
Mengapa rumah kaca itu menjadikan suatu hal yang spesial bagi Lucia? Itu karena Cesarre mengatakan kata cinta disetiap harinya sembari membawakan sebuket mawar biru yang indah seperti netra safirnya.
Walaupun awalnya Lucia menerima lamarannya tanpa atas dasar cinta, namun hatinya bersikukuh untuk menerimanya, “Karena aku telah melakukan sumpah setia kepada Yang Mulia.” begituah pikirnya.
Namun dengan seiring berjalannya waktu, cinta pun tumbuh semakin dalam diantara mereka, dan mereka pun menjadi pasangan yang paling bahagia dan juga di berkati oleh seluruh bangsawan dan rakyatnya di kerajaan Garfield.
Pada akhirnya, nama Lucia de Lamorrie Ticya hanya bertahan sampai 2 tahun ketika acara pernikahan mereka berlangsung dan mengubah nama belakangnya menjadi Lucia d Garfield.
...***...
Suatu ketika, ketika sebelum pernikahannya berlangsung pada satu tahun kedepan. Mereka pernah berbincang dengan hangat dibawah langit malam yang membiru dengan indah. Saat itu Cesarre tengah berbaring dibawah rerumputan sembari menatapi indahnya bintang dibawah sinar rembulan. Sedangkan Lucy hanya menundudukkan dirinya diiringi kelopak matanya yang terpejam.
Cesarre merupakan Pria yang begitu memuja warna biru karena itu merupakan warna mata Lucia yang terang benderang seperti permata safir yang berkilau di malam hari. Gadis penyihir itu memanglah sangat cantik, rambut pirangnya yang panjang kini berterbangan menyambut angin malam yang berhembus menerpa kulit putihnya.
“Kamu adalah pahatan terbaik yang pernah Dewa ciptakan untukku. Tapi— walaupun 9 tahun telah berlalu, kamu benar-benar tidak pernah berubah.” ungkapnya yang kini menghirup wewangian dibalik helaian rambut sang gadis.
Wangi lemon..
“Yang Mulia.. terlalu memuji saya.” tuturnya yang kini memeluk lututnya dengan erat. Tidak ada usia bagi seorang penyihir yang hidupnya abadi, mau beratus tahun berlalu penampilan mereka takan pernah berubah. Kecuali ia benar-benar mendapati kematian yang membuat dirinya tak lagi hidup untuk waktu yang lama.
Sering kali hati kecilnya berharap bahwa ia terlahir sebagai manusia biasa, namun itu hanyalah angan-angan kecil yang mungkin tidak akan pernah terwujud untuk selamanya.
“Namamu memang indah.. Lucia de Lamorrie Ticya. Namun itu terlalu panjang..” oceh Cesarre diiringi wajah cemberutnya. Lucia hanya mengedikkan bahunya dengan menatapnya aneh.
“Itu kan.. Yang Mulia sendiri yang memberikannya.” protes gadis itu yang dibalas cengiran tak berdosa olehnya.
Huftt..
Usai menghela nafas, Pria itu kini memejamkan matanya. “Apakah kamu mengizinkan diriku untuk memanggil namamu dengan panggilan yang lain? Ini seperti nama kesayangan dan hanya aku yang boleh memanggilnya.” pintanya yang kini membuat gadis berambut pirang itu menoleh ke arahnya.
__ADS_1
Ia pun kini ikut berbaring disampingnya, tatapan mereka kini bertemu. Lucia terlihat mengangguk diiringi senyuman kecilnya, “Apapun itu, saya akan selalu menuruti perintah Yang Mulia.” balasnya dengan paparan kemerahan yang bersemu di pipinya.
Cesarre terlihat bahagia.. segurat senyuman yang merekah terbit diwajahnya yang tampan. Iris rubynya berkilau dengan terang, hatinya berteriak keras dengan sekuat tenaga.
Akhirnya..
Kamu.. mulai jatuh cinta kepadaku kan.. dasar penyihir yang dingin..
Rasanya begitu sulit bagiku untuk membuka isi hatimu, Lucia..
Akan tetapi..
“Jika berkenan, aku akan memanggil namanu ‘Morticia’ hingga aku mati.” celotehnya yang lucunya itu benar-benar terjadi.
Lucia kini hanya mendengar nama panggilan itu, bahkan hingga malaikat pencabut nyawa itu tiba menghampirimu, kamu tetap memanggilku seperti itu..
