Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 28. Satu permintaan


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Kendra kini menatap Kinar yang baru selesai meletakkan sendoknya ke mangkuk yang telah kosong itu dengan sorot mata misterius.


Membuat perempuan itu merasa risih.


" Bagaimana keadaan anakku?" tanya Kendra sejurus kemudian.


Ya mungkin itu lebih baik. Kendra bisa menjadikan anaknya sebagai dalih. Sebab sekalipun hatinya ingin tahu kabar wanita di depannya itu, namun gengsi agaknya melampaui akal sehatnya.


" Di mulai jarang bergerak tuan. Kata dokter Adam, semua itu terjadi karena posisinya sudah masuk panggul!" menjawab lirih.


Tidak tahu kenapa, semenjak ia menyadari bila tugasnya hampir pungkas, Kinar menjadi lebih idealis.


Kinar juga berani menatap Kendra kala menjawab. Dan tak tahu alasannya, ada rasa senang manakala ia di kunjungi oleh Kendra sore itu. Harus dia akui, Kendra benar-benar memiliki peras yang rupawan. Hidung bangir milik pria itu mampu membuat Kinar begitu terpesona. Adalah hal yang manusia bukan?


Kendra memang tampan. Dan mengingat bahwasanya ia pernah di gagahi oleh pria itu, entah mengapa malah membuat Kinar menjadi merinding.


Namun sayangnya, ia harus cukup tahu diri dengan siapa kini ia berbicara. Kendra tak ubahnya Megan yang harus ia hormati, sebab mereka merupakan orang yang memegang kendali atas hidupnya saat ini.


" Kau ingin bersalin dengan cara apa?"


" Damned, kenapa aku malah menanyakan hal itu!" Kendra merutuki kebodohannya dalam hati, sebab apa yang ada dalam benaknya malah terlontar dengan begitu lancarnya.


" Emmm kalau memang memungkinkan, saya ingin melahirkan dengan cara normal saja tuan. Dan..."


" Dan apa?" langsung memotong cepat.


" Bisakah saya meminta anda untuk menunggui saya jika saya melahirkan anak anda nanti?"


Huft!


Setengah mati dia memberanikan diri untuk menyampaikan keinginan yang berminggu-minggu mengusik pikirannya itu.


" Kenapa harus begitu?" tanya Kendra dengan wajah yang masih sama datar.


Membuat Kinar kembali menelan ludah karena gugup.


" Saat anak ini lahir, saya tidak di izinkan untuk melihat seperti apa wajahnya kan?" tanya Kinar dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Kendra tak menjawab. Ia masih tekun mendengar kalimat demi kalimat yang terucap dari bibir wanita yang mulai bergetar itu.


" Dan jika anda nanti berkenan untuk menunggui saya, setidaknya anak ini memiliki orang tua yang ada dan mendekapnya untuk pertama kali!"


Deg


Entah mengapa, saat mendengar hal itu hati Kendra bagai teriris. Ada ungkapan ironi yang terlontar, dan berhasil menyayat batin Rendra yang selama ini angkuh.


" Anda harus menjadi orang yang pertama melihatnya tuan!" imbuh Kinar kini dengan suara yang semakin bergetar namun tatapannya semakin berani.


Kendra seketika mengalami gejolak emosional yang dalam manakala melihat Kinar mengatakan hal itu. Sesuatu yang sesak tiba-tiba merasuk kedalam hatinya, berubah menjadi sebongkah perasaan yang mendadak mengganjal.


" Aku tidak berjanji. Tapi akan aku usahakan!"balas Kendra yang tiba-tiba tercekat. Ia bahkan tak kuasa menatap mata basah itu lebih lama dan memilih membuang pandangannya ke arah lain.

__ADS_1


Kinar mengangguk dengan senyum sumbang. Entah apapun keputusan Kendra nanti, yang paling penting dia sudah berani mengutarakan isi hatinya yang kini menjadi sebuah kelegaan untuknya.


" Ada lagi yang mau kau sampaikan?" balik menoleh usai menghela napas. Sengaja mengatakan itu sebab entah mengapa Kendra tiba-tiba ingin berlama-lama bersama Kinar juga anaknya.


