Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 48. Pijar kehidupan yang mulai meredup


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Xander menyodorkan piring kosong bekas gunungan nasi goreng yang baru ia sikat hingga licin tandas tak bersisa. Sarapan sejuta umat yang citarasanya ternyata lebih baik daripada masakan yang sering dia pesan itu, membuatnya nambah dua kali.


Delicious.


" Apa masakan saya benar-benar enak tuan?" tanya Sofia yang sumringah sebab mencari compliment . Dan jujur, ia baru mempraktikkan resep yang diberikan oleh kepala pelayan di mansion dua, sebab ia ingin belajar.


" Biasa saja!" menjawab cuek.


" Dasar kurang ajar. Padahal dia nambah dua kali!" menggerutu demi sikap Xander yang ia nilai cukup kurang ajar.


" Benarkah? Tapi kenapa tuan..."


" Aku tidak makan dari kemarin. Wajar kalau aku makan sangat banyak pagi ini. Lagipula, tidak ada pilihan lain!" masih menjawab datar dan membuat Sofia semakin berengut kesal.


Tanpa mempedulikan wajah bersungut-sungut Sofia, Xander akhirnya beranjak dari duduknya sebab ponselnya bergetar karena Kendra menghubunginya.


" Ya tuan?" sahutnya manakala telepon itu telah tersambung. Menajamkan telinga sebab bagi Xander ucapan Kendra adalah sesuatu yang selalu penting.


Sofia seketika mematung saat mendengar Xander kini berjalan menjauh sembari menjawab panggilan telepon. Dan seperti biasa, Sofia selalu kepo.


" Ada apa ya? Apa yang menelpon itu tuan Kendra? Apa nyonya Megan sudah sadar? Kasihan juga dia. Meski kadang ketus, tapi aku jadi gak tega lihat tuan Kendra sedih!"


Namun fokusnya malah teralihkan. Ada rasa aneh saat dirinya kini tak sengaja memperhatikan Xander. Pria tinggi dengan rambut yang selalu tersurai rapi, beralis tebal dan memiliki wajah yang jarang tersenyum itu sebenarnya tampan juga jika diam dan serius seperti itu. Tapi sayang mulutnya itu benar-benar kurang ajar jika berkata.


-


-


Ketidakterimaan Megan akan kondisinya malah semakin memperburuk keadaannya saat ini. Tensinya yang tinggi membuat semuanya menjadi lebih buruk.


Ya, Megan kini terkena hipertensi sebab wanita itu tak bisa menerima keadaan. Apalagi, wajah Kinar yang turut ada saat dia barusaja membuka mata menambah rasa emosi dalam dirinya.


Membuat Kendra benar-benar bingung harus bagaimana lagi untuk bisa membuat Megan tenang.


" Tuan?" sapa Xander yang kini telah datang sebab ia memang diminta oleh Kendra untuk datang kerumah sakit.


Kendra butuh seseorang yang bisa dia andalkan untuk membantunya mengurus kerumitan yang ia alami.


" Megan lumpuh dan sepertinya dia juga terkena stroke Xan. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi!" kata Kendra tanpa basa-basi dan seolah ingin membagi beban itu pada Xander persegera.


Xander tercenung usai mendengar ucapan Kendra yang penuh ketidakberdayaan itu. Sepanjang hidup Xander, baru kali ini dia melihat Kendra selemah itu.


" Mansion akan siap sore ini tuan. Kita bisa membawa nyonya pulang nanti!" kata Xander yang meyakini jika Kendra juga ingin membawa Megan untuk segera pulang.


Kendra mengangguk, " Minta dokter terbaik dan juga terapis untuk merawat Megan Xan! Kepalaku benar-benar serasa mau pecah!"


Xander mengangguk. Ia kasihan kepada Kendra. Benar juga kata orang bijak, setiap orang pasti akan menemui masa sulitnya.


Entahlah, kenapa keadaan menjadi sangat runyam begini hanya dalam waktu singkat.


