
Mengapa Lucy sampai berani beropini begitu? Karena insiden Calrhintis dianggap dengan Sheyra yang sengaja mengoceh dan mengganggu monster yang hanya diam hingga menciptakan keributan hebat dengan mencoba memfitnah Lucy yang pada dasarnya terlihat hanya diam saja. Namun semuanya berbeda ketika sang penyihir yang di tuduh itu ternyata malah menyelamatkan banyak nyawa bangsawan dengan bantuan pedang Tyson Rose miliknya yang terpahat dengan indah.
Lalu citra Lucy pun semakin membaik karena telah menyelamatkan Sheyra dengan kekuatan sihirnya, bahkan ketika gadis itu tahu akan mendapatkan konsekuensinya seperti apa, Lucy terlihat tidak goyah untuk memberikan sedikit sihir penyembuhan kepada perempuan yang telah memfitnahnya dengan kejam.
“Tindakan Nona yang bermartabat membeberkan bukti bahwa Nona telah memaafkan perbuatan Nona Sheyra yang berkali-kali telah berbuat jahat kepada anda.” ungkap Flona yang kini telah menyampaikan berbagai informasi yang tersebar diluar sana.
“Ah begitu, jadi— Karena aku terlihat memaafkan sikapnya. Mereka tidak menghukum lebih jauh akan Sheyra yang berusaha menghancurkan ikatan persahabtan antara manusia dengan Calrhintis begitu saja.. itukan tidak masuk akal Flona.” gerutunya yang menerbitkan rasa ketidak puasan di wajahnya.
Gadis itu mengerti apa maksud dari Nonanya, sang Nona sedang merasa tidak adil dengan hukuman kecil yang diberikan kepada Sheyra setelah apa yang dilaluinya dengan buruk sampai berhari-hari. Tapi mau bagaimana lagi, toh mau rumor ataupun masalah itu, kini telah terlewati jauh pada saat dirinya tak sadarkan diri untuk waktu yang panjang.
Mereka juga sepertinya tidak mungkin untuk menunda hukumannya sampai menungguku terbangun.
Tapi kenapa..
Lagi-lagi perempuan itu hanya mendapatkan hukuman pengasingan diwilayahnya selama dua bulan! Itukan benar-benar keputusan yang bodoh, walaupun setidaknya semua kejadian ini memang menambahkan kesan dan citra yang semakin baik untuk seorang Lucy yang awalnya dirumorkan buruk, tapi— tetap saja Lucy merasa bahwa ini tidak adil untuknya.
Memang sih, bukankah dengan begini kedepannya tidak akan ada sebuah adegan yang berani menuduhnya sebagai penyihir kegelapan lagi kan? Setidaknya, satu misi berhasil dilaluinya dengan baik, akhir kematiannya yang akan di bakar hidup-hidup oleh api itu takan pernah terjadi lagi bukan?
Tapi— bukan berarti aku tidak akan mati dengan cara yang lain, semuanya belum aman sebelum penyihir kegelapan itu mati ditanganku. Walaupun saat ini aku masih bisa tenang karena menurut rumor saat ini Sheyra hanya menghadiri berbagai acara tanpa berbuat apa-apa.
Biasanya ia hanya akan setor wajah kemudian berdiam diri di sudut Hall seperti tidak pernah terlihat sama sekali. Karena para bangsawan juga memperlakukannya seperti tidak pernah ada. Itu merupakan pilihan yang tepat untuk seseorang seperti dirinya.
__ADS_1
Aku juga tidak mau menerima kenyataan ini, namun bagaimana caranya diriku mengakui bahwa kehidupan ini memang merupakan kehidupanku dimasa lalu ku?
Jadi— Samantha memang tidak pernah mengatakan hal yang salah ya..
“Nona.. Bagaimana jika anda buka dan baca saja isi suratnya? Mungkin itu akan membuat perasaan Nona lebih baik..” khawatir Flona disampingnya, ia merasa tidak enak ketika sang Nona berlarut pada lamunannya sendiri sampai membuat gadis itu memasang raut wajahnya yang kelihatan sedih.
Itu sudah pasti bahwa Lucy telah melamunkan masa-masa sedihnya yang tidak bisa ia ceritakan kepada Flona dengan bebas. Tapi, walaupun sedikit.. setidaknya gadis itu ingin menjadi kekuatan untuknya.
“Ah benar, karena cerita Flona terlalu asik di dengarkan. Aku jadi lupa dengan ini!” serunya yang sedikit menyisipkan kata kebohongan di bibirnya.
