Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 48 : Dimulai


__ADS_3

Diluar dugaan, Ksatria Crylo Emillo memanglah populer karena wajahnya yang tampan. Tapi ia di takuti karena selain julukannya yang merupakan ksatria putih, ia itu terkenal bengis dan berdarah dingin. Tapi jika Lucy menjelaskannya seperti itu, bisa saja Flona semakin enggan untuk melakukan permintaannya.


Ya— Ayo kita cari alasan lain..


“Se— sepertinya itu tidak mungkin terjadi, kurasa dia akan merasa sedih jika tidak menerima satu saputangan pun dari seorang La—lady! Ya makanya Flona jangan sia-siakan kesempatan itu.” desaknya diiringi tatapan yang bergetar, raut wajah yang gelisah itu benar-benar tidak bisa disembunyikan.


Flona yang memperhatikannya tidak tahu harus bereaksi apa, tapi apakah Lucy memang sangat mengharapkan dirinya untuk mengabulkan keinginannya itu?


Permintaan Lucy memang terdengar sederhana, namun sejujurnya itu adalah permintaan yang teramat memberatkan hati. Jika sorang Lady memberikan sapu tangan kepada seorang Pria, itu menandakan bahwa dirinya memiliki ketertarikan kepada Pria tersebut. Akan tetapi jika Pria tersebut menolak pemberiannya, maka ia dianggap telah mencoreng harga diri seorang Lady.


Baiklah.. tapi— “Apa yang membuat Nona yakin?” tutur Flona dengan bingungnya.


Lucy hanya mengedikkan bahunya dengan ekspresi tidak bersalah, “Karena tahun kemarin, yang kuingat hanya aku yang memberikan sapu tangan kepadanya, jadi jika sekarang ia tidak menerimanya satu pun— bukankah ia akan merasa sedih?” sahutnya yang malah membuat Flona menghela napas.


Nonaa.. Itu kan memang jelas karena partner Nona Lucy sebelumnya adalah Tuan Ksatriaa!


Isi hatinya berteriak dengan gemas, entah apa yang harus ia lakukan sekarang. Sedangkan penjelasan Lucy saja tidak begitu meyakinkan. Ia merasa tidak percaya jika Sir Emillo yang populer tidak pernah mendapatkan sapu tangan dari seorang Lady, namun perasaan mengganjalnya kini terhenti ketika Lucy menggenggam pergelangan tangannya dengan tatapan memelas.


“Itu bukan hal aneh Flona. Lagi pula untuk seorang ksatria, menerima sapu tangan dari siapapun adalah hal yang lumrah. Hanya saja yang kuketahui, Sir Emillo tidak bersikap baik kepada semua orang sehingga untuk menerima sapu tangan dari Lady bangsawan juga merupakan hal yang mustahil.” sahut gadis itu yang terasa seolah ia benar-benar mengetahui seluk beluk tentang Pria itu.


Walaupun sebenarnya ia mengetahui semua tentangnya dibuku. Memang Pria yang selalu ia temui di setiap harinya itu menampilkan senyuman ramah. Hanya saja seperti statusnya sebagai ksatria pelindung bagi Lucy, ia hanya ramah, loyal, dan setia kepada Lucy seorang. Sedangan imagenya di depan publik memanglah dingin dan acuh, sama seperti Reygan yang merupakan tuannya.


Tapi sekarang berbeda, entah karena perubahan alur dan masa depan. Ksatria itu juga bahkan bisa bersikap hangat kepada Flona. Jadi, “Jangan khawatir. Bukankah Flona juga mengenal Sir Emillo seperti apa?” sambung gadis itu diiringi senyuman kecil.


Sesaat Flona merasa tertegun, ia juga tahu betul bahwa tuan Ksatria itu memperlakukan dirinya dengan baik. Tapi yang ia rasakan hanyalah karena Flona merupakan orang kepercayaan dari Lady yang harus ia jaga. Tapi Flona juga tidak ingin membuat sang Nona khawatir, pada akhirnya kali ini ia berpikir sebaiknya untuk mengalah saja kepadanya.


Jika sapu tanganku juga di tolak, itu tidak akan menimbulkan masalah. Karena aku bukanlah seorang Lady bangsawan.

__ADS_1


“Baiklah Nona.” sahutnya diiringi anggukan kecil. Mendengar hal itu Lucy benar-benar senang bukan kepalang.


Namun wajah Flona kini masih terlihat ragu-ragu, “Sebaiknya saya menyulam apa ya..” gumamnya yang kebingungan, walaupun tangannya terampil.. ia tidak tahu bunga kesukaan Sir Emillo seperti apa. Tiba-tiba saja Lucy teringat akan sebuah penggambaran karakter Sir Emillo di dalam buku.


