
Para bangsawan telah ramai berdatangan, namun sepertinya acara masih saja belum dimulai secara resmi. Jadi, “Apa acaranya masih lama untuk dimulai, Yang Mulia?” pertanyaannya yang cukup dianggap wajar karena ia tidak mengingat kejadian perburuan di tahun lalu.
“Itu.. kita menunggu Baginda terlebih dahulu untuk membuka acaranya.” balasnya sembari memperhatikan situasi.
“Bukankah baginda sedang tidak sehat?” bisik gadis itu bernada khawatir.
Ya sepertinya rumor yang tersebar dari para pelayan istana bahwa kesehatan beliau tidak baik, awalnya Lucy sempat terpikirkan hal aneh. Katanya gadis ini merupakan menantu kesayangan baginda Raja. Tapi di hari dirinya tiba di istana hingga saat ini beliau tidak pernah mengundangnya untuk sekedar menyapa atau minum teh bersama, ini sungguh membingungkan namun jika rumor itu benar ini bisa saja masuk akal.
“Tidak masalah Lucy, beliau tiba hanya untuk membuka acara dan duduk. Ayahku itu orang yang kuat Lucy, bertahan di sini bukan apa-apa untuknya.” imbuhnya bernada pelan. Bisa dibilang mereka tengah membisikan hal penting di tempat yang ramai seperti ini.
Di tempat ini terdapat tenda untuk peristirahatan, lahan mengobrol yang di sediakan untuk para nona bangsawan. Meja parasmanan yang menyediakan hidangan mewah, dan masih banyak lagi. Sedangkan kursi untuk Raja dan Ratu terpisah, ia di tempatkan di tempat yang paling tertinggi sembari menunjukan eksitensi dan kuasanya sebagai seorang raja.
Tapi setidaknya, aku tidak perlu khawatir soal pakaian yang sama dengan Sheyra seperti perburuan di tahun kemarin, karena pakaian yang aku kenakan bersama Yang Mulai saat ini telah dirancang oleh desainer kerajaan terbaik. Jadi, untuk saat ini kuharap hentikan drama konyolmu yang bodoh, Sheyra.
Netranya kini menatap kepada Pria yang berdiri tegak disampingnya, Lucy merasa sedikit takjub dan berekspresi senang ketika melihat bros ruby pemberiannya tersemat di pakaian Reygan.
“Terimakasih, itu sangat cocok untuk Yang Mulia.” ungkapnya diiringi perasaan kagum. Tak ada hentinya gadis itu melontarkan pujian kecil di dalam hati.
“Itu— aku benci panggilan itu.” gerutunya yang mendumel. Tingkah Reygan saat ini bisa dibilang menggemaskan, namun ia merasa kesal karena semua Lady memperhatikan Pria itu dengan matanya yang melotot.
Dasar! Entah kenapa aku tidak sudi memperlihatkan wajah gemas Yang Mulia kepada Lady bangsawan yang lain ಥ_ಥ
Ekhem.
“Itu kan panggilan yang spesial, jadi saya hanya ingin mengatakannya jika kita berdua saja hehe!” usulnya dengan nada yang sengaja ditinggikan.
__ADS_1
Melihat raut wajah kecewa dari pada Lady entah kenapa malah membuat Lucy merasa senang. Aku tahu bahwa tunanganku ini tampan, tapi— Ffft. Apa bakatku adalah membuat orang lain kesal?
Pria itu kelihatan kecewa, senyuman aneh terlintas di wajah Reygan. Entah sengaja menggoda Lucy yang terlihat mempermainkannya di depan para Lady, atau memang karena tabiatnya yang senang tebar pesona. Pria itu kini merangkul pinggang Lucy dengan senyuman jahilnya.
“Padahal aku ingin menunjukan kepada dunia betapa dekatnya hubungan kita, Lucy.” bisiknya Pria itu dengan jarak tatapan yang dekat.
Diam dan tak bisa berkata-kata, pipinya berubah memerah merona seperti buah tomat ketika Pria itu menebar senyuman seindah mahakarya di depan wajahnya. Ia seperti terkena serangan jantung ketika menyaksikan wajah tampannya dalam jarak sedekat ini.
Kayaknya aku bisa mati beneran jika harus menerima tatapan iri terus-terusan seperti ini?
Ta—tapi, tidak sampai ke seluruh dunia juga Yang Mulia!! Hari ini anda menyebalkan sekali!
Hati Lucy kini mendumel kesal, hanya saja apa ia tidak salah lihat, kenapa rasanya Sheyra seolah menatap matanya dengan percikan api?
“Kyaa! Rupanya hubungan mereka memang baik ya?” gemas salah seorang Lady bangsawan yang berkerumun di dekat meja parasmanan.
