
Beberapa hari telah berlalu dejgan Lucy yang tidak pernah bisa tertidur dengan nyaman, ia menghabiskan waktunya untuk menerjemahkan buku yang di terima Samantha sebelumnya. Jadwalnya yang sibuk membuat dirinya tidak begitu memiliki waktu luang untuk bertemu dengan Reygan karena ia sendiri merasa lelah.
Malam ini dia baru kembali dari tea party yang di selenggarakan oleh Marchionest Silvhia Theiryl sesuai janji sebelumnya. Walaupun penghuni pesta itu hanya ada mereka bertiga, yakni Tuan rumah, Lucy, dan Putri Federica Halstead.
Sepertinya membutuhkan waktu lama untuknya agar bisa menjadi bagian dari anggota perkumpulan mereka, tapi bisa-bisanya semua dari anggota perkumpulan itu mengucilkan Silvhia. Dasar bangsawan munafik, mereka benar-benar memandang rendah status seseorang.
Benar adanya bahwa Marchionnest muda itu telah mengirimkan berbagai undangan kepada anggota perkumpulannya, hanya saja dari semua undangan yang di sebar, ia hanya mendapatkan surat balasan yang isinya menolak karena berbagai alasan omong kosong, dan dari semuanya yang tiba hanya ada sang ketua perkumpulan dan juga Lucy.
Uhm, walaupun canggung itu tidak masalah! Aku harus mulai bergerak menyusun strategi, agar yang dibakar dihari pernikahan itu bukanlah aku, melainkan kau Sheyra.
“Tapi bagaimana caranya untukku agar bisa mendorongmu kedalam kobaran api itu tanpa terkena masalah sebagai Lucy.” gumamnya yang kini tengah berpakaian nyaman di kamar. Katanya Putra Mahkota akan datang ke kamarnya, ia sepertinya ingin mengobrol dengan Lucy yang selalu sibuk setiap hari.
Awalnya Lucy hari ini hanya ingin tidur dan beristirahat, tapi bagaimana lagi.. ia hanya bisa pasrah ketika Putra Mahkoa menuntut waktu luang kepadanya.
Padahal dia dulu super sibuk dan tidak pernah datang berkunjung meskipun diminta beberapa kali. Aku rasa semenjak aku menolak pertunangan ini, dia berubah menjadi perhatian.
Itu— karea aku berhasil mematahkan sihir Sheyra tanpa sadar.. kemungkinan begitu.
Setelah membaca isi buku yang debgan susah payahnya Lucy terjemahkan seorang diri. Sepertinya ia menemuan beberapa fakta yang sebelumnya ia kurang mengerti, sepertinya alasan Sheyra mondar mandir di perpustakan istana itu karena mencari buku yang diberikan Samantha untuknya.
“Sepertinya dia gusar sampai ingin menghancurkan buku yang faktanya berisi tentang kelemahan dari penyihir kegelapan itu, di sisi lain ia juga datang untuk menaruh sihir kepada Reygan dengan dalih pertemuan tidak sengaja.” pikirnya yang kini duduk di sofa, beberapa kali ia menyibakkan halaman demi halaman yang telah ia terjemahkan.
Butuh beberapa jam sampai Putra Mahkota itu akan datang menghampirinya, jadi sebisa mungkin waktu saat ini ia gunakan untuk menyimpulkan isi bukunya.
Seperti judulnya yang merupakan ‘Sejarah Penyihir Abadi Melawan Penyihir Kegelapan’, buku itu mengisahkan sejarah Morticia yang melawan seorang penyihir kegelapan di masa lalu.
Tapi jika dipikirkan..
“Flona, kamu tahu tidak? Sebenarnya, Penyihir Morticia itu bisa berumur panjang sampai saat ini?” tanya Lucy yang tiba-tiba.
