
...🌸🌸🌸...
Pagi hari ini, Kendra yang memang sengaja tak masuk kantor sebab ingin menunggui Megan terlihat tegang manakala keluar mansion.
" Tuan, kondisi Nyonya menurun. Detak jantungnya melemah!"
Bahkan Kinar yang juga sedang di landa rasa cemas karena baby Flo sedang demam, merasa tak bisa berbuat apa-apa saat di acuhkan oleh Kendra yang melintas di depannya dengan terburu-buru.
Kendra berjalan setengah berlari dengan wajah panik sebab dokter barusaja menghubunginya dan mengatakan jika Megan drop.
" Padahal aku juga ingin tahu keadaan Nyonya Megan, dan aku pun juga ingin memberitahumu kalau Flo sedang demam!"
Di rumah sakit.
BRAK!
Pintu itu bahkan sampai terjeblak dengan keras demi Kendra yang kini sedang tegang.
" Apa yang terjadi?" kata Kendra dengan wajah yang panik.
" Kondisi Nyonya Megan tiba-tiba semakin lemah tuan!"
Dokter yang bertugas memilih menghubungi Kendra agar jika terjadi sesuatu, mereka tak akan di salahkan. Kondisi Megan yang diluar kendali mereka membuat segala daya upaya mereka seolah sia-sia.
" Megan!" bisik Kendra yang kini matanya sudah buram sebab banyaknya air mata yang berjejalan saat melihat wajah Megan yang sepertinya tersiksa.
Megan terlihat seperti berusaha keras untu membuka mulutnya.
" Ma- ma - af!" ucap Megan setengah mati yang berusaha meminta maaf kepada suaminya atas segala hal buruk yang pernah dia lakukan.
" No Megan, don't saya like that. You must go on, never give up!" lirihnya seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Megan.
Air mata Kendra semakin tak bisa lagi dia halau. Terlepas dari apapun yang terjadi dengan kehidupan rumah tangganya. Kendra tak bisa melupakan apa yang sudah mereka berdua lalui.
Pria itu terlihat tak bisa menahan air matanya demi melihat napas Megan yang sudah di ujung tenggorokan.
Xander yang kini menyusul nampak tercekat dengan apa yang dia lihat. Membuat segala sesuatu menjadi sangatlah menyedihkan. Para dokter yang berdiri muram tak bisa berbuat banyak sebab keadaan Megan memang sangatlah parah.
Bukti bahwa kuasa Tuhan jauh lebih besar daripada kuasa manusia.
" Ki- ki-nar!"
Kendra menatap Megan yang berusaha menyebut nama Kinar. Membuatnya merasa bersalah sebab Kendra meyakini jika Megan sepertinya masih membenci Kinar.
" Ki- Ki "
__ADS_1
Namun belum juga tuntas ucapan Megan, sebuah bunyi dari sebuah alat tiba-tiba membuat para dokter yang ada seketika panik.
TIT....
Bunyi panjang dari sebuah alat yang memantau detak jantung itu membuat dunianya serasa runtuh detik itu juga.
" Megan!" Kendra yang panik demi melihat mata yang semula sendu kini meredup itu, kini menepuk wajah Megan dengan sangat panik.
Di jeda tangis yang terjadi, ketegangan wajah Kendra tampak terpancar jelas demi melihat wajah Megan yang perlahan-lahan menutup matanya untuk selamanya.
Membuat Xander seketika tegang demi menyadari jika di detik itu, merupakan perpindahan antara raga dan nyawa Megan.
" Megan!"
" Megan!"
Kendra berteriak pilu dan membuat siapa saja yang mendengarnya bagai tersayat sembilu.
...ΩΩΩ...
Kinar barusaja memberikan sirup yang mengandung Paracetamol dan Ibuprofen untuk baby Flo sebab gigi anak itu ternyata tumbuh. Selain demam, bayi monthok itu agaknya juga merasakan nyeri akibat tumbuh gigi.
Namun pintu yang terketuk secara cepat membuat Kinar menjadi heran. Kenapa ketukannya terdengar sangat buru-buru?
" Sebentar!" sahutnya dari dalam sembari memutar tutup botol sirup beling itu.
Terlihat seorang maid yang kini berwajah muram tampak ingin mengucapkan sesuatu kepada Kinar.
" Ada apa Ros, kenapa kau pucat sekali?" tanya Kinar kepada Rosa yang kini ragu-ragu untuk berkata.
" Nyonya Megan, Nyonya meninggal dunia nona!"
PRYANG!
Maka botol sirup yang semula di pegang Kinar itu kini terjatuh manakala mendengar berita yang sangat mengejutkan.
" Nyonya Megan?" ulang Kinar dengan air mata yang tiba-tiba luruh, tak bisa ia tahan ataupun ia halau detik itu juga.
