Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 47. Spinal cord injury


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Kinar yang menggendong baby Flo tampak menyaksikan Dokter senior memeriksa Megan yang kini telah membuka matanya.


Kendra yang ada di depan Kinar beberapa meter, kini menggenggam tangan Megan sembari menyapa guna memberikan kekuatan sekaligus dukungan moril.


" Megan, I'm here!" lirih pria itu yang terus menghujani punggung tangan Megan dengan ciuman seolah menyesali akan apa yang telah terjadi.


Ada rasa haru saat menyaksikan Kendra yang memperlakukan Megan dengan begitu baik. Dan Kinar sadar, jika memang begitulah seharusnya Kendra bersikap.


Kinar yang hadir diantara mereka berdua tentu tahu diri akan hal itu. Jika sejak awal demi kebahagiaan Kendra Megan rela berbagi hati, maka Kinar kini juga harus mendoktrin diri untuk mulai terbiasa akan pembagian kasih macam itu.


Ia harus paham kondisinya yang memang berbeda dari orang umum kebanyakan. Ia tahu, menjadi Kendra pastilah tidak gampang. Apalagi, sesuatu yang telah terjadi di antara mereka, tentu bukanlah hal sepele.


" Baiklah Nyonya, tolong lihat ke arah saya ya!" kata dokter itu yang kini mencoba memeriksa Megan dengan mengarahkan sinar senter khusus ke kornea matanya.


" Tolong ikuti gerakan tangan saya Nyonya!" titah sang dokter yang kini beralih menggerakkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan guna mengetes respon Kinar.


Semua terlihat normal, mata Megan masih bisa berfungsi seperti saat sebelum terjadi kecelakaan. Fokusnya juga terlihat bagus.


Namun rupanya kelegaan itu hanya bersifat fana. Semuanya seketika berubah saat Megan yang diminta menggerakkan tangan dan kakinya itu, kini hanya bisa menggerakkan tangan kirinya saja.


Membuat sang dokter seketika pucat.


" Apa yang terjadi dengan istriku?" tanya Kendra yang merespon panik kepada sang dokter saat melihat kejanggalan yang nyata itu.


Dokter buru-buru mengecek kembali respon tangan dan kaki Megan sebab ia mencium bau ketidakberesan disini.


" Nyonya, coba anda menggerakkan tangan anda sekali lagi!" titah dokter dengan sopan namun dengan wajah yang ketar-ketir.


Megan terlihat berusaha mengangkat kakinya namun yang bisa di gerakkan hanya satu tangannya saja yakni tangan kiri.


DEG


Kinar yang melihat hal itu turut merasakan pilu di dadanya. Ada apa ini? Kenapa Megan hanya bisa berbaring dengan satu tangan yang bisa di gerakkan.


" Kenapa denganku, kenapa tangan dan kakiku tidak bisa di gerakkan?" seru Megan yang mulai risau dan gusar. Membuat Kendra turut panik dibuatnya.

__ADS_1


"Tenanglah dulu sayang!" seru Kendra yang berusaha menenangkan Megan yang tampak tidak bisa tenang meski ia sendiri kini panik.


" Apa yang sebenernya terjadi dokter, kenapa bisa seperti ini?" Kendra bahkan terlihat sedikit emosi dan membuat sang dokter seketika takut.


...ΩΩΩ...


Pagi hari di mansion utama.


" Tuan, sarapanlah dulu, aku sudah menyiapkannya di meja. " kata Sofi yang kini mendatangi Xander yang tampak sibuk melihat satu persatu garis do not cross di lepas oleh petugas.


Namun Xander malah cuek sebab dia masih sibuk mendokumentasikan beberapa gambar yang pasti akan berguna nanti.


Merasa di abaikan, Sofia yang mengomel tanpa suara di balik punggung lebar Xander akhirnya memanggil Yos yang kebetulan lewat di depannya.


" Kak Yos, kau mau kemana?" sapa Sofia sumringahnya. Membuat Yos senang.


" Aku...mau manasin mobil. Ada apa?" balasnya ragu sebab tak jauh dari lokasi mereka berdiri, ada Xander yang masih sibuk membidik beberapa tempat menggunakan kamera ponsel mahalnya.