__ADS_1
Flona yang duduk di sampingnya atas permintaan Lucy hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. Boro-boro mengetahui hal itu, Flona yang hanya seorang rakyat biasa hanya mengetahui sejarah penyihir tentang percintaan mereka saja yang menjadi populer dikalangan masyarakat.
“Apa pembelajaran Nona dengan Nyonya marchionest masih di sejarah Penyihir Abadi?”tanyanya diiringi perasaan aneh. Ia merasa bahwa Lucy terlihat terobsesi dengan cerita Morticia.
Walaupun ia tidak tahu bahwa Lucy mempelajari hal ini demi tujuan yang lain. Gadis itu tetlihat menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tidak, aku hanya belajar sendiri. Bukankah sebagai calon Ratu di masa depan, aku harus sempurna dan melakukan yang terbaik agar tidak kalah dari perempuan itu?” tanya baliknya yang dialiri rasa kepercayaan diri.
Agar bisa bertahan hidup sih.. Mau kekuatan fisik ataupun akademik, aku harus lebih unggul dari Sheyra yang hanya antek-antek dari penyihir kegelapan, jika Sheyra yang menjadi wadah inangnya lenyap.. maka aku tinggal memikirkan cara untuk kenangkap penyihir hitam sialan itu!
Tapi...
ITU KAN TUGASMU, WAHAI REINKARNASI PENYIHIR ABADI.. ANDA ADA DIMANA?!
Isi hatinya hanya bisa mendumel kesal, terlebih raut wajahnya benar-benar buruk. Flona terlihat bingung dengan perubahan Lucy yang seperti bunglon. Sebelumnya Lucy bisa merasa semanat, tak lama kemudian sang Nona juga bisa berubah dengan wajah suramnya diiringi keluh kesah dengan alasan yang tidak di ketahui.
Gadis berambut coklat itu nampak mulai tertarik dengan arah pembicaraan Lucy, “Jika dia bisa berumur panjang hingga detik ini, kenapa sekarang beliau hanya menjadi tinggal kenangan?” tanya gadis itu yang heran.
“Itu- sebutannya memang penyihir abadi. Tapi bukan berarti bahwa penyihir itu tidak bisa mati.. jad—” sesaat wajah Lucy terlihat murung.
Karena jika tidak, kekuatan jahat itu bisa memengaruhi dirinya yang berstatus sebagai pelindung kerajaan, berubah menjadi penghancur dunia. Karena kekuatan sihir mereka benar-benar bertolak belakang. Penyihir kegelapan yang kehilangan segala kekuatannya menjadi tertidur untuk waktu yang lama di tempat yang tidak diketahui seluruh peradaban, karena Morticia yang merasa lelah dan sedikit lalai sehingga melepasnya begitu saja.
“Bayangkan saja, melawan penyihir kegelapan seorang diri. Itu tidak mungkin mudah, sekelas penyihir abadi saja bisa merasa kewalahan, berarti dia lawan yang tangguh! Tapi faktanya, penyihir kegelapan yang bangun dari tidur panjangnya itu hanya bisa memulihkan beberapa kekuatannya saja.” pikirnya yang antusias menceritakan hal ini kepada Flona. Dirasa, hal ini juga bukan hal yang aneh untuk di ceritakan.
Jadi, kesimpulannya bahwa penyihir kegelapan yang saat ini tlah bangkit dan bersembunyi itu memiliki kekuatan yang lemah! Karena Morticia mempersembahkan jantung dan hatinya kepada sebuah batu suci agar bisa menyegel seluruh kekuatan penyihir kegelapan yang sempat ia resap itu ke dalamnya.
Konon katanya, segel batu itu takan pernah lepas sampai penyihir abadi Morticia bereinkarnasi. Namun karena semakin lama waktu berlalu seperti kedipan mata, sihir yang melindungi batu suci itu perlahan-lahan akan menghilang, dan segel itu bisa di patahkan jika seseorang yang bereinkarnasi dari penyihir abadi itu telah meninggal dunia.
