
...🌸🌸🌸...
Hari berganti, sejak Megan berbincang dengan Kinar beberapa waktu yang lalu Megan menjadi lebih slow dalam berpikir. Ia akhirnya bisa meyakini bila Kinar merupakan orang yang berbeda.
Circle pertamanan yang sejatinya toxic itu, selama ini kerap membuat Megan tak pernah tenang. Ibaratnya, saat teman atau orang lain memiliki satu batang emas, Megan haruslah memiliki dua atau lebih. Dan hal itu, tanpa Megan sadari justru membuatnya tak tenang dan tak pernah merasa cukup.
Ia terus merasa tersaingi apabila tak bisa di atas teman-temannya. Dan soal anak, bibi Kendra lah yang kerap menggunjing dirinya. Membuatnya sampai berpikir yang tak rasional dengan mencari orang agar bisa mengandung benih dari Kendra.
Beruntung, Kendra yang tahu bila bibirnya merupakan orang tak baik, tak mengizinkan orang itu datang meski dengan dalih menjenguk. Bahkan, semenjak kelahiran baby Flo sebulan yang lalu, bibi Rahel tak di izinkan datang ke mansion.
Meski semasa sehat Megan kerap berboros ria, Kendra juga tak mempermasalahkan hal itu. Bagi Kendra dulu, service Megan lebih penting ketimbang sejumlah uang yang menurut Kendra tak seberapa itu. Sebab bagi orang sibuk seperti dirinya, urusan ranjang merupakan pelepas penat terbaik yang terus menjadi candu pria dewasa seperti dirinya.
Ya, memang selain pandai di ranjang, agaknya Megan tak memiliki keahlian lain selain itu.
Tapi Kendra adalah Kendra, pria itu masih sangat bertanggungjawab kepada Megan meski Megan dalam keadaan seperti saat ini. Lagipula, Kendra menyadari jika dirinyalah yang berkontribusi menyebabkan Megan mengalami kecelakaan. Dan dia bukanlah pecundang.
Di lantai dasar.
" Kamu mau kemana Sof?" sapa Kinar yang melihat Sofia kini berjalan resah. Membuat gadis itu terperanjat sebab berjalan dalam mode setengah melamun.
" Ayah saya sakit nona. Saya mau izin kepada tuan Kendra untuk pulang ke mansion kedua!" jawab Sofia jujur dengan murung.
Kinar menatap muram Sofia yang sepertinya juga rindu dengan ayahnya. Membuatnya tak sampai hati.
" Pergilah. Nanti akan ku sampaikan. Urusan nyonya Megan, nanti biar aku yang kerjakan!" kata Kinar sembari tersenyum ramah kepada Sofia.
" Saya takut jika Tuan Kendra marah. Mungkin lusa saya sudah kembali kesini nyonya!" tukas Sofia yang merasa belum tenang.
" Tidak masalah. setelah ini aku akan memberitahu Tuan Kendra jika kau buru-buru. Dan, sampaikan salamku kepada ayahmu ya?"
Dan saat mereka masih sibuk mengobrol, Kendra yang sudah rapih kini terlihat turun dan berhasil menginterupsi dua wanita itu.
" Ada apa ini?" kata Kendra yang membuat kedua wanita itu seketika menoleh.
" Emm tu- tuan, saya..."
Kinar langsung menyahut begitu melihat Sofia yang tampak ketakutan dan terbata-bata.
" Tuan Dores sedang sakit. Sofia ingin meminta izin untuk pulang ke mansion dua!" kata Kinar membantu menjelaskan.
Membuat Kendra langsung menatap Sofia yang kini menunduk karena sungkan.
__ADS_1
" Benarkah begitu?" tanya Kendra mengklarifikasi kepada Sofia.
Sofia mengangguk sebagai wakil dari jawaban iya.
" Tuan tenang saja. Saya yang bakal merawat Nyonya Megan selama Sofia pergi!" timpal Kinar yang tahu kemana arah pikiran Kendra yang pasti langsung mencemaskan Megan juga Flo.
Padahal, meskipun ada Sofia, kinarlah yang juga sering merawat Megan sebab Kinar merasa kasihan terhadap Megan.
Dan saat ketiganya masih sibuk dengan obrolan, Xander tiba-tiba datang dan membuat atensi mereka teralihkan.
" Selamat pagi tuan!" sapa Xander yang membuat kesemuanya menoleh.
Namun alih-alih menjawab, Kendra justru menanyakan pertanyaan lain kepada Kinar sebab ia kini menjadi mengkhawatirkan anaknya.
" Tapi Flo?"
"Tuan tenang saja, saya selalu mengajak nona Flo saat mengurus mamanya. Dia selalu terlihat senang!" tutur Kinar yang masih berusaha meyakinkan Kendra yang tampak resah.
