Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 51 : Asumsi


__ADS_3

Para Pria telah pergi berburu meninggalkan arena ini, yang tersisa saat ini hanyalah beberapa ksatria yang menjaga dan juga para Lady bangsawan yang menikmati acara sembari meminum teh. Sedangkan Yang Mulia Raja sepertinya telah kembali lebih awal menyisakan Riana di atas sana. Artinya ada sesuatu dengan kondisi kesehatannya bukan?


Tapi— bukankah ini semakin membuktikan bahwa Yang Mulia Baginda sedang tidak sehat.. apa itu tidak akan menimbulkan masalah..


Tak peduli akan hal itu, Lucy kini hanya duduk dengan manis sembari meminum teh pada sebuah meja yang membundar. Disana terdapat Federica, Silvhia, dan 3 orang lainnya. Benar- bukankah disini ada banyak meja yang di sediakan. Tapi mengapa perempuan itu harus duduk di meja yang sama dengannya.


Memang karena insiden tahun lalu, peletakan meja dirubah dengan 1 meja menjadi 6 orang. Sebenarnya hal ini hanya akan mempermudah mereka yang memiliki kelompok diantara para bangsawan untuk duduk dan berbincang bersama.


Tapi... kenapa ya saat dulu, Lucy malah duduk bersama Sheyra hingga keracunan?


Bukankah bagi Lucy, Sheyra adalah perebut kekasihnya..


Tapi situasi apa ini?


“Anu— Lady Sheyra, kenapa anda ingin duduk bersama kami?” tanya gadis itu aneh, dia adalah Gracia Thanderbelt. Putri dari Marquess Thanderbelt yang merupakan bagian dari perkumpulan Lady bangsawan yang di pimpin oleh Putri Federica Halstead.


“Benar, apa anda tidak tahu malu?” tanya Rebeca Lower. Putri dari Count Lower yang kini bertunangan dengan Geralt Emillo.


Koneksi yang dibangun oleh Federica benar-benar bagus. Federica juga merupakan bunga di perkumpulan kelas atas. Alangkah baiknya jika Lucy bisa menjadi bagian diantara mereka.


Namun usai mengetahui bahwa Rebeca Lower merupakan tunangan dari Geralt, saudara laki-laki dari Sir Crylo Emillo. Ia terkejut bukan main.


Ternyata Lady ini calon Duches ya? Itu pun jika Geralt menjadi penerus dari keluarga Duke. Sayang sekali dia bertunangan dengan Pria dari keluaga yang memiliki desas-desus perdagangan budak. Tapi wajahnya seperti tidak mengetahui apapun ya... tapi memang berita ini hanya masih diketahui oleh Yang Mulia dan mata-matanya.


“Lady-lady terlalu bersikap dingin kepada saya. Saya hanya ingin mengikuti acara ini dengan baik. Apakah tidak ada tempat untuk saya di sini?” tuturnya dengan raut wajah pilu, ia terlihat sedih ketika diperlakukan seperti ini oleh para Lady.

__ADS_1


Setelah semua ini, dia masih berusaha mencari simpati? Lucu sekali. Berpikirlah dan gunakan caramu yang lain dong. Benar-benar trik murahan.


Akan tetapi sejak Lucy membisikkan kata sihir ke padanya, entah kenapa Lucy merasa bahwa Sheyra saat ini benar-benar menempel padanya. Padahal dia hanya ingin mengetes perempuan itu yang benar-benar terhubung dengan penyihir kegelapan atau bukan, namun reaksi Sheyra adalah jawabannya.


Walaupun berkesan santai.. tapi sudut matanya terarah mengamati pergerakan ku dengan detail.


“Tapi apa Lady tidak khawatir jika Nona merasa trauma? Anda kan pernah meracuni Nona Lucy.” cibir Gracia dengan perasaan tak sukanya.


“Lagi pula, sudah tahu tidak diterima malah bersikap tidak tahu malu.” bisik mereka terang-terangan.


Lucy menampik ucapan mereka semua dengan kesal, niat mereka semua bukannya bersimpati atas kejadian yang telah menimpa kepada Lucy. Meainkan mereka hanya senang karena mereka bisa mengganggu seseorang dengan leluasa menggunakan dalih khawatir kepadanya.


Ternyata perkumpulan ini sama saja..


