Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 33. Baby Flo


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Kendra yang tengah terbuai akan kehadiran bayi mungil itu benar-benar mencurahkan semua waktunya untuk anaknya. Pria itu bahkan tak menyadari keberadaan Kinar sampai Megan datang dan membuat segala sesuatu menjadi berbeda.


" Sayang kau dari mana?" tanya Kendra manakala istrinya menyembul dari balik pintu.


" Mengurus Kinar. Sesuai dengan perjanjian kita dulu. Akhirnya sayang, aku bisa melihat pijar kebahagiaan di kedua matamu!"


Megan yang tersenyum saat memeluk tubuh suaminya, sangat berbanding terbalik dengan Kendra yang sebenarnya sedang terkejut usai mendengar penuturan istrinya itu.


"Mengurus Kinar? Secepat ini?" membantin tak percaya.


" Lihatlah Ken, di benar-benar mirip sepertimu. Mau kau namai siapa dia?" kata Megan sembari tersenyum yang kini menatap kotak transparan berisikan bayi mungil nan bersih itu.


Kendra tertegun. Sejujurnya ia memiliki dua persiapan nama sebelumnya, meski persalinan anaknya itupun meleset dari hari taksiran kelahiran.


" Sebenernya aku sudah menyiapkan nama yang begitu bagus. Tapi karena wanita itu malah melahirkan bayi perempuan. Aku jadi tidak memiliki referensi apapun saat ini!" ucap Megan yang kini memeluk tubuh suaminya yang mematung.


Megan kecewa karena anak yang lahir itu tidak sesuai dengan keinginannya.


Dan mendengar hal itu, entah mengapa Kendra merasa tidak senang saat Megan berkata dengan nada apatis. Dan jujur saja, Kendra tiba-tiba merasakan hal yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Ia merasa jika Megan sedikit keterlaluan.


" Namanya Aldera!" Seru Kendra tiba-tiba dan sukses membuat Megan melonggarkan pelukannya karena kaget.


" Secepat itu kau mendapatkannya?" bertanya dengan alis menyatu. Apa Kendra tidak kecewa sebab yang lahir merupakan perempuan?


" Aldera Flo Arion. Panggil dia Flo! Dia akan menjadi penguasa tahta kita Megan!" jawab Kendra dengan tegas dan berbangga hati.


Megan kontan mengernyit. Kenapa bisa secepat itu memberikan nama tanpa berunding dengan Megan terlebih dahulu. Namun sejurus kemudian Megan merubah raut wajahnya menjadi santai.


" Tidak masalah. Nama yang sangat bagus sebab suamiku yang memberikannya!" pungkas Megan yang tak tahu asal usul nama itu merupakan nama yang diminta oleh Kinar.


Kendra benar-benar bingung dengan dirinya sendiri. Kenapa saat ini ia malah ingin tahu dimana Kinar. Tapi mustahil dia menanyakan hal itu kepada Megan.


" Sial, kenapa aku malah memikirkan wanita itu?"


...ΩΩΩ...


" Nona Kinar? Bukankah itu nona Kinar?"


" Hey, tunggu!"


Sofia langsung berteriak saat Kinar yang kini di dorong oleh Yosafat , tak sengaja terlihat oleh matanya. Membuat pria itu seketika menghentikan dorongannya.


" Sofi?" tanya Kinar yang terkejut dan tak menyangka jika gadis itu masih ada di sana.


" Nona, nona mau kemana? Kenapa anda..."


Kinar menatap muram Sofia yang kini benar-benar pias. Mereka sebenarnya sama-sama bingung. Tapi Kinar harus tahu diri.


" Minggir Sof. Kau jangan ikut campur. Kau dan aku hanyalah pesuruh disini, jangan sampai menyeret dirimu sendiri kedalam masalah!"


Sofia yang mendengar Yosafat mengatakan hal itu dengan wajah datar benar-benar tidak mengerti.


Kinar yang tak kuasa menahan sesak, kini menghapus air mata itu sembari menguatkan perasaan.


