Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 39. Dua sisi yang berbeda


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Maka Kinar seketika merasa dunianya seakan-akan runtuh detik itu juga, manakala dua manik matanya menangkap sosok yang dulu sempat menyanderanya.


" Hey siapa kau?"


Ya, Sofia yang mendengar keributan dan suara letusan di sana-sini seketika berlari menuju ke kamar Flo. Dan saat ia telah sampai di tempat itu, terkejutlah dia tatkala melihat seorang tiga pria mengerikan yang telah berada di bibir pintu kamar bercat ungu itu.


Ketiga pria itu hanya menoleh sekilas kepada Sofia yang terkaget-kaget lalu sejurus kemudian kembali fokus kepada Kinar yang wajahnya sudah seperti mayat hidup.


" Bawa dia!" teriak salah seorang pria berumur yang mengenakan jas biru terang sembari menatapnya Kinar penuh selera. Pria licik itu terlihat sangat puas sebab bisa menemukan Kinar.


Kinar yang ketakutan sembari memeluk Flo kini mundur saat dua orang suruhan pria itu mulai maju dan mendekat. Membuat Sofia panik bukan kepalang.


" Apa yang kau lakukan?" teriak Sofia yang kini benar-benar takut.


BUG!


" Argghh!"


Pria itu langsung di pukul oleh Sofia secara membabi-buta sebab di tak memiliki cara lain untuk menyelamatkan Kinar.


Ya, Sofia yang panik sebab melihat Kinar yang hendak di seret reflek memukulkan sebuah guci yang entah berapa harganya dan membuat pria berjas biru yang sepertinya merupakan bos dari komplotan itu marah besar.


" Kurang ajar!" geram pria berjas biru yang menatap Sofia penuh kemarahan.


PLAK!


" Aaaa!"


Sofia memekik saat wajahnya di tempeleng dengan begitu keras oleh pria mengerikan itu. Membuatnya langsung jatuh tersungkur ke lantai.


" Sofi!" Kinar berteriak tatkala melihat Kinar kini jatuh tersungkur. Dan di saat seperti ini, kemana para laki-laki yang ada di mansion itu.


Mereka berdua tidak tahu, jika semua lelaki yang ada di sana tengah bertarung melawan pasukan yang di bawa pria berjas biru itu.


Keadaan seketika berubah menjadi tegang dan mencekam. Sofia tak bisa lagi melawan, bibirnya kini terasa sakit sekali dan kepalanya juga terasa pusing.


" Kemari kau!" salah seorang anak buah pria berjas biru itu menarik paksa Kinar yang membuat Sofia berteriak.


" Nona!" teriak Sofia yang berusaha menggapai kaki pria itu agar melepaskan Kinar.


" Minggir kau wanita sundal!"


DUG!


DUG!


Pria itu bahkan berani menendang Sofia tanpa rasa belas kasihan. Pandangan gadis itu seketika mengabur dan sejurus kemudian ia kehilangan kendali atas kesadarannya.


Kinar yang kini telah di seret pergi bersama Flo hanya bisa berteriak saat melihat Sofia yang perutnya kini di tendang dan langsung tak sadarkan diri.


" Kurang ajar kalian, Sofia!"


Membuat pria mengerikan itu kini tertawa terbahak-bahak sebab pekerjaannya benar-benar sesuai rencana.


Di lantai bawah.


Para bodyguard yang semula mampu menandingi kekuatan pria itu, perlahan-lahan kalah sebab anak buah pria itu terus berdatangan dan menyerang mansion itu tak kenal rasa iba.


Yos yang berada di sana menjadi tak sempat menghubungi Xander sebab ponselnya kini di tembak oleh anak buah pria jahat itu yang memergokinya


DOR!


Dengan wajah pias, Yos yang kini memikirkannya keselamatan Kinar, Flo dan juga para bos-nya, akhirnya lebih memilih untuk diam. Keadaan benar-benar sangat tak berpihak kepadanya. Salah-salah ambil sikap, ia takut jika nyawanya yang bakal melayang.


Dan saat Yos masih meringkuk dibawah intimidasi senjata api, matanya langsung melebar manakala mendengar jeritan Kinar yang di paksa berjalan oleh pria asing itu dengan kasarnya.


" Hey lepaskan non..."


BUG!


Satu pukulan terakhir yang di layangkan pria besar itu membuat satu-satunya bodyguard yang mati-matian berjuang kini tumbang juga. Jumlah yang tak seimbang jelas membuat mereka kalah. Apalagi, anak buah pria itu benar-benar tangkas dan bengis.

__ADS_1


" Bagaimana ini? Ah sial, kenapa tuan Kendra malah pergi?"


Yos yang sempat melihat Kendra bermanuver kasar usai mobil Megan melesat pergi kini menjadi panik tak karuan.


