Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 35. Kebimbangan Kendra


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Kendra terlihat lebih segar usai mengguyur tubuhnya dengan air hangat di kamar mandi yang berada dalam kamarnya. Namun saat ia kini telah berada di luar, ia malah tak mendapati Megan berada di dalam kamarnya.


Kendra menyadari jika dia memang jarang bertengkar, namun setiap kali bertengkar Megan selalu saja pergi entah kemana.


Namun semenjak ada Flo, tidak tahu kenapa perhatiannya kini terpecah. Seandainya Megan bisa bersikap selembut Kinar, tentu apa yang mereka harapkan bisa saja terjalin dengan sempurna.


Namun lagi-lagi, keadaan selalu punya kenyataan.


Ia mencoba menghubungi nomor istrinya namun tak bisa. Membuatnya menjadi cemas dan khawatir. Namun saat ia kembali teringat jika Kinar masih ada di sini, dia buru-buru keluar kamar.


Pria yang kini mengenakan celana jeans denim panjang dengan kaos polo berkerah warna blue sky yang cocok di kulit bersihnya itu, tampak membuka pintu kamar anaknya.


CEKLEK!


Kini, baik Kendra maupun Kinar menjadi saling bersipandang sebab keduanya terkejut.


Kinar terkejut sebab saat Kendra membuka pintu tanpa mengetuk, ia sedang menyusui FLO dan membuatnya malu. Sementara Kendra, ia terkejut demi melihat pemandangan yahud sebab ukuran dada yang lebih berisi itu tampak berbeda.


Kinar buru-buru menundukkan kepalanya malu dan segera menutupi kuncup dadanya, saat Flo yang sedang ia susui tiba-tiba melepas kuncup itu lalu terdiam sejenak dan seperti sedang menyadari kedatangan papanya.


Luar biasa!


Kendra yang melihat Flo di susui seperti itu merasakan jalaran rasa unik dalam hatinya. Dan buah ranum itu malah sukses mengalihkan fokusnya.


" Apa dia masih demam?" bertanya seraya berjalan dan mengabaikan diri yang sebenarnya gugup.


" Sudah agak turun!" menjawab dengan hati yang tiba-tiba tidak tenang sebab Kendra yang ganteng itu membuatnya minder.


Kecanggungan. Itulah satu kata yang saat ini mewakili kondisi yang tengah terjadi. Meski begitu, Kinar masih berusaha untuk menjawab dengan sopan.


Kendra yang kini duduk di dekat Kinar sembari mengusap kening anaknya yang berkeringat karena mengenyot ASI, membuat Kinar semakin grogi. Pria itu sangat harum bahkan dia bisa melihat hidung mancung itu dari jarak dekat.


" Maaf karena saya..."


" Terimakasih karena datang. Buat dia kenyang!" memotong ucapan Kinar dengan tatapan yang begitu dalam.


Kinar termenung dalam keadaan yang masih saling memandang. Ini adalah kali pertamanya Kendra berbicara wajar kepadanya. Dan sikap yang baik itu, membuat Kinar hanyut.


OEK!


Keduanya menjadi panik saat baby Flo tiba-tiba menangis. Rupanya dia masih lapar. Kendra menatap Kinar yang begitu perigel ( lihai) saat memindahkan posisi baby Flo ke sisi kanan. Kendra yang melihat Kinar membuka sebelah dadanya, seketika meneguk ludah.


" Kamu masih lapar ya?"


Tanpa sadar, Kendra malah turut tersenyum saat melihat Kinar yang kini berceloteh bersama Flo yang mulutnya masih mencari-cari puncak ASI itu.


Kendra merasa damai saat melihat bayinya meminum air kehidupan itu dengan rakusnya. Rasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Benarkah jika kebahagiaan keluarga itu seperti ini rasanya?


Kinar yang mengusap-usap lembut kulit baby Flo terus di perhatikan Kendra. Setiap gerakan, juga sentuhan yang diberikan tak lepas dari pengamatannya. Andai Megan mau bersikap seperti Kinar kepada Flo, ia pasti akan menjadi pria paling bahagia di dunia ini.


" Istirahatlah. Aku keluar dulu!" kata Kendra yang membuat Kinar benar-benar tak percaya.


Perempuan itu tak menyangka jika Kendra tidak memarahi dirinya seperti yang dia takutkan tadi.


