Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 46 : Tekad


__ADS_3

Lamunan yang berlarut itu kini terbuyarkan oleh kedatangan Putra Mahkota di ambang pintu, ia tersenyum ketika menatapnya. Yang Lucy lakukan saat ini hanyalah memberinya salam formal. Ia mendesis dengan tatapan tak suka ketika Lucy memperlakukannya seperti ini.


“Sebaiknya mulai hentikan tingkah mu itu, seperti dulu.. perlakukan aku seperti biasa saja.” pintanya dengan kedua tangan yang terlipat rapi di dada, nadanya terdengar ketus.


Lucy hanya menatapnya dengan datar, seperti dulu? Begitulau pertanyaannya.


“Bukankah sejak dulu saya memang selalu menghargai dan menhormati Yang Mulia?” tanya perempuan itu bernada datar.


Wajah Reygan terlihat menciut seolah mempertanyakan ada apa dengan sikap dinginnya hari ini, akhir-akhir ini Lucy juga kerap menghindarinya. Padahal hubungan mereka rasanya bagus hingga sebelum Reygan pergi ke wilayah Duchy.


Diiringi perasaan lelah, Reygan kini mendudukkan diri di atas sofa, tepatnya disamping gadis itu. “Lucy sedang memikirkan apa sampai raut wajahnya seserius ini?” tanya Pria itu yang kini menatap lekat wajah sang gadis.


Respon Lucy terlihat mengedikkan bahunya seolah enggan untuk menjawab.


Perkataan Samantha selalu berputar di kepalaku, hingga Aku— tanpa sengaja aku bersikap dingin kepadanya.


“Bagaimana dengan penghukuman madam adelai?” tanya gadis itu yang kini sengaja mengalihkan pembicaraan, sebenarnya ia juga penasaran dengan keputusan Putra Mahkota yang akan memberikan hukuman seperti apa.


“Kerja Lucy hebat juga ya~ untuk itu sih— hukuman yang akan diberikan adalah denda dengan jumlah yang setimpal, pencopotan gelar dan di penjara selama 5 tahun.” ungkapnya yang membuat wajah gadis itu berkerut.


Maksud dari raut wajahnya itu adalah, apa hanya begitu saja? Bagaimana jika dia tidak merasa jera.. tapi— sepertinya hukum yang diberlakukan memang seperti itu.


“Ahh ternyata begitu.. baiklah.” responnya biasa saja.


Tak lama kemudian Flona tiba membawakan teh dan camilan ringan, setelahnya ia kembali menunggu panggilan Lucy di balik pintu kamar bersama Sir Emillo.


“Ngomong-ngomong, apa anda berhasil menemukan markasnya?” tanya gadis itu serius.


Sejenak Reygan terlihat merenungi perkataannya, “Itu tidak mudah, kami menemukan sebuah tempat ditengah hutan ek, tapi tempat itu benar-benar kosong seolah pergerakanku sudah di ketahui sebelumnya.” jelasnya yang sama halnya berwajah serius.


Jika membicarakan ini, Sir Emillo yang berada di luar pasti mendengarnya ya? Apa yang akan ia rasakan..


“Sekalipun tempatnya ada di Duchy, anda tetap tidak bisa menangkap beliau karna tetap tidak ada bukti kuat yang menyatakan bahwa keluar Duke terlibat ya..” pikirnya sembari menuangkan teh teruntuk Reygan.


“Yah begitu, perjalanan ku sia-sia~ dia bahkan tidak tahu malu sampai mengatakan bahwa aku menerobos wilayahnya tanpa izin.” Pria iru terlihat kesal, kini ia menumpangkan sebelah kakinya dengan punggung yang bersandar di dinding sofa.


Ugh— ternyata tidak mudah, bagaimanapun dia harus tertangkap. Tapi itu bukan prioritas ku saat ini.

__ADS_1


Wajah Lucu terlihat pucah, walaupun ia berusaha bersikap ramah kepada Pria yang ada disampingnya ini, akan tetapi Reygan selalu merasakannya perasaan yang berbeda dari gelagatnya.


Lucy.. ada apa?


“Kebebasan, apa Lucy masih mengharapkan hal itu?” tanya Reygan tiba-tiba.


