Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 60. Kalang kabut


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


" Selamat ulang tahun nak!"


" Selamat berusia dua tahun. Ibu harap kabarmu sekarang baik-baik saja!"


Kinar meniup lagi lilin kecil diatas cupcake dengan topping warna pink itu dengan senyum getir. Di hapus nya perlahan sebulir air mata yang tiba-tiba menetes tanpa pamit di pipi kuningnya.


Ya, ini adalah kali kedua Kinar merayakan ulang tahun anaknya seorang diri. Harapannya masih sama, sejauh apapun jarak yang terbentang, doa tulus itu kiranya bisa ia harapkan untuk bisa menjangkau anaknya.


Minggu depan ia di jadwalkan akan mengikuti training bersama para karyawan berprestasi lainnya. Menjadi peluang besar bagi wanita seperti Kinar untuk menggali potensi diri lebih dalam lagi.


" Kalian dari sini nanti berempat, berlima dengan saya!"


Kata pak Ramos saat membriefing dirinya, Eta, satu orang pembatik juga Reva yang masih tak lelah menunjukkan wajah masam kepadanya.


" Memangnya, kita jadi pelatihan kemana pak?" tanya Eta.


" Ke kota X!"


Deg!


Maka Kinar seketika mendongak demi mendengar nama kota yang dua tahun yang lalu ia tinggalkan dengan penuh ketidakberdayaan.


" Kalian akan ada disana lima hari. Pak Hansen sendiri yang akan menjemput kita. Tidak perlu bawa barang banyak-banyak, karena di hotel sudah ada beberapa perlengkapan!"


" Ada pertanyaan?"


Saat keempat rekannya sibuk mengulas soal pelatihan yang bakal mereka ikuti dengan rasa antusias bersama Pak Ramos, Kinar malah kini menjadi pucat sebab insecure dengan sendirinya.


" Kota X luas, dan aku hanya akan pelatihan disana selama 5 hari, itupun di hotel. Tidak mungkin aku akan bertemu dengan dia!"


Berusaha mensugesti diri sebab takut dengan massa lalunya.


...ΩΩΩ...


Usai mengetahui fakta mengejutkan itu, Kendra tak hentinya meminta Xander untuk mencari Kinar. Bukan hanya meminta, tapi memerintahkan dengan tegas.


Sofia yang juga tahu berita itu dari Xander merasa sangat bahagia. Itu artinya akan ada peluang bagi Kinar untuk kembali. Dan itu yang memang dia harapkan.


" Tapi kau jangan lupa nak, dua tahun itu merupakan waktu yang tidak sebentar, apapun bisa terjadi. Apalagi nona Kinar sudah berkali-kali di sakiti. Seminggu aja bisa merubahnya perasaan kita apalagi dua tahun!" kata Dores yang pagi ini sedang sarapan di rumah dinasnya bersama Sofia yang masih mengasuh Baby Flo di mansion kedua itu.


" Kok ayah malah nakut-nakutin!"

__ADS_1


" Bukannya nakut-nakutin, ayah ngomongin kenyataan. Ya tapi kalau jodoh gak kemana. Lagipula, nona Kinar itu cantik dan hatinya baik, diluaran sana pasti bakal jadi rebutan orang!"


Maka wajah Sofia langsung berubah murung demi mendengar penuturannya sang ayah. Ada benarnya juga, waktu yang terbuang sudah pasti sedikit banyak telah merubah semuanya, pun dengan perasaan juga keadaan.


Sofia kini menatap muram baby Flo yang semakin kesini semakin mempertontonkan wajah dengan perpaduan antara Kinar juga Kendra.


" Bersabarlah nona, semoga tuan Xander bisa segera menemukan Ibu anda. Saya akan selalu berdoa untuk itu!"


Di lain pihak, Xander yang kini berada di sudut ruangan back office sebuah maskapai penerbangan tampak menelisik rekam jejak Kinar guna mencari posisi wanita itu.


Seingat Xander, Kinar dulu menaiki maskapai penerbangan berplat merah itu.


" Tidak ada pak, saya sudah mencarinya hingga flight satu bulan di tahun itu, tapi tetap tidak ada nama Kinara dalam data manifest kami!"


Xander kini membasuh wajahnya gusar. Seharusnya Kinar terbang menuju selatan, lalu dimana dia pergi? Jika begini, bagaimana bisa dia menelusuri keberadaan Kinar?


Membuat Kendra yang di lapori gusar setengah mati.


" Apa kau bilang Xan? Bagiamana bisa nama Kinar tak ada di manifest?"


Yang di teriaki pun sebenarnya juga terkejut. Sama sekali tak mengira jika Kinar berani nekat.


" Saya bahkan sudah meminta mereka membongkar arsip tuan. Mencari tahu di maskapai lain. Tapi sepertinya nona Kinar memang sengaja membatalkannya jadwal keberangkatannya waktu itu!"


" F ucking Shiit!" mengumpat demi rasa frustasi yang menyerangnya. Membuat Xander tertunduk.


Malah menyalahkan Xander yang jelas-jelas tak akan berpikir ke arah sana bukan?


