tentang warna matanya yang berubah itu pun telah ditahan agar tidak tersebar kemanapun, tapi tetap saja bahwa pertahanan kecil itu merupakan hal yang sangat sulit untuk dicegah. Terlebih diisitana merupakan tempat yang bersarang untuk beberapa banyak mata yang bergerak dengan frofesional.
Kemuncula Flona yang tiba-tiba memang membuat perempuan itu sedikit tersentak karena kaget mendengar teriakannya, namun setidaknya itu berhasil membuat wajah jenuhnya teralih untuk menoleh kearahnya. Flona yang baru saja tiba membawakan beberapa sepucuk surat dan undangan kini terlihat geram ketika mendapati pemandangan dua orang pelayan yang tengah sibuk mengintip dan memata-matai tingkah laku Lucy dibalik pintu.
“Itu—”
“Pergi kalian! Duh— jangan berbisik-bisik di tempat yang ketahuan dong!” usir Flona diiringi tatapan sebalnya. Sontak kedua wanita muda itu kini terperanjat kaget kemudian berbalik dan pergi ketempat masing-masing untuk melanjutkan kembali pekerjaan mereka.
Sekilas ia menggelengkan kepalanya pertanda bahwa ia merasa tak habis pikir dengan tingkah mereka, namun melihat suasana hati Lucy yang sedang baik, gadis itu berpikir untuk membiarkan mereka saja tanpa menciptakan keributan lagi.
Dasar Flona.. dia begitu mementingkan perasaan ku dengan baik.
__ADS_1
“Ada-ada saja mereka ini!” usai mencela para pelayan itu, Flona kini mengetuk pintu perpustakaannya dengan pelan kemudian beranjak untuk segera menghampirinya.
“Nona! Hari ini saya membawakan 3 surat untuk anda, dua merupakan surat undangan yang mengharapkan kehadiran Nona, lalu satu surat lainnya dikirim dari tuan Count Barayev untik Nona.” ungkap gadis berambut coklat itu dengan riang, tanggannya kini menyerahkan ketiga amplop surat yang dihias dengan mewah itu kepadanya.
Huft..
Netra safirnya yang terlihat jernih itu kini memandangnya dengan tatapan tajam, “Yah, akhir-akhir ini sepertinya aku begitu mendapatkan banyak surat dan juga undangan ya~” riangnya sembari membuka semua suratnya satu per satu.
Memang sepertinya aku harus segera berhenti untuk bermalas-malasan sih~
Aku juga yarus segera menyusun strategi dan mematahkan rencana Sheyra kedepannya, kau yang terlihat pendiam seperti batu tanpa melangkah lebih lanjut benar-benar tidak cocok dengan karakteristik mu yang kaya akan sandiwara palsu itu.
Jadi.. kedepannya, hal dan kejutan apa lahi yang akan kau lakukan untuk menjatuhkan ku, Sheyra?
Terlebih, kabar tentang ku yang merupakan Reinkarnasi dari penyihir Morticia telah tersebar luas dengan baik.
Sepertinya jalan untuk memfitnah ku bukanlah rencana akhir bagimu kan?
Karena itu merupakan titik terakhirnya yang membuat kondisi gadis itu tidak dapat berbuat usil lebih jauh lagi, ia yang merupakan mantan kriminal karena insiden teh beracun dan juga berbagai pertikaian yang selalu ia ciptakan kini telah berbalik membuat citranya yang lugu dan merupakan seorang gadis manis berubau menjadi hancur lebur tak bersisa.
Yah, selamat tinggal Citra baikmu sebagai gadis berhati malaikat yang dicintai rakyatnya seperti di kisah dalam buku, sekarang yang ada, hanyalah Sheyra si tokoh antagonis yang iri dengki kepada tunangan Putra Mahkota~
__ADS_1