Hanya saja diluar dugaannya, Sheyra masih diam di tempat itu. Dia benar-benar tangguh tanpa adanya niat untuk pindah ke tempat laib. Satu hal yang menurutnya bahwa ini benar-benar aneh. Jika Sheyra bisa membuat Reygan menyukainya dengan sihir, mengapa tak ia lakukan saja kepada semua orang yang ada di tempat ini sehingga mereka ada di pihaknya.


Haha~ aku tidak masalah sih mau dia duduk dimana saja. Karena aku sengaja melakukan hal ini untuk memancingnya. Jadi.. kalian bagiku hanyalah umpan untuk mengusik Sheyra.


Walaupun menyebalkan, lakukan saja apapun itu sesuka kalian kepada perempuan itu.


“Uhm.. tidak masalah Lady, biarkan saja. Kita tidak perlu memperkeruh suasana yang menyenangkan seperti ini bukan? Lagi pula untuk kejadian tahun lalu, Nona Sheyra juga telah diadili oleh Baginda Raja dengan hukuman yang setimpal. Mungkin dia akan jera, Fft.” timpal Lucy yang mencoba menengahi keributan mereka, namun kesan diakhir dia seperti menahan tawa dengan tatapan merendahkannya.


“Beraninya..” gumam perempuan bersurai merah itu dengan pelan. Jika di perhatikan, Sheyra menggenggam cangkir tehnya dengan kencang.


Dia marah?

__ADS_1


Reakssi Putri Federica kini tersenyum sembari menyimpan cangkir tehnya di atas meja. Ia mengangguk pertanda menyetujui ucapan Lucy.


“Benar, Lady sangat bijak dan baik hati ya.” timpal Federica yang pasti akan disetujui oleh mereka bertiga.


Benar deh, saat ini tatapan yang terasa paling menghina ada pada Gracia. Ia sepertinya mekang benar-benar tidak suka kepada kehadiran Sheyra, ketimbang mempermasalahkan Nyonya muda Sylvhia yang saat ini ada bersama mereka.


Rupanya Sylvhia telah berbaur dengan baik. Benar jika kamu ingin aman, maka tekanlah Sheyra untuk menggantikan sasaran pembulianmu.


“Haha~ Pujian Putri terlaly berlebihan~” tutur Lucy yang berniat merendah diri.


Lucy kini sibuk dengan pikirannya sendiri. Ia berpikir mungkin saja penyihir kegelapan itu lemah. Seperti cerita yang ada pada buku pemberian Samantha, Penyihir Kegelapan hanya dapat memulihkan sebagian kekuatannya saja karena seluruh kekuatannya yang tersisa ada pada batu suci yang tersimpan di dalam kuil.


Sehingga Lucy dapat memberikan asumsi bahwa penyihir kegelapan itu memberikan kekuatan yang seadanya saja kepada Sheyra yang bersekutu dengannya.


Satu hal yang setidaknya bisa membuatku lega, bahwa posisi Sheyra sebenarnya lemah.


Lucy juga menjadi terpikirkan bahwa kejadian dimana Sheyra yang diselamatkan oleh Reygan dari ancaman hewan buas pada novel, berkemungkinan besar bahwa itu merupakan tragedi yang dibuat-buat olehnya. Bisa saja bahwa yang menarik perhatian hewan buas itu untuk mengancan dan menyerang Sheyra adalah karena ulah sihir Sheyra sendiri.


Terlebih.. di situasi yang sama, nyawa Lucy juga terancam di dalam hutan. Namun jika mengikuti sesuai alurnya, ada Sir Emillo yang akan datang untuk menyelamatkan nyawanya.


Maka yang harus aku lakukan saat ini adalah menghindari kejadian tersebut dengan tidak meninggalkan perkumpulan minum teh ini. Lalu untuk menghindari kejadian Yang Mulia, yang akan pergi untuk menyelamatkan nyawa Sheyra, yaitu dengan aku yang harus menahan Sheyra untuk tetap disini bersamaku.


Jika tidak pergi ke dalam hutan, maka diantara kami tidak akan ada yang terluka maupun harus di selamatkan bukan?


Anehnya.. kenapa di novel Lucy pergi sendirian ke dalam hutan hingga bertemu beruang besar ya?

__ADS_1


Apa dia tidak merasa trauma pergi ke dlam hutan.. padahal ia telah mengalani kejadian buruk bersama Sheyra di dalam hutan..



__ADS_2