
Beberapa hari telah berlalu semenjak kepergian Putra Mahkota dari istana, hari-hari yang ia lalui masih sama dengan menjalankan rutinitas seperti biasanya. Yang ia lakukan saat ini hanyalah melamun di dalam rumah kaca sembari menghela nafas tak jelas, tangannya kini hanya menopang dagunya dengan tatapan bosan sembari membiarkan buku bacaannya tergeletak di atas meja.
Yvone bilang Madam Adelai sudah di pecat dan di penjarakan untuk sementara waktu, setidaknya yang memutuskan hukuman ini tetap Putra Mahkota. Lucy cukup menuai banyak pujian karena ia bisa menangkap tikus dapur yang kurang di perhatikan selama ini.
Walaupun pujian ini terlalu berlebihan untuk ku, karena sebelumnya tanggung jawab pemegang istana ini memang di pegang oleh madam adelai, tentunya tidak akan ada yang menyadari dengan adanya penggelapan dana ini.
“Yah, setelahnya memang digantikan oleh tuan Yvone atas perintah Putra Mahkota agar bisa membantuku~” tukasnya diiringi rasa bosan.
“Nona membicarakan apa?” tanya Pria jangkung itu yang hanya dibalas dengan helaan nafas.
Entah kenapa disaat seperti ini, Lucy merasa merindukan sosok tengilnya yang bikin kesal, anda tak berniat berkeliaran di Duchy selamanya kan?
Entah kenapa Sir Emillo yang tengah mengawalnya hanya bergidik heran seolah bisa membaca isi pikiran gadis itu, padahal Yang Mulia baru pergi selama 3 hari Nona..
Setidaknya Lucy saat ini bisa bernafas dengan tenang, karena perempuan gila aka Sheyra itu tidak mungkin berani berkeliaran di wilayah perpustakaan kerajaan maupun mengikuti acara Nona bangsawan jika ia memperhatikan reputasinya sendiri.
“Sir, apa yang harus ku lakukan di saat bosan seperti ini ya?” tanya perempuan itu sembari bermalas-malasan dengan buku bacaannya.
Pria itu tampak memikirkannya dengan hati-hati, tak lama kemudian ia bersuara dengan perasaannya yang masih ragu. “Mungkin Nona mau pergi bermain keluar?” sarannya yang malah membuat Perempuan itu memasang raut wajah kesal.
“Uhhm.. pergi keluar, memangnya boleh saya pergi keluar tanpa izin Yang Mulia?!” gerutu gadis itu dengan tatapan sebalnya.
Sekilas Pria itu terlihat menghela nafas, “Apa Nona tidak tahu? Anda diizinkan keluar masuk istana kapanpun itu asalkan saya mengawal anda di belakang.” jelas Pria itu yang sukses membuatnya terpaku dengan wajah tercengang.
Aku? Diperbolehkan keluar? Selama ini? Lantas kenapa manusia sialan itu tidak pernah memberitahuku? Ini sungguhan? Aku kira selama ini di kurung di istana tanpa alasan, tapi..
“APA?!” teriaknya yang sukses membuat Sir Emillo melongok kanget. Flona yang tengah memetik beberapa bunga untuk di simpan di dalam vas juga terlonjak kaget.
Krik..
Krik..
“Ekhem! Maaf saya tidak berniat berteriak.” dehemnya dengan halus, tak lama kemudian ia meraih bukunya untuk segera di baca lagi.
Usai memasukan bunga mawar kedalam vas, kini Flona membawanya lalu di letakan di atas meja. Suasananya entah kenapa cukup nyaman. Terlebih suasana hati Nonanya yang bisa dibilang agak ceria setelah pulang dari pesta perayaan Sheyra.
Yah.. semoga suasana hati nona selalu membaik..
“Nona, anda merasa bosan? Bagaimana jika Nona pergi berkunjung ke festival abadi yang di selenggarakan di ibu kota malam ini? Katanya karena sekarang adalah hari pertama, suasanya akan cukup meriah!” jelas Flona dengan antusias, warna matanya terlihat berbinar-binar.
Apa Flona ingin melihatnya?
“Festival abadi ya?” pikirnya sembari mencoba mengingat-ingat lagi.
__ADS_1
Tahun lalu ia juga pernah datang bersama Flona, dan ingatan yang di miliki tidak terlalu baik, karena berakhir dengan pencopetan.