"Aku harus pergi Sof. Kau akan tahu nanti. Terimakasih banyak untuk semua yang telah kau lakukan untukku Sof. Aku pamit!"


Maka Sofia semakin larut dalam kebingunganku yang semakin menjadi.


" Tidak tunggu dulu, nona mau kemana? Kena..."


" Pergilah Sof! Sudah aku katakan jangan menyeretmu ke dalam masalah!" pekik Yosafat yang membuat Sofia kini mundur sembari terus menatap Kinar yang di dorong di atas kursi roda dengan tangis yang tiada mau berhenti.


Sofia terus menatap muram Kinar yang kini dibawa oleh Yosafat yang perlahan menghilang dari pandangannya sebab Kinar telah masuk kedalam mobil.


Sebenernya Kinar hendak dipindahkan ke rumah sakit lain atas perintah Megan, agar perempuan itu pulih dari pasca bersalin tanpa harus membuat dia merasa terancam.


Megan juga sudah membayarkan sejumlah uang yang bernominal besar kepada Kinar, meski bayi laki-laki yang ia harapkan tidak terpenuhi.


Kini bukan hanya rasa sedih yang dirasakan oleh Kinar, namun rasa malu terhadap diri sendiri sebab tiba-tiba ia merasa seperti seseorang yang menjual bayinya sendiri kepada orang lain.


Walau, sejak pertama perjanjian bahkan sebelum Kinar hamil, dia memang sudah tak memiliki hak apapun atas anak itu. Namun tetap saja, ikatan batin yang terjalin kini perlahan menggerogoti hatinya yang semakin sunyi.

__ADS_1


Meski ada sejumput rasa lega sebab ia setelah ini bisa membalas dendam kepada bibinya, namun bayangan wajah mungil bayi tadi terus mengusik pikiran dan membuat hatinya tidak tenang.


" Tumbuhlah sehat nak. Ibu akan selalu mendoakan keselamatanmu. Maafkan Ibu. Maafkan Ibu!"


Yosafat yang sifatnya tak kalah dingin dari Xander itu, berhasil membuat Kinar merasa serba repot dalam mengambil sikap. Pria itu hanya menjawab sekenanya saat di tanya.


" Tidak nona!"


" Jangan macam-macam!"


" Sebaiknya anda menurut!"


" Iya!"


" Bisa jadi!"


Dan pernyataan bernada apatis lainnya makin membuat Kinar menjadi skeptis. Apakah Yosafat itu orang baik, atau sebaliknya?


Namun sebuah botol air yang di bawa anak buah Megan itu membuat pemikiran buruknya memudar.


" Minumlah nona. Saya ditugaskan untuk memastikan kondisi anda pulih. Jika anda sudah lebih baik, saya akan mengantarkan anda ke bandara!"


" Ke bandara?"


Yosafat mengangguk.


" Pikirkan mulai saat ini anda ingin pergi kemana. Karena nona Megan memintanya saya untuk memastikan anda telah kembali ke tempat asal anda!"


Kinar tertegun. Meski ia sempat sakit hati lantaran di tampar dengan begitu keras, namun ia tak menyangka bila Megan benar-benar bertanggung jawab dengan apa yang dia janjikan.


Tapi jujur, Kinar benar-benar ingin bertemu bayi itu untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi.


-


Keesokan harinya, Megan yang sudah membentuk team khusus untuk mendokumentasikan serta memproklamirkan kelahiran anak mereka ke media, kini benar-benar sukses menarik perhatian para khalayak ramai.


Ya, Megan benar-benar serius dalam aksi tipu-tipu nya kali ini. Ia tak ingin mempermalukan Kendra, bahkan dirinya sendiri.


Tak berselang lama usai pengumuman resmi itu di siarkan, banyak sekali ucapan selamat juga berbagai hadiah tampak datang silih berganti. Kendra yang cukup terkejut kini hanya bisa tersenyum di balik keterkejutannya.