Lucy yang sebelumnya hendak menyeruput teh lemon kesukaannya kini terlonjak kaget, kedua netranya membukat dengan sempurna seolah kalimat yang keluar dari mulutnya dapat mudah di pahami.


“Ya?” Netranya bergetar, ia tidak mengerti dengan makna dari perkataan Reygan sebelumnya. Tidak, maksudnya kenapa Reygan mengatakan hal itu secara tiba-tiba?


“Lucy, sebelumnya Lucy berharap pertunangan kita dibatalkan karena mengharapkan kebebasan bukan?” tanya Pria itu yang ingin memastikannya sekali lagi.


Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya, gadis itu menunduk sembari meremas gaunnya dengan tangan bergetar. Ia merasa takut untuk satu hal yang akan menimpanya seperti di novel.


Kenapa dia tiba-tiba membahas itu sekarang.. apa dia akan mencampakkan aku seperti kisah aslinya?


“Itu— sesuatu yang sudah berlalu Rey.” timpalnya sembari menatap Pria itu dengan tenang.


“Aku akan mengabulkannya.”


Terdengar helaan nafas dimulutnya, Pria itu mengatakan hal ini dengan serius. Rasa panik tiba begitu saja membanjiri pikiran Lucy.


Apa?


“Kenapa?” tanyanya yang merasa sulit untuk memahami situasi saat ini.


“Tapi aku tidak bisa mengabulkannya sekarang, setidaknya bertahanlah di isatana sampai waktu yang tidak di tentukan. Karena diluar sana—” Sesaat Reygan menghentikan perkataannya dengan raut wajah bersalah. Ekpresinya yang seperti itu entah kenapa membuat hatinya merasa sakit.


“Ada apa Rey..” ujarnya sembari menggenggam jemari Pria itu.


Apa telah terjadi sesuatu kepadanya? Kenapa dia mengatakan hal yang bisanya tidak mungkin terucap dari mulut Pria itu.. bisa saja sih.. itu apabila dia terkena sihir Sheyra. Tapi aku yakin bukan karena itu.


“Karena ada sesuatu yang berbahaya tengah menanti kematian Lucy diluar saa. .” lanjutnya diiringi raut wajah yang ketakutan, perasaannya benar-benar terlihat khawatir.


Dia mengkhawatirkan aku karena Penyihir kegelapan dan juga Sheyra ya... tapi kenapa dia mengatakan hal itu? Jika dia menyetujui hal ini saat aku mengajukan pembatalan tunangan dulu, aku pasti akan merasa senang yang teramat luar biasa. Tapi jika dia mengatakan hal ini sekarang.. bukankah itu kejam?


“Apa anda menyuruh saya mengundurkan diri sebagai Ratu, setelah apa yang telah saya lakukan selama ini? Apa saya akan senang mendengar persetujuan anda setelah saya belajar mati-matian demi anda?” tanya gadis itu dengan tatapan kecewa.

__ADS_1


Kesal, rasanya teramat kesal hingga ingin membantingkan semua benda apapun yang ada. Bukan karena perasaannya seolah cintanya di tolak juga dicampakkan. Tapi ia hanya merasa menerima perlakukan tak adil darinya.


Yang menjeratnya sampai ketempat ini dan membuatnya sibuk setiap hari adalah Putra Mahkota kan? Tapi apa ini? Dia mengizinkan aku pergi setelah semua usaha yang aku kerahkan padanya menjadi sia-sia?


Lucu, konyol. Apa yang anda pikirkan? Bukankah anda mengajak saya untuk memulai kembali hubungan ini dari awal? Lantas?


“Bukan begitu, Lucy sepertinya salah paham. Melihat hari demi hari, Lucy terasa berubah dan selalu bersikap dingin kepadaku, rasanya Lucy semakin menjauh dariku. Aku hanya berpikir apa aku memang terlalu memaksakan Lucy yang mungkin saja perasaannya telah hilang untuk tetap bersama saya? Jadi— jika keinginan Lucy masih sama- aku bisa saja menyetujuinya di lain waktu.” pikirnya yang berhati-hatu disetiao perkataannya. Ia merasa takut jika Lucy memikirkan hal yang tidak-tidak kepadanya.


“Itu... tidak adil untuk saya, saya tetap ingin mempertahankan posisi saya Yang Mulia. Sekalipun suatu hari anda berhenti mencintai saya, saya harap anda tidak akan membuang saya sesuka hati.” kukuhnya yang tidak ingin merasa goyah. Sontak tatapan Pria itu berubah, ia bereaksi kaget setelah mendengar pernyataan Lucy.