‘Wajahnya yang tegas namun menampilkan senyuman yang lembut seperti angin laut. Rambut peraknya yang indah terasa membawakan kedamaian yang dalam, juga tatapannya yang sendu menampilkan kharisma yang mengagumkan. Yang tersisa saat ini hanyalah kesendirian dengan perasaan sedihnya yang berlarut. Sebagai Ksatria pelindung, ia merasa gagal karena Lady yang selalu ada dalam lindungannya kini telah tiada di dunia ini.’


Sekilas hanya seperti pujian biasa, tapi sebenarnya setelah mengingat kembali karakteristik Sir Emillo dengan susah payah..


AKU TIDAK DAPAT PETUNJUK APAPUN!


Brukk..


Rasanya ia ingin ambruk di atas meja, ia merasa paling mengetahui dari karakteristik setiap tokoh-tokoh ini hanya saja ternyata Lucy tidak mengetahui apapun kesukaan mereka.


Aku terlalu sombong.. tapi—


...***...


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Suasana perburuan biasanya dilaksanakan pada musim gugur untuk memanfaatkan cuaca yang sejuk dan juga stabil. Perburuan bagi Pria adalah hari dimana mereka dapat berburu mangsanya tanpa adanya suatu hal yang dibatasi, karena bagi mereka ini adalah kompetisi dimana pemenangnya adalah yang mendapatkan hewan buruan terbanyak.


Sedangkan bagi Perempuan, ini tidak ada bedanya dengan pesta minum teh biasa sembari menunggu kedatangan pasangannya. Namun mereka juga sama khawatirnya karena menantikan gelar wanita terhormat di tahun ini yang entah akan jatuh kepada siapa.


Aku tidak pernah menantikan hari seperti ini, karena bisa saja ini merupakan hari tersialku!


Usai menaiki kereta kuda menuju hutan dan perbukitan dimana lokasi berburu yang telah ditentukan seperti biasa, sembari mabuk darat Lucy menerima uluran tangan Reygan yabg terasa lembut dan hangat.


Senyuman Pria itu yang cerah benar-benar membuatku merasa lebih segar. Ugh— kereta kuda sialan!

__ADS_1


“Lucy sudah siap?” tanya Pria itu bernada ramah.


Entah kenapa tuan ksatria berambut putih itu kelihatan senang dengan senyuman yang terpampang di wajahnya. Ia bertingkah tidak seperti biasanya, dengan perasaan ceria itu Sir Emillo melenggang pergi menghampiri pasukan ksatria yang lain.


“Tentu Yang Mulia.” tuturnya bersamaan senyuman manis yang telah ia latih selama ini.


Bagaimana bisa aku tidak siap untuk menghadapi hari dimulainya konflik pada kisah ini?


Walaupun kondisi dirinya tidak baik-baik saja, dengan susah payah Lucy menyembunyikannya. Karena ia harus terlihat kuat dan tegar, ia hanya berpegang pada harapan yang berharap kejadian di buku itu tidak akan ternadi di masa seperti ini.


Karena dari awal semuanya telah berbeda, berarti mengacaukan isi dan seluruh alur cerita adalah jawaban yang terbaik. Dewa.. semoga anda berpihak kepada saya.


Dengan ramah dan menawan, Lucy membantu Reygan untuk bertegur sapa dengan bangsawan yang lain. Hanya saja perasannya jadi memburuk ketika melihat Sheyra yang hadir ke perburuan ini tanpa adanya rasa beban, ia rasa perkiraannya saat ini benar.


“Kurasa wajahnya setebal tembok. Bagaimana bisa tanpa merasa malu dia berkeliaran kesana kemari dengan siasat akal bulusnya itu.” gumam Lucy ketika memperhatikan Sheyra dari kejauhan. Reygan hanya terdiam memandanginya dengan raut wajah yang datar.


Tapi memang tidak aneh lagi, mau seburuk apapun reputasi perempuan itu, ia pasti tetap datang ke tempat ini sebagaimana alur yang ditetapkan. Tapi yang paling aneh disini adalah Reygan sendiri, Lucy merasa bahwa Pria itu terlihat khawatir berlebihan bahkan melebihi rasa khawatir Lucy sendiri.


Kenapa Yang Mulia gelisah?


Dengan cekatan Lucy menggenggam pergelangan tangannya untuk memberi dukungan diiringi senyuman yang cerah, berharap bahwa Pria itu dapat merasa tenang tanpa memikirkan hal buruk apapun. Usai pandangan mereka yang bertemu, rasanya raut wajah Reygan terlihat lebih baik dari pada sebelumnya.


Tapi entah kenapa situasi yang manis seperti saat ini malah membuat seorang gadis dengan surainya yang berwarna merah terlihat menggertak kesal dengan tatapan matanya yang terlihat iri. Lucy yang menyadari tengah di awasi dari kejauhan hanya tersenyum lebar dengan niatnya yang menahan tawa.


Sheyra.. ? Ffttt..


__ADS_1


__ADS_2