" Cepat tinggalkan tempat ini!"


Satu komando dari salah seorang anak buah pria mengerikan itu membuat semua pasukan berbaju hitam kini merapat menuju mobil. Menyisakan para tubuh manusia yang kini tak sadarkan dalam ketidakberdayaan.


Kinar yang kini di ancam oleh senjata tajam hanya bisa diam seraya memeluk tubuh baby Flo yang terus saja menangis di dalam mobil bandot tua itu.


" Tuan Kendra, tolong kami!" isak Kinar dalam batin yang semakin takut.


...ΩΩΩ...


Xander tak tahu alasan Kendra mengirimkannya pesan untuk langsung datang ke kantor tanpa menjemput Kendra lebih dulu. Jelas bukanlah hal yang biasa.


Namun keheranan lainnya muncul manakala di jam delapan lebih bosnya itu tak jua menampakkan batang hidungnya.


" Apa ada masalah?" bergumam sambil berpikir.


Dan keheranan itu seketika berubah menjadi kepanikan manakala ponselnya berdering dan tertera nama Yos disana.


" Yos? Ada apa dia tumben menghubungiku?"


Xander bermonolog saat merasakan keganjalan. Pria itu bahkan sangat takut kepadanya bukan?


Membunuh penasaran, Xander menggeser tombol hijau pada layar touchscreennya.


" Ada apa?"


" Tu- tuan, man- masion kita di...serang! Me- mereka membawa Nona Kinar dan nona muda kecil!"


Maka sorot mata tajam dan rahang yang mengeras membuat pria dingin itu segera melesat menuju mansion demi mendengar kalimat gagap Yos sepertinya sedang tidak baik-baik saja.


Beberapa menit kemudian.


Setibanya Xander di sana, matanya langsung melebar saat melihat bangunan besar itu berantakan dengan beberapa orang yang tergeletak tak berdaya menjadi pemandangannya.


" Brengsek!" maki Xander yang langsung naik pitam demi melihat kekurangajaran itu.


" Tuan?" sapa bodyguard itu seraya meringis memegang dadanya yang nyeri akibat sebuah tendangan.


" Apa yang terjadi?" tanya Xander dengan rahang yang mengetat sebab berang.


" Mansion ini telah di serang oleh orang misterius tuan! Jumlah mereka sangat banyak. Kita kalah personel. Mereka sangat kawakan dalam menyerang!"


Maka Xander seketika melesat menuju lantai atas guna mengecek apakah ada sesuatu yang bisa dia temukan yang mungkin bisa menjadi pegunungan. Dan saat Xander telah berada di lantai atas, terkejutlah Xander yang melihat Sofia pingsan dengan bibir yang mengeluarkan darah.


" Sofi!" pekik Xander dengan wajah yang begitu cemas dan berhasil membuat Yos dan seorang bodyguard itu saling bertukar pandang.


Xander yang kini pias menepuk pipi gadis itu secara perlahan guna membangunkannya.


" Sofia bangun Sofia! Sofia!"


Xander yang melihat sebuah gelas berisikan air putih di kamar baby Flo langsung berlari guna meraih benda itu dan memercikkannya ke wajah Sofia dan seketika sadarlah dia.


Sofia yang kepalanya mendadak berat kini mulai mengerjapkan matanya akibat percikan air dalam gelas tadi.


" Sofi apa kau baik-baik saja?" tanya Xander yang mulai lega sebab Sofia kini perlahan bangun.


Namun semuanya berubah saat ia melihat Xander yang kini malah ada di depan matanya dan menatapnya panik.


" Tu- tuan? Tuan tolong cepat cari nona Kinar, mereka membawa pergi nona Kinar dan nona muda kecil!" jawab Sofia yang malah mencemaskan Kinar juga bayi itu.


" Aku sudah tahu. Sekarang apa yang kau rasakan? Mana yang sakit?"


Lagi, Yos dan bodyguard itu langsung merasa heran saat melihat sikap pria super datar itu kini menjadi sangat panik terhadap Sofia yang notabene hanya seorang maid.


Sofia pun terperanjat dengan rasa hati tak percaya saat melihat hal itu.


" Pe- perutku tuan, mereka... menendang perutku!" ringis Sofia dengan suara lemah dan langsung membuat hati Xander seketika terbakar.


" Cepat cek semua kamera pengawas Yos! Dan kamu, minta tambah personel sekarang juga. Aku akan pecahkan kepala mereka semua setelah ini!" teriak Xander yang benar-benar berada di ujung kemarahannya.

__ADS_1


Membuat Sofia gemetaran karena ketakutan.