“Yang Mulia sangat tampan, tapi mereka memang sangat cocok jika menjadi pasangan.” timpal salah satu Lady yang berkumpul diantara perkumpulan Putri Federica Halstead.
“Itu saya setuju. Bukankah mereka memang pasangan yang serasi dari pada Yang Mulia bersama Lady berambut merah yang tidak tahu diri itu?” timpal Sylvhia bernada menyindir. Mereka yang ada di perkumpulan itu kini berbisik dan membicarakan Sheyra disana. Terlebih kali ini mereka setuju dengan perkataan dari Nyonya muda Theyril.
Ya~ gunakan saja namaku agar kalian bisa berbaur dengan baik. Aku sangat berterimakasih kepada kalian yang telah membuat situasi ini menjadi terbalik.
Seseorang yang terkucil di perkumpulan itu merasa kesal dengan amarah yang bukan main, tangannya meremas gaun biru yang ia kenakan dengan gigi yang menggertak keras. Siapa lagi jika bukan Sheyra? Si Lady yang paling mencolok diantara para bangsawan karena rambut merahnya yang sulit dilupakan?
Sepertinya kali ini dia juga datang bersama kakaknya. Apa setelah dipermalukan seperti itu sebelumnya, tidak ada siapapun yang mau menjadi partnernya kali ini? Atau mungkin saja Sheyra sendiri yang menolaknya karena ingin terlihat sebagai gadis yang perasaannya kukuh terhadap Putra Mahkota?
__ADS_1
Aku tidak peduli dengan salah satu yang kemungkinan benar adanya, yang jelas.. aku menikmati situasi saat ini. Raut wajahmu yang kesal benar-benar menyegarkan perasaanku yang hampir hancur! Ckckck.
“Yang Mulia, Bagaimana jika kita melihat-lihat dulu kesana.” ajaknya yang berusaha menjauh dari pandangan Sheyra.
Tetapi sepertinya gadis itu tidak mau kehilangan kesempatan begitu saja, dengan akal bulusnya ia melangkah menghampiri mereka untuk datang menyapa dengan elegan. Karena di posisi saat ini yang belum menyapa mereka berdua hanyalah Sheyra seorang.
Tapi jika masih punya harga diri, pura-pura tidak kenal dong!
“Gaun itu—” Alih-alih membalas sapaan Shehyra, Lucy kini hanya terpaku kepada gaun yang dikenakan Sheyra saat ini. Memang gaun mereka tidak sama, tapi-—seperti julukannya yang tidak mengenal kata malu. Kali ini gaun yang dikenakan Sheyra adalah berwarna steel blue dimana warna itu merupakan iconic untuk kerajaan Garfield.
Menyadari kekesalan yang tertera diwajahnya hanya membuat hati Sheyra terkekeh dengan puas. Raut wajahnya seolah mengatakan ‘Kena Kau!’
Ha, mainnya begitu. Apalagi yang akan ia lakukan ya? Pikir Lucy yang pada akhirnya kelihatan bosan, ia berpikir pasti kali ini Sheyra akan melakukan cara klise lagi kan?
“Biru merupakan warna yang disukai Yang Mulia Ratu pertama dan itu merupakan warna yang dilarang dikenakan jika diacara resmi seperti ini. Apakah Nona Sheyra melupakan hal ini, ataukah anda tidak menerima pendidikan yang mumpuni?” tanya Lucy diiringi tatapan ramah.
Jemari tangan kiri Sheyra terangkat untuk menyentuh pipinya dengan gemas. Walaupun kelihatannya memang natural, nyatanya ujung jari itu terlihat memantulkan sesuatu ke arah Reygan. Tidak ada siapapun yang menyadarinya kecuali Lucy yang memperhatikan gadis itu dengan lekat.
Namun nyatanya Pria itu tidaklah berpaling kepada Sheyra sesuai keinginan dan niat jahatnya.
Kamu pasti berpikir Yang Mulia saat ini akan berkata, “Hanya sekedar baju, untuk apa mempermasalahkan hal yang tidak penting.Nona Sheyra, kemarilah.” ungkap Pria itu diiringi tatapan mata seolah tengah jatuh cinta dan juga perasaan yang lembut selembut sutra.
Begitu bukan? Kamu pasti berharap seperti itu, karena kamu adalah Sheyra. Yap, sayang aekali~
Hapus saja harapan konyol mu~
__ADS_1
Dengar Sheyra, siapapun bisa menjadi baik dan jiga jahat tergantung penggambaran sudut pandang yang diberikan. Pion catur saat ini ada ditanganku, jadi— ayo panggil penyihir kegelapan itu untuk mendatangi tempat ini.