Dengan cekatan ia memeluknya dengan erat, tatapannya terlihat seperti ingin menangis. “Aku tidak mungkin melakukan itu, jadi.. jangan khawatir. Perasaan ku takan pernah berubah Lucy.” ucapnya bernada lemah.


Jika diperhatikan, sedari awal perkataan Reygan terucap karena mengkhawatirkan perasaan Lucy tentangnya. Respon Pria itu benar-benar diluar dugaannya, padahal Lucy menjawab seperti itu memang karena tidak ingin melepas posisinya.


Posisi tunangan Putra Mahkot merupakan posisi yang kuat dan juga posisi aman untuknua. Dulu ia memang ingin melarikan diri untuk menghindar dari takdir kematiannya. Tapi Lucy merasa jika pergi mau kemanapun tempatnya, Penyihir kegelapan itu tetap akan mencari keberadaannua dan engincar nyawanya. Walaupun tujuan utama dari penyihir kegelapan itu adalah melepas segel batu suci.


Tapi— dia seperti dendam kepadaku, melalui Sheyra ini memang cara yang tepat untuk mengusikku. Tapi— bagaimana jika aku meninggalkan istana, maka yang datang kepadaku adalah penyihir kegelapan yang asli?!


Aneh, kenapa dia dendam kepadaku sebegitunya.. bukankah jika ingin melepas seel pada batu suci itu, ia tinggal membunuh reinkarnasi dari Morticia?


“Maaf jika perkataanku menyakiti perasaan Lucy, aku hanya tidak ingin memaksa jika Lucy tidak berkenan. Tapi entah kenapa setelah mendengarkan bahwa Lucy tak akan pergi meninggalkanku, itu membuatku lega.” ungkapnya yang kini menjadikan bahu Lucy sebagai sandaran.


Perasaan


yang ia salurkan benar-benar terasa hangat dan juga lembut, hal ini membuat hatinya merasa berkedut. “Untuk apa saya merasa terpaksa, bukankah Rey ingin memperbaiki hubungan ini? Sebelumnya saya juga menyetujuinya kan.” responnya diiringi helaan nafas.


Reygan kini hanya mengangguk, “Baiklah, aku bersalah. Mohon anggap saja bahwa kita tidak membicarakan hal ini sebelumnya.” pintanya diiringi raut wajah panik.


Lucu terlihat menampilkan senyuman simpul, dia benar-benar mengkhawatirkan Lucy. Jika aku menjadi Ratu, bukankah Lucy yang asli akan merasa senang? Secara tidak langsung, aku telah mengabulkan segala harapan dan impiannya yang tidak bisa ia lakukan sebelumnya. Aku akan menganggap diriku tertarik ke dalam duni novel ini karena beberapa hal yang Lucy inginkan belum sempat terwujud.


Benar.. untuk apa memikirkan perasaanku yang bercampur aduk seperti ini. Lebih baik aku menggap bahwa ikatan ku dengan Lucy seperti itu saja, ini karena aku membaca kisahnya. Anggap saja seperti itu.. ini demi kebaikan perasaan ku.


Tapi— apa dia tahu sesuatu soal penyihir kegelapan itu? Rasanya dia dengan sengaja mengurungku di istana agar aku aman dari lindungannya.. tapi- di buku tidak dijelaskan seperti itu..


“Atau anda khawatir karena Lucy telah mengalami hal buruk sebanyak dua kali..” gumamnya yang tertahan di tenggorokan.


Kita bisa menganggap bahwa buku novel itu merupakan potongan kisah yang akan terjadi di masa depan, namun diceritakan dalam susut pandang Sheyra dan juga Reygan. Kisah Lucy sebagai antagonis tidak begitu banyak dijelaskan, bahkan ia cukup kesulitan ketika mendengar cerita yang bahkan tidak pernah dijelaskan dibuku.

__ADS_1


Aku akan balas dendam, walaupun dunia ini mungkin saja tercipta untuk percintaan kalian yang palsu. Aku akan menghancurkannya, persetan dengan alur. Membuatmu mati adalah tujuanku. Sheyra, sosok wanita bengis yang sesungguhnya.



__ADS_2