
...🌸🌸🌸...
Namun jangan dikira aksi tersebut tidak terendus oleh hidung tajam seorang Kendra Arion.
" Jadi perempuan itu pergi ke tempat pemerahan?" berkata sembari menggerakkan kursi putar itu seratus delapan puluh derajat ke arah Xander.
Kendra yang di lapori Xander terlihat ingin tertawa. Ia bisa membayangkan sepucat apa pasti Dores saat itu. Mengingat Dores merupakan orang yang kaku.
" Apa yang dia lakukan disana?"
" Dores mengatakan jika nona makan bersama para pekerja setelah itu pulang!"
Kendra tertawa terpingkal-pingkal, " Jadi mereka piknik?"
" Kenapa ini, kenapa anda malah tertawa tuan? Saya bahkan sudah harap-harap cemas dan takut anda marah!"
" Hilda mengizinkan nona Kinar memasak tuan. Nona memaksa mereka!"
Yang di lapori masih terlihat mengusap janggutnya sambil berpikir.
" Ada hal lain apa lagi yang terjadi selama aku tidak ada?"
" Hilda barusaja memberi hukuman kepada dua pelayanan yang membicarakan nona muda tuan "
Membuat tawa itu seketika lenyap.
" Memangnya apa yang mereka bicarakan?" bertanya dengan tatapan ingin membunuh.
" Mereka mengatakan jika nona Kinar pasti seorang pelakor yang menggoda anda karena nona Megan tidak bisa memberikan anda anak!"
" Lancang sekali mulutnya. Kenapa Hilda tidak merobek mulut mereka saja?" berkata tak sabar dengan penuh kemarahan.
" Nona sempat melihat kejadian itu dan membuat Hilda menyelesaikan hal itu cepat-cepat!" bahkan mimik wajah Xander masih saja nampak datar.
" Kapan aku ada waktu longgar Xander?" bertanya sembari beranjak.
" Bulan depan tuan!"
" CK, kenapa lama sekali?" menyalahkan Xander seraya mendengus kesal.
" Kan anda sendiri yang telah membuat daftar kesibukan, kenapa anda jadi plin-plan begini?"
...ΩΩΩ...
Telah lebih dari satu bulan ini Kendra tak mengunjungi mansion kedua. Selain karena sibuk dengan sedikit permasalahan di pekerjaannya, dia memang tak memiliki keharusan untuk kesana sering-sering kan?
Meski begitu, Xander tetap memberikan informasi soal Kinar yang ia dapat melalui Hilda. Membuat Megan senang karena semua yang ia rencanakan tampaknya sesuai dengan angan-angannya.
Malam ini, usai mereka berdua menghabiskan seluruh energi untuk bercumbu, Kendra sedikit resah sebab baru saja membaca pesan dari Xander, yang memberikan kabar jika Kinar sedang sakit.
Bahkan sebenarnya Kinar sudah sakit sejak beberapa hari yang lalu.
" Kau mau kemana Ken?"
__ADS_1
Megan bertanya resah saat suaminya tiba-tiba menuju kamar mandi. Tak biasanya ia begitu. Biasanya mereka akan mengulang kegiatan panas mereka hingga menjelang dini hari.
" Aku lupa jika Xander akan datang sebentar lagi. Ritel kita yang di timur ada yang mengalami beberapa kendala!"
Megan langsung terdiam. Berita soal penutupan paksa dua mall dan supermarket besar miliknya di dua cabang memang sedang trending.
" Tapi kenapa malam-malam begini?"
" Apa kau lupa jika Xander bahkan sering tidak tidur untuk semua ini?"
Megan seketika bangkit lalu memeluk suaminya penuh sesal. " Maafkan aku, akan aku siapkan pakaian untukmu!"
Rasa berdosa ada saat melihat Megan kini membuka lemari guna menyiapkan pakaiannya, namun tentu ia paham perasaan istri pertamanya itu jika tahu ia akan pergi ke mansion kedua.
Apalagi, Megan dan Kendra sudah sepakat untuk tidak terlalu mengurusi Kinar. Dan bukankah Kinar tak lebih dari seseorang yang rahimnya mereka sewa?
Di perjalanan, Kendra yang duduk di belakang terlihat berpikir. Kenapa dengan dirinya, kenapa ada rasa tidak terima saat Kinar dikatakan pelakor, peduli apa dia?
Dan satu lagi, saat mendengar kabar soal kesehatan gadis itu, kenapa semua itu juga membuatnya tidak tenang.
Setibanya ia di mansion, ia melarang Xander untuk membangunkannya gadis itu. " Biarkan saja Xan, ini sudah terlalu malam. Dia pasti sudah tidur!"
Xander mengangguk patuh. Hilda yang terkejut sekonyong-konyong menyambut kedatangan Kendra yang tanpa pemberitahuan itu.
" Tuan!"
" Apa dia sudah meminum obat?" langsung bertanya dan mengabaikan salam hormat pegawainya itu.
" Nona sedari tadi tidur tuan. Bahkan Sofia tidak berhasil membujuknya!" Hilda berkata murung penuh sesal.
