
Usai mendengar penjelasan Reugan yang cukup membuat dirinya merasa tenang, akhirnya ia tersenyum sembari menghembuskan nafasnya dengan perasaan lega. “Baiklah Rey~” timpalnya bernada ceria.
Kini gadis itu membangkitkan diri untuk mengambil sesuatu yang tersimpan di atas nakas, kemudian ia berbalik dan kembali menghampirinya sembari menyerahkan kotak hadiah itu kepada Reygan.
“Ini— maafkan atas ketidak sopanan saya sebelumnya, jika di sebut hadiah ulang tahun.. maka terlalu terlambat untuk melakukannya. Jadi anggap saja bahwa saya hanya ingin memberikan hadiah untuk Rey.” ungkapnya dengan wajah berseri-seri.
Pria itu yang awalnya terlihat murung kini berubah drastis menjadi ceria. Ia sepertinya menerima hadiah Lucy dengan senang hati. “Aku telah menunggu ini sejak lama..” jujurnya yang entah kenapa rasanya terdengar sedih.
Lucy merasa bersalah telah mempermalukan Pria itu diulang tahunnya dulu, namun yang bisa disalahkan hanyalah situasi yang telah membuat mereka salah paham. Tapi gadis itu bersyukur ketika melihat wajah Reygan yang tegas kini telah berubah memancarkan sebuah senyuman yang tulus.
“Aku ingin melihatnya..” gumam Pria itu sembari menerka-nerka isi dari hadiah yang diberikan Lucy.
Gadis itu terlihat menahan tawa ketika melihat raut wajah Reygan yang sebegitu penasarannya, baginya itu terlihat menggemaskan.
“Buka saja Rey.” tukasnya yang ingin melihat respon dari Pria itu terhadap hadiahnya.
Pria itu pun mengangguk kemudian membuka hadiahnya setelah menerima persetujuan dari Lucy, karena ada beberapa kasus yang membuat seseorang tidak nyaman jika membuka langsung hadiah tersebut di depan orang yang memberikannya. Usai dibuka kotaknya, ternyata kotak tersebut berisikan bros dengan permata ruby yang berkilau seperti iris matanya yang indah.
“Ini.. Lucy mendapatkannya dari mana?” tanyanya yang teramat penasaran, ia merasa tidak asing dengan keberadaan benda tersebut. Entah kenapa rasanya seperti pernah melihatnya di suatu tempat.
Tapi itu dimana ya?
Gadis itu kini merasa panik bukan main ketika Reygan memperlihatkan raut wajah yang tidak sesuai dengan ekpektasinya, ia berpikir apakah Pria itu tidak suka dengan hadiahnya, atau permata itu tidak bernilai sama sekali dimatanya?Entah yang mana yang benar, tapi jawaban Pria itu sukses membuat lamunannya terbuyarkan.
“Aku menyukainya Lucy, terimakasih. Ini hadiah yang indah.” timpalnya sembari tersenyum haru.
Walaupun ia masih merasa kaget, tapi akhirnya Lucy bisa bernafas lega setelah melihat responnya yang baik. Jika benar begitu.. syukurlah.
“Saya— ada permintaan Yang Mulia..” ucapnya secara tiba-tiba. Wajahnya kini terlihat pucat dan merasa gelisah.
__ADS_1
“Ada apa?” tanya Pria itu dengan tatapannya yang bingung. Bros ruby itu kini dikembalikan ke kotaknya dan disimpan di atas meja.
“Saya harap di perburuan tahunan nanti, anda memakai bros itu.. saya telah memasukan sihir pemurnian di dalamnya, jadi anda tidak akan terpengaruh dari sihir Sheyra walaupun anda tidak berada di dekat saya..” pintanya dengan ragu-ragu.
Lucy hanya merasa takut jika Reygan akan menganggap bahwa barang pemberiannya itu adalah barang yang aneh.
“Lucy tidak perlu khawatir, aku akan selalu memakai hadiah pemberian Lucy. Hanya saja, bagiku dengan berpegangan tangan saja sudah cukup.” timpalnya sembari mengecup lembut punggung tangan sang gadis.
Deg..
“Itu sulit jika posisi kita berjauhan. Jadi jika kita berdekatan, kita berpegangan tangan saja ya?" pintanya dengan tatapan memohon.
Tidak perlu berekspresi begitupun Reygan akan selalu mengabulkan keinginannya, kecuali pergi jauh dan menghilang dari pandangannya..
“Baiklah.” Pria itu mengangguk untuk memberikan jawabannya, kemudian ia mengusap puncak kepalanya dengan perasaan gemas.