Tiga hari kemudian.


Megan tak jadi dibawa pulang kemarin lusa sebab dokter masih ingin memastikan jika kepulangan Megan bisa memenuhi persyaratan.


Namun Kinar dan Flo sudah lebih dulu pulang ke mansion sebab Kendra tak ingin anaknya berada dalam ketidaknyamanan. Di sela beban berat yang ia alami saat ini, Kendra masih bisa membagi waktunya sebagai suami juga sebagai papa yang baik.


Meski tak jarang, Kendra harus merelakan dirinya yang minim istirahat untuk menjaga Megan.


Megan mengalami hipertensi yang menyebabkan dirinya terkena stroke dan kini kesulitan untuk berbicara. Wanita yang semula cantik dan glamour itu berubah menjadi wanita yang perot dan menjadi bunga ranjang.


Dalam hati Megan, selain rasa cemburu yang masih bersarang di dalam dadanya, ia kini juga terlihat bingung sebab kenapa Kinar masih ada di sana dan dibiarkan oleh Kendra.


Ya, Kinar siang ini sengaja datang untuk melihat kondisi Megan sebab ia tak bisa membohongi dirinya jika ia juga ingin tahu perkembangan kesehatan Megan.


Namun saat ia ingin menjerit dan mengumpat, mulutnya tak bisa di gerakkan dan hanya mengeluarkan suara gumaman yang tidak jelas.

__ADS_1


Ia terus berontak dan membuat Kendra datang untuk berusaha menenangkan. Mata Megan melotot ke arah Kinar yang kini berdiri di ujung ranjangnya dengan tatapan penuh kebenaran.


Dan di titik itu, Kinar memilih untuk keluar sebab ia menyadari bila Megan masihlah marah kepadanya.


" Sungguh aku tidak bermaksud membuat anda bersedih Nyonya!" jeritnya dalam hati yang merasa prihatin akan kondisi Megan saat ini.


Kinar memilih untuk pergi sedikit menjauh sebab hatinya semakin pilu saat Megan yang ada di dalam ruangan itu terdengar mengamuk.


Setibanya ia di balkon yang sepi, Kinar menatap lembayung senja di ufuk barat dengan perasaan campur aduk. Namun hangat cahaya jingga yang menyemburat tinggi sedikit bisa menentramkan dan mengalihkan secuil beban dalam hatinya.


" Kenapa Engkau menyeretku kedalam takdir ini Tuhan? Aku tidak ingin menyakiti hati siapapun, sungguh!"


Kinar membatin dengan hati yang sesak. Namun saat ia barusaja mengusap air matanya yang tak mau berhenti mengalir, sebuah tangan besar tiba-tiba melingkar di perutnya dan membuatnya terperanjat.


" Maaf!"


Kinar menoleh dan tanpa sengaja pipinya malah menabrak bibir Kendra. Membuat wajah perempuan yang baru saja menangis itu kini memerah.


" Tuan, kenapa anda meninggalkan nyonya Megan?" tanya Kinar yang sedikit canggung. Ia takut seseorang akan melihat interaksi mereka yang cukup dekat ini.


" Megan histeris lagi Kinar. Dokter sedang berusaha menenangkannya. Aku..."


Kinar termenung menatap wajah Kendra yang kini layu dan tak se segar biasanya. Wajah yang di awal-awal begitu menakutkan, kini terlihat rapuh dan tak berdaya.


" Tuan, saya harus per..."


Namun baru saja Kinar hendak pergi, Kendra tiba-tiba menahan langkahnya dan langsung memeluk Kinar hingga membuat perempuan itu kembali tertegun.


"Tolong aku Kinar. Bantu aku!" ucap Kendra yang bersahut dengan sebuah isakan. Terdengar lirih dan begitu menyayat hati.


Tangan Kinar yang semula menggantung dan menganggur kini perlahan ia angkat lalu dengan memberanikan diri mengusap lembut punggung lebar Kendra yang kini bergetar.


