
...🌸🌸🌸...
Kendra kembali ke rumah sakit sebab Xander tengah melakukan persiapan untuk mencari lokasi sarang Zen.
Kepala yang terasa pecah tak sebanding dengan hati yang kini resah juga gelisah. Kendra menatap wajah pucat Megan yang kini belum juga siuman. Benturan yang keras menyebabkan Megan koma.
Pada keadaan koma, selain pasien tidak sadarkan diri, seseorang biasanya juga tidak dapat merespon suara ataupun rasa nyeri dan memerlukan alat bantu napas yakni ventilator.
Selama penggunaan ventilator, pasien akan mendapatkan pemantauan dan evaluasi yang ketat sehingga jika terjadi perbaikan pada pasien baik dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang serta pasien telah mampu bernapas sendiri (spontan) maka ventilator mungkin bisa dilepas.
" Kami akan jaga nyonya Megan dengan pengawalan ketat tuan!" kata seorang dokter yang tahu jika Kendra tengah menghadapi sebuah masalah.
Beberapa saat kemudian, Kendra yang kini sudah mengganti pakaiannya dengan baju yang bersih ingin meminta dokter itu untuk terus mengupdate perkembangan kesehatan istrinya yang secara massif.
Di tempat lain, Xander yang juga sudah mengganti bajunya dengan pakaian yang memudahkan pergerakannya untuk menyerang lawan kini terlihat begitu keren.
Pria itu memang sudah tampan dari lahir, hanya saja mulutnya kerap membisu ketimbang mengoceh. Dan juga, pria macam Xander seperti tidak pernah memiliki selera humor. Semua hidupnya serba kaku dan serius.
" Apa kau sudah bisa melacak sinyal yang tadi masuk Yos?" tanya Xander yang kini memasukkan senjata ke balik punggungnya.
Jangan di tanya kenapa semua orang kaya selalu bisa memiliki senjata secara legal, sebab kehidupan mereka sangat rentan akan aksi-aksi gila para musuh.
Setiap orang seperti Xander dan Kendra yang memiliki elektabilitas tinggi di dalam suatu wilayah, tentu memiliki lisensi aktif terkait kepemilikan dan penggunaan senjata api, yang memiliki keabsahan di mata hukum untuk menggunakannya.
" Kita tidak bisa menembusnya tuan, tapi salah satu CCTV ada yang menangkap plat nomor kendaraan yang sudah saya konfirmasi kepada teman saya jika kendaraan itu kemungkinan berasal dari pesisir!"
Xander yang kini melihat nomor plat itu merasa tidak asing. Merasa berterimakasih kepada Tuhan sebab masih mau menunjukkan sedikit petunjuk.
Seperti yang selama ini di dengungkan oleh pengacara terkenal, no crime is perfect.
" Tunggu dulu, bukannya ini..."
Namun ucapan Xander menguap manakala leader dari anak buahnya datang melapor.
" Tuan, semua anggota sudah siap!" kata pria berewok tipis yang mengenakan kacamata hitam dan siap menjalankan misi besar.
Orang-orang penting dan berkuasa seperti Kendra pasti memiliki satu kelompok yang bakal di butuhkan sewaktu-waktu situasi darurat seperti saat ini.
__ADS_1
Membuat Xander yang telah mendapatkan laporan itu seketika beralih ke mode sigap.
" Bawa semua alatmu Yos, kita berangkat sekarang!" kata Xander dengan tatapan serius.
" Baik tuan!"
Dan saat Xander sudah melangkahkan kakinya turun, Sofia yang tetap saja bersikukuh untuk ikut bahkan sudah mengganti bajunya dengan celana yang lebih flexibel juga sepatu boots bertapak tebal, membuat Xander memijat keningnya.
" Kau ini keras kepala sekali, apa kau pikir ini untuk main-main?" kesal Xander yang sebenernya menolak keinginan Sofia untuk ikut.
" Saya janji akan menurut kepada anda tuan. Saya hanya ingin membantu mencari nona Kinar. Saya mohon!"
Gadis itu merengek dengan wajah memelas dan sukses membuat Xander tak tega.
" CK, sial. Kenapa aku tidak tega jika melihat dia menangis seperti ini!"
