Surya Tenggelam

Surya Tenggelam
Bab 40. Konspirasi


__ADS_3

...🌸🌸🌸...


Kinar yang ketakutan benar-benar tak bisa melakukan apapun selain berusaha menenangkan Flo yang rewel dan terus saja menangis.


" Suruh anak itu diam atau akan aku bunuh dia!" teriak pria muda yang di wajahnya terdapat bekas luka sayatan yang kini bertugas mengemudikan mobil.


Tubuh yang gemetar itu bahkan semakin terasa tak bernyawa manakala mendengar kalimat bernada ancaman yang begitu mengerikan tatkala di lontarkan. Ia juga tidak tahu kenapa baby Flo tak mau diam, padahal baru beberapa menit yang lalu anak itu telah kenyang karena minum ASI.


Kinar berusaha untuk mengingat ke arah mana dia kini dibawa, meski kini ia harus berpikir dua kali jika ingin kabur. Daerah itu asing dan melewati kawasan yang sepi dan bersambut dengan deburan ombak yang keras. Daerah yang bahkan tak memungkinkan untuk orang-orang mengetahui lokasi itu.


Usai beberapa jam berada di dalam mobil dengan ribuan ancaman, Kinar yang kini sampai di sebuah rumah besar di paksa turun dan dibawa masuk ke sebuah bangunan mewah yang begitu sepi.


" Bawa dia masuk. Aku sudah tidak sabar untuk menikmatinya malam ini!"


Kinar yang mendengar bandot tua itu berkata dengan tatapan cabul seketika menjadi gelisah. Bagaimana ini? Jika seperti ini, akankah Kendra bisa menemukan dirinya dan juga Flo sebelum sesuatu yang mengerikan akan terjadi?


Bayangan akan keberangasan pria tua itu kini mencuat kembali dalam ingatannya. Kinar juga tidak tahu kenapa pria itu sampai bisa menemukan dirinya. Dan mustahil bibinya tahu jika dia ada di kota ini.


Sementara baby Flo terus menangis, Kinar masih berusaha untuk tetap tenang meski setengah mati dia menahan diri agar tidak turut menitikkan air mata karena rasa takut yang semakin teramat.


" Kenapa anak itu menangis saja, hah?" teriak Zen yang terganggu dengan tangis baby Flo yang tak mau diam barang sejenak.


" Ssstt diam sayang, tolong diamlah, aku takut mereka akan melakukan hal buruk kepadamu!" Kinar membatin seraya mendekap tubuh baby Flo guna menularkan energi tenang yang mungkin saja bisa bayi itu rasakan.


Zen merupakan bandot tua kaya yang memiliki banyak sekali usaha di berbagai sektor, mulai dari resmi hingga tidak resmi. Bahkan, pria itu memiliki jaringan terselubung yang diduga telah kong kalikong dengan pemangku kepentingan terkait yang memudahkan aksesbilitasnya untuk keluar masuk daerah.


Singkat cerita, Zen yang benar-benar tak sabar ingin menyetubuhi Kinar, meminta Rahel untuk mencari Kinar sebab dia tak mau rugi. Uang milyaran yang sudah di gelontorkan pria tua itu kepada Rahel jelas membuat dirinya tak sudi menemui janji-janji melulu.


Usut punya usut, seorang pria yang kebetulan jasanya tengah di sewa Rahel tak sengaja melihat Kinar saat wanita itu diantar kerumah sakit untuk persalinan. Membuat Rahel seketika menghubungi Zen yang juga kebetulan ada di kota yang sama dengan Kinar guna mencari tahu kebenarannya.


Alhasil, seorang anak buah Zen yang meyakini jika pasti ada dokter yang bisa dimintai keterangan,menangkap dokter Adam secara diam-diam mereka buntuti selama beberapa hari dan membuat mereka akhirnya tahu kenyataan bilamana Kinar dinikahi Kendra karena sebuah perjanjian.


Dokter Adam terpaksa melakukan hal itu sebab ia juga di ancam oleh Zen dengan ancaman yang tak main-main. Sama sekali tak mengira jika Kinar merupakan orang yang memiliki value tinggi bagi orang gawat seperti Zen.


Dan saat Kinar baru saja menginjakkan kakinya di lantai mengkilat rumah besar itu, terkejutlah dia manakala melihat dokter Adam yang kini di pukuli hingga tersungkur di bawah kakinya, dengan wajah babak belur.


BUG!


" Ampun tuan, tolong jangan pukuli saya!"


BUG!


DEG!


Mata Kinar membulat sempurna saat ia mengenali sosok yang kini tersungkur di depannya itu dengan keadaan memprihatinkan.