Tidak terlalu banyak yang di rampas sih.. tapi itu bukan masalah. Kalau ada Sir Emillo, harusnya tidak akan terjadi apa-apa kan?
Festival abadi merupakan festival yang di selenggarakan oleh para rakyat di setiap tahunnya dimana untuk mengingat dan mengenang akan kisah cinta penyihir abadi dengan Raja terdahulu, Raja Caesare Garfield. Kisah mereka memang tenggelam di antara bangsawan, namun tidak dengan para rakyat yang selalu menghormati leluhur mereka yang membentuk kerajaan ini dengan baik.
Tentunya beberapa bangsawan juga ikut serta hadir di acara ini, karena kembang api yang muncul saat di tengah malam benar-benar meriah.
Menurutku sih tidak ada bedanya dengan Festival musim panas, hanya saja.. mungkin perbedaan tradisi?
“Saran yang bagus Nona.” timpal Emillo yang malah membuat Flona malu ketika menerima pujian itu.
Hmmm.. mereka berdua…
“T-terimakasih tuan.” ujarnya diiringi senyuman tipis. Sudah sejak lama bahwa Lucy mengetahui perasaan gadis itu padanya, hanya saja perbedaan status yang membuat gadis itu merasa minder.
Walaupun Sir Emillo anak haram, ia tetap mengikuti marga Ayahnya dan menjadi Putra bangsawan berdarah campuran, ia juga memiliki gelar ksatria dan menjadi komandan pasukan, sedangkan Flona hanyalah pelayan dari rakyat biasa.
Cukup sulit untuk mempersatukan mereka, tapi hal itu mudah dilakukan jika mereka saling mencintai, aku sendiri… tidak tahu perasaan Sir Emillo seperti apa. Di novel bilang, Sir Emillo akan mencintai Lucy ketika konflik awal dimulai.
Pertemuan Sheyra dan Reygan di perburuan tahun ini.
Deg..
“Nona, anda melamun? Anda sangat bosan ya? Jika anda ingin pergi, anda tidak perlu khawatir. Saya akan mengawal Nona, Yang Mulia tidak akan mempermasalahkannya.” ucap Pria itu yang membuat gadis itu terpaku begitu lama.
Dengan pelan ia menatap ke arah Flona dan Sir Emillo bergantian, ia tersenyum miring. Aku rasa ini waktu yang pas untuk mereka.
“Baiklah, sepertinya akan cukup menyenangkan.” Lirihnya dengan senyuman aneh yang tertera di wajahnya, kedua manusia yang tengah bersamanya kini cukup bergidik ngeri ketika memikirkan apa yang sedang Lucy rencanakan dengan senyuman liciknya.
“Maaf sebelumnya Nona, tapi bagaimana kalo anda pergi sembari mencari hadiah ulang tahun untuk Yang Mulia?” sarann Sir Emillo dengan wajah yang berkeringat dingin, respon Lucy hanyalah bergidik dengan tatapan nya yang malas.
“Untuk apa aku memberikan hadiah ulang tahun, jika ulang tahun Yang Mulia saja masih lama?” tanyanya di iringi perasaan ogah. Terlebih, ia masih kesal terkait izin keluar masuknya istana yang ternyata di perbolehkan.
“Nona kan tidak memberikan hadiah pada ulang tahun Yang Mulia ke 19 tahun.” sindirnya yang sukses menohok hati.
Ohok!
“Eugh.. ini— sebaiknya kita pergi pukul berapa ya?” alihnya yang kini bertanya kepada Flona.
Aku saat itu melakukannya karena teramat benci kepadanya..
“Saat dulu bahkan Nona membuat Yang Mulia tidak berdansa di pesta ulang tahunnya sendiri, karena di depan para bangsawan, Nona menolaknya mentah-mentah.” sindir Ksatria itu lagi diiringi senyuman yang teramat ramah.
__ADS_1
Ma- Sir entah kenapa senyuman itu mengesalkan ya? Dulu aku melakukan ini karena kesal kepada Reygan yang mengabaikan ku di depan para bangsawan.
Benar adanya di pesta ulang tahun Reygan yang ke 19 ini, dia malah sibuk berbincang dengan Sheyra bersama bangsawan lainnya. Namun bagaimanapun dansa pertama harus bersama calonnya, tapi gadis itu menolaknya agar dapat melukai harga dirinya, ternyata permasalahan mereka ini di dasari ke salah pahaman yang rumit.