Ternyata sekuat apapun manusia, semua bakal berada di titik nadir dalam hidupnya. Pun dengan Kendra. Tak ada yang tahu jika pria berkuasa itu kini bersandar rapuh di bahunya yang ringkih.


" Berjanjilah untuk membantuku Kinar. Maafkan Megan, maafkan semua kesalahanku juga Megan!" ucap Kendra yang masih memeluk Kinar dengan pilunya.


Dan Xander yang tak sengaja melihat hal itu dari kejauhan langsung memutar langkahnya.


" Teori yang mengatakan bila memiliki dua istri enak itu ternyata tak selamanya benar!" kata Xander dalam hati yang buru-buru pergi sebab takut dilihat Kendra.


...ΩΩΩ...


Sore ini Megan di pindahkan oleh Kendra menuju mansion utama saat dokter telah memberikan izin.


Wanita itu selalu menyuguhkan tatapan kosong bagai manusia yang kehilangan harap. Sofia yang sudah menyiapkan kamar Megan sampai terkejut saat melihat wajah Megan yang bukan seperti Megan.


" Se- selamat datang Nyonya. Mari saya bantu!" kata Sofia yang kini meraih kursi roda yang semula di dorong oleh Xander.


Anehnya, Megan yang terlihat melamun itu tak berontak saat Sofia menawarkan bantuan. Megan benar-benar terlihat seperti orang yang putus asa.


" Biar aku saja!"


Kendra menahan Sofia yang akan mengangkat tubuh Megan. Membuat perempuan itu mundur. Kendra kini mengangkat tubuh istri pertamanya itu lalu meletakkan ke atas ranjang dengan perlahan.


" Tuan Kendra benar-benar pria sejati. Sikapnya masih saja baik meski keadaan istrinya seperti itu!"


Seusai Megan berada di ranjang, perempuan itu merasa haus dan berusaha meminta air meski mulutnya sangat tidak kooperatif.


" Eeemm Emmmmm!" gumamnya menunjuk ke arah depan dimana botol air yang mengandung mineral berharga mahal itu ada disana.


Membuat Sofia menebak.


" Air nyonya?"


Megan kontan mengangguk. Namun saat air yang sebenarnya berada di dekat jangkauan Kinar itu dibawa oleh Kinar, Megan langsung menepis tangan Kinar sehingga tumpahlah air yang tutupnya sudah dibuka itu.


" Megan!" Seru Kendra yang tentu tak setuju dengan perbuatan istri pertamanya itu yang membuat Kinar terkejut.

__ADS_1


" Bi- biar saya ambilkan lagi tuan!" seru Sofia yang kini buru-buru berlari guna mengambilkan air yang ada di bawah.


Xander yang melihat hal itu turut merasa prihatin. Flo yang kini masih di gendong oleh Kinar seketika menangis akibat mendengar papanya yang memekik.


" Saya bawa nona Flo ke kamarnya dulu tuan!" Kinar memilih pamit sebab selain malu, ia kini juga sedih. Ia sangat tulus ingin merawat Kinar, tapi ia juga sadar, siapapun yang ada di posisi Megan pasti akan seperti itu.


Kendra menatap muram istrinya yang terlihat tak suka dengan bantuan Kinar.


-


-


Sudah dua Minggu ini Megan dirawat dirumah namun kondisi yang ada tak juga menunjukkan adanya peningkatan kesehatan. Wanita itu malah kehilangan banyak sekali berat badan sebab Megan tak memiliki selera makan.


Padahal, dokter juga sudah memberikan asupan nutrisi melalui suplemen yang bisa dilarutkan bersama minuman yang di konsumsi Megan.


Hingga di satu malam yang dingin, Kendra sengaja ingin berbicara serius kepada Megan yang kesehariannya kini melamun di kamar.


" Aku tahu kau pasti kecewa kepadaku!"


Megan masih diam saat mendengar suaminya kini berbicara sembari menggenggam tangannya.