Hanya saja mendengar jawaban baik darinya malah membuat perasaan gadis itu kian memburuk. Ia bepikir bahwa dengan sebisa mungkin ia akan memperlakukan Reygan dengan tulus, sebagaimana Pria itu yang selalu memperlakukan dirinya dengan baik.
...***...
Tak terasa hari dimana perburuan istana yang di selenggerakan setiap tahun kini semakain dekat. Diiringi hari-harinya yang sibuk, Lucy juga kini tengag mengerjakan tugasnya untuk menyulam pada sebuah sapu tangan yang akan ia berikan kepada Reygan nanti.
Diiringi sulaman yang tengah ia lakukan, hatinya bergetar dengan perasaan yang gugup. Konflik, dunia ini telah memasuki aw konflik. Awal mula dimana Reygan jatuh cinta dan menyatakan Sheyra sebagai kekasihnya. Ya memang tidak di sampaikan kepada publik, tapi mereka di kisahkan akan menjalin hubungan di belakang Lucy.
“Nona hanya akan menyulam satu sapu tangan?” tanya Flona yang duduk di kursi depannya.
Sebenarnya Lucy saat ini tengah menyulam di rumah kaca. Ia berkata bahwa pekerjaannya akan semakin menyenangkan jika dilakukan sembari melihat pemandangan bunga tersebut secara langsung.
“Itu... benar.” angguknya dengan tatapan yang teramat fokus.
__ADS_1
“Lalu— bagaimana dengan tuan ksatria yang selalu mengawal anda?” tanya gadis itu yang merasa penasaran. Ia rasa tidak masalah jika Nona yang dikawalnya memberikan hadiah seperti itu kepada ksatria pribadinya.
“Untuk apa aku memberinya, kan ada Flona yang bisa membuatkannya.” lontarnya yang sukses membuat gadis itu tertohok tepat sasaran.
Eugh?!
“A—apaa?!” tanyanya terbata-bata, raut wajah paniknya benar-benar kelihatan lucu sampai-sampai membuat Lucy ingin tertawa terbahak-bahak.
Tapi demi martabatnya, sepertinya dengan susah payah ia menahannya.
Hoho~ anak itu panik. Toh aku malas menambah pekerjaan, jadi..
“Sir Emillo kan masih berlatih pedang, jadi sekarang diam-diam Flona buatkan saja sulaman sapu tangan untuknya! Sepertinya dia akan senang.” bisiknya teramat pelan, ia merasa khawatir jika Pria yang sedang dibicarakannya ada di sekitar sini.
Usai menatap kesana kemari dan memastikan kondisinya aman, kini ia melanjutkan kalimatnya lagi diiringi tatapan serius.
“Flonaa, saat ini aku hanya bisa membuatkan satu sapu tangan untuk Yang Mulia saja. Lagi pula bukankah Flona menyukai tuan Ksatria itu!” tawarnya dengan tatapan berbinar-binar.
Wajah Flona benar-benar memerah, ia hanya tidak menyangka sampai harus mendengar perkataan seperti ini dari Nonanya. Ia merasa bahwa Lucy benar-benar hobi menjahilinya soal perasaan, apalagi usai festival kemarin Lucy telah membuatnya menghabiskan malam festival berkeliling penuh dengan Ksatria itu.
Jadi ia berpikir tidak masalah jika dirinya mencurigai permintaan Lucy yang aneh seperti ini.
“Nona.. jangan mengatakan sesuatu yang tidak pantas.” ucapnya bernada tegas. Ia merasa tidak suka ketika membicaraan topik tentang perasaannya seperti ini.
“Sir Emillo adalah ksatria pelindungku, jadi kurasa dia tidak bisa datang sembari membawa seorang partner. Tentu kasus ini berbeda dengan perburuan tahun lalu. Tapi setidaknya dengan menerima sapu tangan saja, bukankah itu bisa membuatnya bersemangat? Apa Flona tidak ingin melakukannya?” tanya Lucy serius.
Mendengarkan hal itu, Flona sama sekali tidak merasa senang. Wajahnya tertunduk dengan tatapan berkaca-kaca.
“Nona-nona bangsawan itu menyeramkan Nona.. mereka bisa saja menindas saya karena pelayan seperti saya memberikan sapu tangan kepada Tuan Ksatria terhormat di kerajaan. Terlebih, tuan Ksatria kan populer dikalangan Lady bangsawan.” keluhnya bernada lesu.
__ADS_1
Itu— memang sering terjadi sih.. Tapi walaupun Sir Emillo memang populer di kalangan Lady bangsawan, itu— tidak ada siapapun yang berani mendekati ksatria berdarah dingin Flonaa ╥﹏╥