“Berarti, alasan Morticia bereinkarnasi itu untuk memperkuat kembali segel batu suci itu ya..” gumamnya benar-benar serius. Hingga sampai di halaman terakhir itu, hatinya berguncang keras.
“Ssebenarnya, ending dari kisah buku novel ini seperti apa..?!” racauna kesal.
__ADS_1
Yang ia maskud ialah buku novel dunia ini, namun Flona mengira bahwa Lucy marah-marah karena membaca buku yang ada di tangannya.
Endingnya memang diceritakan bahwa Putra Mahkota dan Sheyra hidup bahagia selamanya. Tapi jika ada sesuatu yang sebenarnya tidak diceritakan, bagaimana jika..
“Ending yang sebenarnya adalah kehancuran..” lanjutnya diiringi tatapan kosong. Karena heyra adalah utusan yang bersekutu dengan penyihir kegelapan, mungkin sebenarnya dia akan menjadi dalang di balik kehancuran kerajaan ini sesuai ramalan kebangkitan penyihir kegelapan.
Kuil suci merasa resah akibat keterlambatannya dari reinkarnasi Morticia, tapi sepertinya para bangsawan merasa acuh tak acuh soal isu kehancuran itu. Mereka berkata bahwa ramalan kuil suci tidak bisa dipercaya jika dilihat bahwa sampai detik ini belum ada serangan dan tanda-tands keberadaan penyihir hitam itu.
Bodohnya padahal, Lucy pernah di serang penyihir itu. Tapi yang membingungkan.. kenapa dia menargetkan kematian Lucy? Dari sekian banyaknya penyihir.. kenapa sejak awal dia selalu mencari masalah dengan Lucy?
Setelah dipikirkan, Sheyra berencana menjadi Ratu demi kehancuran Kerajaan ini, dan..
“Mendapatkan kembali kekuatannya yang tersegel di kuil suci?!” serunya yang membuat Flona tersentak kaget.
“Nona.. apa yang abda bicarakan?!” lirih perempuan itu yang merasa tidak mengerti, sesaat Lucy menceritakan kisah ini namun terkadang ia berhenti seolah mengatakan isi pikirannya di dalam hati.
“Tidak ada.” tuturnya dengan cepat.
“Flona..spertinya aku bercerita terlalu lama. Tolong bawakan teh dan cemilan untuk Yang Mulia.. sepertinya ia akan segera datang.” pintanya yang kini diangguki perempuan itu, tak lama kemudian Flona melenggang pergi meninggalkan kamarnya.
Kehancuran kerajaan ini sepertinya sudah menjadi suratan takdir yang ditentukan oleh dewa, namun jika Dewa sampai menurunkan ramalan itu kekuil suci, berarti takdir itu bisa di cegah. Seperti yang di lakukan Morticia dengan pengorbanan dirinya sendiri.
“Mungkinkah, takdir kehancuran saat ini juga bisa dihindari dengan pengorbanan seseorang.. reinkarnasi Morticia? Aku merasa kasihan kepadanya yang lahir hanya karena untuk mengorbankan dirinya..” tuturnya yang entah kenapa merasa pilu.
Rasanya semua pujian tentangnya tidak begitu berguna jika sendrinya mati hanya meninggalkan nama.
Waktu juga begitu tidak teasa dengan berlalu tanpa arah. Hari perburuan tampaknya semakin dekat. Insiden penyerangan hewan buas sepertinya akan segera datang menimpanya, yang ia takutkan bahwa perempuan itu akan berulah lagi kepada Reygan seperti di cerita sebelumnya.
“Aku berhaap, Yang Mulia tidak perlu terjerat dalam insiden penyelamatan Sheyra yang dikejar hewan buas.. aku berharap takdir itu tidak berjalan sebagaimaha alur novelnya.” ungkapnya dengan perasaan cemas.
__ADS_1
Tidak apa-apa, aku sudah menaruh beberapa rencana.. semoga rencana ini berhasil.