“Padahal baru saja kemarin aku mendapatkan sambutan kerinduan dari surat yang dikirimkan oleh Tuan Putri Federica kepadaku, melihat Nona Theyril yang mengirimkan suratnya pada hari berikutnya membuatku sedikir kepikiran, apa mereka janjian untuk melakukan ini secara bergantian di belakang ku?” keluh nya di setiap pergerakan tangannya yang mencoba membuka amplop surat itu satu per satu.
“Sepertinya, itu hanya kekhawatiran Nona yang berlebihan.” omelnya yang hanya mendapatkan tatapan sebal dari sang Nona.
Jika ia membaca isi surat dari sang Ayah, itu hanya memberitahukan kabar bahwa dalam dua hari lagi sang Ayah akan berkunjung ke istana untuk menjenguk putrinya yang baru saja pulih. Padahal jika didengar dari kabarnya, tuan Count saat kni tengah berada di wilayah County dan bukan sedang berada di rumahnya yang berada di Ibu Kota.
Bukankah itu sangat jauh? Memangnya tidak masalah jika beliau bulak-balik diperjalanan yang jauh seperti ini? Huft, memang benar beliau sepertinya sangat menyayangi Putrinya sejak awal.
Sedangkan surat yang ia terima dari Marchionest Theyril, “Ah, ia mengundangku ke pesta kehamilannya yang kini tengah berusia 7 bulan. Waktu memang berlalu dengan.. cepat ya?” ujarnya yang kini seperti tengah mengucapkan kata yang tabu bagi seorang Lucy.
Waktu yang mengalir cepat dimataku tidak ada apa-apanya dibandingkan Morticia yang merasa di setiap tahun-tahunnya telah berganti seperti helaan nafas.
__ADS_1
Pada surat undangan yang ditulis langsung oleh Sylvhia juga hanya menyisipkan salam rindunya kepada Lucy. Gadis berambut pirang itu kini hanya tersenyum lega ketika tahu bahwa kabar Sylvhia ternyata baik-baik saja. Walaupun awalnya ia khawatir akan syok karena nyonya muda itu telah mengalami tragedi mendadak di pesta perburuan kerajaan pada kondisi tubuhnya yang tengah mengandung.
Tapi ini benar-benar di luar dugaan, katanya para perkumpulan kelas atas itu juga akan menerima dan menyambut Lucy dengan hangat untuk mengundangnya bergabung pada kelompok mereka?
Ha.. aku akan senang jika mereka melakukan hal ini sejak awal, kabar tentangku yang tersebar bukankah akan membuat mereka kepikiran jika membangun koneksi denganku lebih awal merupakan keputusan yang menguntungkan untuk mereka?
Huft, dasar bangsawan kolot.
Jadi, akhir surat itu bertuliskan, “Saya mohon untuk kehadiran anda di perayaan kehamilan saya yang ke 7 bulan. Disini kami semua juga merindukan kehadiran Nona yang indah tiada taranya. Salam saya, Sylvhia Theyril.” tukasnya yang usai membacakan isi suratnya dengan tartil.
Perkumpulan kelas atas? Sosial? Kedudukan? Semua itu rasanya tidak berarti apa-apa lagi untuknya, rasanya tanpa bergabung dengan mereka pun semua orang akan berpihak kepadanya ketika rumor bahwa dirinya merupakan seorang reinkarnasi dari penyihir abadi telah tersebar dengan luas.
“Tapi memang benar, sebaiknya aku harus segera menunjukkan diriku diluar sana.” Berbagai acara yang diselenggarakan tentunya tidak pernah ia hadiri dengan dalih sakit, pesta perayaan tahun baru pun tidak sempat ia kunjungi, sehingga Reygan hanya berdiri seorang diri bersama Yang Mulia Ratu sebagai partnernya untuk menggantikan sang Raja yang terbaring sakit di tempat tidurnya.
Katanya kondisi Raja semakin tidak baik, ini membuatnya mengerti mengapa ia tidak pernah mengunjungi calon menantunya yang baru siuman setelah sekian lamanya tertidur.
Anehnya.. wajah perempuan itu kini terliat berubahberubah.
Kabar baik yang baru saja ia dengar dengan menerbitkan senyuman kecilnya kini telah membawakan perubahan kecil ketika ia memandangi satu surat terakhirnya yang di hias dengan mewah. Hatinya kini begitu janggal ketika memperhatikan dari setiap kata demi kata yang tertera di atas kertas itu.
Ah.. Ini—
__ADS_1
“Walaupun bukan acara formal, sepertinya Yang Mulia Ratu mengundangku..”