Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 56 : Calrhintis


__ADS_3

Situasi yang ambigu membuat mereka bingung untuk memahami suasana aneh seperti ini. Beberapa orang menatap keberadaan Lucy sebagai pembohongan dan ada juga yang tidak percaya dengan segala perkataan dan juga penjelasan mendadak dari Sheyra.


“Nona Lucy?” tanya Federica dengan pelipisnya yang mengernyit pertanda ia merasa kebingungan, tatapan matanya berkata seolah menuntut jawaban yang ingin ia dengardengar kepadanya.


“Jadi Nona Lucy melakukan itu? Tapi itu tidak mungkin..”


“Tapi.. kondisi Nona Sheyra sampai seperti itu loh? Sedangkan Nona Lucy terlihat baik-baik saja..”


“Tapi bagaimana jika Nona Sheyra yang berbohong? Dia kan sepertinya tidak suka kepada Nona Lucy. Sejak dulu kan si rubah itu suka cari gara-gara kepadanya karena menginginkan posisi Putri Mahkota.”


“Benar juga..”


Pastinya akan muncul pro dan kontra seperti biasa diantara mereka, hanya saja Lucy sedikit bernafas lega karena setidaknya masih ada beberapa Lady yang mau memihaknya disituasi genting seperti ini.


Sedangkan Sheyra kini hanya menunduk untuk menyembunyikan wajah kesalnya yang tengah berdecih dengan sebal. Ia merasa marah karena bahkan sampai dirinya repot-repot melakukan sandiwara seperti ini tapi tidak ada siapapun yang mau mencoba memihaknya dengan baik.


“Mana mungkin seperti itu, saya kan sudah berkali-kali melarang anda.. tapi anda malah bersikeras untuk pergi kedalam hutan.. Sebenarnya apa yang anda lakukan sampai monster albino terbangun begini. Nona Sheyra.. sebenarnya kenapa anda sebenci ini kepada saya?!” pekiknya bernada kecewa, kini Lucy melangkah mundur untuk menghindar darinya.


Telapak tangannya kini terangkat untuk menutupi wajahnya yang terlihat sedang menahan isak tangisnya. Sorot netranya yang berwarna coklat kini hanya memancarkan rasa kekecewaan yang memebeludak.


Lihatlah... betapa sempurnanya aktingku, seharusnya kamu belajar dengan baik Sheyra..


Beberapa Lady mencoba membantu Sheyra untuk berdiri dan menyuruhnya beristirahat pada sebuah kursi, walaupun mereka berbisik dengan terang-terangan di belakangnya. Namun mereka masih bisa bersikap baik dengan memberikan teh yang hangat untuk meredakan gemetaran yang menimpa tubuh Sheyra saat ini.

__ADS_1


Sebenarnya mereka bertanya-tanya, apakah Sheyra memiliki penyakit delusi sehingga mengarang cerita yang tidak-tidak hingga mengacaukan hari berburu sampai seperti ini?


Lagi pula tidak mungkin bagi Lucy yang notabene nya memiliki trauma dengan hutan malah pergi ke arah hutan yang paling dalam demi membangunkan sosok monster albino untuk membalaskan dendamnya kepada Sheyra.


Ratu Riana yang telah mendengar kabar pertikaian itu terlihat tidak begitu senang ketika menatapnya dari atas sana. Karena Raja telah kembali duluan, maka tanggung jawab ditempat ini beralih kepadanya yang merupakan seorang Ratu. Entah ia berniat menganalisa terlebih dahulu atau apapun itu, sang Ratu saat ini hanya bisa mengamati pergerakan mereka tanpa suara.


Namun sayangnya perhatian mereka kini lebih tertuju kepada sebuah getaran dan guncangan keras yang menerpa pada tanah yang saat ini sedang mereka pijak.


“Ada apa ini?” tutur Lucy yang kini mencoba menyeimbangkan posisi tubuhnya pada getaran yang seperti gempa bumi ini.


“Fft..”


Semua orang sibuk menyelamatkan diri mereka karena merasa bahwa saat ini telah terjadi bencana gempa bumi, namun pemikiran mereka berubah ketika mendengar sebuah auman yang melengking di balik pepohonan tinggi yang sebagiannya telah tumbang.


“Kau benar-benar membangunkan monster itu?! Kau gila?!” bentak Lucy yang kini menatapnya dengan tatapan tak percaya, tubuh perempuan berambut merah itu kini di ombang-ambing dengan keras.