Kinar mengangguk, " Satu hal lagi tuan!"


" Apa itu?"


Suasana hening untuk sementara waktu saat Kinar tampak menghela napas guna mengumpulkan keberanian.


" Jika anda tidak keberatan, maukah anda menyematkan nama 'Aldera' pada nama anak anda nanti?" ucap Kinar menatap Kendra dengan ragu-ragu. Takut kalau-kalau pria itu murka lalu berang atas kelancangannya.


" Kenapa aku harus melakukan hal itu?" jawab Kendra dengan dua alis yang berkerut.


" Tahukah anda tuan, Aldera adalah sebuah bintang paling besar serta paling terang pada gugusan rasi di bagian selatan!" berkata penuh percaya diri dengan sedikit mengutip penjelasan Sofia beberapa waktu yang lalu.


"Saya merasa nama itu sangat bagus. Saya berharap anak anda nanti bisa terus bersinar dan menjadi yang paling terang seperti Aldera!"


" Saya tidak bisa memberikan hadiah apapun untuk anak ini nanti. Tapi jika anda tidak keberatan, tolong pertimbangkan nama ini tuan. Lagipula, setelah ini kita tidak akan pernah bertemu lagi kan?" ungkap Kinar dengan wajah tersenyum manis.


Ia mengucapkan hal itu sembari teringat dengan bentuk Aldera yang di tunjukkan Sofia dia satu malam kala mereka berada di roof top beberapa waktu yang lalu.


" Karena saya ingin anak yang lahir dari rahim saya nanti, akan bersinar meski ia tak tahu siapa ibu kandungnya. Seorang anak yang lahir dari rahim wanita menyedihkan dari selatan!"


Kinar hanya berani meneruskan kalimat itu dari dalam batinnya. Berharap Kendra mau mempertimbangkan permintaannya itu.


" Memangnya kau siapa berani sekali menyuruhku!" ketus Kendra yang membuang wajahnya sebab tak tahan manakala melihat mata Kinar yang mengembun.


" Maaf tuan!" balas Kinar cepat yang seketika insecure.


...ΩΩΩ...


Seorang wanita yang kini berada di sebuah hamparan tanah lapang tampak resah. Wanita yang merasa tengah dilanda kerugian besar itu, tampak mondar-mandir menunggu seseorang.


Helga, wanita serakah yang berhasil menguasai harta peninggalan orang tua Kinar kini harus kembali ketar-ketir di bawah ancaman Imran, si bandot tua yang murka sebab Kinar yang telah ia beli dengan harga mahal, bagai raib di telan bumi.


Wanita yang merupakan bibi sambung dari garis keturunan ibunya itu lah dalang dari terciptanya nasib busuk Kinar. Adik mendiang ibunya menikahi Helga usai menduda selama beberapa tahun. Tidak di sangka, banyak sekali bencana usai pamannya menikahi Helga.


Mulai dari pamannya yang jatuh sakit lalu meninggal, hingga terbongkarlah tabiat asli Helga yang benar-benar serakah.


Namun bukan Helga namanya jika ia tak menemukannya solusi terbaik dari permasalahan yang di derita saat ini. Ia terpaksa menjual salah satu aset lainnya milik Kinar agar ia bisa sedikit bernapas lega.


" Baik, aku akan ambil ini untuk jaminan. Tapi jika tahun ini kau tidak menemukan gadis itu. Semua ini akan aku ambil dan jangan coba-coba untuk menipuku!"


Mau bagaimana lagi, uang yang ia dapat dari menjual Kinar sudah ia gunakan untuk bersenang-senang bersama para berondong peliharaannya.


Imran mengancam Helga sebab pria itu benar-benar telah rugi. Belum juga menikmati tubuh Kinar, ia malah dibuat hamsyong sebab Kinar merusak pabrik minuman keras miliknya sebelum dia kabur.


Helga kini menyewa beberapa orang untuk mencari Kinar agar semua yang ia serahkan kepada Imran bisa kembali lagi kepadanya. Aset itu bernilai cukup tinggi. Dan berhadapan dengan Imran, ia juga harus selangkah lebih cerdik.