" Dia adalah putri dari Dores, dia yang beberapa hari ini menemani nona Kinar!"
Tertegun sejenak lalu tanpa berkata Kendra langsung naik ke tangga menuju kamarnya.
Namun alih-alih melihat Kinar seperti yang ada dalam pikirannya, ia yang baru membuka pintu terkejut saat mendengar suara orang muntah-muntah.
" Huek! Huek!"
Membuat pria itu sontak melesat dan melihat Kinar yang berjongkok di depan kloset kamar mandinya.
" Huek! Huek!"
" Kinar!"
Mendengar suara yang sudah sangat lama tidak ia dengar, gadis itu langsung menoleh dengan agak terkejut.
" Tu- tuan!"
" Apa yang kau..."
" Huek!!"
Dan Kendra langsung berteriak marah saat memanggil para anak buahnya demi melihat kondisi Kinar yang terus saja muntah.
__ADS_1
" Hilda!"
...ΩΩΩ...
Kini, semua orang tampak harap-harap cemas dengan wajah pucat bagai orang yang menunggu mati.
Bagiamana tidak, Hilda juga para pelayan yang lain kena semprot sebab dinilai lamban memberikan pertolongan kepada Kinar. Padahal, memang baru hari ini Kinar merasa kondisinya lebih parah dari biasanya.
Ia bahkan tak suka mencium aroma nasi, atau masakan lainnya. Ia juga tak lagi sering pergi ke dapur karena mendadak mual jika mencium aroma daging. Memang aneh sekali pikirnya, dan kesemua itu membuatnya mengira-ngira jika mungkin saja dia tengah mengalami stres karena setiap hari berada di dalam mansion besar itu, tanpa melakukan apapun.
Namun sebuah jawaban seketika menggugurkan prediksi-prediksi tak jelas itu. Jawaban dimana semua orang terlihat merasakan reaksi yang berbeda-beda kala mendengarnya.
" Selamat tuan, anda akan segera memiliki calon pewaris!"
Kinar langsung mendongak melihat ke arah dokter Adam yang menjabat tangan Kendra dengan senyum yang merekah.
" Pewaris, apa aku sedang hamil anak orang itu?" membatin dengan perasaan yang mendadak begitu aneh. Ia seperti merasakan sebuah jalaran hangat yang tiba-tiba menelusup ke relung hatinya.
Yang diberi selamat seketika speechless, tak mengira jika hanya sekali melakukan langsung berhasil.
" Nona muda sedang hamil tuan, usianya saya perkirakan kurang lebih masih satu Minggu!"
" Apa kau serius?" menatap dokter Adam dengan wajah yang benar-benar serius. Bahkan, Xander tak pernah melihat Kendra seserius itu sebelumya.
" Ini adalah alat uji kehamilan yang barusaja di pakai oleh nona, ada lima jenis dan kesemuanya menunjukkan dua garis merah tuan. Ini menandakan positif alias program ini berhasil. Bahkan saya rasa tanpa program pun, nona Kinar memang memiliki kesuburan yang bagus!"
" Nona mual-mual dan kehilangan naf su makannya karena itu merupakan hal yang lumrah dan biasa terjadi di trimester pertama. Saya akan berikan vitamin serta suplemen terbaik agar nona tidak lemas. Saran saya jangan melakukan hal-hal berat yang bisa mempengaruhi kesehatan ya nona!"
Namun yang diajak ngobrol hanya terpaku saat melihat wajah pucat Kinar yang juga terlihat tak percaya akan berita ini. Sungguh sebuah keajaiban.
Tapi tunggu dulu, kenapa Kendra merasa sesenang ini?
" Terimakasih dokter Adam, mari saya antar !" maka Xander seketika mengambil alih situasi sewaktu Kendra masih tampak kaget bahkan tak mampu menjawab sang dokter.
Pria dingin itu sejurus kemudian membawa dokter Adam pergi sebab ingin membiarkan dua sejoli itu berbicara.
Sepeninggal Xander, dokter dan juga kepala pelayan itu, suasana canggung lagi-lagi mendominasi. Membuat Kinar menunduk sebab bingung harus bagaimana.
" Bagiamana rasanya?" tanya Kendra tiba-tiba sembari mendudukkan tubuhnya ke tepi ranjang.
" Rasanya? Rasa apa? Kau sudah sebulan lebih tak menjengukku dan sekarang hanya bertanya bagaimana rasanya?" membatin dengan mata yang mendadak terasa panas karena entah kenapa Kinar begitu kesal saat melihat wajah Kendra.
" Sudah lebih baik!"
Alih-alih memberikan umpatan seperti apa yang ada dalam otaknya, Kinar malah hanya bisa mengatakan kata-kata seperti itu. Dasar payah!
" Ada calon anakku dalam rahimmu. Jaga dia untukku! Jangan suka pergi ke tempat pemerahan lagi, dan jangan suka memaksa Hilda untuk memuluskan keinginan mu. Kau tahu maksudku kan?"
Membuat Kinar seketika terhenyak.
" Dari mana dia tahu jika sebulan lalu aku ke tempat itu?"
.
__ADS_1
.
.