Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 55 : Merepotkan


__ADS_3

Ia berpikir untuk melerai keributan ini dengan melakukan akting terlebih dahulu agar jika ada suatu masalah yang timbul kepadanya, maka Sheyra yang tetap akan di salahkan.


Setidaknya, yang bisa aku lakukan sekarang yaitu hanyalah berakting dengan menyedihkan..


“Aku tidak tahu.. dia menyeret saya ke dalam hutan.. kemudian menuduh bahwa sejak awal saya tidak pernah lupa ingatan. Tapi bukankah perkataannya jahat? Jika memang saya pernah mengalami situasi yang buruk, seharusnya melupakan kejadian itu adalah jalan yang terbaik untuk saya bukan..” jujurnya debgan suara yang serak. Hatinya terasa pilu sehingga membuat Federica terenyuh untuk merangkulnya.


Wajah mereka terlihat murung dan kesal ketika mendengar segala pernyataan yang Lucy lontarkan kepada mereka. Gadis itu hanya tertunduk dengan tatapan sayunya.


“Sebelumnya Nona Sheyra selalu membahas tentang kejadian yang terjadi di perburuan tahun lalu kepada saya.. entah kenapa perkataannya malah membangkitkan beberapa ingatan buruk yang tidak pernah saya inginkan..” racau gadis itu dengan netra coklatnya yang berkaca-kaca. Lucy terlihat seperti ingin menangis namun dengan sekuat tenaga ia menahannya.


Itu hanya akting, semuanya hanyalah sandiwara belaka. Ia merasa bahwa bersikap seperti ini sangatlah menguntungkan untuknya. Beberapa hal yang ia katakan merupakan bentuk antisipasi jika Sheyra akan menuduhnya yang tidak-tidak.


Seperti Sheyra terjebak di dalam hutan karena Lucy meninggalkannya, atau Sheyra yang terluka dan terjatuh karena Lucy mendorongnya ke dalam jurang maupun rencana busuk lainnyan. Makanya ia berpikir sebelum Sheyra mengatakan yang tidak-tidak, ia harus selangkah lebih maju untuk mendapatkan alibi yang lebih kuat.


Bahkan Lucy juga tidak mengingat apapun tentang kejadian itu. Akan tetapi jika melihat dari sifat dan raut wajah mereka yang saat ini terasa begitu khawatir kepadanya, berarti sihir hipnotis milik Sheyra benar-benar lemah.


“Astaga! Nona Sheyra memang sudah keterlaluan ya!” cecar Gracia dengan tatapan tak sukanya.


Sebenarnya Lucy ingin tertawa melihat wajah khawatir mereka yang terhasut dengan rayuan aktingnya yang menyedihkan. Sepertinya akting lemah seperti Sheyra tidak begitu buruk.


“Anak muda jaman sekarang memang suka cari perhatian ya.” bisik-bisik para Nyonya bangsawan yang hanya duduk santai di kursi mereka.


Memang acara perburuan ini di persembahkan untuk menyambut pasangan muda-mudi untuk berkompetisi menjadi pasangan terbaik dengan memberikan gelar wanita terhormat kepada pasangannya. Namun itu bukan berarti ada aturan dimana mereka yang telah berusia tidak diperbolehkan untuk ikut serta di acara ini. Hanya saja kompetisi itu lebih tepatnya di kerahkan kepada pasangan yang muda-mudi saja.

__ADS_1


Aku tidak memerlukan belas kasih para bangsawan tua itu, karena dengan dekat tuan Putri Halstead saja itu sudah cukup menguntungkan bagiku~


Ah ya.. apa yang dilakukan Sheyra sekarang ya?


“Saya tidak tahu Nona Sheyra sekarang ada dimana. Saat itu saya hanya ingin pergi dan kembali saja ke tempat ini. Tapi sepertinya dia berbalik dan pergi ke arah yang berlawanan dengan saya. Saya berencana mengikutinya karena khawatir, tapi hutan adalah tempat yang buruk bagi saya..” tuturnya bernada gemetaran seolah menyalurkan perasaan takut kepada mereka yang tengah merangkulnya dengan hangat.


Para Lady kini sibuk berbisik kearahnya, sepertinya mereka hanya mempertanyakan ada pertikaian apalagi diantara mereka. Sepertinya tidak ada habisnya mereka berdua dalam membuat keributan. Walaupun yang memulai adalah Sheyra sendiri.


