Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 11. Sup buntut


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Di lain tempat, tepatnya di sebuah ruang kerja, Kendra memilih menghisap sebatang rokok guna meredam dada yang begitu bergemuruh. Entahlah, melihat sorot mata jernih dari gadis yang ketakutan tadi benar-benar menghalau hasrat kelelakianya.


Lebih dari sepekan ini dia berada di mansion utama sebab ia benar-benar tak bisa melakukan hal itu dengan mudah. Kendra merupakan pria sejati yang jelas tak mau melakukan hal itu tanpa cinta.


Hingga, ia bertengkar hebat dengan Megan di satu malam memilih menenggak minuman dengan obat tetes itu guna membangkitkan gairahnya. Tak ada pilihan.


Namun lagi dan lagi, Kendra tak bisa melakukan hal itu dengan keterpaksaan, apalagi dengan deraian air mata yang mengusik nuraninya seperti yang dilakukan oleh Kinar tadi.


Ia lantas menuju kamar mandi yang berada di kamar itu dan melakukan teknik bersolo karir sebab rasa pusing itu tak akan hilang bila ia tak melakukan pelepasan secara mandiri.


Beberapa jam kemudian, Kinar yang telah mengganti bajunya kembali, nampak tertegun saat mendapati Kendra tak berada di sana.


Meski membuatnya lega karena serigala itu tak ada disana, namun sejumput rasa bersalah tiba-tiba menggelayut di relung hatinya. Ucapan Rendra yang menampar kesadarannya itu, rupanya terus mengganggu, mengusik, serta membuatnya gelisah.


Bukankah ia juga membutuhkan uang untuk bisa membalas dendam kepada bibinya? Lantas mengapa ia tak menganggap jika semua ini merupakan bagian dari pekerjaannya?


Oh Gosh!


Sadarlah Kinar, kau jangan munafik seperti itu, semua ini merupakan hal yang harus kau jalani jika kau ingin semua masalah hidupmu cepat beres. Mereka hanya pasangan yang merindukan kehadiran seorang bayi dalam mahligai pernikahan mereka, dan kau di harapkan menjadi penolong.


Jangan sekali-kali kau memposisikan dirimu seperti orang yang tersakiti, karena sebenarnya kau juga membutuhkan tempat berlindung kan saat ini? Anak buah bandot tua itu tidak akan pernah bisa menembus pertahanan mansion besar itu.


Jadi, jangan pernah memikirkan soal harga diri, karena saat kau menandatangani surat perjanjian itu, seluruh harga dirimu tergantikan dengan kenyataan yang musti kamu selesaikan.


Hari berganti, sama seperti hari-hari sebelumnya, Kendra tak pulang ke mansion itu selama tiga hari. Membuat Kinar semakin gelisah. Ia takut jika Megan marah dan membuatnya dilempar ke neraka jahanam itu kembali.

__ADS_1


" Bibi, apakah tuan Kendra akan pulang malam ini?" bertanya ragu saat kepala pelayan itu kebetulan melintas di depan kamarnya memeriksa pekerjaan anak buahnya.


" Sepertinya iya nona!"


Ia lantas pergi ke taman belakang. Kinar tak memiliki teman disana. Ia bahkan tak bisa bebas melakukan apapun sebab semua hal di mansion itu, sudah ada yang mengerjakan.


Setelah merenung beberapa kali, dan berpikir panjang di kursi panjang di depan telaga buatan itu, Kinar akhirnya memantapkan diri.


"Apa sebaiknya aku yang harus melakukan semua ini?"


Bertanya pada diri yang kerap terombang-ambing oleh arus kebimbangan.


.


.


Kendra yang selalu merindukan istrinya tiap jam tiap menit, tampak menemui Megan sesaat setelah dia pulang bekerja. Istri pertamanya itu tengah kedatangan siklus bulanannya manakala ia sangat ingin bercinta.


" Apakah kamu sudah melakukannya?" tanya Megan saat ia menyiapkan minuman untuk suaminya.


Yang ditanya hanya menggeleng, " Belum. Aku bahkan tak memiliki selera dengannya Megan!"


Membuat Megan kecewa.


" Pulanglah Ken. Aku akan lebih tenang jika kau pulang kemari saat gadis itu sudah mengandung anakmu. Daripada seperti ini. Kau paham kan maksudku?"


Sepanjang perjalanan menuju mansion kedua, Kendra yang berada di jok belakang tak berhenti berpikir. Keberadaan pewaris memang suatu hal penting, tapi melihat Kinar yang seperti itu benar-benar membuatnya kesal.

__ADS_1


Membuat Xander yang bertindak sebagai juru mudi disana menatap wajah bosnya yang penuh kegalauan.


Beberapa menit kemudian, mobil mewah itu nampak memasuki mansion dengan kemewahan yang tiada pernah diragukannya lagi. Xander membuka pintu mobil lalu mengangguk hormat kepada Kendra.


" Besok, tidak usah menjemputmu Xan! Tolong kau wakilkan aku besok di pertemuan itu!"


Xander membungkuk hormat usai mengatakan kesanggupannya.


Kendra memasukinya mansion itu dan di sambut oleh kepala pelayan yang sudah berdiri sigap di sana.


" Apa yang dilakukan gadis itu seharian ini?" bertanya kepada Hilda seraya berjalan dengan wajah keruh.


" Nona Kinar membuatkan anda dessert tuan, apa anda mau mencobanya?"


Kontan berhenti dengan wajah sedikit kaget. Namun sejurus kemudian laki-laki itu menggeleng, " Aku tak memakan makanan manis malam hari!"


Hilda mengangguk.


" Nona juga membuatkan anda sup buntut kesukaan anda tuan!"


Membuat langkah itu kembali terjeda.


" Apa kau serius?"


Hilda mengangguk kembali kali ini dengan senyuman.


" Tuan sedang lelah, semangkuk sup hangat bukanlah pilihan buruk!"

__ADS_1


.


.


__ADS_2