Surviving As The Protagonis

Surviving As The Protagonis
Chapter 57 : Pertahanan


__ADS_3

Tapi itu tidak mungkin terjadi karena Calrhintis bangun di waktu yang tidak tepat, jadi Calrhintis yang lemah karena tiba-tiba bangun bisa saja dipengaruhi sihir hitam oleh Sheyra. Benar, sihir hitam juga yang membuatnya berpindah jauh sampai ke tempat ini. Tapi jika ia menggunakan kekuatan sihir sebesar itu, maka sudah pasti bahwa sebelumnya penyihir kegelapan sampai turun tangan demi melancarkan rencana Sheyra dengan sempurna.


Itulah mengapa perempuan itu lebih memilih berbalik dan pergi ke arah berlawanan pada saat mereka berbincang ditengah hutan sebelumnya, mungkin ini hanyalah ansumsi kecil darinya karena kebenaran dari hal itu belum pasti. Namun satu hal yang ia sesalkan..


“Seharusnya saat kau pergi ke dalam hutan aku mengikuti mu diam-diam, tapi apa yang kau lakukan bodoh?! Kau benar-benar senang membuat onar ya?! Calrhintis? Apa yang kau lakukan padanya?!” hardiknya dengan kesal, tidak mempedulikan sekitarnya yang kini tengah memperhatikan mereka dengan saksama, Lucy hanya meluapkan amarahnya yang bertumpuk kepada Sheyra.


Sedangkan perempuan itu kini hanya tertawa terbahak-bahak di depan wajahnya. “Ini pemandangan indah kan, Lucia?” tuturnya diiringi senyuman simpul. Tatapan matanya benar-benar terlihat menyebalkan.


Ini merupakan pernyataan perang secara langsung kepadaku kan? Seterobsesi apa tokoh Sheyra ini kepada Lucy sih? Dia sebenci itu kepadaku.. tapi jika situasinya kacau begini, aku yang seorang penyihir harus turun tangan bukan? Sialan!


“Nona! Itu tidak penting, sebaiknya kita pikiran dulu kondisi saat ini!” teriak Sylvhia dengan posisi yang dekat dimana arah monster itu melangkah.


Ketika tatapan mereka bertemu, ia terpikirkan ide kecil untuk menangani situasi saat ini. Dilihat dari beberapa ksatria yang tidak bisa diandalkan, mungkin ia bisa menahan Calrhintis dengan kekuatan sihirnya sampai para ksatria yang lain menyadari adanya keributan dan kembali ke tempat perkumpulan minum teh.


Tapi.. aku harus berjuang sendirian kan?! Bagaimanapun Marchionest Sylvhia tidak dapat membantunta karena ia sendiri tengah mengandung bayi.


“Bahaya! Nyonya Theyril, cepat pergi dari tempat ini! Anginnya terlalu kencang!” teriaknya bernada cemas. Langkah demi langkah yang Calrhintis ciptakan benar-benar mengguncang dengan terpaan pusaran angin yang dahsyat.


Aku tahu dia hanyalah karaktet fiksi! Tapi dia terlalu kuat! Ah.. aku hanya berharap Yang Mulia datang menolongku..


“Tidak bisa, saya juga penyihir. Setidaknya harus berkontribusi untuk melindungi semua orang yang ada di sini. Semuanya harap mundur! Calrhintis ini menggila karena dikendalikan sesuatu!” teriaknya yang memberikan aba-aba kepada beberapa Lady yang masih bergerombol disana.


Lucy terlihat mendecih, ia mengatakan itu karena khawatir dengan kondisi tubuhnya yang berbadan dua. Tapi apa boleh buat jika itu keinginannya.

__ADS_1


“Baiklah, Ayo cepat pergi ke tenda peristirahatan, jaraknya agak jauh dari tempat ini. tapi mohon tuan ksatria pandu mereka! Jangan saling mendorong apalagi sampai terinjak!” titahnya sembari membentangkan barrier di antara mereka demi mencegah masuknya Calrhintis ke arena pesta minum teh.


Salah satu ksatria yang awalnya menghampiri para Lady dengan dalih bersiap terjun untuk melindungi mereka saat ini hanya bereaksi gemetaran diiringi genggaman pedang di tangannya. Tentunya Lucy hanya memaki dongkol dihatinya.