" Kenapa tuan Kendra tidak marah? Benarkah karena dia sesayang itu kepada bayi ini?"


Namun rasa takut yang semula di khawatirkan Kinar, kini ganti menyerang Sofia yang mendengar satu berita mengejutkan.


" Kau di panggil tuan Kendra!" kata Xander yang masih dalam mode kesal kepada Sofia.


" Sekarang tuan?"

__ADS_1


" Hm!" hanya berdehem dan langsung membalikkan badannya.


" Aduh mati aku. Aku pasti akan marahi habis-habisan. Aku harus siap jika aku akan di pecat!"


" Apa kau tuli? Cepat naik!"


" CK, bisa gak sih bicaranya kalem aja begitu? Ngamuk-ngamuk terus kerjaannya!" menggerutu sebab dia tergeragap karena kaget.


Sofia akhirnya berjalan mengekor di belakang Xander dengan pikiran kemana-mana. Takut kalau-kalau ia akan di pukul, di tampar atau di perlakukan kasar. Apalagi, wajah Xander sangat misterius saat memberitahunya tadi membuatnya semakin berpikiran yang tidak-tidak.


DUG


" Aduh!"


Lagi-lagi, Sofia yang tak fokus malah menabrak punggung keras milik Xander sebab tak menyadari jika Xander telah berhenti.


" Orang ini, bisa tidak sih kasih aba-aba kalau berhenti!"


" Selain tuli kau ini juga buta ya?" kata Xander tanpa ekspresi.


" Dasar setan, mulutmu itu nyakitin banget sih kalau ngomong?"


" Maaf tuan. Saya...grogi!"


Namun Xander malah memindai Sofia seolah teringat akan sesuatu.


" Apa nona Kinar yang memintamu untuk membawa dia kemari?" tiba-tiba bertanya seperti sedang mendakwa.


Sofia langsung menggeleng.


" Ada apa memangnya?"


" Bukan tuan. Sama seperti yang pernah saya katakan tadi. Semua itu karena inisiatif saya!" menjawab muram sebab ia yakin jika dia benar-benar sedang dalam masalah.


Namun Xander tak menjawab dan langsung membuka pintu ruangan kerja Kendra sesaat setelah Sofia menjawab.


" Dasar setan! Aku sudah menjawab panjang lebar dan dia malah tak menggubris. Sialan!"


Sofia yang masih berada di belakang Xander melihat Kendra yang berdiri menatap ke arah jendela yang terbuka, dan menampilkan gelita yang sama sekali tak tersuluh cahaya.


" Tuan Kendra melamun?"


" Selamat malam tuan!" sapa Xander yang membuat pria itu akhirnya membalikkan badannya.


Kendra yang mendengar sapaan kini tersentak sedari lamunannya. Membuat Xander melirik sejenak wajah bosnya yang tampak berbeban berat.


Kendra berjalan dengan wajah dingin dan membuat Sofia berasa seperti uji nyali. Berada di antara pria mengerikan itu benar-benar membuatnya sulit menghela napas.


" Aku hanya ingin bertanya, apa Flo tidak bisa menerima susu formula sehingga dia terus rewel?"


Maka Sofia buru-buru menjawab sebab takut kalau-kalau dia kembali melamun.


" Sebenernya nona kecil bisa menerima tuan. Tapi saya juga tidak tahu kenapa nona kecil masih saja rewel. Obat dari dokter juga sudah saya berikan. Sampai...saat nona Kinar datang dan nona kecil bisa tidur nyenyak!"


Sofia menjawab jujur apa adanya agar ia selamat. Karena jujur, ia kini takut.


Kendra terlihat berpikir.


" Darimana kau tahu jika Flo memerlukan Kinar?" bertanya serius seperti sedang menginterogasi. Membuat Xander harap-harap cemas.


" Saya hanya memprediksi tuan. Maksud saya, bagiamanapun juga ikatan batin antara ibu dan anak pastilah sangat kuat. Sama seperti kita kepada ibuk kita masing-masing. Meski mereka telah tiada, namun terkadang kita bisa merasakan kehadirannya. Terlebih, nona muda kecil masih bayi!" Sofia merendahkan volume suaranya pada akhirnya kalimatnya.


Membuat Kendra turut merasakan kesesakan yang tiba-tiba sebab teringat dengan mendiang ibunya. Ya, Sofia memang benar. Ikatan batin itu sangat kuat.