Bayangan akan wajah cantik Megan yang pernah menolongnya, tawaran gila yang akhirnya menyeret-nyeretnya pada keadaan saat ini, juga segala kebaikan yang dilakukan meski dengan jalan tak biasa kini berkecamuk di dalam kepalanya. Sama sekali tak mengira jika hari ini adalah hari dimana riwayat wanita itu telah berakhir.
Bahkan, uang yang diberikan Megan kepadanya beberapa bulan yang lalu masih utuh di dalam tabungannya.
" Nyonya Megan?" jerit Kinar dalam hati yang detik itu juga merasa kehilangan.
-
__ADS_1
-.
Beberapa waktu kemudian, Xander yang telah datang bersama beberapa orang penting kini tampak memasuki mansion guna mempersiapkan tempat yang akan dijadikan rumah duka untuk menghormati mendiang Megan.
Meski Xander masih tak percaya dengan apa yang terjadi, namun pria itu kini secara profesional mengkoordinir anak buahnya untuk menyambut jenazah Megan yang sebentar lagi akan dibawa pulang.
" Tuan, apa berita yang saya dengar..."
Kinar yang melihat Xander ada di mansion itu, kini langsung menyongsongnya untuk menanyakan langsung berita mengejutkan itu.
" Benar nona. Nyonya Megan telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya!" jawab Xander menatap murung Kinar yang terlihat benar-benar hancur.
Kinar yang kini masih menggendong baby Flo semakin terisak. Membuat mata Xander turut berkaca-kaca sebab Xander tahu apa yang terjadi diantara mereka.
Beberapa jam kemudian, iring-iringan mobil yang membawa jenazah Megan telah tiba di mansion besar itu. Sofia dan para maid di mansion dua yang di hubungi oleh Xander untuk datang, terpaksa meninggalkan ayahnya sebab ingin memberikan penghormatan kepada nyonya Megan untuk terakhir kalinya.
Sofia datang bersama Hilda terlebih dahulu dan kini langsung mengambil alih baby Flo agar Kinar bisa membantu semua persiapan yang ada.
Namun alih-alih bisa menemani Kendra dan turut membantu, sambutan Kendra justru membuat wanita itu terkejut setengah mati.
" Tuan?" sapa Kinar yang justru tak di gubris oleh Kendra yang kini tampak terpukul.
Reaksi yang tak ia duga dari Kendra membuat Kinar bertanya-tanya. Pria itu diam tak menyahut dan terlihat mengabaikan Kinar.
Xander yang melihat hal itu menjadi bingung. Ia juga tak mengerti. Bukankah bulan-bulan yang lalu hubungan Kendra dan Kinar sudah membaik?
Ya, Kendra marah kepada Kinar sebab sepertinya hati pria itu tengah di gerogoti rasa sesal. Ucapan Megan yang menyebut nama Kinar sesaat sebelum meregang nyawa tadi, tampaknya di artikan Kendra lain.
Lambat laun berita duka itu tersebar ke seluruh kalangan bahwasanya istri dari Kendra Arion meninggal dunia. Para pelayat yang hadir silih berganti memberikan belasungkawa kepada Kendra.
Karangan bunga juga ucapan dukacita tak hentinya mengalir dari beberapa orang-orang penting yang ada di negara itu.
Kinar yang secara posisi memang belum pernah dikemukakan oleh Kendra ke publik, kini hanya bisa diam seraya terus merasa terasingkan dan menjadi kerdil tak berdaya.
Para bibi yang pura-pura bersedih di hadapan media juga tak hentinya menatap Kinar. Wanita asing yang mereka kita adalah salah satu dari puluhan maid yang bekerja di sana.
" Kenapa sikap anda berubah tuan, apa salah saya?" Kinar tak hentinya membatin dengan hati yang benar-benar bingung dengan sikap Kendra.
Hingga saat pemakaman itu akan di lakukan, Kendra yang meminta Xander untuk memakamkan Megan di tanah kosong mansion mereka, kini menatap nanar tubuh Megan yang mulai di masukkan ke liang lahat.
Pria itu terlihat terus memandang sebujur kaku itu dengan tatapan tak lepas. Kejadian yang sama sekali tak pernah dia bayangkan kini mulai menampar kesadarannya.
Seandainya ia tak meminta Kinar untuk kembali demi Flo. Seandainya ia konsisten dan tak larut dalam perasaan itu, mungkin Megan masih ada di sisinya saat ini.
Beralih menjadi menyalahkan dirinya sebab meyakini jika Megan meninggal dengan membawa serta ketidakterimaannya akan keberadaan Kinar.
__ADS_1
" Aku akan membuatmu tenang Megan setelah ini Megan. Ini janjiku kepadamu!" batin Kendra yang berjanji kepada diri sendiri untuk melakukan apa yang mungkin Megan inginkan semasa hidupnya.