" Dokter?" sapa Kinar reflek dan membuat dokter itu akhirnya menoleh ke arah Kinar dengan tatapan terkejut.


" Nona?"


Namun belum sempat keduanya menjawab keterkejutan masing-masing, Zen yang tak suka akan interaksi itu seketika marah dan sontak melayangkan pertanyaan.


" Ada apa ini? kata Zen yang kini geram sebab datang-datang sudah di suguhi pemandangan seperti itu.


" Pria ini mencoba kabur tuan!" terang Deri yang merupakan pria bengis yang bertugas sebagai algojo.


Maka Kinar lagi-lagi terperanjat dengan isi kepala yang semakin buntu sebab tak menyangka jika dokter Adam bahkan turut berasa di sana.


Zen lalu mendekat ke arah dokter Adam dan terlihat mencengkeram rahang dokter itu kuat-kuat.

__ADS_1


"Jadi kau ingin bebas, hm?"


Dokter Adam yang ketakutan hanya diam dan tak menjawab. Namun sejurus kemudian Kinar bagai tersambar petir demi melihat Zen yang menarik senjata dari balik punggungnya lalu,


DOR!


DOR!


" Dokter!"


Kinar memekik dengan mata yang seakan melompat dari tempatnya manakala melihat dokter Adam di tembak tepat di arah dadanya sebanyak dua kali lalu tewaslah dia.


Kinar langsung ketakutan dan menangis. Kekejaman pria itu benar-benar kelewat batas. Dokter yang sangat ramah dan baik itu, kini harus meregang nyawa tepat di depan matanya dengan cara yang tragis dan mengerikan.


" Singkirkan sampah ini. Dan cepat bawa dia masuk!"


Belum juga keterkejutannya lenyap, Kinar kini di paksa masuk kedalam sebuah ruangan dan hanya bisa menatap mayat dokter Adam dengan tatapan sedih.


" Jangan coba-coba untuk kabur atau kau akan mengalami nasib yang sama!"


BRAK!


Kinar yang kini tak tahan untuk menyusui FLO terlihat langsung membuka kancing bajunya lalu memberikan anaknya ASI meski air matanya tak mau berhenti mengalir. Dokter Adam yang sangat baik kini telah pergi dengan cara seperti itu.


" Ya Tuhan tolong aku!" jeritnya dalam hati yang semakin putus asa.


Dengan hati yang ketar-ketir pula, Kinar berharap ada orang dari mansion yang akan datang untuk menolongnya.


Di lain pihak, Zen yang tahu jika Kendra pasti akan kesana karena untukmencari anaknya terlihat tersenyum licik.


" Apa sudah ada tanda-tanda?" tanya Zen yang kini menyalakan rokok di sela bibirnya.


" Sambungkan aku dengannya!"


-


-


Pintu mobil yang terbanting terang-terangan menjelaskan semarah dan segusar apa Kendra saat ini.


Xander yang masih ada di mansion itu sebab sebenarnya ia sangat mencemaskan Sofia. Selain itu, ia berjaga-jaga bilamana ada serangan dadakan sebab para anggota guard juga para berandal besutannya masih dalam perjalanan.


" Tuan?" sapa Xander yang resah saat Kendra rupanya memilih untuk pulang.


" Megan kecelakaan dan dia sedang di dirumah sakit. Astaga Xan, kepalaku rasanya benar-benar mau pecah!" kata Kendra yang terpaksa meninggalkan Megan sebab ia juga sangat khawatir dengan Flo juga Kinar.


Dokter memastikan akan menangani Megan dengan baik, membuat Kendra bisa menggunakan waktunya sejenak untuk mengecek keadaan mansionnya. Tidak ada pilihan, semua kini sangat penting untuknya. Meski ia sangat khawatir dengan kondisi Megan, namun sebagai pria yang telah menjadi seorang Papa, wajib hukumnya bagi Kendra untuk segera menyusun mitigasi.


Xander yang melihat Kendra tertekan seperti itu tentu merasa syok juga sedih. Bagaimana tidak, sepanjang sejarah dia mengabdikan dirinya kepada Kendra, baru kali ini ia melihat Kendra sekacau itu.


" Nyonya Megan kecelakaan?" ulang Xander yang sekonyong-konyong terkejut akan berita itu.


Kendra lantas menjelaskan secara rinci sebab musabab Megan bisa mengalami kecelakaan. Mulai dari dirinya yang bertengkar, dan langsung pergi mengejar istri pertamanya itu.


Xander yang mendengar hal itu menjadi tak percaya. Apakah tuannya itu sudah menaruh hati kepada Kinar? Wanita yang dulu jelas-jelas tak dia hiraukan.