“Jadi maafkan saya yang egois ini karena tidak mau mengikuti Nona Sheyra.. padahal bisa saja terjadi hal buruk kepadanya, tapi saya...” gadis itu kini hanya menangis diiringi kedua telapak tangannya yang terangkat untuk menutupi wajahnya, padahal bibir mungilnya menampilkan senyuman licik.


Marchionest Sylvhia Theyril hanya menghela nafas sembari menggelengkan kepalanya pertanda bahwa itu bukan salahnya. Untuk menenangkan perasaan Lucy, ia menepuk punggung gadis itu dengan lembut. “Itu bukan salah Nona, Nona sendiri kan memiliki trauma dengan tempat ini, apalgi beberapa ingatan Nona telah kembali. Anda pasti tertekan.. jadi jangan merasa bersalah begitu.” sanggahnya yang kini menampilkan lengkungan tipis di bibirnya.


Federica terlihat setuju dengannya, ia juga kini menggiring Lucy untuk segera beristirahat dan duduk pada sebuah kursi. Syal berbulu yang ia pakai sebelumnya kini diberikan untuk menghangatkan tubuh Lucy yang dingin dan gemetaran.


Matanya sedikit terbelalak ketika mendengar penuturan lembut dari Federica yang biasanya tidak pernah bertindak dengan melibatkan perasaan. Seperti dirinya yang seorang Putri Duke, ia biasanya hanya selalu berpikir dan bertindak secara rasional saja. Tapi jika melihat perubahannya yang melunak seperti ini..


Apa aku berhasil merenggut hatinya?


Sayangnya situasi yang hangat ini berubah menjadi gempar ketika Sheyra kembali ke hadapan mereka dengan gaun indahnya yang menjadi compang-camping, tidak lupa di iringi isak tangisnya yang pecah.


Ia melangah dengan tertatih-tatih bahkan sampai hampir terhuyung jatuh untuk mendekati mereka yang sibuk menghibur perasaan Lucy.


“Nona Lucy..” lirihnya yang kini terhuyung tepat di depan kaki Lucy. Gaun birunya terlihat kotor dipenuhi tanah dan rerumputan yang menempel. Kakinya terlihat terluka karena menginjak ranting pohon tanpa menggunakan alas kaki.

__ADS_1


Situasi Sheyra terlihat benar-benar mengenaskan. Sebenarnya apa yang telah terjadi padanya? Apa ini hanyalah murni kecelakaan? Atau sebenarnya Sheyra tengah menjalankan rencananya yang lain?


Idenya benar-benar gila! Apa lagi yang dia rencanakan ya?


Melihat Sheyra yang tiba-tiba datang dengan kondisi terluka kemudian malah memanggil namanya, itu cukup membuat yang lainnya berbisik dan bertanya-tanya apakah ini ada hubungannya dengan Lucy? Pandangan mereka yang mempertanyakan kebenaran ini entah kenapa membuat Lucy meringis kesal.


Namun dari pada situasi akan semakin memburuk, dengan cekatan Lucy memeluk Sheyra diiringi isak tangisan yang pecah bersamaan perasaan yang lega karena Sheyra telah kembali dengan kondisi yang masih hidup.


“Sheyra?! Anda membuat saya khawatir, sebenarnya apa yang terjadi kepadamu? Hiks— syukurlah anda bisa kembali ke tempat ini..” lirihnya diiringi perasaan yang teramat bersyukur, walaupun hatinya mengutuk dengan kesal.


Kau pasti berniat menuduhku kan?


Brakk!


“Jahat sekali anda! Saya tahu bahwa dulu saya telah meracuni Nona, itu karena saya juga di ancam! Bagaimana bisa Nona melakuan balas dendam kepada saya dengan membangunkan monster albino di dalam hutan?! Saya setengah mati mencoba lari dari kejarannya untuk menyelamatkan diri?! Tapi teganya anda melakukan sihir teleportasi untuk meninggalkan saya.. hiks..” teriaknya dengan suara hati yang tetluka sampai sampai ia mendorong tubuh Lucy agar menjauhkan diri darinya.


Air mata masih saja mengalir di pipi putih Sheyra, sehingga semua mata kini hanya tertuju kepada Lucy yang dianggap telah mencelakai Sheyra dengan atas nama dendam.


Tunggu.. kenapa mereka gampang terbujuk oleh opini tak jelas itu sih?!


Dasar bangsawan yang merepotkan.


__ADS_1


__ADS_2