Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 95 : Teman Bicara


__ADS_3

Rumah kaca yang di hias dengan indah itu menampilkan beberapa jenis bunga yang ditanam dengan rapi disana, jauh pada sudut memandang, terdapat seorang wanita cantik yang tengah duduk sembari menyeruput teh mawarnya dengan elegan. Dia merupkan Ratu Margaret, ibu kandung dari Putra Mahkota Reygan Garfield.


Disela aktivitas yang tengah menikmati cuaca musim panas dengan damai, ia memperhatikan Putranya yang tengah berlari untuk menghampirinya dan mengikuti acara tea time berdua saja. Sebelum mendudukkan diri di kursi, ia tampak terengah-engah karena kelelahan. Sang Ibunda nampak keheranan setelah memperhatikan Putranya yang bertingkah seperti tidak biasanya.


Bisa dibilang, sebelumnya Pangeran hanya akan datang dengan langkah yang biasa saja, ia juga bersikap layaknya Putra Mahkota yang terhormat. Tapi mau bagaimanapun, Pemduda berusia 7 tahun iu tetaplah anak-anak yang membutuhkan kebebasannya dalam bereksfresi.


“Rean?” tanya Margaeret dengan kedua alis yang berkerut.


“Ibunda, maaf saya telat hari ini hehe~” gelak tawanya sembari mendudukan diri di kursi bagian depannya.


“Tidak masalah, tapi memang agak sedikit aneh. Hari ini juga kamu datang tanpa mandi terlebih dahulu ya?” tanyanya yang merasa bahwa aura Putranya masih terasa panas menggelegar.


“Apa tercim bau keringatnya? Saya hanya memakai farfum hari ini..” lirihnya sembari mengendus-endus wewangian dari tubuhnya.


“Pangeran, sepertinya hari ini ada sesuatu yang membuatmu senang?” tanya sang Ibunda yang mencoba mengulik isi hati Putranya hingga ke inti dasar, disela itu ia juga menyuguhkan teh hangatnya pada cangkir Putranya yang masih kosong.


“Saya... hari ini saya bertemu dengan gadis peri yang lucu. Dia sangat aneh tapi juga sangat menarik, apakah saya boleh berteman dengannya?” tanyanya dengan tatapan yang sungguh-sungguh.


Tak..


Ratu kini meletakan cangkirnya dengan lembit, tak lama kemudian sembari menopang dagunya diatas meja, kini ia juga tersenyum hangat kepadanya. “Tentu tidak msalah, aku akan mengizinkannya. Kamu hanya perlu meminta izin kepada Ayahmu terlebih dahulu, karena tampaknya untuk kedeoannya ia akan sering keluar masuk istana.” timpalnya diiringi lengkungan senyuman manis di wajahnya yang entah mengapa malah menambah kesan yang mengerikan.


Putranya yang merasa senang entah mengapa hanya tersenyum lebar dengan semburan kata bahagia ketika ia dapat bertemu lagi dengan si gadis aneh dari keluarga Barayev. Lantas melihat reaksinya yang sampai kegirangan begitu malah membuat sang Ratu berekspresi datar kepadanya.


“Lady mana yang kamu temui hari ini, Rean.” tanyanya bernada datar.


Eh.. raut wajah Ibunda..


“Dia Lady muda dikeluarga Barayev.” timpalnya dengan perasaan aneh.


Deg..

__ADS_1


Tatapan Ibunda mengapa..


“Pangeran, anda sudah tahu kan jika pengajuan pertunangan telah dikirmkan kepada Lady Lyonora di keluarga Barayev?” tanya Margaret dengan senyuman mengerikannya.


“Aku tahu—” keluhnya sembari memalingkan wajahnya pada arah yang lain.


Srett..


Sang Ratu membangkitkan dirinya dari kursi, tak lama kemudian ia berputar untuk menghampiri sang Putra dan mencengkram bahunya dengan kuat. “Ingat, sesuka apapun dirimu padanya, kamu tetap akan bertunangan dengan Lady Lyonora yang merupakan bintang utama di pergaulan kelas atas. Kita juga membutuhkan tambang emas dan berliannya yang tengah berkembang dengan sangat baik.” peringatnya dengan sorot mata yang sejujurnya, ia tidak mau melihatnya lagi bahkan untuk yang kedua kalinya.


Auranya benar-benar menekan, dan itu menakutkan. Di samping itu, Reygan hanya kembali memalingkan wajahnya dengan perasaan yang takut, “Membicarakan pertunangan itu— terlalu dini untuk umur saya yang masih berusia 7 tahun.” timpalnya diiringi ringisan kecil, sang Ibunda tampaknya mencekram bahunya dengan terlalu keras.


“Yaya~ pertunangan itu akan di tunda hingga beberapa tahun. Tapi— jangan pernah berpikiran untuk menjadikan anak haram itu sebagai kekasihmu, ingat! Karena Pangeran menyukainya, maka aku juga akan menyukainya. Tapi jika perasaan Pangeran ternyata lebih dari itu, di masa depan nanti.. jadikan dia kekasih simpanan saja. Mengerti?” tekan Margaret sekali lagi. Tampaknya ia terlihat seperti seseorang yang benar-benar ingin mendengarkan jawaban yang ia ingin dengarkan saja.