Dan demi apapun yang ada di dunia ini, Xander akhirnya mengizinkan Sofia untuk ikut sebab tidak tahu kenapa ia resah saat melihat Sofia menangis.
" Cepat masuk ke mobilku. Aku akan memecatmu jika kau membuatku susah disana nanti!"
"Aaa terimakasih banyak tuan!"
Diluar, Xander rupanya tak main-main dengan hal itu. Pria itu bahkan memberikan arahan kepada anak buahnya agar jangan sampai ada yang terluka.
Namun saat ia akan memerintahkan beberapa anggotanya untuk berangkat, sebuah panggilan dari nomor asing menginterupsi langkahnya.
Xander lalu menggeser tombol hijau lalu terdengarlah suara biadab itu.
" Siapa kau?"
" Tebing sion jam empat sore. Bawa surat itu dan aku akan menyerahkan bayimu! hahahaha!"
Xander yang mendengar hal itu tentu sangat marah. Pria itu benar-benar ingin memeras bosnya.
" Aku ingin bukti pemberitahuan pemindahan kepemilikan salah satu aset itu segera kalian lakukan. Ingat, datang sendiri atau aku akan membunuhnya!"
-
__ADS_1
-
Kendra yang barusan mendapat telepon dari Xander terkait permintaan gila Zen, benar-benar tak mampu lagi berpikir bahkan hendak menyiapkan apa yang di minta oleh pria tua itu tanpa berpikir panjang.
Bagi Kendra, Flo lebih penting dari separuh aset yang dia miliki.
Namun saat Kendra baru akan melakukan hal gila itu, dirinya berhasil di cegah Xander yang kini datang kerumah sakit terlebih dahulu dan meminta Yos untuk memburu lokasi dimana sinyal telepon itu berasal.
" Tenangkan diri anda tuan, jangan terkecoh dengan ucapan pria itu!"
" Tapi anakku dalam bahaya Xan!" eyel Kendra yang semakin hanyut di titik keresahan. Membuat Xander semakin turut gusar.
" Yos telah berangkat tuan. Jangan gegabah, saya yakin nona Kinar pasti menjaga nona muda dengan baik. Saya punya ide untuk hal itu tuan, tapi saya ingin anda menyetujui semua yang akan saya lakukan!"
" Apa itu?"
Xander akhirnya membisikkan sebuah saran yang sepertinya bisa mengecoh Zen agar mereka bisa menyelamatkan Kinar dan Flo, tanpa harus kehilangan aset berharganya.
Maka Kendra akhirnya mengikuti saran Xander dan kini ingin langsung berangkat menuju ke tempat yang sudah di informasikan oleh Zen.
Kendra mengecup kening Megan sekilas sesaat sebelum ia akan pergi untuk menjalankan rencana. Berharap segala sesuatunya akan di beri kemudahan oleh yang kuasa.
" Kuharap kau sudah sadar sekembalinya aku nanti dari tempat itu, hm. Doakan agar anak kita juga Kinar selamat!"
Xander yang melihat interaksi Kendra yang nampak memilukan itu bahkan dadanya turut berdenyut sesak. Meski ia sedikit tak suka dengan pribadi Megan yang arogan, namun melihat kecintaan Kendra terhadap wanita itu membuat hati Xander terenyuh.
Saat Kendra hendak membuka pintu belakangnya mobil, ia terkejut manakala melihat Sofia yang kini tersenyum menyapa dirinya.
" Selamat siang tuan!"
Sofia malah menyapa Kendra seperti tak memiliki dosa , dan membuat pria itu kontan menatap Xander yang kini tiba-tiba kesulitan menelan ludah karena kecanggungan.
" Dia pasti akan berguna disana nanti tuan!" terang Xander yang tahu jika Kendra sedang tak habis pikir. Takut kalau-kalau pria itu akan marah karena Sofia ikut.
" Terserah kau saja!"
Xander yang kini lega sebab Kendra tak marah, akhirnya mengemudikan sendiri mobilnya.
__ADS_1
Dan berada dalam satu mobil bersama dua pria datar itu, benar-benar membuat Sofia serasa ingin melompat keluar jendela karena seperti berada di jurang kematian.