" Kakak sarapan dulu yuk. Nanti masakanku keburu dingin gak enak. Mansion ini sekarang kosong, aku susah payah menyiapkannya tadi!" jawab Sofia memanyunkan bibirnya.


Yos tentu saja senang. Apalagi, kondisi perutnya saat ini memang sedang lapar. Namun tidak dengan Xander yang kini melirik kesal Yos yang sudah mau maju untuk mengikuti langkah Sofia.


Maka Yos seketika menerima kamera yang saat diberikan setengah di dorong itu dengan wajah terlolong.


Pun dengan Sofia, gadis itu benar-benar merasa heran dengan Xander yang akhir-akhir ini terlihat aneh.


" Kenapa kau diam, cepat siapkan sarapanku!"


" Dasar aneh. Tadi diam aja, sekarang begini!" gerutu Sofia yang kesal sebab Xander selalu seenaknya saja.


Di meja makan.


" Beraninya kau menawarkan makanan yang sudah kau siapkan untukku kepada orang lain!"


Sofia membelalak tak percaya. Padahal ia tak menyiapkan khusus untuk Xander. Dia hanya menawari semua penghuni mansion. Lagipula, dia memasak kan memang untuk penghuni mansion yang telah bekerja keras untuk berunding soal kasus Zen.


Dasar manusia kaku!

__ADS_1


" Mau kemana kau?" tanya Xander berikutnya saat melihat Sofia yang sudah mau pergi.


" Mau men.."


" Duduk dan makan juga sarapanmu. Oh iya, aku mau tambah nasi gorengnya. Cepat ambilkan, sudah sangat lama aku tidak makan makanan kuno seperti ini!"


" Apa? Sudah nambah tapi masih mengkritik. Dasar sapi!"


...ΩΩΩ...


Kendra yang kini tengah berada di ruangan dokter menunggu dengan tak sabar hasil pemeriksaan lebih lanjut yang semalam di lakukan oleh team dokter terbaik di rumah sakit itu.


Ya, dokter meyakini jika ada gangguan pada saraf tulang Megan yang menyebabkan wanita itu lumpuh.


" Sepertinya Nyonya Megan mengalami spinal cord injury!" kata dokter menatap serius Kendra.


" Apa itu?" tanya Kendra yang tentu saja tak familiar dengan istilah medis.


" Keadaan ini merupakan kerusakan pada sumsum tulang belakang akibat trauma atau penyakit degenerasi. Dan 90% kasus ini disebabkan karena trauma misalnya kecelakaan mobil seperti di alami oleh nyonya Megan!"


DUAR!


Membuat Kendra seolah-olah tersambar petir meski tak ada mendung ataupun hujan.


" Apa maksudmu? Istriku lumpuh?" teriak Kendra yang tentu saja kaget setengah mati.


" Tenang dulu tuan, hal ini bisa disebabkan oleh kejadian tertentu atau penyakit, cedera tulang belakang dapat menyebabkan kerusakan pada sebagain ataupun seluruh otot dan saraf di bawah lokasi cedera. Oleh karena itu nyonya tidak bisa menggerakkan tangannya!"


" Lalu cedera pada dada atau punggung bawah, akan berpengaruh pada batang tubuh, seperti kaki, kotrol usus dan kandung kemih, serta fungsi sek* sual. Ini penjelasannya!"


Kendra semakin menggeleng tak percaya. Bagiamana dia akan menghadapi Megan yang pasti akan sangat terpukul nanti.


" Saya mohon anda untuk tenang dulu tuan, jika kondisi awal sudah stabil, dokter akan mengalihkan perawatan untuk mencegah masalah sekunder yang bisa saja terjadi, seperti deconditioning, kontraktur otot, ulkus decubitus, masalah usus dan kandung kemih, infeksi pernapasan, dan pembekuan darah!"


" Lalu apa jalan keluarnya jika sudah seperti ini?" tanya Kendra yang benar-benar frustasi akan berita yang kini ia dengar.


" Pada tahap pemulihan, seseorang yang mengalami kondisi ini akan menjalani terapi fisik, okupasi, fisioterapi, hingga bertemu dengan psikolog. Kita akan berusaha semaksimal mungkin!"

__ADS_1


Kendra memijat keningnya resah sebab kenyataan ini benar-benar memukul dirinya juga ketegarannya.


__ADS_2