
...πΈπΈπΈ...
Kinar tentu saja langsung syok. Meski ia juga ikutan canggung beberapa saat kemudian, tapi sentuhan bibir dingin dengan napas harum itu sukse membuat jantung Kinar berdetak lebih cepat.
" Auwh!"
Pandangan Kendra langsung berubah panik manakala Kinar kini meringis. Bayi dalam kandungannya itu seolah-olah tahu jika Papanya sedang keranjingan.
Oh ya ampun!
" Hey, jangan seperti ini. Ayo tidurlah, ini sudah malam, papa juga sangat mengantuk!" kata Kendra yang pertama kalinya menggunakan suara normal.
Untuk sesaat, Kinar menatap wajah tampan itu tak lekang. Ini mungkin gila, tidak tahu kenapa Kinar suka sekali melihat hidung mancung Kendra yang glowing.
Ponsel Kendra bergetar saat dirinya sedang menitahkan perintah kepada calon bayinya itu agar tidak membuat onar di jam malam begini.
Rupanya Xander.
Entah berita apa yang hendak di berikan oleh pria kaku itu.
" Apa apa?" kata Kendra cepat manakala telepon itu telah berhasil dia jawab.
" Apa nyonya Megan sudah tahu bila anda di sana tuan? Saya barusaja di telpon!"
Membuat Kendra sedikit menjauhkan posisinya agar Kinar tak mendengar perbincangannya itu.
" Bilang saja jika aku tidak berada di sini Xan. Kau tahu apa yang harus kau lakukan kan?"
__ADS_1
Xander yang kini berada di apartemennya benar-benar bingung dengan sikap tuannya itu. Apakah ini benar? Kenapa ia merasa bila Kendra sedang di landa kebimbangan?
π±" Nona Kinar tidak turun tuan. Saya tidak berani masuk sebab ada tuan Kendra di dalam!"
Xander menarik sudut bibirnya sebelah manakala membaca laporan berbentuk pesan yang dikirim oleh Sofia. Gadis yang suka keceplosan itu lucu juga juga jika begini.
π±" Kenapa kau tidak berani masuk? Bukankah kau sering merasai tuan Kendra diam-diam?"
Sofia yang kini membaca balasan pesan dari pria dingin nan jahat itu seketika geram. Ia melempar ponselnya ke atas kasur dengan kasar.
" Sudah gila apa? Mana mungkin aku masuk. Bisa di gantung di kandang sapi aku nanti!" bermonolog sendiri dengan cuping hidung yang mekar maksimal.
Pria itu tak henti-hentinya memicu rasa kesal dari dalam dirinya.
Namun beberapa detik kemudian, Sofia menatap kembali ponsel yang barusaja ia campakkan. Ia membaca kembali ringkasan chatting dengan pria setan itu dengan wajah keruh.
Namun alih-alih merajuk, Sofia malah menekan icon profil pada ponselnya itu. Menampilkan foto Xander yang mengenakan kacamata hitam, dengan posisi tubuh menghadap ke sebuah lautan.
" Orang ini sebenarnya tampan. Tapi jahatnya kayak setan!"
Dan yang di rasai seketika merasa telinganya memanas. Xander malah sampai mengambil kaca lalu melihat telinganya dengan saksama. Takut kalau-kalau ada binatang yang membuat telinganya memerah.
Dasar bodoh!
...β¦Ξ©β¦...
Namun Kinar yang telah mengantuk, tiba-tiba terlalap saat Kendra masih berkutat pada layar ponselnya. Tumben sekali malam ini dia tak terkena insomnia. Sungguh aneh.
__ADS_1
Kendra yang menoleh ke sisi kanan usai menutup beberapa aplikasi penting pada ponselnya, tiba-tiba tertegun demi mendapati Kinar yang kini memejamkan matanya sedikit miring dengan perut yang membuncit nyata.
Dan tanpa di duga, Kendra yang melihat rambut Kinar menutupi wajah teduhnya reflek menyisihkan rambut itu.
" Aldera!"
Kendra membeku selama beberapa detik saat mendengar suara yang tiba-tiba keluar dari bibir wanita yang tengah terlelap itu.
Ya, Kinar mengigau dan kembali menyebut nama itu dengan suara lirih.
" Kenapa kau antusias sekali dengan nama itu, hm?" membantin seraya masih menatap wajah teduh Kinar.
Hingga, Kendra yang merasa lelah turut memiringkan tubuhnya tanpa berniat tidur di tempat lain seperti yang pernah ia gaungkan selama ini.
" Kenapa tiba-tiba aku jadi betah menatap wajah perempuan ini? Kenapa ?"
Kendra benar-benar risau. Semua yang ia lewati seakan membuatnya tahu, bila hamil itu bukan perkara mudah. Apalagi, semua yang ia lihat itu tak satupun yang diketahui oleh Megan.
Tangan kekarnya reflek menyentuh perut Kinar kembali lalu mengusapnya perlahan. Bayi itu seperti tahu apa yang ia rasa. Perut itu bergejolak dan membuat Kinar menggeliat.
Maka Kendra buru-buru menutup matanya dan membuat Kinar terkejut. Namun, mendapati tangan Kendra masih berada di perutnya membuat Kinar tersenyum dengan perasaan aneh. Hatinya berdesir.
" Aku tidak boleh jatuh cinta dengan pria ini. Aku tahu semua hal yang dia lakukan beberapa waktu terakhir adalah demi anaknya. Tapi, jika aku ingin serakah sedikit saja, aku ingin membiarkan dia ada disini bersamaku, untuk sejenak saja!"
.
.
__ADS_1
.
Mommy banyak pertemuan hari ini. Udah gak kuat melek. Besok lagi ya. Yang penting gak bolong buebo tersayang ππ