" Pakai anak buahmu. Temukan dia dalam keadaan apapun. Aku tidak mau rugi karena gadis sialan itu!"


...ΩΩΩ...

__ADS_1


Megan melepaskan sebuah alat yang menyerupai bentuk perut ibu hamil, saat ia telah kembali dari menghadiri sebuah undangan resmi.


Ia melihat jam dan seharusnya suaminya sudah pulang. Namun ia yang menyadari jika dia sedang bertengkar dengan Kendra memilih untuk diam sebab ia juga sangat stress akan hal itu.


Membuatnya memilih untuk merendam dirinya di bathtub besar yang sudah ia beri essentials oil yang menenangkan.


Beberapa hari lagi ia akan segera memiliki bayi. Bahkan ia sudah melengkapi semua pakaian yang bakal digunakan oleh calon pewaris keluarga Arion itu.


Namun Megan tidak tahu, bahwa suami yang sedang ia rasai, kini memilih menginap di mansion itu sebab ia ingin merasakan tendangan anaknya yang membuatnya candu itu.


" Kau mau kemana?" tanya Kendra yang malam ini sengaja ingin bermalam di mansion kedua.


" Saya akan tidur di sofa tuan!" jawab Kinar yang sudah membawa selimut miliknya menuju ke arah sofa yang berada di sisi barat ranjang.


" Kemari! Aku ingin menyentuh anakku!" ketus Kendra angkuh.


Kinar menjadi semakin heran. Tumben sekali Kendra menginap di sini. Apa Megan tahu soal ini?


Kinar perlahan membaringkan tubuhnya. Ia sedikit meringis sebab perutnya yang besar acapakali membuatnya sesak.


" Kenapa dia tidak bergerak?" bertanya dengan wajah menuduh.


" Tadi saya sudah menjelaskan kepada anda. Beberapa hari lagi anak ini akan lahir. Dia sudah masuk ke panggul jadi dia lebih banyak diam tuan!"


Kinar yang perutnya di usap oleh Kendra merasakan sesuatu yang aneh. Jalanan rasa hangat itu tiba-tiba meresap kedalam batinnya yang paling dalam.


" Coba bangunkan dia! Enak saja dia tidak menyapaku. " pinta Kendra yang semaunya sendiri.


Kinar sebenarnya kesal . Akhirnya, meskipun ragu namun akhirnya dia mencoba. Ia saja yang mengandung tidak pernah memaksa anak itu untuk berhenti. Nah ini setalah sekian purnama tidak muncul, malah saat sayang malah memaksa.


" Nak, ini ada papamu. Sapa Papamu nak. Dia ada disini malam ini!" ucap Kinar dengan suara lembut yang berhasil membuat Kendra terlolong.


" Apa itu akan berhasil?" tanya Kendra meragu sebab perut Kinar masih membatu.


" Coba tuan yang menyapa. Barangkali dia ingin di sapa tuan!" timpal Kinar dengan suara paling sopan. Tentu saja itu harus dia lakukan, Kinar benar-benar takut membuat kesalahan.


Meski ragu, namun Kendra akhirnya melakukan seperti yang di sarankan Kinar. Siapa tahu berhasil.


" Hey, sedang apa kau di dalam? Apa kau tidak merindukan papa?" Kendra mendekatkan wajahnya ke perut Kinar. Berbisik seolah perut itu adalah wajah anaknya.


Dan ajaibnya, tak berselang lama usai Kendra mengatakan hal itu, perut Kinar langsung bergejolak. Kendra tampak langsung senang akan pergerakan yang membuat Kinar meringis geli sekaligus ngilu itu.


" Lihatlah, dia bergerak, dia menyapaku Kinar!"


Kendra yang terlalu senang bahkan reflek mencium pipi Kinar persis seperti yang sering ia lakukan terhadap Megan manakala ia terserang rasa bahagia yang luar biasa.


Membuat keduanya langsung canggung usai menyadari kekonyolan yang baru saja terjadi.


.


.


.

__ADS_1


Berikan satu komentar kalian untuk cerita ini, sejauh ini.


__ADS_2