Bodoh! Sama sekali tidak membantu. Baru begini saja celana mu akan basah karena mengompol ketakutan?! Sebenarnya bagaimana istana merekrut ksatria sih?!


“Nona Lucy, Yang Mulia Ratu meminta anda mundur dari sini, beliau mengkhawatirkan Nona. Biar kami saja yang menahan monster ini sampai mereka kembali!” perintah Ksatria Noid yang merupakan salah satu pengawal Yang Mulia Ratu Riana.


“Tidak Sir, sebaiknya anda pergi untuk melindungi Yang Mulia saja! Di situasi heboh seperti ini, saya hanya takut akan ada pembunuh bayaran yang mengincar keluarga kerajaan!” potongnya dengan terburu-buru.


“Tapi anda juga calon keluarga keraj—” cemasnya yang terpotong oleh semburan Lucy.


“Tidak madalah! Saya seorang penyihir, cepatlah pergi!” jeritnya kesal, giginya menggertak dengan keras.


“Argh..” ringis Marchionest muda itu yang merasa kesakitan dibagian perutnya.


Sialan, apa ku bilang?!


“Tuan Putri, sepertinya ini akan mudah jika kita bekerja sama. Saya bukannya memberi perintah, tapi ksatria yang terbatas membuat kita kesulitan, tolong bantu para Nona untuk pergi meninggalkan tempat ini, terlebih prioritaskan Nyonya Theyril karena nyonya muda saat ini sedang mengandung.” pinta Lucy sembari membantu Sylvhia untuk segera bangkit, Federica yang mengerti dengan ucapannya kini mengangguk paham.


Perkara siapa yang memanggil monster itu tampaknya akan dilupakan sejenak dan mereka memilih untuk mengevakuasi dan mengutamakan penyelamatan terlebih dahulu. Disela-sela gerombolan para Lady dan Nyonya-nyonya yang tergiring pergi untuk berlindung, Lucy melangkah maju untuk menahan monster Calrhintis dengan ledakan sihir pemurnian.


Boom!

__ADS_1


Gila?! Aku maju bukan berarti menyerahkan nyawaku untuk berkorban. Tapi apa ini? Kenapa dia tidak bereaksi sama sekali terhadap sihir pemurnian milikku?!


Reaksi ini benar-benar diluar dugaannya. Alih-alih sihir kegelapan yang mengerubungi monster itu menghilang, ia malah semakin menggila dan meronta-ronta dengan keras. Jika dipikirkan berarti sihir pemikat yang mengerubungi Reygan sebelumnya emang hanya ada secuil dong?


Berarti walaupun penyihir kegelapan itu telah kehilangan separuh kekuatannya, pada kenyataannya ia masih sekuat ini, apalagi jika semua kekuatan yang tersegel di batu suci itu terlepas dan kembali kepadanya... dia akan se op apa?!


Ugh..


Ia meringis sakit ketika sihir pemurni itu tidak berfungsi dengan baik, jumlah kegelapan yang menempel di tubuh Calrhintis benar-benar besar!


Ini sih jelas Penyihir kegelapan yang turun tangan secara langsung, tapi— dia ada dimana?! Ada banyak nyawa yant harus aku lindungi, kenapa diacara seperti ini tidak ada siapapun penyihir yang mau berjaga untuk menangani hal genting seperti ini?!


Kedua tangannya yang membentang kini mengeluarkan urat ketike ia mengarahkan segala kekuatan sihirnya untuk membentuk barrier dengan tingkat yang tinggi. Rasanya ia tidak sanggup lagi ketika beberapa rantai sihir yang melilit tubuh Calrhintis itu mulai meretak dan menyebar.


“Tidak!” triaknya dengan raut wajahnya yang panik.


Hingga kini terdengar bunyi pecahan kaca yang berasal dari rantai sihirnya, ia menoleh dengan tatapan tidak percaya ketika rantai sihir yang dibuat dengan sekuat tenaga olehnya kini terpecahkan begitu saja.


Karena awalnya merasa terkekang dengan rantai yang melingkar pada tubuhnya, pada akhirnya saat ia terbebas, Calrhintis kini semakin menjadi-jadi hingga ia mengaum dengan keras.


Pusaran angin yang berasal dari sihir milik Calrhintis pada akhirnya berhembus dengan kencang dan membentur tubuh Lucy dengan keras, sehingga perempuan itu kini terpental jauh sejarak 7 meter kebelakang.


__ADS_1


__ADS_2