" Selamat nyonya, setelah menanti 9 tahun, anda akhirnya memiliki seorang pewaris!"


" Selamat tuan, saya turut berbahagia atas kelahiran putri anda!"


Megan yang kini duduk di dekat box bayi itu terlihat sangat senang. Senang sebab kini orang-orang akhirnya tahu bila ia memiliki anak.


Bibi Rahel yang menyaksikan tayangan itu, langsung menyangsikan apa yang ia lihat.


" Langsung kelihatan fresh gitu dia ya habis melahirkan. Aku gak nyangka kalau dia benar-benar bisa hamil dan punya anak!" cibir bibi Rahel yang sebenarnya iri dengan kekayaan sang keponakan.


Lucy yang melihat sang Mama mencibir sepupunya itu juga ikut berpikir. Selama ini Megan memang terlihat sangat energik tiap ada pertemuan. Apa Megan benar-benar seorang wanita yang kuat?


Namun sesuatu yang aneh kini menyerang Kendra. Saat bayi itu dibawa pulang dua hari setelah kelahiran. Megan lebih sering meninggalkan bayi itu dan membuat pengasuh bayi itu kerap kelelahan karena dua hari ini Flo sangat rewel.


" Astaga kenapa dia berisik sekali?" Megan menjadi stress sebab setiap malam baby Flo terus saja menangis meski susu yang diberikan selalu penuh.


Kendra yang tak kuasa melihat anaknya menangis kini meraih tubuh mungil itu dari gendongan sang pengasuh, meski lelah penat tengah menyerangnya.


" Sssttt, anak papa kenapa nangis? Ini ada papa, diam ya?" timang Kendra yang telaten sebab ia begitu menyayangi bayi itu. Ikatan batin yang terbentuk sejak Flo masih berada dalam perut Kinar, membuat Kendra merasa lebih dekat dengan bayinya itu.


" Sayang, apa sebaiknya kita mencari ganti pengasuh saja?" tawar Megan yang belum-belum sudah merasa malas.


" Megan, kenapa kau tidak mencoba untuk menenangkannya. Kau tahu kan,anak ini seharusnya mendapat ASI, tapi karena..."


" Apa kau berniat membicarakan Kinar? Kita sudah sepakat untuk tidak membahas perempuan itu Ken. Kenapa kau malah membahasnya?" kesal Megan yang sepertinya salah paham. Membuatnya Kendra menghela napas.


Ia juga lelah, dan percakapan sederhana bersama Megan akhir-akhir ini kerap berujung pertengkaran.


" Aku tidak membahas Kinar. Aku hanya ingin kau mengerti bahwa bayi ini memerlukan perhatian ekstra. Kau sekarang adalah ibunya, cobalah untuk bisa mengerti!" seru Kendra yang terlihat lelah.


Xander yang mendengar pertengkaran kecil bosnya itu seketika menghubungi Sofia dan meminta gadis itu untuk datang ke mansion utama.


" Benar-benar laki-laki sinting. Seenaknya saja meminta aku datang dan bertugas disana?" gerutu Sofia sembari melempar ponselnya yang beberapa detik yang lalu ia gunakan untuk menjawab panggilan dari Xander.

__ADS_1


" Siapa yang kau katakan sinting?"


Dores yang malam itu membuatkan susu hangat untuk putrinya yang tumben mau datang ke mess para pekerja itu sedikit lebih lama.


" Xander brengsek!" jawab Sofia asal.


Dores langsung menyemburkan kopinya yang baru ia seruput demi mendengar anaknya yang berani-beraninya mengumpati tangan kanan Kendra.


" Jaga bicaramu! Tuan Xander jika marah dia tak segan bermain tangan meski dengan wanita!" tukas Dores yang mengkhawatirkan anaknya.


" Aku sudah tahu. Pria gila itu bahkan pernah di melempar ku ke tanah ayah!"


" Aku diminta datang ke mansion utama dan mulai bertugas lusa besok!" jawab Sofia kesal.


