Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 66. Dari hati yang paling dalam


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Reva dan Eta akhirnya tahu apa yang terjadi setelah di hari ke empat pelatihan, Kinar malah tak hadir sama sekali. Belakangan, ia mengetahui sebab musabab Kinar alpha di hari itu karena rupanya Kinar merupakan orang yang memiliki hubungan penting dengan seorang Kendra Arion.


Membuat mereka semu tercengang dengan pikiran tak percaya dalam waktu bersamaan.


Bagiamana bisa?


Kenapa hal itu terjadi?


Pertanyaan-pertanyaan serupa bahkan sudah menjadi hal yang trending manakala semua orang tahu, siapa Kinar sebenarnya.


Siapa sangka, wanita bersahaja seperti Kinar tak lain adalah istri dari Kendra Arion.


Hansen yang terlihat patah hati juga lebih memilih untuk menyendiri sebab semua yang terjadi benar-benar tak bisa ia jangkau dengan pikiran sehat.


Sama sekali tak menduga jika Kinar ternyata bukanlah orang biasa.


Apa mau di kata, Kendra dengan segala elektabilitasnya bahkan mampu membuat orang tahu seberapa besar pengaruh pria itu dalam beberapa lini profesi.


Menjadikan Hansen menepi daripada harus merasakan buntut panjang yang tak enak. Meski itu artinya, Hansen harus merelakan untuk kedua kalinya.


Kondisi baby Flo yang belum juga membaik, membuat Kinar menemani darah dagingnya itu hingga di hari ketiga. Atas nama ibu yang tak tega melihat sang anak, Kinar menghubungi Eta dan mengatakan jika dia tak bisa datang sebab ada urusan.


Kinar tak tahu, bila dirinya saat ini sedang menjadi topik pembicaraan banyak orang yang terkejut.


Di dalam kamar baby Flo.


" Kata dokter jika hari ini sudah lebih baik, besok kita sudah bisa pulang!"


Kinar yang terkejut dengan kedatangan Kendra yang tiba-tiba, sampai nyaris menumpahkan gelas yang ia pegang. Tak mengira jika orang yang baru menarik handle pintu itu adalah Kendra.


Namun saat melihatnya Kinar yang gugup dan tak nyaman, Kendra segera tahu bila istrinya itu pasti mencari Sofia.


" Sofia tidak ada, jadi...aku kemari untuk melihat kalian."


" Kenapa tiba-tiba begini?"


" Makan sama Ibu ya?" seru Kinar yang masih berusaha membujuk Flo agar mau diajak olehnya. Berusaha mengabaikan Kendra yang tak kenal lelah untuk berdiplomasi dengannya.

__ADS_1


Namun tanpa di duga, Kendra malah melangkah masuk dan membuat Kinar kaget setengah mati.


" Coba panggilannya di ganti!"


" Di ganti? Maksudnya?" ia membantin tak mengerti.


" Sayang, makan sama mama ya?" kata Kendra yang tak memperdulikannya kebingungannya Kinar dan terlihat bersemangat membujuk anaknya.


" Ma- ma!" kata Flo yang membuat Kendra tersenyum, namun kini membuat Kinar melolong tak percaya.


" Dia memanggilku mama?"


" Lihatlah, bayi akan lebih mudah mengucapkan kata-kata berulang seperti itu!" kata Kendra yang merasa senang sebab Flo bisa mengucapkan kata seperti yang ia minta.


Kinar yang mendengar hal itu hanya bisa tercenung sebab masih tak percaya bila anak mau membuka suara hanya dengan satu perintahnya dari Kendra.


Kendra yang kini memangku Flo, menatap Kinar dengan tatapan yang begitu dalam. Seolah menyiratkan kerinduan dan rasa ingin kembali bersatu.


" Apapun sebutannya, kau tetaplah Ibu dari Flo, Kinar!" kata Kendra semakin menatapnya Kinar tak jemu, " Jangan khawatirkan itu!"


Dan tidak tahu kenapa, melihat Kendra yang lebih humanis seperti ini membuat Kinar merasakan desiran aneh.


" Ma- ma!"


Kinar tersentak saat tangan mungil Flo tiba-tiba menyentuh tangannya dengan mulut tertawa lebar. Mengalirkan sebuah energi aneh, yang kini membuat hatinya hangat.


" Ma- ma!"


Flo bahkan dua kali menepuk tangannya.


" See!" kata Kendra yang terlihat lebih senang sebab ucapannya terbukti.


Kendra tersenyum meski Kinar masih tampak kaku dan selalu canggung saat di beberapa kesempatan terjebak dalam waktu bersamaan.


" Sofia sedang kembali ke mansion, ayahnya kambuh. Aku mengizinkannya sebab sudah ada kau disini!" terang Kendra yang akhirnya mengemukakan alasan kenapa Sofia pergi mendadak.


Kinar kembali tertegun, Sofia pasti menjadi orang yang paling lelah setalah ia pergi. Dan tidak tahu kenapa, interaksi yang tak biasa itu membuat Kinar kini bingung untuk bersikap.


Kendra yang melihat Kinar diam, mengira jika wanita masih tak nyaman dengan kehadirannya. Padahal, Kinar sedang bingung dengan batinnya sendiri yang kini seolah tak ingin berpisah lagi dengan Flo. Membuat pria itu berniat meninggal ruangan agar Kinar bisa leluasa menyuapi baby Flo.

__ADS_1


" Baiklah Kinar, sepertinya...kau terlihat tidak nyaman dengan keberadaanku di sini. Aku bisa menunggu di luar!" katanya dengan senyum getir segetir kenyataan yang tengah terjadi.


Namun saat pria itu sudah mau menarik handle pintu, Kinar tiba-tiba membuka suara.


" Tunggu!"


Membuat Kendra seketika terdiam sembari tersenyum.


" Aku tahu jika kau adalah wanita luar biasa Kinar!"


Usai membatin, Kendra kini menoleh. Menatap Kinar yang sudah berdiri dengan tatapan ragu.


" Mengenai nama, apakah...anda menamai nona Flo dengan nama Aldera sejak lama?"


" Jadi kau sudah notice akan hal itu?"


Kendra mengangguk, ia menatap dua manik mata yang kini memancarkan kelegaan itu.


" Aku hanya ingin mengabulkan permintaan dari seorang Ibu!"


" Ini yang luar biasa!"


Membuat Kinar seketika menelan ludah cepat sebab tak mengira jika Kendra rupanya memperhatikan permintaannya.


" Jadi..."


Namun Kendra buru-buru menyahut.


" Jadi tetaplah disini saja jangan lagi kau tinggalkan anak kita. Anak kita Kinar!"


Maka Kinar langsung tertegun saat Kendra berjalan maju mendekat ke arahnya dengan mata yang berkaca-kaca.


" Mari kita sama-sama besarkan Flo Kinar" lirih Kendra membelai lembut wajah Kinar yang matanya sudah berjejalan kristal bening. " Aku dan Flo sangat membutuhkanmu. Akan aku perbaiki semua yang telah rusak. Meski pelan, tapi aku akan melakukannya hingga tuntas!"


" Hingga kau mau memaafkan aku!" pungkas Kendra yang menelan ludahnya dengan susah payah sebab seumur hidupnya, baru kali ini ia merasa sangat menyesal.


Kinar masih tak menjawab, sebab ia memang belum memiliki jawaban. Otaknya buntu, pikirannya mampet sebab jujur saja, ia tak tahan melihat semua yang telah terjadi.


" Bisakah kita memulai semuanya dari awal lagi?"

__ADS_1


__ADS_2