Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 44. Dua pria dua sikap jantan yang berbeda


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Kinar menatap tak percaya wajah rupawan yang kini jauh lebih tampan saat begitu serius menantang seorang Zen. Tidak tahu kenapa, Kinar juga merasa begitu terlindungi jika berada di dekat Kendra.


Alih-alih melepaskan Kinar usai di ancam, Zen masih bisa menyuguhkan senyuman licik.


" Aku sudah memberikan apa yang kau mau, tapi kenapa kau malah ingin merampas kepunyaanku?"


Membuat Kendra semakin tak sabar.


"Lagipula, bukankah kau menikahi Kinar hanya sebatas sebuah perjanjian? Hahahaha?"


Kendra semakin mengeraskan rahangnya, demi menahan emosi dalam jiwanya. Sebab meskipun ia sangat tidak senang manakala mendengar hal itu, namun nyatanya itulah yang memang terjadi.


" Dengar brengsek, aku sudah membeli perempuan ini dengan harga mahal. Dan adapun yang kurang ajar disini, itu adalah kau. Kau dengar itu?" seru Zen dengan mata yang menatap tajam ke arah Kendra.


" Brengsek!"


BUG!


Kendra yang kesabarannya telah terkikis kini terlihat begitu marah demi mendengar perkataan yang sebenarnya membuatnya terkejut.


Pria tampan itu langsung meninju wajah Zen hingga terlepaslah cekalan itu sebelum waktunya. Ia sangat murka saat mendengar satu kenyataan bila Zen telah membeli Kinar.


BUG!


Maka Kinar yang kini telah terbebas dari jeratan bandot tua itu, langsung tegang tatkala melihat lengan berotot milik Kendra yang gini terus - menerus menggebuk wajah bandot tua itu dengan kalapnya.

__ADS_1


Sementara itu, wanita berwajah sadis yang menjadi anak buah Zen tampak mulai menarik Sofia yang menggendong baby Flo untuk keluar secara paksa. Xander yang jelas telah kehilangan kesabaran nya juga langsung menendang perut wanita itu, hingga membuatnya terpelanting.


" Jangan membuat kesabaranku habis, karena meskipun kau perempuan aku tidak memperdulikan hal itu!" seru Xander yang tak bisa berkompromi dengan keselamatan Sofia.


" Kalau begitu hadapi aku!"


Namun saat keduanya saling serang, rombongan polisi tiba-tiba datang dan membuat para anak buah Zen kocar-kacir.


Kendra yang berhasil membuat wajah Zen bonyok kini di tarik paksa oleh Kinar sebab perempuan itu takut bila Kendra bakal kebablasan dan malah membunuh pria itu.


" Tuan hentikan, dia bisa mati!"


Kinar hanya takut jika Zen mati, Kendra bakal terseret buntut panjangnya.


Zen yang mendengar suara sirine yang mulai mendekat, kini beringsut mundur dan meminta anak buahnya yang membawa surat penting itu untuk pergi. Kelemahannya jauh lebih penting daripada melawan Kendra yang rupanya sangat sulit di taklukkan.


" Cepat mundur, bawa berkasnya!" teriak Zen yang terseok-seok manakala berlari.


" Urusanmu denganku belum selesai, ingat itu!"


Kinar langsung di peluk oleh Kendra usai di ancam oleh Zen yang kini berlari untuk kabur.


" Kau jangan takut. Kau akan aman bersamaku!" kata Kendra yang spontan mencium puncak kepala Kinar yang kini menangis.


Kendra yang mencatat ucapan Zen tadi dalam hatinya, berjanji untuk mencari tahu rekam jejak Kinar. Tidak tahu kenapa, Kendra tak rela melepaskan Kinar usai ia mengetahui bila perempuan yang menjadi ibu dari anaknya itu terseret hubungan dengan pria sekelas Zen.


Selain itu, ada hikmah didalam kejadian ini yang membuat Kinar akhirnya tahu, bila Kendra sejatinya merupakan orang yang baik.

__ADS_1


Di sisi lain, Sofia yang berdiri dengan rasa jantung yang hendak meledak, kini termenung tak percaya manakala melihat Xander mengusap wajahnya dengan wajah panik.


" Apa kau terluka?" tanya Xander yang benar-benar mencemaskan Sofia yang wajahnya kini pucat sebab ini pertama kalinya bagi Sofia terlibat dalam perkelahian macam itu.


Sofia menggeleng dengan wajah setengah malu dan perasaan canggung.


Polisi yang datang sebagian mengejar rombongan Zen, dan sebagian lagi menangkap anak buah Zen yang terkapar.


Adalah Yos, dialah yang melakukan semua ini. Laki-laki itu meminta polisi datang sebab kejahatan Zen benar-benar diluar ambang batas.


" Tuan!" sapa Yos yang datang bersama kapten dari polisi yang datang.


Kendra mengangguk seraya tersenyum sebab ia merasa Yos datang di saat yang tepat.


" Sepertinya telah terjadi pembunuhan!" kata Kendra terhadap kapten tim Rajawali itu.


" Pembunuhan?" ulang sang kapten mengkonfirmasi.


Kendra akhirnya menceritakan apa yang di sampaikan oleh Kinar dengan tergagap-gagap tadi. Kapten polisi itu nampak menghimpun keterangan yang di kemukakan oleh Kinar dengan cepat dan sigap.


Pria itu juga meminta arah- arah lokasi markas Zen guna melakukan penggerebekan. Kejahatan yang terorganisir ini jelas tak boleh dibiarkan.


" Dia pasti tidak akan kembali kesana!" Kinar yang meyakini jika Zen pasti kabur untuk menyelamatkan dirinya.


" Benar nyonya. Tapi kami akan melakukan otopsi jika memang ada mayat yang ditentukan disana!"


Kinar menatap Kendra meminta pertimbangan, sebab sepertinya ia akan wira wiri ke kantor polisi untuk memberikan keterangan.

__ADS_1


Kendra mengangguk memberikan persetujuan dan menyiratkan makna bila dia akan menemani.


" Aku akan menemanimu!" kata Kendra yang pertama kali berkata lembut kepada Kinar. Membuat Sofia semakin senang saat melihat hal langka itu.


__ADS_2