Namun yang ada, Sheyra hanya bereaksi dengan menerbitkan senyuman merekah di wajahnya. Lucy juga sebelumnya merasa bahwa ia tidak pernah salah mendengar. Tadi ia mendengar suara tawaan kecil kan? Lagi pula, seseorang yang bisa tertawa dibalik kehebohan dan kepanikan orang-orang di situasi yang mengerikan seperti ini hanyalah Sheyra seorang. Wanita gila dengan sejuta idenya.


Jadi, sebenarnya kau mengharapkan apa pada situasi kacau yang kau ciptakan sampai seperti ini sialan?!


Ini meruakan situasi yang tidak pernah Lucy bayangkan sama sekali. Alur yang rusak pun akan berubah menjadi semakin rusak. Sheyra si pemeran utama gadungan itu benar-benar menikmati situasi saat ini. Sedangkan Lucy saat ini hanya bingung harus berbuat apa dikala para ksatria yang berjaga di sekitar sini hanya ada sebagian kecil, bahkan tidak sampai separuhnya.


Kebanyaan dari mereka merupakan pengawal dan pelindung Ratu, Sir Emillo yang merupakan ksatria pelindungnya sudah jelas saat ini berada di area perburuan. Lalu jika dipikirkan dengan teliti, berarti ini merupakan alasan Sheyra membuat beberapa ksatria tersesat di dalam hutan kan?

__ADS_1


Apa yang harus aku lakukan sekarang?!


Wajahnya terlihat panik, hingga beberapa lady yang juga merasa ketakutan kini malah saling mendorong untuk mengamankan diri dari jangkauan monster albino itu. Sesaat ia teringat dengan rupa monster yang mendekat kearahnya, memang ia seperti badak bercula, namun ukurannya benar-benar besar dan kulitnya berbulu putih. Giginya juga terlihat runcing serta memiliki 4 kaki berkuku tajam dengan ekornya yang seperti harimau.


Dia bukanlah hewan buas, tapi itu merupakan monster Calehintis sang monster sihir. Conon katanya seseorang yang berhasil menaklukan Calrhintis maka ia akan memperoleh kekuatan sihir yang besar jika menandatangani kontrak dengannya.


Karena nenurut buku sihir ia juga berumur ratusan tahun dan hanya akan tertidur di sebuah pedalaman hutan. Pada dasarnya Calrhintis juga mengumpulkan energi sihirnya dengan hanya tertidur seperti hibernasi. Biasanya ia akan terbangun setiap 100 tahun sekali, dan terbangun di waktu saat ini bukanlah hal yang tepat.Itulah mengapa kondisinya yang begini membuat para penyihir kesulitan menaklukkan mereka apalagi menjalin kontrak dengannya.


“Walaupun ia seorang monster, Calrhintis tidak menyerang manusia, kecuali ada sesuatu yang dapat memicu dan mengendalikan pikirannya.” geurutu Lucy sembari berpegangan kepada meja. Guncangan tanah saat ini benar-benar bukan main.


“Itu sihir!” teriak Sylvhia yang sama-sama mengerti tentang pengetahuan dari monster Calrhintis.


Begitu rupanya, kau yang membangunkan monster itu dengan sihir. Tapi bagaimana bisa kamu membawanya kemari.. kau membuatnya berteleport ke tempat ini? Atau— Tapi bagaimana bisa..


Lucy hanya tidak mengerti dengan cara apa Sheyra hingga sampai membawanya ketempat ini. Seberapa banyak sihir yang ia kerahkan demi menciptakan kekacauan yang sempurna seperti ini dan juga keuntungan apa yang ia dapatkan? Entahlah.. namun hati Lucy yang tersisa saat ini hanyalah mengutuknya dengan kesal.


Dasar perempuan gila!


Melihat tidak ada tanda-tandanya keributan ditengah hutan, yakni dimana para pria yang sedang berburu. Ini cukup membuktikan bahwa Calrhintis tidak datang ke tempat ini melewat hutan.


Tunggu— kekuatan penyihir yang lemah memang akan bertambah ketika ia mendapatkan kekuatan sihir dari sumber yang lain.


Poin penting pada kejadian ini dapat disimpulkan dengan Sheyra yang mengincar kontrak sih8r dengan Calrhintis.

__ADS_1



__ADS_2