Yosafat langsung melesat pergi meski dengan rasa tubuh yang sakit akibat di hajar. Ketidaksiapan dirinya Membuat segala sesuatunya menjadi kacau. Jumlah pasukan yang gila-gilaan membuat dirinya dan para guard di pukul mundur.


Namun melihat kemarahan Xander, jelas menegaskan Yos untuk segera menunaikan titah itu dengan sigap.


Saat Sofia berusaha bangkit, Xander yang wajahnya tak pernah keluar dari zona datar langsung mengangkat tubuhnya dan membuatnya terkejut.


Sementara itu di sisi lain, Megan yang hatinya sakit sebab tak menyangka jika Kendra malah memiliki pikiran yang seperti itu terlihat melajukan mobilnya dengan ngawur.


Wanita itu benar-benar bersikap impulsif bahkan mengabaikan keselamatannya sendiri.


Andaikan Kendra tahu bahwa Megan sejatinya juga mati-matian meredam kecemburuan saat ia meminta Kendra menikahi Kinar di mansion kedua, pasti pria itu akan berpikir dua kali untuk mengatakan hal menyakitkan seperti tadi.


Dan hal itulah yang jug menjadi dasar Megan menempatkan Kinar di mansion dua agar ia tak melihat langsung interaksi keduanya.


Hati wanita mana yang tak sakit saat mendengarkan hal seperti itu. Pernyataan yang sejujurnya sama sekali tak ingin Megan dengar.


Ya, sepertinya Megan sedang mendapatkan bumerang dari pilihannya sendiri. Pilihan yang sangat beresiko. Meski di awal dia sangat percaya diri jika gadis kampung bukanlah tipe Kendra, tapi dia lupa akan teori bisa karena terbiasa.


TIN!


TIN!


Kendra berusaha membuat istrinya berhenti dengan cara menekan klaskon itu berkali-kali sebab sungguh dia juga merasa sangat bersalah.


Namun alih-alih berhenti, wanita itu malah semakin menambah kecepatannya sebab logikanya tekah aus terbakar oleh kemarahan.


Hingga, saat Megan yang tak fokus terhadap kemudinya sendiri, sebuah mobil lain dari arah barat tiba-tiba memotong jalan dan tak ayal membuat Megan terkejut, dan langsung membanting setirnya.


" Aaaaaaaa!!!!!"


BRUAAK!


Maka kejadian mengerikan itu, seketika membuat Kendra yang ada di belakang mobil istrinya membelalakkan mata.


" Megan!!!"


...ΩΩΩ...


Rumah sakit keluarga Arion.


Para dokter seketika pucat saat melihat korban kecelakaan parah itu merupakan istri dari pemilik rumah sakit. Kendra yang bajunya kini berlumuran darah akibat mengevakuasi istrinya dari jepitan kemudi yang ringsek kini benar-benar panik dan tak bisa berpikir jernih.


Kecelakaan itu benar-benar membuat keadaan di sana tadi kacau balau. Bahkan pengendara mobil yang di duga menyalahi aturan itu dikabarkan meninggal dunia di tempat.


" Maafkan aku Megan, tolong maafkan aku!" ia bergumam dengan air mata yang tiba-tiba menetes, saat melihat pintu ruangan tindakan darurat itu di tutup rapat oleh seorang tenaga medis.


Sebongkah rasa sesal mendadak menyelusup di hati, lalu menyiksa batinnya. Andai ia bisa menahannya sebentar saja, andai ia mengatakan semua itu lebih dulu kepada Megan, mungkin semua ini tidak akan terjadi.


Tapi takdir memang seperti itu. Kerap mempermainkan dan membuat orang larut dalam kebimbangan.


Dan saat Kendra masih larut dalam penyesalannya, ponsel Kendra tiba-tiba bergetar dan membuat fokus pria itu seketika teralihkan.


📞 Xander calling....


Maka Kendra buru-buru menghapus sudut matanya yang berair sesaat sebelum ia menjawab panggilan dari Xander.


" Ya Xan?" katanya usai menghela napas.


" Tuan anda dimana? Saya menghubungi anda berkali-kali sejak tadi tapi tidak bisa. Mansion anda di serang oleh orang misterius. Dan orang itu membawa pergi nona Kinar bersama nona Flo!"


DEG


Maka detik itu juga, Kendra merasa kepalanya bagai terhantam palu godam besar yang membuat seluruh teori ketenangannya berhenti.


Bagiamana tidak, istri pertamanya sedang bertaruh nyawa sebab barusaja mengalami kecelakaan parah, sementara istrinya yang lain juga anaknya tengah di culik oleh seseorang.


Damned!


" Aku tidak mau tahu Xan. Pakai semua orang yang kau punya dan cepat temukan Kinar dan Flo!" titah Kendra dengan darah yang benar-benar mendidih.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2