" Ada apa memangnya? Kenapa semua berbicara sangat serius? " batin Xander yang belum tahu pokok pembicaraan mereka.
" Baiklah. Kalau begitu minta Yos untuk mengantarmu!" kata Kendra yang menyetujui permintaan Sofia. membuat Xander semakin dilanda rasa penasaran.
" Aku pergi dulu Kinar. Kalau ada apa-apa soal segera hubungi aku!" kata Kendra kepada Kinar sebab ini sudah waktunya dia berangkat.
Kinar mengangguk, " Baik tuan, semoga hari anda lancar!" ucapnya tersenyum.
Membuat Kendra turut menarik senyum meski sekilas karena jaim lantaran ada Xander juga Sofia.
Kinar merasa tenang sebab Kendra benar- benar sudah berubah. Pria itu kini menjelma menjadi manusia normal yang membuatnya lega.
Saat di perjalanan menuju mobil, Xander tampak diam. Namun tanpa Xander sadari, Kendra melihat kerisauan di wajah Xander.
Pria datar itu kini membukakan pintu untuk Kendra yang berjalan dengan penuh kewibawaan. Pikirannya lagi-lagi kembali kepada perintah Kendra yang malah meminta Yos untuk mengantarkan Sofia.
"Memangnya mau kemana sih dia?" batin Xander semakin resah.
Sepanjang perjalanan, Kendra hanya diam dan melihat gerak semu jalanan yang setiap hari menjadi pemandangan langganannya. Sesekali ia juga melirik Xander yang wajahnya tampak tak tenang.
Jika Kendra tampak serius dan entah memikirkan apa, Xander justru gelisah demi memikirkan Sofia.
Setibanya mereka di perusahaan, Xander yang kini sudah membukakan pintu terlihat ingin mengutarakan sesuatu kepada bosnya itu. Namun belum sempat Xander membuka mulutnya, Kendra sudah lebih dulu menyahut.
__ADS_1
" Pergilah, waktumu hanya sampai jam 10!"
" Apa? Bagiamana tuan Kendra bisa tahu jika aku mau izin?" membatin tak percaya akan apa yang dia dengar barusan.
Xander bahkan langsung tercenung. Darimana tuannya itu tahu jika sebenarnya ia ingin pergi.
" Aku tidak suka mengulang perkataan!" seru Kendra yang melihat Xander sedikit terkesiap.
Maka Xander kini kini membungkuk dan langsung pergi menuju ke arah mobilnya.
" Terimakasih tuan!"
Kendra menatap Xander yang kini kembali masuk ke dalam mobilnya dengan wajah tegang. Kendra menatap mobil yang kini mulai menjauh dari pandangannya itu dengan senyum penuh arti.
"Sepertinya kau tidak bisa menyembunyikannya kepadaku Xan!"
...ΩΩΩ...
Sofia yang sudah berada di depan mansion dan tengah bersiap bersama Yos, kini terlolong demi melihat Xander yang kembali ke mansion.
" Tuan Xander? Apa ada yang ketinggalan, kenapa dia kembali?" batin Sofia yang mengira jika Xander kembali karena ada sesuatu yang ketinggalan.
" Masuklah Aku yang akan mengantarkannya!" kata Xander menatap datar Yos yang membuat gadis di sampingnya mendelik.
" Mengantar? Kenapa mengantarku?" jerit Sofia dalam hati yang bingung dengan ucapan pria datar itu.
Dan demi isi jagat raya ini, Yos benar-benar terkejut dibuatnya. ini bukan kali pertamanya pria itu menyerobot bahkan main serong, dan untuk kesekian kalinya pula, Yos harus menuruti perintah itu sebab senioritas masihlah senioritas.
"Kenapa harus diantar dia sih Bukannya dia tadi sudah pergi sama Tuan Kendra?"
Sofia hanya berani membatin dengan menatap resah wajah pria yang kini masih datar itu, Yos yang sekarang mendengar perintah itu secara langsung tentu langsung kembali ke dalam sebab Ia tak ingin mencari masalah.
"Kenapa kau diam cepat masuk!" kata Xander kepada Sofia yang memang mematung di sampingnya.
" Ta- tapi Tuan, ke- kenapa..anda yang mengantar saya?"
Membuat Xander meneguk ludahnya.
" Kau jangan GR, Kau adalah pengasuh nona Flo juga pengasuh Nyonya Megan, jika sampai sesuatu terjadi kepadamu nanti, aku yang bakal repot. Cepat masuk banyak bertanya sekali kau ini!"
Maka Sofia seketika mendengus kesal demi mendengar perkataan kurang ajar dari bibir pria yang tak pernah bisa bersikap halus itu.
__ADS_1