“Ugh baiklah—”
Berkat ide Flona dan Sir Emillo yang tiba-tiba ini, Lucy terpikirkan matang sebuah misi rahasia untuk mereka berdua, bagaimana jika sembari Lucy pergi mencari hadiah dan juga menikmati Festival malam ini, ia juga ikut serta sembari berperan sebagai Dewi Asmara di antara Flona dan Sir Emillo? Karena yang Lucy yakini, di masa depan nanti mereka berdua akan menjadi pasangan yang berbahagia.
Benar aku pernah memimpikan masa depan dimana Flona tengah mengendong bayi dengan sir Emillo yang tersenyum bahagia di sampingnya! Entah karena dunia ini benar-benar melenceng atas perbuatanku sendiri, setidaknya untuk saat ini aku bisa memberikan akhir yang bahagia untuk mereka!
Jadi tidak apa-apa kan kalau menjodohkan mereka lebih awal? Aku juga tidak akan mati dan membiarkan Sir Emillo terluka sendirian dengan perasaannya yang berlarut.
Lucy hanya percaya dengan masa depan yang di berikan kepadanya lewat mimpi, lagi pula perlakuan Reygan dengan yang di novel teramat jauh berbeda, baginya Sir Emillo tidak mungkin bersimpati sampai jatuh cinta lagi kepadanya. Jika begini..
Dengan cekatan Lucy menggenggam erat pergelangan tangan Flona, di iringi wajah lemah lembutnya Lucy berbicara dipenuhi rasa antusias. “Dengar ya, Flona dan Sir Emillo hari ini akan pergi bersamaku, jadi berdandan lah yang cantik karena hari ini Flona akan menjadi teman bermainku!” ajaknya bernada ceria.
Flona hanya terkejut dan merasa gugup ketika sang Nona menekan nama tuan ksatria itu kepadanya, sedangkan ksatria yang di belakang hanya menatapnya dengan tatapan bingung. Terlebih.. tanpa sengaja beberapa hari yang lalu ia mendengar bahwa Flona menyukai ksatria berambut Putih..
“Ba—baiklah Nona.” angguknya di iringi senyuman tipis, apapun permintaan Nonanya ia hanya akan selalu setuju untuk menurutinya.
Mendengarkan jawaban positive dari Flona, itu membuat hatinya terbuka dengan peluang misi menjadi dewi asmara semakin berhasil, kini perempuan dengan surai pirang itu beralih untuk menatap Sir Emillo yang berdiri di belakangnya.
“Sir, tugas anda hari ini adalah mengawalku bersama Flona ya! Anda pokoknya harus melindungi Lady-lady ini dengan baik, mengerti?” serunya diiringi nada bicara yang ramah.
Dibandingkan permintaan, ini lebih terdengar sebagai perintah sih.
“Baiklah jika nona menginginkan itu.. saya bersedia mengawal anda berdua sekalian.” tuturnya sembari mengangguk pasrah.
Usai mendengar jawabannya, Lucy terangkat mengiring Flona untuk segera bersiap bersamanya, tak lama kemudian ia menyerahkan buku yang Lucy baca sedari tadi.
“Lady-lady ini harus segera berias, saya titipkan buku ini untuk anda.” tuturnya yang tak lama kemudian pergi meninggalkan rumah kaca seolah sengaja kabur darinya.
Ditatap buku bersampul pink itu untuk melihat apa dari judul bukunya, ia terpaku beberapa saat dan hanya merasa tidak menyangka. Ia hanya terpikirkan hal aneh, bahwa Nonanya yang selalu ia kawal setiap hari ini bersifat moralitas, anggun dan sangat memperhatikan imagenya untuk akhir-akhir ini.
Alih-alih buku yang di titipkannya merupakan buku sejarah turun temurun dari kerajaan Garfield, tapi apa-apaan novel romansa ini Nona?! Kenapa juga judulnya harusnya ‘Cinta Pelayan dan Tuan Ksatria berambut putih’ ?!
Kenapa juga anda harus menekan nama Lady di samping anda itu?
Nona, anda sehat?
Sebenarnya ada apa dengan Nona hari ini?!
__ADS_1