Ya.. Malaikat maut yang tiba untuk membawa kekasih tercintanya dan pergi dalam waktu yang lama.
...***...
Entah untuk yang keberapa kalinya ia mendatangi tempat ini, namun ia tidak berniat menghentikan langkahnya sama sekali. Ia hanya menangis seorang diri sembari mengatakan permohonan yang sama kepada sang Dewa untuk mengabulkan keinginannya.
Ia menangis tersedu-sedu ketika menyadari bahwa seorang penyihir yang murni seperti dirinya tidak dapat memiliki keturunan. Hatinya begitu tercabik-cabik ketika para bangsawan mendesak Cesarre untuk menikahi seorang selir dan mendapatkan seorang penerus darinya.
Namun sang Dewa mendengarkan tangisannya karena, “Kamu adalah anak yang sangat aku cintai. Maka aku akan meng anugerahkan satu hadiah untukmu.” Yaitu Lucia melahirkan seorang Putra dan Putri yang kembar dengan kondisi yang sehat pada tahun berikutnya.
“Pada akhirnya, Cesarre Garfield tidk lagi berpikiran untuk menikahi wanita lain.”
Walaupun para bangsawan tetap mendesakknya untuk memperkuat koneksi dengan menikahi para gadis bangsawan yang berasal dari keluarga yang terhormat. Namun Lucia kini benar-benar muak dengan tatanan peraturan dan para bangsawan yang haus akan ke kuasaan.
__ADS_1
Aku melindungi kalian, bukan untuk mendapatkan imbalan dan perlakuan yang seperti ini..
Tapi..
“Bangsawan, tahkta, harta dan seluruhnya.. benar-benar memuakan. Aku tidak menyangka bahwa seorang bangsawan ternyata memiliki hati yang dingin.” ungkapnya yang tengah menahan tangis dibawah sinar rembulan dengan hembusan angin yang menyeruak menyelimuti tubuhnya yang berbalut kain tipis.
Saat ini Lucia tengah melamun di sebuah balkon kamarnya, pada akhirnya Lucia yang tak kunjung kembali membuat Cesarre terbangun dan menghampirinya diiringi perasaan dan raut wajahnya yang khawatir.
“Aku.. demi melindungi mu dan anak-anak kita yang belum bertumbuh besar, aku terpaksa harus menempatkan beberapa selir disampingku. Maafkan aku..” sesalnya yang kini memeluk perempuan itu dari belakang.
Gadis itu kini tersenyum nanar.. tatapan matanya terlihat begitu kosong. “Keputusannya memang begitu ya..” lirihnya yang kini hanya terisak dalam keheningan.
Selain dengan terang-terangan ingin menyingkirkan dirinya di posisi Ratu, para bangsawan itu benar-benar jahat sampai mengirimkan pembunuh bayaran untuk membunuh anak-anaknya, beruntungnya mereka dapat selamat berkat adanya barrier penghalang yang dipasang oleh Lucy untuk melindungi mereka.
Walaupun begitu, puluhan tahun mendatang kini berjalan dengan damai berkat Cesarre yang mau menikahi beberapa gadis bangsawan untuk menempatkan mereka di posisi selir Raja. Pada akhirnya, posisi Ratu tetap aman dan kokoh. Lucia pun membantu Cesarre untuk memimpin kerajaan Garfield dengan baik hingga akhir hayatnya.
Namun hal buruk yang dimiliki seorang penyihir, ialah hidupnya yang diberikan anugerah untuk hidup abadi. Sayangnya, itu merupakan mimpi buruk yang tidak pernah ingin di karuniai oleh siapapun.
Karena semakin lama dirimu hidup, maka semakin banyak dirimu merasakan ditinggalkan, sendirian, penyesalan, dan hidup kesepian dengan merasakan kerinduan yang menyiksa batin.
Seperti sebutannya yang merupakan penyihir abadi, Lucia adalah sosok yang merasakan aliran kehidupan secepat kedipan mata. Karena walaupun menyaksikan beberapa orang di sampingnya yang menua, penampilannya yang cantik tidak pernah berubah sama sekli.
“Hal yang paling aku takutkan.. adalah kamu yang pergi meninggalkanku..”
“Namun mengapa semua itu harus terjadi..”
“Jangan tinggalkan aku..”
“Cesare.”
__ADS_1