"Tapi aku tidak bisa memilih siapapun saat ini Megan. Aku mencintaimu, tapi Flo yang kehidupannya sangat bergantung kepada Kinar membuatku tak berdaya!" kata Kendra penuh kesungguhan.


Megan menitikkan air matanya sebab tersentuh dengan kalimat yang terlontar dari mulut suaminya. Tapi kecemburuan itu benar-benar lebih besar dari logikanya.


Sejurus kemudian Megan mengibaskan tangan Kendra dan meraih sebuah papan tulis digital, lalu dengan kesulitan dia menulis huruf demi huruf yang membentuk sebuah kata.


Ya, Megan menggunakan alat tulis modern itu untuk berkomunikasi jika ada sesuatu yang penting meski tangan kirinya tak selihai tangan kanannya.


" Apa kau mencintai Kinar?"


Kata Megan pada tulisan yang huruf nya tak rapi namun masih bisa di baca oleh Kendra.


Kendra tertegun menatap wajah Megan yang kini pucat tanpa hiasan apapun. Bahkan wajah yang dulu selalu termake up dengan hedonnya itu, kini tampak layu dan perot.


" Megan aku..."


Megan terlihat kecewa dan menarik tangannya. Wanita itu menangis. Ia sudah menduga jika suaminya pasti telah jatuh cinta dengan wanita itu.


Hati Megan seketika pilu. Ia telah salah memilih jalan yang akhirnya menjadi bumerang yang kini sangat menyiksa batinnya.. Begitu pikirnya.


Tapi yang sebenarnya, bagi Kendra Megan adalah wanita luar biasa yang bahkan telah memikirkan kebahagiannya tanpa memperdulikan resiko.


Dan semakin kesini, Kendra merasa tak mungkin untuk melepaskan keduanya.


" Megan tolong ma..."


Megan mendorong-dorong tangan Kendra sebagai bentuk kekecewaan nya. Kendra akhirnya pergi dan membiarkan Megan yang mungkin ingin berdamai dengan dirinya sendiri sebelum istrinya akan histeris kembali.


Kendra pergi dengan menatap muram Megan dan berjanji akan terus memberikan pengertian kepada istrinya hingga istrinya mau mengerti.


Tanpa mereka sadari, Kinar yang kini bersembunyi di balik vas besar tak sengaja mendengar percakapan keduanya, terlihat menyusut air matanya sebab merasa kasihan kepada Kendra.


Dan sepeninggal Kendra, Kinar masuk ke kamar Megan dan membuat wanita itu seketika syok.


Kinar yang tahu Sofia sedang sibuk kini sengaja ingin menggantikan tugas gadis cerewet itu, saat Flo sedang tidur.z


" Sofia sedang sibuk di bawah. Saya akan menggantikan popok anda Nyonya!"


Megan langsung mengangkat tangannya demi menolak ucapan Kinar. Namun tanpa di duga, Kinar malah memaksa dan tak memperdulikan sikap Megan yang tak bersahabat, sebab sungguh ia ingin membantu merawat Megan.


Satu kebaikan Megan yang dia ingat adalah terlepas dari perjanjian itu, Megan adalah orang baik yang mau membawanya ke rumah sakit saat dia tak berdaya.


Kinar yang di pukuli Megan hanya diam dan terlihat telaten menggantikan diapers dewasa yang rupanya telah penuh itu. Tanpa rasa jijik, Kinar juga mengelap keintiman Megan dan dengan cekatan ia mengganti popok itu dengan yang baru.


" Sudah selesai Nyonya. Saya permisi dulu!" Kinar pamit dan mengabaikan sikap Megan yang pastinya masih kesal kepadanya.

__ADS_1


Dan di titik itu, Megan kini menangis terisak sebab kesal dengan ketidakberdayaannya. Kinar yang kini menghela napas di balik pintu kamar Megan yang sudah tertutup, terlihat mengeluarkan tangisnya sebab ia juga merasa tak tega.


__ADS_2