" Baguslah kalau itu. Semua orang berlomba-lomba ingin berada di sana sebab akan mendapatkan tambahan upah!"


" Ayah ini itu terus yang di pikirkan!" mendengus sebal.


" Memangnya apa yang mau kita pikirkan? Selagi kita masih bisa bekerja, maka sebaiknya kita gila kerja. Karena diluar sana ada banyak pengangguran yang memimpikan hidup seperti kita!"


Sofia tertegun, ayahnya jika sudah dalam mode bijak selalu membuat dirinya speechless.


...ΩΩΩΩ...


Hari berganti, baby Flo sudah genap berusia satu Minggu. Kedatangan Sofia ke mansion utama molor sebab ia mendadak terserang batuk.


Alhasil, Xander terpaksa menerima alasan gadis licik itu.


" Selamat pagi tuan!" sapa Xander kepada Kendra yang kini baru turun dari kamarnya.


" Pagi Xan, kenapa..." Kendra yang kini menuruni tangga dan mendapatinya Xander membawa Sofia sedikit terkejut.


" Nona muda kecil sepertinya tidak cocok dengan pengasuhnya yang lama. Saya membawa dia kemari agar bisa membantu nyonya Megan."


Kendra yang mendengar hal itu merasa sangat senang, sebab Xander rupanya turut memikirkan kerewelan Flo.


" Terimakasih banyak Xan. Megan kebetulan hari ini juga ada acara!"


" Wanita gemblung. Punya anak malah di tinggali terus. Pantesan dia gak di kasih anak sama yang kuasa!" seperti biasa, Sofia selalu menggerutu dalam hatinya.


" Cepat naik, kenapa kau malah berada di sini?"


Sofia tergeragap saat Xander berkata dengan volume tinggi dan berhasil membuatnya kesal.


" Mungkin bayi itu selalu rewel karena mendengar suaramu brengsek!"


Megan yang mendengar kabar bila pengasuh lama di gantikan oleh Sofia terlihat tak keberatan. Lagipula, memiliki anak itu ternyata repot juga. Bayi itu setiap malam menangis dan susah di tidurkan. Alhasil, Megan yang seharian selalu banyak aktifitas menjadi uring-uringan sebab istirahatnya terganggu.


Seperti malam ini misalnya, Sofia juga bahkan bingung kenapa baby Flo jika malam selalu menangis dan sulit di tenangkan.


" Astaga nona kecil, aku benar-benar kasihan kepadamu. Oh ya ampun, kau pasti merindukan ibu kandungmu ya? Sama aku juga, tapi aku juga tidak berani melakukan apapun. Aku bahkan tidak tahu dimana ibumu!"


Sofia mengajak baby Flo berbicara seolah-olah bayi itu mengerti. Dan anehnya, bayi itu terdiam saat dia kerap membahas masalah Kinar.


Hingga, Sofia yang malam ini terpaksa menggendong bayi itu berjam-jam agar baby Flo tak menangis, kini sampai-sampai tertidur di atas sofa dengan mulut terbuka dan membuat Xander yang baru datang bersama Kendra menatap Sofia dengan tatapan yang sulit dijelaskan.


Xander buru-buru memotretnya wajah Sofia yang mangap dengan wajah yang menahan tawa sebelum gadis itu tersadar. Membuat Kendra memercingkan matanya.


" Sepertinya gadis ini jarang sekali kau marahi Xan!"


Xander terkejut saat Kendra menyindirnya.


" Itu karena anda jarang melihatnya tuan!" mengelak sebelum Kendra menuding yang tidak-tidak.


Kendra merasa sedikit kecewa dengan Megan. Kenapa semakin kesini ia semakin sering menemui kekecewaan atas sikap istrinya itu. Lebih kecewa lagi, Megan benar-benar jarang memperhatikannya Flo.


Membuat hatinya tiba-tiba merindukan seseorang.


" Apa kau benar-benar sudah pergi? Kenapa aku selalu ingat dengan dirimu?"


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2