__ADS_1


" Lalu apa menurutmu?" kembali bertanya namun dengan nada mirip orang yang sedang mengajak berunding.


Sofia benar-benar bingung dan tak mengerti maksud Kendra yang kini bertanya kepadanya seperti orang bodoh.


" Mak- maksud tuan?" tiba-tiba gagap sebab ini merupakan kali pertamanya Kendra bertanya se wajar itu.


" Apa aku perlu menahan Kinar untuk memberikan ASI?"


Kali ini Xander yang sedikit terkejut.


" ASI eksklusif memang seharusnya diberikan selama enam bulan tuan. Setelah itu, bayi baru bisa diberi tambahan makanan pendamping. Begitu kata nona Kinar tadi. Dan saya rasa, nona muda kecil memerlukan itu!" menjawab ragu-ragu sambil melihat ke arah Kendra sebab takut salah bicara.


" Ya sudah kau boleh pergi!"


" Apa? Jadi aku tidak di marahi? Yes!" bersorak dalam hati yang penuh kemenangan.


Xander melirik Sofia yang senyam-senyum sendiri dan membuat gadis itu akhirnya diam karena terpergok.


...ΩΩΩ...


PRYANG!


Debora bersama rekan-rekan Megan yang lain tampak syok manakala melihat sahabat mereka kini stress.


" Jika begini terus aku bisa gila Deb!" kata Megan yang merasa marah saat melihat Kendra yang membiarkan Kinar berada di sana.


" Sudah aku katakan kepadamu dulu, resikonya akan seperti ini Me!" kata Debora menatap murung teman baiknya itu.


" Tapi wanita itu benar-benar bukan tipe wanita yang bakal di sukai Kendra Deb, dan saat aku mendengar bibir suamiku membela perempuan itu, ingin sekali rasanya aku membunuh wanita itu saat itu juga Deb!"


Megan semakin naik pitam.


" Megan, dengarkan aku!" kata Debora mengguncang tubuh Megan yang terlihat sedih.


" Perempuan itu tidak sepenuhnya salah. Kau yang harus bisa melebihi Kinar. Kau harus belajar merawat anak itu dengan baik. Banyak CEO wanita yang sukses. Dan aku percaya saat kau mau mendidik anak itu, dia pasti bisa sehebat dirimu!"


Megan tercenung. Ia sangat mendamba anak laki-laki sebab menurutnya sosok CEO penerus nanti yang ideal adalah laki-laki, bukannya perempuan.


" Kau harus bisa membuat suamimu terpukau. Jangan fokus ke bisnismu yang baru ini untuk sementara waktu!"


-


-


Semalaman ini Kendra benar-benar resah. Tak menyangka bila mengurus bayi akan banyak sekali melibatkan perasaan. Tapi tidak tahu kenapa, ia kini menjadi tenang saat beberapa detik yang lalu ia melihat Flo yang tidur lelap sambil di peluk Kinar.


Jika ia membiarkan Kinar disini, ia pasti akan bermasalah lagi dengan Megan. Tapi jika Kinar tidak berada di sana, maka nasib Flo sedang di pertaruhkan.


Membuatnya berasa di ujung kebimbangan.


Hingg, ia yang ketiduran di dalam ruang kerjanya kini terkejut saat melihat Megan tiba-tiba berada di ruang kerjanya sambil menggendong baby Flo pagi itu.


" Morning papa!" kata Megan yang menggendong bayi mungil itu membangunkan Kendra.


" Oh, hy! Morning sayang!" jawab Kendra dengan suara parau.


Kendra membalas kecupan bibir Megan dan kini beralih mencium pipi anaknya. Pria tampan itu sejurus kemudian duduk dan kini menatap kedua perempuan itu dengan wajah senang. Sepertinya Megan sudah berhenti marah kepadanya.


" Am so sorry darling. Aku akan berusaha jadi ibu yang baik buat Flo!" ucap Megan menatap dalam mata Kendra.


Tanpa mereka sadari, Kinar yang sebenarnya hendak mengantar minuman itu ke ruangan Kendra seketika memundurkan langkahnya demi melihat Megan dan Kendra yang saling berciuman.


" Kenapa hatiku bergejolak saat melihat hal itu ya Tuhan?"

__ADS_1


__ADS_2