Tetapi, Reygan yang pada saat itu masih berusia 7 tahun merasa risih dan aneh ketik Ratu mengatakan yang tidak-tidak kepadanya, apa maksud dari yang Ratu katakana yaitu menjadikan wanita bangsawan lain sebagai selirnya seperti yang dilakukan sang Ayah kepada 3 selir lainnya?


Entah mengapa itu semua membuatnya jijik, terlebih sang Ibunda selalu menggila dan menangis sendirian ketika Ayahnya menikah dan menikah lagi sampai ketiga kalinya.


Apa aku juga harus melakukan hal itu? Bukankah kedengarannya agak brengsek?


Jika pernikahan yang dilakukan Ayah telah menyakiti perasaan Ibunda, lantas mengapa Ibunda menyarankan hal yang sama kepadaku…


Saya tidak mengeeti Ibunda..


...***...


Sebulan telah berlalu semenjak pertemuan pertamanya dengan Putra Mahkota, hati Lucy yang kecil tampak dibuat berdebar disetiap harinya, terlebih karena kekuatan sihirnya yang spesial, ia juga bisa menemukan masa depan yang akan terjadi pada beberapa orang tertentu saja.


Pada saat itu kulit putihnya yang pucat bersentuhan dengannya, ia melihatnya. Masa depan Reygan yang akan menikah dengannya. Hanya itu dan memang tidak lebih.


Namun tiap kali sosoknya yang muncul di mimpinya, ia selalu bersikap dingin kepadanya. Dan itu sedikit mengerikan baginya, tapi anehnya semenjak pertemuan itu, Reygan sering kali memanggilnya ke istana untuk sekedar mengobrol dan bermain bersama, dan saat ini Lucy pun berteman baik dengannya.

__ADS_1


Uniknua, Reygan menaruh hati kepadanya karena tiap kali mereka bertemu, dengan percaya diri Lucy selalu emanggilbya sebagai ‘Tuan pemimpi.’ yang baginya itu panggilan dengan makna yang sulit dimengerti.


Ceklek..


Pintu kamarnya tiba-tiba terbuka begitu saja menampilkan seorang gadis muda yang tengah berdiri dengan tatapan angkuhnya diambang pintu. Saat itu, hari telah malam dimana sudah menjadi waktu bagi seluruh manusia untuk bersitirahat dengan baik.


Makanya tak aneh jika perempuan yang mengunjunginya larut malam itu mengenaksn gaun tidurnya yang berwarna putih. Ia merupakan gadis dengan surai merahnya yang tidak asing, persis mirip seperti Ibunya. Ia merupakan Lynora Fleur Barayev, gadis yang unggl di pergaulan kelas atas karena mulai muncul debutante di usianya yang masih lima tahun serta kemampuan komunikasinya yang bagus hingga membantu bisnis Ayahnya untuk semakin berkembang.


Selain cantik dan pintar, ia juga memiliki garis rahang yang tajam sehingga disaat bersamaan, sosok elegannya terasa menekan dengan perawakannya yang seperti tokoh antagonis. w


Walaupun sempurna, sebenarnya ia memiliki suatu masalah, semenjak ia menapaki usianya yang ke tujuh tahun, ia mulai disekolahkan pada akademi sihir karena gadis muda itu merupakan anak dengan darah penyihir, itu juga merupakan tuntutan karena ia menerima surat pengajuan menjadi Putri Mahkota dari kerajaan ini.


Akan tetapi, tampaknya gadis muda itu tidaklah berbakat di bidang sihir, tentunya sang adik lebih unggul darinya walaupun ia belum mencoba mendaftar ke akademi untuk menimba ilmu disana, lantas kakaknya yang mulai sibuk di akademi itu ada apa tiba-tiba berkunjung ke kamarnya larut malam begini?


Terlebih.. dengan gaun tidurnya dan tatakan lilin yang ia genggam untuk menghampiri kamarnya, wajahnya kini malah tersenyum dengan raut wajah yang aneh kepadanya.


“Ka—kakak? Ternyata kakak sudah pulang. A—apa besok ada acara yang mengharuskan kakak pergi ke pesta hingga pulang larut malam begini?” tanya gadis kecil itu ragu-ragu, dengan segenap kekuatannya ia kini menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya yang gemetaran.


Kakak.. akan menggangguku lagi seperti sebelumnya?


Tuan pemimpi.. aku takut..


Tolong..


Klak..


Pintu kamarnya nampak ia tutupi rapat-rapat, dengan satu tangan yang masih menggenggam tatakan lilin yang menyala, kini ia tertawa kecil kepadanya. “Fufufu, adik kecil ku yang manis belum tidur? Ah iya, akhir-akhir ini di akademi heboh soal Putra Mahkota, kudengar selama sebulan terakhir kamu sering ke luar masuk istana seperti masuk selokan ya~?” tanyanya dengan alunan nada yang lembut.


“Ka—kakak.. aku— menjadi teman bicara Yang Mulia.” ujarnya sembari menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.


“Ah. Begitu rupanya, tampaknya adikku yang manis tengah berteman baik dengan calon tunanganku.” timpalnya bernada halus.

__ADS_1


Walaupun tatapannya hangat dengan suara merdunya yang terdengar begitu lembut, entah mengapa disetiap derapan langkahnya yang mencoba menghampiri tempat tidurnya, Lucy hanya bisa meringis ketakutan dan berharap bahwa hari itu akan cepat berlalu secepat kedipan matanya.



__ADS_2