" Tenanglah dulu tuan!"


" Bagiamana aku bisa tenang Xan, anakku ada dimana aku tidak tahu, dan di saat bersamaan istriku terbaring di rumah sakit dan Kinar pasti saat ini sedang berada dalam ancaman!" cicitnya resah seraya menjambak rambut frustasi.

__ADS_1


Dan saat Xander masih menerima kemarahan dari tuannya, Yos yang terlihat berlarian dengan tergopoh-gopoh dari lantai atas berteriak keras.


" Tuan! Seseorang menghubungi mansion kita. Sepertinya dia adalah penculik nona Kinar!" kata Yos dengan wajah yang sudah pucat. Membuat Kendra dan Xander terkejut bukan main.


" Apa kau serius?"


Saat Yos mengangguk dengan sejuta keresahan yang semakin nyata, Kendra segera berlari menuju ke tempat dimana Yos berada.


Xander yang mendengar serta melihat tuannya panik, spontan ikut berlari demi ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Dan benar saja, setibanya mereka diatas, di layar yang sudah tersambung dengan panggilan bergambar itu memperlihatkan Zen yang kini duduk menatap Kendra dari dalam layar dengan wajah sombong.


" Wow Kendra Arion. Pria tampan, kaya dan memiliki dua istri. Bagaimana kabarmu bung? Kuharap kau masih ingat dengan suratku beberapa waktu yang lalu!"


Kendra mengepal kuat manakala melihat Zen yang berbicara menyengat hatinya dengan wajah menjijikan.


"Tapi sayangnya satu diantaranya istrinya adalah gadisku yang pasti keperawanannya sudah kau renggut dan menghasilkan bayi cantik tadi bukan, hahahaha!"


Zen semakin tergelak usai melontarkan kalimat yang membuat Kendra seketika speechless. Kendra yang tak tahan seketika menjadi murka dan langsung angkat bicara.


" Siapa kau sebenarnya, dimana Kinar dan anakku?" kata Kendra berteriak dengan mata yang memerah dan dada yang bergemuruh.


" Tenanglah tuan Kendra yang tampan. Anakmu aman. Akan ku jamin itu. Aku hanya ingin membicarakan soal ganti rugi dulu kepadamu. Kau tau maksudku kan? Hahahah!"


Kali ini membuat Xander turut mengepalkan tangannya sebab geram.


" Apa yang kau inginkan?" kata Kendra tak mau berbasa-basi


" Tidak usah muluk-muluk. Karena kau sudah merebut hak ku, jadi....aku minta serahkan perusahaanmu di selatan berserta sahamnya dan aku akan mengembalikan anakmu. Tapi jika tidak, mari kita lihat sekuat apa Kendra besok saat melihat mayat anaknya, hahahaha!"


" Kurang ajar!"


Zen semakin tertawa mengerikan manakala mendengar Kendra berteriak karena tersulut amarah.


" Aku sudah rugi karena kau mengambil keperawanan Kinar. Dan sekarang, anggap saja kau sedang menggantikan kerugianku. Kau juga pembisnis bukan? Jadi kau pasti tahu hal-hal sepele seperti itu, hahaha!"


" Aku benar-benar sudah kehilangan kesabaranku. Xan!" gumam Kendra menahan gigi yang gemelutuk karena geram.


" Sebaiknya kau pikirkan hal ini baik-baik tuan Kendra. Karena aku tidak memberlakukan penawaran dua kali, hahahaha!"


Kendra seketika meninju laptop yang barusaja tersambung dengan pria biadab itu hingga pecah bahkan sebelum panggilan itu usai. Membuat Yos langsung ketakutan.


Xander yang juga merasa keadaan ini sangat genting turut menjadi risau. Ia benar-benar turut ingin memecahkan kepala pria kurang ajar itu.


" Pastikan kau menemukan lokasi orang itu secepatnya Xan. Aku aku bunuh orang itu dengan tanganku sendiri, argghh!"


PRYANG!


Kendra kembali melampiaskan kemarahannya dengan meninju meja kaca yang ada di belakangnya hingga luluh lantak dan membuat buku-buku tangannya yang kekar terluka.


Xander yang merasa jika Kendra benar-benar sudah berada di puncak emosinya, kini memilih untuk pergi ke suatu tempat untuk memulai misi. Namun saat ia sudah akan keluar, Sofia yang kini berjalan dengan wajah murung menghadang langkah Xander dengan wajah murung.


" Bisakah saya ikut pergi jika anda mau mencari nona Kinar tuan? Saya mohon?"


Dan sialnya mata Sofia yang basah oleh air mata itu membuat Xander tak berdaya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2