Dengan perasaan kalut dan terus merasa bersalah, Kendra kini semakin risau. Ia sangat ingin bertemu dengan Kinar dan meminta maaf.


" Aku tidak mau tahu Xan, kau harus bisa menemukan Kinar bagaimanapun caranya!"


...ΩΩΩ...


Seperti sudah menjadi hukum alam, sesuatu yang tak dinanti, malah datangnya lebih cepat. Hari ini merupakan hari dimana Kinar dan keempat temannya yang lain akan mengikuti pelatihan di kota X.


Hansen yang melihat antusiasme dari para karyawannya merasa sangat senang. Tapi saat melihat Kinar yang tampak murung dan resah, pria itu langsung mendatangi Kinar.


" Kamu sakit?" tanyanya langsung memasang wajah khawatir.


Namun yang di tanya malah terkejut sebab sepertinya dia baru saja melamun. Reva yang melihat Kinar lagi-lagi di sapa secara khusus oleh pria tampan itu menjadi semakin tak suka.


"Ti- tidak pak!" jawab Kinar gagap.

__ADS_1


" Terus kenapa kamu kelihatannya nggak happy? Ada masalah lain?" Hansen semakin mengejar Kinar demi ekspresi yang janggal.


Kinar buru-buru menggeleng sebelah ia tak membuat Hansen semakin lebih memberikan perhatiannya kepada Kinar.


" Saya, saya hanya grogi!" jawab Kinar meringis. Untung saja dia menemukan alasan yang masuk akal dalam waktu singkat. Sebab sebenarnya bukan itu yang membuatnya tak tenang.


Membuat Hansen terkekeh.


" Tenang aja, kamu bisa bertemu dengan banyak orang yang hebat-hebat nanti disana, udah sarapan kan? Belum sarapan kali makanya jadi nervous begitu!" goda Hansen yang percaya dengan alasan Kinar.


Eta yang melihat Kinar diajak ngobrol oleh Pak Hansen kini juga melirik Reva yang terlihat tak suka. Menegaskan jika temannya itu sangat iri kepada Kinar.


" Cemburu?" sindir Eta kepada Reva yang masih saja memperhatikan dua manusia itu dengan tatapan masam.


Membuatnya gadis itu langsung tersentak sebab sama sekali tak mengira jika ada yang memergoki kecemburuannya.


" Gak gitu caranya bersaing. Kalau elu pingin dapat perhatian pak Hansen, lu buktiin dengan upgrade diri. Jangan malah nyalahin temen!"


" Jadi lu bela Kinar?" sela Reva yang mengerutkan kening sebab terpancing ucapan Eta.


" Aku nggak ada bela siapapun, semua teman seperjuangan, aku juga masih ingat saat kita bertiga ngelamar disini dan keterima!"


Reva tertegun mendengar Eta yang biasa ceplas-ceplos kini menjadi serius.


"Benahi diri, sikap, perlakuan. Jangan malah terus membuat pertemanan hancur. Kalau aku perhatikan, Kinar bahkan sering menghindar dari pak Hansen dan aku gak bohong soal itu!"


" Tapi lu harus ingat Va, kita gak perlu menjadi orang lain buat di sukai. Kamu gak perlu jadi Kinar biar di sukai oleh orang yang kamu suka. Kamu harus jadi versi terbaikmu sendiri!"


" Tapi pak Hansen suka dengan Kinar, bukan aku!"


" Nah itu lu tahu, jadi masalahnya bukan ada di Kinar kan? Kenapa elu malah susah-susah buat ngebenci orang yang salah?"


-


-


Mereka tiba di hotel Grand Luxury pada siang hari. Menggunakan transportasi darat selama enam jam. Usai mengisi absensi dan daftar peserta, kesemuanya lantas memasuki aula ballroom untuk mengikuti seremonial resmi dari perusahaannya.


Terasa resmi dan ini menjadi pengalaman pertama Kinar bertemu orang-orang hebat yang bakal memperluas sudut pandangnya terhadap kekayaan budaya di negara ini.


Kinar mungkin sudah familiar dengan tempat besar dan mewah seperti itu, namun yang membuatnya berbeda adalah posisinya saat ini. Ia menjadi salah satu peserta pelatihan perusahaan besar, dimana ia dulu hanya seorang wanita yang terkurung dalam perjanjian yang hingga kini masih meninggalkan luka yang basah.


Seusai acara pembukaan yang rupanya dihari oleh ratusan peserta itu berakhir, Kinar yang kini mengantri pembagian kunci kamar hotel oleh panitia, terlihat menatap hamparan kota yang dulu menjadi titik mula terjeratnya ia akan berjanji kelam itu dengan tatapan penuh kerinduan.

__ADS_1


Ia bisa melihat dari jauh ribuan atap rumah yang biasa ia lihat dari balkon kamarnya di mansion. Membuatnya setangkup rindu akan kebenaran Flo semakin menjadi-jadi.


" Apa bisa aku bertemu dengannya lagi Tuhan?"


__ADS_2